KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Kejanggalan yang dimaksud oleh Farhat adalah unsur suap yang dilakukan oleh pihak Ferry terhadap keluarga Alda dan Tim Pencari Fakta, dengan jumlah uang mencapai angka Rp20 miliar. Sehingga, Farhat bermaksud menemui Warsito Sanyoto, Ketua Tim Pencari Fakta kematian Alda.
"Sejak awal kasus ini keluarga Ferry sudah menawarkan sejumlah uang sebesar Rp20 miliar, yang ditujukan kepada pamannya almarhumah Alda, yang bernama Faizal Riza. Tapi isu itu sempat meredup. Mungkin kalau sekarang sudah lebih dari Rp20 miliar. Selain isu itu yang keluar juga keluar isu antara keluarga korban dan pelaku sudah terjadi perdamaian, karena Ferry mendapat remisi sebanyak dua tahun. Menurut saya itu cukup banyak," papar Farhat saat ditemui di kantor Warsito Sanyoto, Jl. Hang Lekir XX No. 9, Jakarta Selatan.
"Di sini kami, tim pencari fakta, ingin menjelaskan bahwa isu itu sebenarnya tidak ada. Tapi kami menjadi curiga ketika Pak Warsito Sanyoto, sebagai Ketua Tim Pencari Fakta, tidak mau memberikan pernyataan kepada teman-teman wartawan. Karena kita banyak mendapat SMS dan telepon, dalam kasus ini banyak unsur suap-menyuap. Dan itu sudah terdengar sampai ke publik," lanjutnya.
Farhat adalah salah satu anggota Tim Pencari Fakta kematian Alda. Namun, ia merasa bahwa dirinya tak dianggap lagi akhir-akhir ini.
"Awalnya kehadiran kita di sini untuk meyampaikan 3 bukti baru dari kasus meninggalnya almarhumah Alda. Tapi kita keep dulu karena permasalahan ini. Kita yakin bukti ini akan menghebohkan," tegasnya.
Farhat mendatangi kantor Warsito untuk mengklarifikasi soal isu suap tersebut, yang telah banyak diketahui oleh publik. Namun Warsito menolak memberikan keterangan.
"Tadi saya ketemu Pak Warsito di dalam, tapi beliau tak ingin memberikan keterangan kepada wartawan. Ketika saya tanya kenapa, dia bilang 'Tidak boleh sama Ibu Halimah (ibunda Alda)'," kata Farhat.
"Ternyata keluar dari mulutnya Ibu Halimah satu nama, yaitu Teguh. Yang katanya sudah menalangi dana yang dibutuhkan oleh Ibu Halimah. Itu yang sedang kami selidiki, apakah dia itu orangnya Ferry," pungkas Farhat. (kpl/buj/bun)

"Penyesalan pasti ada. Saya selalu ngerasa kenapa nggak bisa nolong orang yang saya cintai. Sudah terjalin komunikasi antar keluarga, ibunda Alda udah memaafkan saya," ungkap Ferry yang ditemui di Cipinang Int'el Hip Hop Festival di LP Cipinang hari Sabtu (01/11). Ferry juga mengungkapkan hubungan baik antara dirinya dan keluarga Alda kembali terjalin sejak April lalu.
Ferry yang Desember mendatang genap dua tahun menjalani hukuman, mengakui cintanya pada almarhum Alda tak akan pernah pupus. "Bagi saya Alda selalu ada di hati. Selalu merindukan dia meski dia sudah tiada. Tapi saya belum bisa dateng ke kuburan dia, maupun ke orang tuanya karena ada keterbatasan," tambah pria ini. (kpl/ant/erl)