KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kebetulan kemarin nggak tahu kenapa keinginan gue kok bisa menggebu-gebu, kayaknya aku pengen di-skin. Kalau lihat Mas Dhani (Ahmad Dhani) sudah lama banget. Cuma ngelihat banyak brendy-brendy (berondong, red) yang rambutnya keren jadi kepengen. Dua hari lalu aku pengen, dan pas kemarin lagi arisan ketemu teman stylish, lihat rambutnya, akhirnya tiba-tiba aku kepengen potong rambut," tutur Pretty.
Dengan model rambut barunya ini, Pretty berharap bisa mendapatkan semangat dan gairah yang baru. "Saya sadar usia saya yang semakin muda, hahahaha... Aku sih maunya nggak kalah dengan yang lebih muda. Minimal semangatnya muda, kalau style yang muda kan bisa dapat daun muda. Itu otomatis. Boleh kan?" ujarnya sambil memainkan mata.
Ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (5/11), wanita asal Jawa Timur yang lahir 27 September 1977 lalu ini mengaku jika alasannya potong rambut juga gara-gara baru saja putus cinta.
"Aku baru saja kehilangan cowok gue, dan soal ganti rambut kebetulan pula aku lagi tidak main sinetron yang harus selalu sesuai dengan peran. Nah, karena tidak ada ikatan kontrak, jadi aku bisa lebih bebas," ungkapnya.
Ia juga cuek jika nantinya dibilang kampungan atau apa lah. "Mau dianggap Ahmad Dhani atau Kangen Band terserah, yang jelas sekarang banyak rambutnya yang di-skin, jadi kepingin. Tapi aku bilang sama stylish-nya jangan terlalu nge-punk banget. Makanya model ini di-combine aja dengan lambang cinta," pungkas Pretty. (kpl/wwn/boo)

"KD akan gabung di labelku yang akan menyanyikan sebuah single. Bergabungnya KD karena dia sebagai perempuan yang memiliki hati lembut ketimbang pria," kata Maia saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (05/11) malam.
Berkolaborasinya Maia dan KD memang terkesan mendadak. Maklum, ini bukanlah permintaan Maia secara pribadi melainkan pihak label yang melihat keduanya bisa bekerja sama dengan baik.
"Ini permintaan mendadak. Saya diminta oleh pihak label untuk bikin lagunya," ujar Maia. "Pemilihan KD sebagai penyanyi karena label melihat artis yang ada nilai musiknya," tambah Maia. (kpl/adt/npy)

"Aku dikabarin waktu jadi juri kalau spion mobilku dicongkel maling. Agak miris juga sih dengan security parking-nya gimana ini. Bayar mahal tapi spion kok hilang walaupun ada security," kata Maia saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/11) malam.
Maia pun meminta agar sistem pengamanan yang diberlakukan di gedung mewah itu bisa diperbaiki. Menurutnya, jika pengamanan sudah relatif ketat, tetapi masih saja ada pencurian, itu adalah kecerobohan penjaganya.
"Ini adalah kecerobohan security di gedung yang mewah ini, apa nama gedung ini? Balai Kartini. Nggak bisa jaga parkir dengan aman. Sayang banget parkir di VIP dan bayar mahal tapi masih kecurian," ujar mantan istri Ahmad Dhani ini.
Lalu, adakah niat Maia untuk melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib? "Nggak perlu ya, besok pagi juga sudah masuk televisi. Soal kerugian, aku nggak tahu. Tapi untungnya sudah ada asuransi," ujar Maia. (kpl/adt/npy)

"Ada perizinan sendiri, lagu-lagu aku semuanya sudah ada permisinya. Tapi untuk lagu ini khusus untuk atlet," demikian ungkap mantan istri Ahmad Dhani ini membantah.
Maia juga membantah adanya kabar, bahwa dirinya tidak lagi menjalin kerja sama Sony BMG. Ibu tiga anak mengaku tidak ada masalah dengan perusahaan rekaman ternama itu.
"Oh nggak, kalau saya tetap di Sony, tapi artis-artis saya yang di bawah saya lain lagi," terangnya. "Nggak lah (putus kerja sama, red) kemarin baru rapat dengan Sony," pungkas sambil berjalan pergi.
Selasa (3/11), di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Maia melaunching sebuah video klip video call dengan menggunakan fasilitas Telkomsel 3G. Hasil penjualan lagu tersebut akan disumbangkan sepenuhnya untuk pembinaan atlet Indonesia. (kpl/hen/dar)

"Kita nggak terpikir untuk membuat lagu Nasionalisme, hasilnya ini akan disumbangkan untuk para atlet di Indonesia yang berpartisipasi. Kita hanya memberikan support aja," ungkap mantan istri Ahmad Dhani ini merendah.
"Lagu ini saya ikhlaskan untuk Negara. Mudah-mudahan di Asean Games nanti selain Indonesia Raya, lagu ini juga bisa dinyanyikan," tambahnya menegaskan.
Maia, di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/11) melaunching sebuah produk video klip yang digunakan untuk video call melalui fasilitas Telkomsel 3G. Hasil penjualan akan disumbangkan sepenuhnya untuk pembinaan atlet Indonesia.
"Video klip ini sangat eksklusif dan khusus, karena hanya dapat dilihat dan diakses dari video call dari handphone saja, mudah-mudahan bisa menyumbangkan untuk atlet Indonesia. Tidak ditayangkan di TV," ungkapnya. (kpl/hen/dar)

"Kita sangat bahagia sekali, bagaimana kita membuat lagu kita didengar oleh dunia. Jadi bagian sejarah musik Indonesia. Mudah-mudahan para atlet termotivasi dengan lagu ini dan menjadi sang juara," ungkap Maia.
Lagu Sang Juara sendiri merupakan ciptaan Maia dengan lirik yang memberikan semangat kemenangan pada para atlet untuk menjadi juara. Lagu tersebut diberikan oleh mantan istri Ahmad Dhani itu secara gratis untuk bangsa dan negara.
"Kita juga harus menunjukkan mental juara dari dan untuk atlet-atlet Indonesia. Dari awal kita buat lagu ini untuk mensupport semua orang khususnya atlet-atlet," ungkapnya.
Sementara pilihan menggunakan sarana 3G, lebih pada aspek komersil saja. Karena hasil dari penjualan akan digunakan untuk pembinaan atlet nasional. Bahkan Duo Maia tidak mengharapkan sepeser pun dari penjualan tersebut.
"Karena kita ingin hasil dari penjualan video klip ini kita sumbangkan untuk kemajuan atlet. Duo Maia tidak dibayar karena kita ingin Indonesia punya lagu sendiri untuk atlet yang juara, jangan menggunakan lagu bule terus," pungkasnya. (kpl/hen/dar)

"Iya, aku udah beli rumah di daerah Pejaten sekitar 2 bulan lalu, yang ada kolam renangnya buat anak-anak," ujar Maia.
"Rumah yang besar, nyaman. Di Pejaten, karena dekat cafe aku di Kemang. Ya semoga bisa secepatnya ditempatin sama anak dan suami baru," tambahnya.
Ditemui KapanLagi.com dalam acara pengajian guru spiritualnya, Ibu Minung, di Jl. Markisa 23, Cipayung, Jakarta Timur, (28/10), wanita asal Surabaya itu lantas mencurahkan sedikit perasaannya mengenai hak asuh anak-anak.
"Ya merawat anak-anak tanpa kedua keluarga bagai sayur tanpa garam," pungkas pemilik record label Le Moesiek tersebut. (kpl/adt/bar)