< >

ARTIKEL ALICE NORIN


'KETIKA CINTA BERTASBIH 2', Penuh Kejutan

KapanLagi.com - Pemain: Cholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda Safira, Deddy Mizwar, Niniek L Karim, Dude Harlino, Asmirandah, Aspar Paturusi, Neno Warisman, Nungki Kusumawati.

Oleh: Rifqa Rizkarima

Sukses dengan KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB) 1, tak sampai setahun, KCB 2 dilepas ke masyarakat film Indonesia. Waktu yang tidak lama ini juga karena cerita dari KCB 1 memang bersambung ke KCB 2, oleh karenanya memang disengaja waktu tidak terlalu lama, agar masyarakat masih ingat cerita tentang KCB 1.

Selepas menuntut ilmu di Kairo, Mesir selama sembilan tahun lamanya, akhirnya Azzam (Cholidi Asadil Alam) pulang ke negara sendiri. Perasaan bangga, gembira, kerinduan, semuanya bercampur aduk.

Berbekal lulusan sarjana dari sebuah perguruan tinggi ternama, keluarga Azzam, terutama sang bunda, Bu'e Mulikatun (Niniek L Karim), berharap putra kebanggaannya dapat memperoleh pekerjaan dengan lebih mudah. Namun ternyata itu bukanlah jaminan. Kenyataannya Azzam malah lebih banyak luntang-lantung karena belum mendapat pekerjaan yang pas. Belum lagi sindiran dari para tetangga, semakin membuat sang bunda bertambah gelisah.

Azzam tak patah semangat. Selama di Mesir, ia sempat berjualan tempe, sehingga jiwa kewirausahaannya telah terpupuk. Akhirnya Azzam mulai membangun usahanya sendiri.

Di sisi lain, sang bunda mulai mempertanyakan kesendirian Azzam. Azzam sendiri harus rela ketika wanita idamannya, Anna (Oki Setiana Dewi) dipinang sahabatnya sendiri, Furqon (Andi Arsyil Rahman). Eliana (Alice Norin), perempuan yang menaruh hati pada Azzam, masih belum sepenuhnya diterima oleh Azzam. Karena ia mendamba perempuan muslimah yang sholehah. Sang bunda pun sepertinya kurang merestui hubungannya jika ia memilih Eliana.

Jika Anda sudah pernah menonton KCB 1 yang pada akhir film dibuat menggantung, maka rasa penasaran itu akan ditemukan jawabannya pada film KCB 2 yang masih dibesut oleh Chaerul Umam ini. KCB 1 dibuat sebagai pendahuluan, sedang konflik dan klimaks besarnya ada di film berdurasi 120 menit ini.

Film yang keseluruhan menggunakan setting di Indonesia, juga menampilkan wajah-wajah baru, seperti Asmirandah dan Dude Harlino, yang aktingnya sudah terasah lewat sinetron-sinetron stripping. Film ini juga didukung oleh nama-nama yang sudah tidak asing di dunia film, seperti Deddy Mizwar, Niniek L Karim, Neno Warisman dan Nungki Kusumawati.

KCB 2 lebih banyak menghadirkan kejutan-kejutan yang diberikan kepada penonton, seperti adegan-adegan yang di luar dugaan penonton, seperti adegan pembunuhan yang terjadi di rumah Azzam. Jika Anda suka adegan romantisme islami seperti di AYAT-AYAT CINTA, di KCB 2 juga diselipkan adegan-adegan semacamnya.

KCB 1 yang sukses menembus angka 3 juta penonton, juga menyisakan beban bagi KCB 2 yang bakal tayang serentak pada 17 September 2009 ini. Mampukah KCB 2 mengungguli serial pertamanya yang sukses ditonton jutaan penonton? Kita tunggu saja. (kpl/riz)


Lihat profil: Cholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Andi Arsyil Rahman, Alice Norin, Asmirandah, Dude Harlino
Diposting oleh: Editor | Rabu, 16-09-2009 |

'KETIKA CINTA BERTASBIH', Ajarkan Kemandirian Hidup

KapanLagi.com - Pemain: Cholidi Asadil Alam, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Oki Setiana Dewi, Meyda Sefira.

Abdullah Khairul Azzam (Cholidi Asadil Alam) pemuda tampan berusia 28 tahun yang cerdas dari sebuah desa di Jawa Tengah. Dari kecil, Azzam sudah terlihat sebagai anak yang sangat baik budi pekertinya. Atas usahanya yang gigih dia berhasil memperoleh beasiswa untuk belajar di Al Azhar, Mesir selepas menamatkan Aliyah di desanya.

Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan (lulus dengan sempurna), ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil. Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di negara orang. Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah. Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo. Berkat keahlian dan keuletannya dalam memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan staf KBRI di Kairo. Tapi hal itu berimbas pada kuliah Azzam, sudah 9 tahun berlalu, ia belum juga menyelesaikan kuliahnya.

Seringnya Azzam mendapatkan job di KBRI Kairo mempertemukan ia dengan puteri Duta Besar, Eliana Pramesthi Alam (Alice Norin). Eliana adalah lulusan EHESS Perancis yang melanjutkan S2-nya di American University in Cairo. Selain cerdas, Eliana juga terkenal di kalangan mahasiswa karena kecantikannya. Ia bahkan pernah diminta main di salah satu film produksi Hollywood, juga untuk film layar lebar dan sinetron di Jakarta. Segudang prestasi dan juga kecantikan Eliana membuat Azzam menaruh hati pada Eliana. Tetapi Azzam urung menjalin hubungan lebih dekat dengan Eliana, karena selain sifat dan kehidupannya yang sedikit bertolak belakang dengan Azzam, juga karena nasihat dari Pak Ali, supir KBRI yang sangat dekat dengan keluarga Eliana.

Apa yang dikatakan Pak Ali cukup terngiang-ngiang di benaknya, bahwa ada seorang gadis yang lebih cocok untuk Azzam. Azzam disarankan untuk buru-buru meng-khitbah (melamar) seorang mahasiswa cantik yang tak kalah cerdasnya dengan Eliana. Dia bernama Anna Althafunnisa (Oki Setiana Dewi), S1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar, Kairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. Menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang kiai pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim.

Ada keinginan Khaerul Azzam untuk meng-khitbah Anna walaupun ia belum pernah bertemu atau melihat Anna. Karena tidak punya biaya untuk pulang ke Indonesia, Pak Ali menyarankan supaya melamar lewat pamannya yang ada di Kairo, yaitu Ustadz Mujab, dimana Azzam sudah sangat mengenal ustadz itu. Dengan niat penuh dia pun datang ke ustadz Mujab untuk meng-khitbah Anna Althafunnisa. Tapi ternyata lamaran itu ditolak atas dasar status. Karena S1 Azzam yang tidak juga selesai, dan lebih dikenal karena jualan tempe dan baso. Selain itu, Anna telah dikhitbah lebih dulu oleh seorang pria yang alih-alih adalah Furqon (Andi Arsyil Rahman), sahabat Azzam yang juga mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dimana dalam waktu dekat akan menyelesaikan S2-nya. Azzam bisa menerima alasan itu, meskipun hatinya cukup perih.

Tetapi kemudian Furqon mendapat musibah yang sangat menghancurkan harapan-harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya menghadapi dilema antara ia harus tetap menikahi Anna yang telah dikhitbahnya, tetapi itu juga sekaligus akan dapat menghancurkan hidup Anna.

Sementara itu Ayyatul Husna, adik Azzam yang sering mengirim berita dari kampung, membawa kabar yang cukup meringankan hati Azzam. Agar Azzam tidak perlu lagi mengirim uang ke kampung dan lebih berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya. Karena selain Husna telah lulus kuliah di UNS, ia juga sudah bekerja sebagai Psikolog. Keahlian Husna dalam menulis sudah membuahkan hasil. Penghasilan Husna cukup dapat membiayai kebutuhan adiknya yang mengambil program D3, serta adik bontotnya yang bernama Sarah yang masih mondok di pesantren.

Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampung dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Apakah mungkin Azzam akan berjodoh dengan Anna? Ataukah Eliana yang sebenarnya juga masih penasaran dengan Azzam? Ataukah Azzam berhasil menemukan tambatan hatinya di Indonesia? (kpl/riz)


Lihat profil: Cholidi Asadil Alam, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Oki Setiana Dewi, Meyda Sefira, Habiburrahman El Shirazy
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 09-05-2009 |

«1»