< >

ARTIKEL AKSHAY KUMAR


'KAMBAKKHT ISHQ', Kekuatan Cinta Yang Dalam

KapanLagi.com - Pemain: Akshay Kumar, Kareena Kapoor, Aftab Shidasani, Amrita Arora

Oleh: Fatchur Rochim

Viraj Shergill (Akshay Kumar) mungkin tak pernah berharap bertemu Simrita Rai (Kareena Kapoor) namun jalan hidup akhirnya mempertemukan juga dua orang yang punya pandangan hidup unik ini. Celakanya, pertemuan ini juga berakhir dengan cara yang sama sekali tak diduga oleh kedua orang ini.

Viraj adalah seorang stuntman sukses di Hollywood. Viraj tak pernah percaya cinta dan ia hanya menganggap wanita hanyalah tempat untuk memuaskan hawa nafsunya saja. Di sisi lain, Simrita juga tak percaya cinta namun ia juga tak mau begitu saja bertekuk lutut di bawah kaki Viraj. Ia tak mau diremehkan oleh pria manapun termasuk Viraj.

Suatu ketika, teman baik Simrita yang bernama Kamini (Amrita Arora) menikah dengan Lucky (Aftab Shivdasani), saudara Viraj. Pernikahan ini jelas ditentang oleh Viraj dan Simrita. Tak cukup hanya dengan menentang pernikahan ini, Viraj dan Simrita malah berusaha keras agar pernikahan ini dibatalkan. Usaha pun mulai dijalankan baik oleh Viraj maupun Simrita, mulai dari cara paling logis hingga cara yang paling tak masuk akal.

Kabarnya, KAMBAKKHT ISHQ ini adalah film Bollywood pertama yang melakukan syuting di Hollywood dan memasang beberapa bintang besar Hollywood di dalamnya. Mungkin itu benar namun tetap saja fakta itu tak mengubah apapun. KAMBAKKHT ISHQ ini tetaplah film Bollywood, mulai dari ide cerita sampai pada eksekusinya. Sylvester Stallone, yang dipasang sebagai salah satu bintang pendukung terasa tak lebih dari sekedar tempelan saja.

Durasi panjang dengan musik di sana-sini adalah ciri khas dari film Bollywood, dan KAMBAKKHT ISHQ ini juga belum beranjak dari tradisi itu. Ada sebelas lagu yang masuk menjadi soundtrack dari film berdurasi sekitar dua setengah jam ini. Sekedar buat catatan, KAMBAKKHT ISHQ ini berarti Incredible Love, yang kalau dilihat dari ide ceritanya, sepertinya kurang pas.

KAMBAKKHT ISHQ ini sukses mencapai salah satu tujuan dari film, menghibur. Jangan berharap ada twisted plot, dialog yang akan Anda kenang untuk waktu yang lama atau akting yang memukau karena film ini memang ditujukan sebagai sebuah sarana hiburan. Selama Anda tak keberatan dengan humor-humor klise dan alur cerita yang kadang sedikit tak logis, film ini aman Anda konsumsi sebagai sebuah hiburan. (kpl/roc)


Lihat profil: Akshay Kumar, Kareena Kapoor, Aftab Shidasani, Amrita Arora
Diposting oleh: Editor | Selasa, 07-07-2009 |

'CHANDNI CHOWK TO CHINA', Bersatunya Tiga Dunia

KapanLagi.com - Pemain: Akshay Kumar, Deepika Padukone, Mithun Chakraborty, Ranvir Shorey

Sidhu (Akshay Kumar) adalah seorang pemuda yang tinggal di area Chandni Chowk di Delhi. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pembantu juru masak di sebuah restoran di sana. Suatu hari, dua orang yang datang dari negeri China datang membawa kabar yang akan mengubah hidup Sidhu selama ini.

Dua orang ini yakin bahwa Sidhu adalah reinkarnasi dari pendekar sakti dari jaman dulu yang ditakdirkan untuk menumpas kejahatan. Dua orang ini datang jauh-jauh dari China karena mereka mencari orang yang tepat untuk membantu mereka. Kebetulan di tempat tinggal mereka ada seorang pendekar sakti bernama Hojo (Gordon Liu) yang menindas warga di sana.

Dengan bantuan Chopstick (Ravnir Shorey), dua orang ini akhirnya berhasil meyakinkan Sidhu dan mengajaknya berangkat ke China untuk menumpas kejahatan. Berhasilkah Sidhu memenuhi ramalan dua orang ini dan menjadi pahlawan pemberantas kejahatan?

Setelah Hong Kong, kini giliran India yang jadi sasaran film Hollywood. Meski ini bukan pertama kalinya dunia barat menggarap film ber-setting, namun jaraknya yang tak terlalu jauh dari SLUMDOG MILLIONAIRE membuat film ini seolah mengisyaratkan bahwa Hollywood kini mulai melirik Bollywood. Sementara buat Warner Bros. Pictures, ini adalah film Bollywood kedua yang mereka garap. Konon, Warner Bros. mengedarkan film ini di lebih dari 120 teater di Amerika dan menjadi film Bollywood pertama yang diedarkan seluas itu.

Bagi pasar Amerika, film ini punya tantangan tersendiri lantaran pasar yang berbeda total. Pasar Amerika mungkin terbiasa menilai film dari kedekatannya dengan logika atau kenyataan. Kualitas film Hollywood ditentukan pada ketaatannya pada logika umum atau setidaknya logika yang dibuat oleh film itu sendiri. Hal yang sama tak bisa diterapkan pada film-film Asia atau lebih tepatnya film Bollywood.

Bagi penonton di Indonesia sendiri, film semacam ini mungkin tak terlalu asing karena pada dasarnya film Indonesia pun dibuat pada pijakan yang sama dengan film Bollywood atau film Hong Kong. Dan ini membuat film ini jadi lebih tepat untuk konsumen di Indonesia. Malahan untuk konsumen film Indonesia, CHANDNI CHOWK TO CHINA ini jadi terasa 'berbeda' lantaran memadukan tiga unsur dalam satu kemasan: Bollywood, Hong Kong sekaligus Hollywood.

Secara umum, film ini bisa dibagi menjadi dua bagian yang saling bertolak belakang. Bagian pertama menampilkan karakter Sidhu yang konyol dengan sentuhan lagu dan tarian ala film-film Bollywood. Di sini, karakter Sidhu mungkin bisa disebut perpaduan antara Adam Sandler dengan Sacha Baron Cohen. Pada bagian kedua, nuansa film berubah menjadi lebih suram dengan karakter Sidhu yang mulai berlatih Kung Fu dan berusaha mati-matian mengalahkan Hojo.

Dan untuk bagian kedua ini, para penggemar film-film mandarin akan dimanjakan dengan koreografi tarung yang cukup menarik. Jelas saja menarik lantaran penataan tarung film ini dipercayakan pada Huen Chiu-Ku yang juga ikut andil dalam pembuatan film-film sukses macam CROUCHING TIGER, HIDDEN DRAGON dan THE MATRIX.

Terlepas dari bagus atau tidaknya, film ini jadi semacam pembuktian bahwa dunia timur pun cukup layak bermain di dunia film internasional. Bisa jadi, langkah selanjutnya adalah film Indonesia yang berlaga di pentas internasional. Kita tunggu saja. (kpl/roc)


Lihat profil: Akshay Kumar, Adam Sandler, Sacha Baron Cohen, Gordon Liu
Diposting oleh: Editor | Selasa, 20-01-2009 |

«1»