KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Saya sudah bikin laporan ke Polisi di Polres Jakarta Selatan, kalau nggak Mei ya Juni lalu. Tapi setelah laporan itu dua kali panggilan Adjie nggak pernah datang. Gara-gara Adjie itu money changer saya sampai pecah (bubar, red). Saya maunya dikonfrontir dengan Adjie di kantor polisi, tapi sampai sekarang tidak pernah ada panggilan dari polisi. Saya tidak tahu dengan hukum di Indonesia ini," papar Kiki kepada KapanLagi.com via telepon, Jumat (6/11).
Kiki sangat berharap bahwa uangnya bisa kembali, karena nilai uang tersebut sangat besar dan berarti baginya. Ia mengaku dirinya punya bukti tertulis di atas materai yang berisi tulisan tangan kalau Adjie akan membayar hutangnya itu.
"Di surat itu juga Adjie siap disita barang dan kantornya atau dilaporkan ke jalur hukum jika tidak membayar hutangnya. Tapi sampai sekarang juga nggak pernah mau bertemu apalagi membayar hutang saya," keluhnya.
Setelah kejadian itu, lanjut Kiki, Adjie selalu membayar hutangnya dengan cek kosong yang tidak bisa diuangkan. Ia merasa dirinya selalu dibohongi Adjie. Setelah membuat surat pernyataan itu Adjie sulit sekali ditemui.
Dan bahkan, Adjie sudah menyewa seorang pengacara. Hal itu menandakan bahwa dirinya telah siap dengan resiko yang akan dihadapinya.
"Setiap kali dicariin selalu tidak ada di tempat. Menunggu pemeriksaan polisi juga tidak ada perkembangan. Makanya saya mau sebarkan dulu kejelekan dia di media massa. Saya sudah ambil beberapa barangnya sebagai jaminan," pungkasnya. (kpl/adt/bun)

"Saya juga bingung, saya pun diuber-uber orang karena duit itu bukan cuma milik saya saja. Karena masalah ini, saya juga sampai hutang di bank," terang Kiki.
Dihubungi KapanLagi.com via telepon, Jumat (6/11), pria yang memiliki kantor di seputaran Kemang tersebut lantas menuturkan kekesalannya.
"Itu kejadiannya akhir tahun 2008, tapi kenapa dia selalu berkelit. Seharusnya ada itikad baik untuk menyelesaikan apakah mau dibayar atau tidak," jelasnya.
"Kalau dia tidak punya duit, seharusnya kan bicara sama saya, tapi kok dia punya rumah di Pondok Indah dan butik baru di Kemang," imbuhnya menegaskan kekecewaannya.
Sementara itu, ada fakta menarik tentang kasus ini sendiri. Menurut Kiki, Adjie pernah berjanji bersedia kasusnya dibuka kepada media jika tak juga kunjung terselesaikan.
"Kalau Adjie tidak bayar, Adjie mempersilahkan saya untuk bicara di media," tandasnya singkat.
Kasus antara perancang busana kondang dan pengusaha jasa penukaran uang ini sebenarnya sudah lama terjadi, yakni di akhir tahun 2008. Di mana Adjie membeli US$50 ribu dari Kiki, yang ditaksir seharga Rp489,100 juta. Namun, hingga kini menurut pengakuan Kiki, Adjie tak kunjung membayar tanggungannya itu. (kpl/adt/bar)

"Adjie Notonegoro membeli US$50 ribu, harganya Rp489,100 juta ternyata Adjie membelinya dengan menggunakan cek kosong dan tidak bisa diuangkan," ujar Kiki mengisahkan duduk permasalahannya dengan perancang busana berusia 48 tahun itu.
Dihubungi KapanLagi.com melalui line telepon, Jumat (6/11), Kiki juga menyebut Adjie jelas-jelas telah melakukan tindak penipuan kepadanya.
"Jelas-jelas dia menipu saya, padahal ini masalah simple dan dia sudah beberapa kali datang ke money changer saya," tegasnya.
"Dan kebetulan dia nasabah saya, dan dia selalu pakai cek mundur," imbuh pria flamboyan itu seakan mengutarakan rasa kecewanya yang mendalam terhadap klien yang selalu dipercayainya itu. (kpl/adt/bar)

"Adjie Notonegoro mau jadi sponsor baju nikah aku. Dulu aku ketemu dia dan dia menawarkan jadi sponsor. Alhamdulillah. Ada juga yang mau sponsorin sepatunya. Saya nggak minta, tapi ditawarin. Kita berdua senang banget banyak pihak yang mau bantu," ujarnya saat ditemui di Plaza FX, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11) malam lalu.
Mengenai lamaran, Indra memang tak mau menggunakan sponsor. Pasalnya, lamaran adalah acara kedua belah pihak keluarga yang dilakukan dengan cara sederhana. "Aku rasa nggak perlu ya soalnya kan memang itu acara keluarga saja, bukan seremonial banget," ujar Indra.
Kembali ke konsep pernikahannya kelak, apa saja yang akan direncanakan oleh Indra? "Aku maunya nantinya pakaian pengantinnya memang serba putih. Yang pasti nggak mau terlihat mewah dan maunya sederhana aja," kata Indra. (kpl/adt/erl)

Bekerja sama dengan PT Hero Supermarket, dengan 3 unit bisnisnya – Hero, Giant, dan Guardian, diluncurkan tas ramah lingkungan atau green bag yang terbuat dari karung sebagai pengganti plastik.
"Kita bisa mendapatkan tas ini dengan harga Rp25 ribu, kalau kita berbelanja senilai Rp100 ribu di Hero, dengan tujuan untuk membuat orang tidak lagi menggunakan plastik," tutur Adjie di Mal Taman Anggrek, Rabu (28/10).
Kalau ditilik dari harga green bag ini sangatlah murah, karena ini merupakan green bag pertama yang didesain oleh desain profesional lulusan sekolah mode Mueller Und Soh Jerman, Perancis, dan Italia ini dengan bahan karung goni disulap menjadi karya seni yang stylish dengan mode masa kini.
"Tas ini saya desain sangat safety karena dibuat dengan handmade. Bahan karung ini sangat kuat dan halus jadi tidak mudah awut–awutan dengan gambar mother nature. Ini juga mengingat pesan dari Ibu Negara yang pernah mengajak untuk menanam pohon satu orang satu pohon karena kita jantungnya dunia," tutur Adjie. (kpl/wwn/erl)

Adjie tampak mematung, diam, dan tidak bereaksi sedikit pun, kecuali matanya sekali–kali berkedip dengan nafas terlihat naik turun, dalam menanggapi lontaran pertanyaan yang mengaitkan dengan kasus.
Kabarnya sampai saat ini, Adjie sudah diperiksa tiga kali dan berstatus tersangka. Ada kemungkinan paman presenter Ivan Gunawan itu akan langsung ditahan di Polda Metro Jaya.
Secara kronologis Adjie disebutkan meminjam uang sebesar Rp210 juta pada Yusuf Wahyudi pada tahun 2007 untuk pembayaran uang muka kebutuhan bahan kepada PT. Apac Inti Corpora dari total kebutuhan bahan sebesar Rp700 juta.
Ironisnya, Adjie baru membayar mengembalikan pinjaman sebesar Rp73 juta sejak tahun 2007. Bahkan dua kali Adjie mengelabui Yusuf dengan cek kosong. Apabila terbukti melakukan penipuan, Adjie terancam hukuman 4 tahun penjara. (kpl/wwn/npy)

Ivan Gunawan, fashion designer sekaligus presenter ini berhasil membawa pulang piala sebagai Pembawa Acara Ngetop 2009. Saat keponakan Adjie Notonegoro ini maju ke atas panggung untuk menerima piala, tampak pakaian yang ia kenakan cukup heboh. Sepertinya ia sudah merencanakan pakaiannya untuk acara ini.
"Enggak, ini baru dikerjain kemarin dan bikinnya juga nggak dipola. Langsung dipotong ngikutin ukuran badan saya. Dan kebetulan di rumah ada patung seukuran saya. Baju yang saya pakai ini bahannya lebih kurang 8 meter," ungkapnya.
Sebelum acara, Ivan juga mengaku tak mempersiapkan secara khusus. "Biasa, nyiapin baju, kuku, sepatu," pungkas pembawa acara musik INBOX ini. (kpl/dis/riz)