KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Istimewanya, di tur mendatang Ian Antono berniat menggunakan konsep 3D Surround Sound. Hanya tinggal menunggu waktu, God Bless siap meroket lagi.
"Nanti konser God Bless ada 36. Nanti 5 kota awal mulanya yaitu di Medan, Jogja, Semarang, Bali, dan satu lagi saya lupa. Itu untuk serangkaian saja. Awal tahun kita mulai, kalau berhasil kita tancap gas lagi," kata Ian usai mengisi konser 3D Surround Sound yang dimainkan bersama dua musisi beda generasi, Vidi Aldiano dan Edo Kondologit.
Umur pun tak jadi soal. Ian dkk tetap percaya diri bisa merebut hati para penggemar mereka. Strategi spesial juga dirasa Ian tidak terlalu diperlukan.
"Strateginya cuma latihan diperbanyak, bahkan harus lebih sering juga untuk menghafal lagu-lagu lama. Selain itu untuk stamina sih kita nggak masalah. Meski sudah nggak muda tapi kita masih kuat kok. Paling siasatin dengan banyak minum vitamin juga," ujarnya.
Lalu, bagaimana dengan pemilihan lagu yang bakal dibawakan saat tur nanti? "Kalau pemilihan lagu kita nggak mau yang biasa. Kita siasatin dengan urutannya yang pas. Biar nafas Iyek (Ahmad Albar) nggak terganggu," pungkasnya di Istora Senayan Jakarta, Minggu (22/11) malam. (kpl/hen/boo)

"Kalau perubahan secara spesifik sih nggak ada, paling sound-nya aja yang berubah. Kalau musik sih tetep," kata Abadi Soesman yang ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakbar, Sabtu (18/07).
Walaupun umur boleh dikatakan sudah tidak muda lagi, namun God Bless yakin mereka masih mampu bersaing dengan para musisi muda yang mendominasi belantika musik tanah air.
"Masih punya power lah meski kami sudah tua," kata Donny Fatah. "Banyak latihan. Kita ingin menunjukkan kalau God Bless masih utuh. Kami juga pengen dapat tinta emas di dunia musik rock," sambung Achmad Albar yang akrab dipanggil Iyek. (kpl/buj/npy)

Sebagai band legendaris, personel God Bless berupaya untuk melakukan regenerasi. "Kita sering kok mendoktrin anak kita untuk bermain musik. Kita berharap mereka bisa meneruskan dan bisa seperti kita juga, artinya nggak bongkar-pasang personil," ungkap Abadi yang ditemui di kantor redaksi Rolling Stone Indonesia, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (7/5).
Sedang untuk album baru ini, God Bless mengharapkan dapat membangkitkan kembali panggung musik rock. "Mudah-mudahan album kita ini bisa jadi awal kebangkitan kita kembali dan bangkitnya musik rock. Band-band sekarang seharusnya mereka lebih bagus. Saya yakin itu karena tuntutan pasar. Tapi nggak bisa disalahin juga ke bandnya karena itu memang udah trendnya, karena memang selalu berubah-ubah," ungkap Ian Antono. (kpl/hen/erl)

"God Bless kebetulan ultah juga 5 Mei kemarin, yang ke 36, jadi malam ini kami akan tampil tak seperti biasanya, tapi kita berusaha mengikuti perjalanan God Bless selama berkarir," ujar sang vokalis, Ahmad Albar.
Ditemui KapanLagi.com di kantor redaksi Rolling Stone Indonesia, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (7/5), band yang telah berdiri sejak 36 tahun silam tersebut mengaku akan tampil all-out.
"Sekitar satu jam kami akan manggung nanti, dan beberapa lagu ada yang di medley, jadi dari album pertama pada tahun 1975, sampai yang sekarang, pokoknya kita akan bernostalgia dengan gaya God Bless," tambah frontman bersuara khas tersebut. (kpl/hen/bar)

"Kami sebenarnya siap–siap saja, dan mudah–mudahan bisa terlaksana (konser tunggal) karena memang ada rencana. Tapi kita ngalir saja. Ingat umur lah," ujar sang vokalis Ahmad Albar saat disambangi di lokasi syuting video klip God Bless di TMII, Jakarta, Senin (20/4).
Sebagai band rock kekuatan utama adalah panggung. Pada beberapa tahun silam saja, aksi panggung God Bless terbilang belum ada duanya. Apalagi sekarang untuk album terbaru mereka menyodorkan sound–sound keren.
"Di album ini kami tidak terlalu memikirkan tentang penjualan, yang terpenting bagaimana kami bisa membuat musik sebagus mungkin. Warna God Bless tetap, tidak bisa dihilangkan hanya ditambahi sound–sound sekarang," jelas Ian Antono.
Kalau menurut Abadi Soesman, sang keyboardis, kemunculan mereka saat ini merupakan waktu yang tepat, di saat musik Indonesia dijejali satu jenis musik yang itu–itu saja.
"Dan God Bless ingin mencatatkan tulisan emas di sejarah musik rock Indonesia yang tetap bisa bertahan selama 36 tahun di saat banyak musik dipaksa nge-rock," urainya mantap. (kpl/ang/boo)

"GOD BLESS 36 merupakan album keenam kami yang berisikan 10 lagu baru. Ini menunjukkan bahwa God Bless masih tetap eksis walau vakum selama 12 tahun," terang Iyek saat dijumpai di lokasi syuting video klip NATO di TMII, Senin (20/4).
Vakum selama itu, kata Iyek, bukan berarti God Bless benar–benar berhenti. Baik secara personal maupun band, mereka tetap berkolaborasi dengan grup–grup muda.
Bicara soal album, God Bless tetap menyuguhkan warna rock n roll kental. Dengan persiapan lebih dari satu tahun, proses materi album GOD BLESS 36 ini memakan waktu setengah tahun. Tambahan suara-suara baru diharap akan membawa greget tersendiri di kuping anak muda sekarang.
"Mudah–mudahan ini yang ditunggu–tunggu para penggemar. Ini suatu surprise buat mereka," pungkas Iyek. (kpl/ang/boo)

Menurut Ahmad Albar selaku vokalis, judul NATO kebetulan pas dengan suasana politik di Indonesia sekarang ini. "Tapi tidak semua lagu berisi politik," terang Iyek – sapaan ayah aktor Fachri Albar itu.
Sebagai band rock dengan nama besar, God Bless paham betul sebuah realitas yang berkembang di industri musik sekarang ini. Nama besar saja tidaklah cukup mendongkrak sebuah album.
"Sebuah grup yang pingin meluncurkan album baru pasti harus pakai klip. Di mana konsepnya kami putuskan main di panggung karena God Bless sendiri adalah Sri Panggung," jelas Abadi Soesman.
Selain NATO, God Bless berencana akan membuat klip–klip lagu berikutnya. "Mudah–mudahan ini yang ditunggu para penggemar," harap Iyek. (kpl/ang/boo)