KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Jangan banyak melarang kalau anak bermain. Jika tak berbahaya kita diamkan saja kecuali bila memang mendekati bahaya bagi dirinya. Contohnya tidak bilang 'Jangan'. Pilihlah kata yang bersifat positif. Sebab misalnya kita bilang 'Jangan menonton TV terlalu dekat', dia jadi penasaran dan malah lihat TV sangat dekat," ujarnya usai mengisi acara belum lama berselang di Jakarta Barat.
Ditambahkan kendati hal tersebut agak sulit dilakukan namun Agus, begitu sapaannya, terus berlaku seperti itu. Pun kala anak berbuat nakal yang sudah di luar batas.
"Saya nggak pernah marah sama anak. Dengan nada agak tinggi saat memanggil dia saja, dia sudah mengerti bahwa dirinya menjadi perhatian penuh dengan apa yang diperbuat sehingga menjadi segan pada kita," lanjutnya.
Walau begitu, anak bagi Agus merupakan pelepas lelah ketika sampai di rumah. Seperti diketahui pekerjaan dirinya sering melebihi batas waktu orang kantoran bahkan hingga dini hari.
"Adem sekali jika saya bertemu dengan anak. Capek pun terasa hilang apalagi sekarang dia sudah bisa bilang bapak. Apapun akan saya lakukan untuk anak. Bahkan jika dia sedang pilek parah saya yang sedot ingusnya dan saya nggak jijik. Malah kalau anak sedang sakit saya mau sakitnya pindah ke saya," pungkasnya. (kpl/dis/npy)

"Sekarang sedang di-edit dan masih menunggu finishing, apakah di Hongkong atau Australia. Kita lihat budgetnya tapi yang pasti masing-masing mempunyai kelebihan. Syuting sudah selesai awal Agustus lalu, ya totalnya sekitar 14 harian," katanya.
Dilanjutkan Opick, selama syuting film yang dibintangi juga Inneke Koesherawati, Agus Kuncoro, Didi Petet, Doli Marten dan tujuh anak yatim itu berlangsung di kawasan Malingping, Banten, tak ada hambatan yang berarti. Walaupun ada, hanya sedikit dan bisa segera diatasi.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar," kata Opick bersyukur.
Setelah semua rampung, lanjut Opick, film bakal diputar mendekati Idul Adha pada November mendatang. Dengan alasan Opick ingin film ini tampak bagus dan layak tonton maka tidak diselesaikan secara terburu-buru.
"Insya Allah sebulan setelah Lebaran, film ini siap dinikmati masyarakat film dan bisa mengambil hikmahnya," pungkasnya pendek. (kpl/dis/boo)

"Film ini diangkat dari lagu Di Bawah Langit. Dari lagu kemudian saya bikin sinopsisnya bekerja sama dengan beberapa penulis untuk kolaborasi. Kebetulan saya sudah punya production house sendiri yang alhamdulillah bisa produksi film," kata Opick saat ditemui di rumahnya, di kompleks Pertamina Ujung Genteng, Pulo Gebang, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.
Menurutnya, pengalaman pribadi adalah hal yang paling mudah untuk dituangkan ke dalam sebuah maha karya. "Ini hasil karya imajinasi saya, ide saya semua," paparnya.
Musisi yang sekaligus menjabat sebagai sutradara ini rencananya memproduksi dua film sekaligus. "Yang pertama saya sendiri sutradaranya dan yang kedua sama Hanung Bramantyo, judulnya ASMAUL HUSNA. Nanti saya lebih dominan di musik, Hanung tetap sebagai sutradaranya," jelasnya.
Film ini sendiri diperankan oleh beberapa aktor kawakan yang sudah kenamaan, sebut saja Inneke Koesherawati, Agus Kuncoro, Didi Petet, Dolly Martin, dan Opick sendiri. "Serta ada tujuh anak-anak pemain baru semua. Insya Allah ini adalah bagian dari ibadah saya kepada Allah," ujarnya.
Melalui film, Opick ingin menyampaikan pesan bahwa di bawah langit ada banyak kejadian. "Di bawah langit kita lahir dan meninggal, ada luka, tawa, bahagia, kecewa, ada yang prihatin, berjuang ada yang tumbuh, semua intinya satu mencari kasih sayang Allah," ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya seperti berdoa. (kpl/gum/boo)