KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Bicara soal buah hatinya, Alya saat ini menempa putri pertamanya dengan pendidikan di luar sekolah. "Anjani umurnya 10 tahun, jadi dia juga sudah banyak kegiatan di luar, sekolahnya sudah sampai sore dan banyak les-les, jadi memang praktis saya ketemu Anjani tanpa saya ada kegiatan di luar. Paling pagi sebelum berangkat sekolah, sebelum dia berangkat les dan malam hari. Jadi lebih sibuk anaknya dibandingkan saya dan saya lebih banyak sama Diara di rumah," terang Alya yang dijumpai di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (3/11).
Ditanya apa tak khawatir anaknya jadi stres karena kebanyakan les, Alya mengaku tak ada masalah dengan hal itu. "Rasa-rasanya enggak ya karena Jani (panggilan Anjani) itu sudah banyak berkegiatan sejak usia 3,5 tahun. Jadi kayaknya sudah terbiasa day by day-nya berkegiatan. Kalau Sabtu - Minggu dia full bermain dan saya pun pada akhirnya hanya memfasilitasi saja yang pada hasil akhirnya seleksi alam juga yang menentukan, si anaknya yang menentukan dia tertarik atau tidak," terang presenter kuis SIAPA LEBIH BERANI ini.
Soal kedekatan, Alya menyebut kalau putrinya dari suami pertama ini lebih dekat dengan suami keduanya. "Anjani itu bukan tipikal yang bercerita yang banget-banget, justru dia sering bercerita sama suami saya. Mungkin dia lebih enak bercerita dengan ayah kalau ke saya mungkin takut saya kasih wejangan yang berlebihan," tambahnya. (kpl/gum/erl)

Alya telah menjalani pernikahan keduanya selama tiga tahun. "Kalau yang ini kan saya kawin kedua, sekitar 3 tahun lah, seumuran Diara (putri keduanya)," ujar Alya yang ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa (3/11).
Alya belajar dari pengalaman di pernikahan sebelumnya. Dan kali ini dia tak ingin kembali mengulangi kesalahan yang sama. "Saya pikir pengalaman adalah guru yang terbaik cuma bukan harus cerai dulu baru tahu. Gak ada yang meminta ujian seperti ini, setiap orang masing-masing ujiannya. Tapi buat saya karena saya telah diberikan ujian ini ya belajarlah dari situ, jangan sampai masuk lubang yang sama untuk kedua kali, karena saya bukan keledai yang terperosok dua kali. Dan saya juga bukan yang lantas sombong kalau hal itu tidak akan terjadi lagi sama saya, yang penting sebaik-baiknya dijalani," ungkap mantan finalis Puteri Indonesia 1996 ini.
Kali ini, Alya juga lebih berhati-hati menjalani pernikahannya. "Insya Allah, karena mungkin sudah ada pengalaman yang tidak mengenakkan, lebih berhati-hatilah pastinya. Tiap perkawinan pasti beda-beda dan orang yang mempersatukannya beda-beda, cuma mungkin sekarang lebih mature (matang) juga ya," tambah ibu dua anak ini. (kpl/gum/erl)

"Kalau sekarang sih anak saya sudah dua dan saya sangat selektif banget untuk setiap kegiatan, terutama dari segi waktu. Kalau pekerjaan itu menghabiskan waktu tidak akan saya ambil," ungkap Alya.
"Jadi kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih muda, karier oriented, punya anak satu, dengan sekarang lebih banyak waktu luang buat anak-anak. Jadi kerja hanya untuk kepuasan batin saja," tambahnya.
Apalagi mantan Puteri Indonesia 1996, yang ditemui di acara konferensi pers THE MASTER JUNIOR 2 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (3/11) itu, juga masih disibukan dengan aktivitasnya di kampus. Ibu dua anak ini tengah menyelesaikan study profesinya sebagai notaris.
"Karena saya masih kuliah juga ambil notariat jadi sekarang lebih beda lah," tegasnya.
Sementara itu, Alya yang kini menjadi komentator tetap di THE MASTER JUNIOR 2, mengaku tidak pernah menetapkan waktu khusus untuk keluar jalan bersama anak dan suami.
"Tidak pernah ditentuin, tiap satu minggu belum tentu kita refreshing ke mana gitu, karena di rumah aja banyak kegiatan yang bisa dilakukan kalau hanya dalam rangka untuk meluangkan waktu dengan anak-anak," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Tapi memang yang pertama terlintas ya demikian (sihir, red), terbentuk dari dongeng-dongeng yang disebut sihir, tapi di sini kita menyebutnya magician bukan pesulap," terangnya saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa (3/11).
"Justru itu yang harus diklarifikasi karena anak-anak di sini bukan memakai sihir, tapi pure ketrampilan, trik dan itu sesuatu yang dipelajari sungguh-sungguh," tambah Puteri Indonesia 1996 itu menegaskan.
Pada THE MASTER JUNIOR 2, Alya Rohali menjadi komentator tetap bersama master sulap dan hipnotis, Deddy Corbuzier dan Romy Rafael. Ibu dua anak ini berperan memberikan komentar yang membangun, memotivasi peserta, yang masih anak-anak. Peran ini diakui sudah menjadi pekerjaan keseharian, selama mendidik anak di rumah.
"Saya juga seorang ibu dari anak-anak saya, ya kadang-kadang emosi saya sebagai seorang ibu itu suka bermain. Jadi kadang-kadang suka memberikan komentar yang membangun, tapi untuk seorang anak kecil berat. Namun untuk kebaikan mereka, nah di situ peran saya bermain," terangnya. (kpl/gum/dar)

"Di sini kan THE MASTER JUNIOR 2, saya jadi komentator tetapnya," tegasnya saat ditemui di acara THE MASTER JUNIOR 2, di Studio RCTI, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa (3/11).
Sementara itu, ibu dua anak dari dua kali perkawinan ini, mengaku takjub dengan aksi para peserta. Karena menurutnya, belajar magic bukan sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus dipenuhi, terutama dari segi trik dan performance.
"Apalagi main di sulap klasik dan juga yang saya tahu dari Deddy kalau bermain sulap klasik itu nggak gampang karena harus mengandalkan kecepatan tangan. Sementara mereka kan kecil dari segi tangan dan badan, luar biasa," pungkasnya menambahkan. (kpl/gum/dar)

Kepergian ayahnya, bagi Alya dan keluarga diterima dengan ikhlas. "Bapak sakit udah 4,5 tahun lalu, awalnya kena kanker kelenjar ludah, dioperasi, bersih. Namun 2,5 tahun lalu ternyata nyebar ke hati. Terus bapak menjalani kemo. Keluarga sudah sangat ikhlas. Beliau berjuang sekali untuk kesembuhannya, kalau ada kesempatan sembuh meskipun 1% pasti bapak tempuh. Karena beliau selalu menekankan untuk selalu ikhtiar dalam setiap cobaan, bapak nggak pernah ngeluh meskipun saya yakin sakitnya itu luar biasa dan juga usianya yang sudah tua. Ini yang membuat kita malu untuk di kita-kita mengeluh," ujar Alya yang ditemui di TPU Jeruk Purut, Jaksel, Minggu (11/10).
Bagi presenter kondang ini, sosok ayahnya selalu jadi panutan dan telah memberikan banyak pelajaran berharga. "Beliau adalah sosok yang luar biasa. Beliau mengabdi di sebuah yayasan sosial, alhamdulillah target bapak sudah kesampaian, yaitu membangun 999 masjid. Saya berharap amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT," ungkap Alya.
"Tentunya dari segi agama, bapak selalu menekankan sholat dan kejujuran. Satu hal yang sangat berkesan bagi kami adalah bapak itu nggak pernah meninggalkan sholat. Sampai sebelum koma, beliau masih sholat meski dengan berbaring dan tayamum. Itu jadi pelajaran bagi kami yang masih muda dan sehat untuk jangan sampai meninggalkan sholat," tambahnya. (kpl/ant/erl)

"Meninggal karena sakit kanker liver. Masuk RS dari tanggal 1. Pra koma hari Kamis tanggal 8. Alya nggak pernah ninggalin. Waktu meninggal, Alya ada di sebelah almarhum," tutur Hanni, sepupu Alya, yang ditemui di Kompleks Ditjen Migas No 15, Kemanggisan, Jakarta Barat.
Dituturkannya juga jika ayahanda Alya tersebut telah dua tahun setengah ini menderita kanker. H Rohali sendiri meninggalkan 5 anak, salah satunya adalah Alya yang merupakan anak keempat dan kesayangannya.
"Sampai saat ini, keluarga masih berembuk untuk mengebumikan almarhum, antara hari ini atau besok. Tidak ada keluarga yang ditunggu karena keluarga banyak yang tinggal di Kampung Melayu," tambahnya.
Meski belum diputuskan kapan waktu pemakaman, namun kemungkinan jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Jeruk Purut. (kpl/ant/npy)