< >

ARTIKEL ADJIE MASSAID


Bom Kuningan di Mata Selebritis (2)

KapanLagi.com - Peristiwa pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada Jumat, 17 Juni 2009 lalu, menyimpan sebuah cerita bagi presenter Ruben Onsu dan Cathy Sharon. Keduanya nyaris menjadi korban aksi keji para teroris, jika saja sebuah acara yang mengundang Ruben sebagai presenter di Ritz Carlton tidak dibatalkan. Begitu halnya dengan presenter Cathy Sharon yang juga batal mengisi acara di tempat tersebut.

Sesaat setelah kejadian sejumlah artis mengaku merasa trauma berada di tempat-tempat umum. Penyanyi Syahrini merasa terbayangi perasaan was-was saat harus bernyanyi di mall atau pun cafe. Menurutnya teror bom itu sebuah tindakan setan, meski mengatasnamankan Tuhan sekalipun. Rasa was-was juga dirasakan Tantri Syalindri, vokalis grup musik Kotak ini meminta pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemeriksaan intensif di tempat-tempat umum.

Berbeda halnya dengan pasangan artis Angelina Sondakh dan Adjie Massaid, meski berdampak kematian, namun sepasang anggota DPR RI ini mengindahkan begitu saja teror kemanusiaan itu, dengan tetap menggelar acara 7 bulanan calon sang jabang bayi. Keduanya menggelar acara di Hotel Belleza, yang tidak jauh dari lokasi ledakan. Bukan bermaksud untuk mengambil sebuah resiko, tapi bentuk perlawanan harus dilakukan, meski tetap harus berpikir positif bahwa kejadian itu tidak akan terjadi lagi.

Sama halnya dengan pasangan artis Ita Purnamasari dan Dwiki Dharmawan yang juga tetap menggelar acara rilis best album, hanya beberapa jam setelah ledakan terjadi. Pasangan yang hari sebelumnya merayakan ulang tahun di JW Marriott itu, tetap 'menyuarakan' perdamaian melalui musik, seperti yang selama ini diperjuangkan ke seluruh dunia.

Harapan untuk segera menangkap dan mengungkap pelaku, disuarakan oleh Putri Indonesia 2008, Zivanna Letisha Siregar. Menurutnya, para pelaku teror telah gagal memahami dan memaknai arti perdamaian. Aksi terorisme yang professional namun licik itu, telah berpengaruh pada kehidupan masyarakat secara luas, yang sama sekali tidak dipahami pelakunya.

Sikap berani pun ditunjukkan oleh seniman gaek pemilik rambut khas rasta Mbah Surip (alm), yang mengaku tidak merasa takut sedikit pun dengan aksi teror. Pria yang menjunjung tinggi perdamaian itu, menganggap ringan ancaman para teroris, dan berharap akan menjadikan para 'tukang bom' itu tersadar, bahwa aksinya tidak banyak berguna.

Meski demikian kewaspadaan harus tetap terkondisikan, karena bukan tidak mungkin anggota jaringan teroris yang lain masih berusaha mencari celah kelengahan aparat keamanan. Sehingga Ersa Mayori pun meminta pembasmian aksi teror ini hingga pada jaringan dan akar-akarnya.

Dalam proses pemeriksaan beberapa saksi dan orang-orang yang diduga terkait aksi teror ini, tertumpu harapan agar pemerintah secepatnya mengungkap pelaku. Harapan itu diwakili oleh grup musik rap Saykoji, yang meminta para pimpinan bangsa untuk tanggap dengan kejadian ini, dan meminta pemerintah bekerja sama dengan masyarakat. Siapa pun pemimpinnya harus tanggap atas kejadian ini, apalagi di tengah situasi presiden terpilih dengan mandat baru.

Citra Indonesia yang damai dan ramah perlu kembali dibangun di forum-forum internasional, hingga situasi bisnis dapat kembali terbangun. Vokalis Alexa, Ananda Riztitantio meminta pemerintah segera mengambil tindakan diplomasi secara aktif dalam upaya memperbaiki citra. Termasuk mendukung langkah Zivanna (Zizi, red), yang berencana membawa isu terorisme di Indonesia ke ajang kontes kecantikan Miss Universe 2009 di Nassau, Bahama.

Putri Indonesia 2008 yang bertolak dari tanah air pada 2 Agustus itu akan memasuki masa karantina mulai 3 sampai 22 Agustus, dan mengikuti grand final di Atlantis Paradise Island pada 23 Agustus mendatang. Selama proses itu, dirinya mengaku siap membawa citra Indonesia dan siap jawaban jika juri menanyakan seputar kasus bom Kuningan.

Tidak ada satu agama pun yang membenarkan sebuah aksi teror terjadi, meski para pelaku mencari pembenaran dengan dalil-dalil agama. Ustad Jeffry Al Buchori menyebut para pelaku bukan kaum beragama, meski mengaku muslim sekali pun. Selain banyaknya korban yang tak berdosa, aksi ini mencoreng Islam yang penuh kedamaian (Rahmatal lil a'lamin, red)

Hal senada juga disampaikan Aa Gym yang mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Pemimpin pondok Darut Tauhid itu meminta agar insiden pengeboman ini tidak dikaitkan dengan agama tertentu, karena aksi pelaku yang keji itu merupakan perbuatan pribadi yang menggunakan pembenaran agama. (kpl/dar)


Lihat profil: Ruben Onsu, Cathy Sharon, Zivanna Letisha Siregar, Angelina Sondakh, Adjie Massaid, Ita Purnamasari
Diposting oleh: Editor | Rabu, 05-08-2009 |

«1»