< >

ARTIKEL AFGAN SYAH REZA


Makna Ramadhan, Perceraian Hingga Toleransi Selebritis

KapanLagi.com - Kehadiran Ramadhan menghadirkan makna yang berbeda bagi setiap muslim yang menjalankan perintah berpuasa. Karena secara pribadi manusia diberi kebebasan untuk menyambut dan memaknai bulan suci penuh berkah itu. Manusia sebagai makhluk pemikir diberi kebebasan untuk mencerna dan menjatuhkan putusan, bahkan seandainya tidak menjalankan puasa sekalipun diserahkan sepenuhnya pada yang bersangkutan. Tentu sebuah kesia-siaan dan dekadensi aqidah belaka yang bakal diperoleh bagi golongan tersebut.

Mewakili kondisi di atas, para publik figur atau selebritis pun larut dalam suasana menyambut keindahan Ramadhan. Menyiapkan diri dengan target yang ingin ditempuh selama Ramadhan, setelah sebelas bulan sebelumnya disibukkan dengan kegiatan yang dominan untuk urusan dunia. Kini kesempatan 'mensucikan' itu datang untuk membersihkan diri, koreksi diri, selama 30 hari.

Berkah Pekerjaan

Penyanyi Afgan Syah Reza justru kebanjiran pekerjaan selama Ramadhan. Baik kegiatan on air maupun off air menjadwalkan kehadiran dirinya. Penyanyi berlesung pipit ini seperti tidak ada istirahatnya mengisi acara. Namun puasa tetap dijalankan dan laparnya puasa mengaku tidak dirasakan karena terlalu sibuk.

Begitu halnya dengan artis Nikita Willy, Ayu Diah Pasha, Arzetti Bilbina, Rina Gunawan, Revalina S Temat, Putri Titian dan Rianty Cartwaright yang mengaku menyambut puasa dalam suasana keharmonisan keluarga masing-masing. Di samping tetap terlibat dalam kegiatan keartisan dengan bumbu syiar agama.

Bahkan pesinetron Rianty Cartwaright dan Ayu Diah Pasha pun memilih meninggalkan tawaran sinetron stripping yang biasa didapatkan setiap tahun. Baginya bulan puasa dirasakan sebagai bulan penuh berkah. Kenikmatan ramadhan ingin diraih bersama keluarga.

Makna Ujian

Puasa tahun ini dirasa berbeda dengan tahun sebelumnya oleh pedangdut Cici Paramida. Karena selain masih diselimuti kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), istri pengusaha Ahmad Suhaebi itu pun harus menjalani persidangan perceraian. Demi harga diri yang dicampakkan sang suami, keponakan Menteri Negara Pemuda dan Olah raga, Adhiyaksa Dault itu keras berusaha menuntut keadilan, salah satunya menuntut kompensasi perkawinan yang seumur jagung itu.

Demikian halnya dengan artis Dewi Sandra, yang juga menghadapi persoalan rumah tangga. Perempuan yang pernah gagal menjalin rumah tangga dengan Surya Saputra itu kembali menghadapi gugatan perceraian dari suaminya, penyanyi Glenn Fredly. Hikmah dan berkah diyakini akan turun kepadanya, karena keputusan pengadilan di minggu awal puasa mengabulkan gugatan cerai tersebut. Penyanyi keturunan Betawi - Inggris ini pun mengaku siap dan ikhlas dengan keputusan cerai dari sang suami yang berbeda keyakinan itu.

Janda Pasha Ungu pun harus menghadapi ujian berat di bulan Ramadhan, setelah sebuah tindak kekerasan yang dilakukan vokalis Ungu kembali dialaminya. Kini bersama tiga anaknya Okie Agustina memilih tempat aman yang tidak diketahui oleh sang mantan suami, sembari menjalani proses hukum tindak kekerasan tersebut. Kesabarannya pun diuji, karena harus sendiri mendidik anak-anak untuk mulai berlatih berpuasa.

Sebaliknya dengan yang dialami model Rency Milano yang justru pasca menarik gugatan cerai atas suaminya, Rocky Jefmichael Sahopala, adik kandung Elma Theana itu bisa hidup normal kembali menghadapi Ramadhan. Seperti umumnya, suami-istri yang menjalankan ibadah Ramadhan bersama, Rency mengaku lebih merasakan nikmatnya Ramadhan dibanding seorang diri.

Begitu pun dengan Kalina Oktarani yang mencabut gugatan cerai atas suaminya Deddy Corbuzier beberapa hari menjelang datangnya Ramadhan. Meski jauh dari publikasi, pasangan beda agama yang sudah dikaruniai seorang anak itu akhirnya kembali bersama.

Toleransi

Ibadah puasa juga memberi sebuah makna bagi penyanyi non muslim Marcell Siahaan. Lantaran ayah, ibu dan istrinya menjalankan puasa, dirinya mengaku memberi ruang toleransi yang luas untuk kenyamanan mereka. Masing-masing tidak ada yang merasa terganggu, begitu pun dirinya yang tengah tidak berpuasa. Masih tetap dapat beraktivitas sebagaimana hari biasa.

"Buat gue sih kita mau ngapain aja bebas. Jadi yang berpuasa nggak merasa terganggu dan yang nggak puasa itu juga nggak merasa mengganggu. Bukan berarti kalau ada yang orang berpuasa, kita yang nggak puasa juga nggak bisa ngapa-ngapain," tegas yang menganut vegetarian itu.

Marcell bahkan tidak setuju hal tersebut disebut sebagai sebuah toleransi, karena menurutnya toleransi itu berdasar pada sesuatu yang berbeda dan tidak setuju satu terhadap orang lain. Dalam kasus ini pihaknya mendukung langkah istri dan keluarga untuk menjalankan kewajibannya.

Sikap toleransi juga ditunjukkan oleh Cathy Sharon, model dan juga presenter ini malah mengaku ikut puasa selama berkegiatan, tentu dengan motivasi yang berbeda. "Saya nggak terasa terganggu dengan puasa. Untuk keseharian nggak masalah dan saya orangnya tahan. Kalau pun ingin makan dan minum nggak di depan mereka," katanya.

Makna Ramadhan

Ketika Ramadhan datang aroma religius muncul begitu kental, seperti berebut tempat mulia di paling depan. Suasana hati mengalir pada tujuan mulia, menuju satu titik yang sama, yakni meraih keridloan sang pencipta. Ramadhan menghadirkan suasana kekhusukkan baik secara sosial maupun ibadah pada sang pencipta.

Ramadhan sendiri berarti manahan, secara kasat mata memang menahan rasa haus dan lapar mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Lebih jauh dari itu sesungguhnya terpancar semangat menahan nafsu kebinatangan yang sesungguhnya melekat dan ada pada setiap diri manusia. (kpl/dar)


Lihat profil: Afgan Syah Reza, Deddy Corbuzier, Nikita Willy, Cathy Sharon, Okie Agustina, Pasha Ungu
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 29-08-2009 |

Bom Kuningan di Mata Selebritis (1)

KapanLagi.com - Jumat, 17 Juni 2009 lalu menjadi sejarah memilukan bagi Ibukota Jakarta. Sebuah ledakan bom yang terjadi di dua hotel besar, JW Marriott dan Ritz Carlton yang ada di kawasan Mega Kuningan mengusik ketenangan. Ledakkan low explosive yang terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di Restoran Airlangga, Hotel Ritz Carlton, disusul ledakan kedua pukul 07.47 WIB di Restoran Syailendra Hotel JW Marriott, menciptakan dampak luas bagi suasana kestabilan Indonesia.

Hujatan datang dari banyak kalangan yang ditujukan kepada para pelaku bom bunuh diri, berikut jaringannya. Karena akibat tindakan arogan itu dampak yang ditimbulkan cukup luas, baik secara kemanusiaan, hingga sektor bisnis yang secara langsung merasakan akibatnya.

Sembilan jiwa menjadi korban termasuk para pelaku, dan puluhan orang mengalami luka akibat mur yang sengaja dipasang di dalam bom, juga luka-luka akibat pecahan kaca. Sedangkan secara ekonomi, meski belum ada survey terkait kerugian secara materi, namun dapat dipastikan efek lanjutan dari peristiwa ini merugikan dunia bisnis Tanah Air.

Nada kutukan datang dari Puteri Indonesia Nadine Chandrawinata yang menyebut ledakan itu sebagai tindakan terkutuk dan biadab. Meski tidak mengetahui secara pasti motif pelaku, namun apapun yang dilakukan merupakan tindakan yang patut dikecam. Apalagi hingga mempertaruhkan nyawa manusia sebagai martir.

Lebih keras lagi kalimat kutukan dari artis Vicky Nitinegoro yang menyebut pelaku tidak punya otak dan sakit. Meledakkan negeri sendiri adalah sebuah kebodohan yang sulit diterima oleh nalar, manusia yang tidak menginginkan ketenangan dan perdamaian. Gading Marten dan Eza Yayang pun menyebut sebagai tindakan orang yang sakit jiwa.

Rasa sakit pun dipoles secara kreatif oleh grup musik Slank, melalui vokalisnya Kaka. Saat tampil di ajang Anugerah Muzik 2009 yang disiarkan di tiga Negara, Indonesia, Singapura dan Malaysia di JCC, Senayan, pria gondrong ini membuka celana jeans dan menunjukkan tulisan Bombers Kiss My di celana kolornya. Bagi Slank, ini sebuah bentuk 'apresiasi' yang layak diterima oleh para pelaku kriminal, walau sebenarnya jauh dari kata cukup, dibanding kerusakan yang diakibatkannya.

Dari sisi refleksi artis Vina Panduwinata menganggap ini sebuah 'kecolongan', karena setelah sekian lama Indonesia tenang dari tingkah arogansi para teroris. Padahal Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sendiri saat itu tengah dipersiapkan sebagai lokasi menginap para pemain klub sepak bola dunia, Manchester United (MU) yang akan bertanding dengan klub nasional.

Meski menganggap sebuah keteledoran, namun pelantun Burung Camar itu tidak bermaksud menyalahkan siapa pun. Karena pihak keamanan hotel dan kepolisian telah bekerja keras mengamankan Jakarta, dalam rangkaian pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang juga sempat dicurigai sebagai pemicu pengeboman ini. Mama Ina, demikian biasa dipanggil, melihat aksi teroris ini merupakan rangkaian tindakan yang profesional dan terstruktur.

Dampak langsung dari peristiwa ini dirasakan oleh produser Nia Dinata yang saat itu tengah menyiapkan event KidsFfest Indonesia 2009. Akibat tragedi tersebut partner kerjanya, Eramus Huis yaitu sebuah lembaga kebudayaan Belanda menarik dukungan dari festival yang diikuti oleh 25 film anak-anak internasional itu.

Begitu pun dengan promotor Adrie Subono yang saat kejadian sedang berada di Amerika Serikat untuk sebuah negosiasi dengan artis internasional, yang akan tampil di Indonesia. Promotor show kelas internasional itu mengaku khawatir dengan diterapkannya kembali travel warming bagi Indonesia oleh negara-negara besar, yang tentu berdampak mempersulit negoisasinya.

Lebih jauh lagi, kekecewaan datang dari para pecinta sepak bola yang sudah sekian waktu menunggu pertandingan Tim MU dan tim nasional. Penyanyi solo Afgan Syah Reza yang telah mengantongi tiket, dengan kecewa harus gagal menyaksikan pertandingan yang baru pertama terjadi itu. Padahal jauh hari pria berkaca mata ini telah membatalkan sejumlah jadwal konsernya. Sebagai obat kekecewaan dirinya memilih menyimpan tiket yang terlanjur dibelinya sebagai kenangan, meski panitia mengganti pembelian.

Kemarahan juga spontan muncul di muka Rico Ceper, Eza Yayang dan Gading Marten yang mengaku kecewa berat dengan pembatalan tim kebanggaannya itu. Tiga pria pecinta sepak bola itu mewakili kekecewaan ribuan penggemar bola, di tengah suasana industri olah raga yang terus menggeliat. Bahkan Gading pun, harus menerima pembatalan kontrak sepihak dari sebuah produk yang menggunakan dirinya, begitu pun Donna Agnesia dan Rico yang batal menjadi MC Pre-Gathering Manchester United.

Serangkaian pendapat selebritis di atas bisa menjadi potret kekecewaan masyarakat yang sesungguhnya secara jumlah jauh dari mewakili. Lebih banyak lagi lapisan masyarakat lain, hanya bisa nyinyir menyaksikan darah tercecer melalui siaran televisi, sambil menarik nafas sesak. Tentu doa mereka, berharap pelakunya segera tertangkap serta diproses secara hukum.

Selama proses mengungkap dalang dan jaringan pelaku bom, spirit untuk selalu waspada dan tetap bangkit, juga menjadi himbauan para selebritis. Tak seharusnya trauma ketakutan terus disimpan, hingga menjadi momok setiap aktivitas. Bahkan Giring Nidji dengan lantang mengatakan bahwa tidak takut menghadapi teror. Laiknya godaan setan, jika kita takut maka setan akan tertawa. (kpl/dar)


Lihat profil: Nadine Chandrawinata, Vicky Nitinegoro, Arie Untung, Afgan Syah Reza, Vina Panduwinata, Slank
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 25-07-2009 |

«12»