KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kita suka merawat wajah, karena kebetulan kita semua pengendara motor jadi kalau untuk wajah harus siap sedia," ujar sang vokalis, Aki disusul dengan senyumnya yang khas.
"Kita peduli untuk dilihat juga enak dan tampil juga enak," imbuhnya mantap.
Ditemui KapanLagi.com di FX Plaza Sudirman, Jakarta Selatan, (7/11), Aki kemudian juga menuturkan soal tips-tips mereka dalam menjaga kebugaran tubuh.
"Kita olahraga dan minum yang banyak, boxing, lari dan berenang," terang mantan vokalis Tiket tersebut. (kpl/gum/bar)

"Kita lagi persiapan album kedua, judul albumnya SAMPAI KAPAN di situ ada 7 lagu yang baru dan 4 yang lama," tutur Aki, sang vokalis.
Selanjutnya, disinggung soal konsep musiknya, kali ini Aki dkk nampaknya masih berusaha untuk menemukan jati diri mereka, mengingat usia band mereka yang tergolong masih 'hijau', meski berisikan muka-muka lama di dunia musik.
"Kita warna musik masih pendekatan, karena masih terbentuk 2 tahun yang lalu, dan album pertama masih meraba. Di album kedua kita berusaha memaksimalkan," ujarnya.
"Masing-masing dari kita bagi-bagi ide di setiap lagu dan lirik," tambahnya kemudian.
Ditemui KapanLagi.com di FX Plaza Sudirman, Jakarta Selatan, (7/11), Aqi, Rizki, Satrio, JMono dan Jar lantas menegaskan jika mereka lebih mengutamakan diskusi, ketimbang berdebat untuk merumuskan sebuah karya musik.
"Tidak lah, kita cekcok sebatas urusan nyetir dan makanan, kalau lagu kita hanya diskusi saja," tandas Aki yang disambut tawa kawan-kawannya. (kpl/gum/bar)

"Acara ini keren banget. Gue harap ini bisa jadi Woodstock-nya Indonesia. Semoga sih tahun depan bisa tetep ada. Ini juga untuk menandakan kalau image Indonesia itu adalah negara yang masih aman," jelas Cathy yang malam itu ingin sekali melihat penampilan Vertical Horizon dan Alexa.
Saat ditanya apakah Cathy ingin melihat Netral yang notabene drummer Netral (Eno) adalah mantan kekasih Cathy, karuan Cathy jadi salah tingkah dan senyum-senyum dan menimpali kemungkinan nonton Netral itu ada meski belum pasti.
Sementara Gading Marten yang saat itu ada di samping Cathy langsung nyelutuk, "Ah kayaknya nggak grogi, malah Netral-nya yang grogi ngeliat Cathy," ujar Gading seraya menggoda kakak Julie Estelle ini yang wajahnya langsung bersemu merah.
Dan Cathy hanya senyum-senyum dan bilang, ya...ya...ya, sambil berlalu menuju stage lain. (kpl/ant/rit)

Di venue ada sekitar 8 panggung yang bermain bersama-sama dengan tiket terjual 3.200 untuk tiga hari ke depan. Harga tiket yang dipatok memang cukup mahal, yaitu sekitar Rp 200.000 dan menjadi salah satu dampak sepinya acaaa.
Salah seorang pengunjung membeli bahkan sempat membeli tiket dari calo seharga Rp 50.000 yang jauh lebih murah.
Selain Candil and friends, Andra and The BackBone, Naif, Alexa, Burger Kill, Seringai, Bagga Bownz, Melee, Netral, Koil, Furgatori, Saint Loco, dan Vertical Horizon juga turut meramaikan pergelaran musik rock terbesar di hari pertama. Sementara Jouka Mad Keeper, band rock dari Jepang menutup pergelaran hari pertama pada pukul 01.15 dini hari.
Performance Melee dan Vertical Horizon menjadi magnet yang menyerap ratusan penonton dan konsentrasi penonton menjadi padat saat mereka tampil di panggung. Sementara itu Netral dan Seringai juga mendapat tanggapan positif dari penonton. (kpl/ant/rit)

Ribuan fans Ungu memadati area konser tersebut, saat Pasha tampil di panggung pada pukul 21.00 WIB, setelah sebelumnya panggung dihentak oleh band-band lokal Kota Medan dan Ello yang membawakan beberapa hits andalannya, yang membuat penonton menjerit histeris.
Selain Ello, penonton juga dihibur dengan penampilan Alexa yang tak kalah atraktifnya. Selanjutnya, Ungu tampil dengan membawakan sederet hit mereka, di antaranya Bayangan Semu, Dengan Nafasmu dan Hampa.
Tak hanya itu, Kerispatih pun ikut menambah kehangatan pada malam itu, dengan sederet tembang mereka, seperti Maaf Aku Terlalu, Tapi Bukan Aku, Tak Lekang Oleh Waktu, Bila Rasaku dan Rasamu, Demi Cinta dan Sepanjang Usia.
Konser diakhiri dengan penampilan Nidji di tengah guyuran hujan. Hadirnya sederet grup ternama ini benar-benar dapat memuaskan dahaga para penonton dalam konser Pond's tersebut, yang ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas pilihan remaja di Indonesia, khususnya remaja Kota Medan, yang telah memilih band-band favoritnya untuk tampil. (kpl/romulo/bun)

Terpilihnya band Ungu yang digawangi Pasha, Makki, Enda, Onci dan Rowman serta Alexa yang digawangi Aqi, Satrio, Rizki dan juga Ello ini, semuanya tidak terlepas berdasarkan poling SMS yang masuk dari kalangan remaja khususnya pemakai produk Pond's.
"Dari sekitar 10.000 sms yang masuk akhirnya terpilih Ungu, Alexa, Nidji, Kerispatih dan Ello yang akan tampil di kota Medan dengan menggunakan konsep digital outer space yang merupakan hasil kreatif remaja Indonesia," kata Arief Tjakraamidjaja selaku Brand Manager Pond's saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Sabtu (25/7) di Hotel Garuda Plaza, Medan.
Dilanjutkan Arief bahwa sebagaimana layaknya remaja di ibukota yang menjadi panutan bagi remaja di kota-kota lainnya di Indonesia, gaya hidup serta prestasi remaja Medan telah menjadi panutan dan trendsetter bagi remaja di kota-kota lainnya di Sumatera.
"Inilah yang yang melatarbelakangi Pond's memilih kota Medan sebagai salah satu tempat diselenggarakannya Pond's Teen Concert," ungkapnya.
Di satu sisi Pasha Ungu mengatakan pihaknya merasa senang atas kepercayaan remaja Medan yang memilih Ungu untuk bisa tampil di Pond's Teens Concert .
"Dengan hadirnya Pond's Teens Concert dapat membuat Ungu bisa ikutan menyemangati remaja Medan untuk percaya diri dalam unjuk bakat. Dan animo remaja di Medan juga tidak kalah seru dengan di ibukota oleh karena itu kita tidak sabar ingin manggung dan membaur dengan remaja di Kota Medan," ungkap Pasha.
Sedangkan, Aqi vokalis Alexa mengatakan bahwa Alexa telah mengikuti seluruh kegiatan jelang Pond's Teens Concert sejak bulan April lalu dan sangat menantikan puncak acaranya.
Hal ini juga dikatakan Ello yang begitu bangga akan kreativitas remaja yang ada di Kota Medan. "Kegiatan ini merupakan sebuah langkah yang baik karena kreativitas remaja benar-benar dituangkan dan dipakai," kata Ello. (kpl/rom/riz)

Dengan kejadian ledakan bom tersebut Saykoji, mengharapkan para pimpinan tanggap dengan kejadian ini dan meminta pemerintah bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi masalah yang mengikutinya. "Yang paling penting siapapun pemimpinnya harus tanggap atas kejadian ini. Perhatian terhadap semua kondisi karena akan berpengaruh ke semua sektor. Bagaimana SBY bekerja sama dengan masyarakat, dengan oposisi, dengan lawannya sekalipun dengan menggunakan kerendahan hati tuntaskan bersama-sama masalah ini, kalau SBY sendiri yang menanganinya nggak mungkin selesai," terang Saykoji yang ditemui di acara musik Dahsyat studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (18/7).
Sedang vokalis Kotak, Tantri Syalindri menganggap pemerintah perlu melakukan pengamanan di berbagai tempat umum. "Aku melihatnya dari hal-hal kecil seperti mall atau hotel dalam mengecek tamu yang datang harus lebih teliti bukan hanya formalitas, jadi pemerintah harus lebih tegas dan lanjutkan. Kebetulan aku pilih SBY," terang Trantri.
Bagi vokalis Alexa, Ananda Riztitantio pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk memperbaiki citra Indonesia. "Semua kejadian ada hikmahnya karena sudah beberapa kali, ke depannya ada tindakan prepation yang lebih baik lagi. Semoga hal ini nggak terjadi lagi karena amat sangat jelek buat Indonesia. Tadi pagi ketika gue buka internet berita ini sudah ada di CNN,New York Times, bahkan foto-fotonya sudah banyak beredar di Australia. Image Indonesia jadi jelek di mata dunia," terang vokalis Alexa ini.
Nia Dinata yang ditemui di acara Nonton Film Kidfest hari pertama di 21 Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Jumat (17/7) beranggapan pelaku pengeboman ini yang patut dipersalahkan dan mengharapkan pemerintah memberikan hukuman yang berat. "Yang paling parah akan memperburuk perekonomian Indonesia walaupun nanti akan membaik kembali. Untuk kali ini pemerintah harus benar-benar mencari pelaku dan diberi ganjaran yang setimpal karena orang-orang yang terbunuh itu tidak berdosa," terang sutradara ini. (kpl/gum/erl)