KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Konser yang berdurasi 12 jam nonstop digelar di empat panggung yakni Black Stage dan Red Stage pada bagian luar area Istora, dan Green Stage dan Blue Stage pada bagian dalam gedung Istora.
Sebanyak 39 nama tercatat mengisi keempat panggung. Namun hanya dua panggung yang menjadi pusat konsentrasi penonton, yaitu Red Stage dengan suguhan aksi panggung dari Bondan Prakoso feat. Fade 2 Black, The Changcuters, The Dance Company, Stevie Item Family, Gigi, dan penampilan puncak Andi Rif feat. Abdee Slank dan John Paul Ivan.
Sementara dari Blue Stage, di dalam Istora, beberapa musisi blues kawakan dari mancanegara turut ambil bagian. Kara Grainger (Australia), Mike Wilgar (UK), dan Jan Akkerman (Belanda) tercatat mengisi panggung utama selain Gugun & Blues Shelter yang merupakan pentolan blues Indonesia hadir meramaikan panggung utama.
Secara keseluruhan konser yang kali kedua diselenggarakan Ina Blues (Indonesian Blues Association) dan Djarum Super selaku sponsor utama jauh terlihat lebih ramai dan cukup nyaman bagi para penonton. Bahkan banyak dari para penonton yang turut serta membawa anak-anak mereka untuk menyaksikan sebuah pesta bagi para musisi blues ini. (kpl/bbm/boo)

"Kita kalau bisa latihan setiap hari, karena ngomongin masalah ini sudah sebulan yang lalu, tapi baru ketemunya hari ini," ujar Abdee.
"Tapi ya karena chemistry itu tadi, dan kebetulan kita seleranya sama, jadi cepat nyambung," timpal Andi mengamini.
Selanjutnya masing-masing musisi yang akan segera berkolaborasi di gelaran Jakarta International Blues Festival, 7 November nanti itu menuturkan cara membagi waktu mereka.
"Kalau jadwal yang pasti saya utamakan Slank. Setiap ada jadwal di luar saya pasti utamakan Slank. Misalnya pas bentrok ya sudah saya utamakan Slank. Tapi kalau nggak bentrok ya kenapa enggak?" terang Abdee.
"Ya sama saja, kalau dipersilahkan ya saya jalan. Lagian ini bagus buat pengalaman saya," sambung Andi, yang merupakan frontman Rif.
Sementara itu, ditemui KapanLagi.com saat nge-jam bareng di JL. H Nawi No. 10 Cipete Jakarta selatan, (3/10), Andi dan Abdee yang ditemani John Paul Ivan memang nampak kompak dan santai.
"Kalau saya sih free transfer enggak di klub manapun. Selama ini memang kolaborasi sama solo saja," pungkas Ivan yang juga mantan gitaris band cadas Boomerang tersebut. (kpl/buj/bar)

"Enggak, kita enggak nervous. Kan beda panggung, beda crowded," ujar Abdee.
"Mungkin penyanyi luar itu yang nervous ke kita," timpal mantan gitaris Boomerang, John Paul Ivan seraya tertawa.
"Tapi namanya satu panggung sama mereka itu sudah luar biasa sekali buat pengalaman kita. Jadi jangan nervous lah," sambut Andi yang kali ini terdengar lebih serius.
Ditemui saat nge-jam bareng di JL. H Nawi No. 10 Cipete Jakarta selatan, (3/10), ketiga musisi tanah air yang dikenal punya idealisme tinggi dalam setiap karyanya ini juga menuturkan soal materi lagu yang akan ditampilkan.
"Untuk pemilihan lagu ya kesepakatan bersama, kalau masalah nada itu bisa disesuaikan. Itu pun memainkannya tidak plek seperti aslinya, kita bakal main dengan karakter kita masing-masing," terang Andi.
"Tapi memang itu yang menarik, musiknya sama, liriknya sama, tapi ekspresinya beda. Orang baru sama yang ngelontok (hafal di luar kepala, red) pasti beda ekspresinya," timpal Abdee.
Sementara itu gelaran Djarum Super Jakarta International Blues Festival sendiri akan berlangsung tanggal 7 November mendatang di Istora Senayan, Jakarta. (kpl/buj/bar)

"Ini seperti flash back ketika saya baru belajar gitar, yang dulu yang jadi lagu-lagu favorit saya bisa seperti napak tilas," ujar Abdee.
Disinggung soal konsep penampilannya nanti, Abdee lantas menjelaskan perannya dalam mengiringi berbagai musisi yang juga akan tampil.
"Jadi di acara ini ada kolaborasi musisi-musisi, terutama vokalis dengan gitaris. Kita juga nge-backup dengan enggak hanya ngiringin Andi, tapi beberapa musisi blues lainnya," terangnya.
"Yang membedakan musik blues dengan yang lainnya itu ada di ekspresi. Kalau kita lagi senang, ekspresinya akan senang. Kalau kita lagi sedih juga pasti akan kelihatan dari ekspresinya," imbuhnya.
Ditemui saat nge-jam bareng di JL. H Nawi No. 10 Cipete Jakarta selatan, (3/10), salah satu musisi tanah air yang kukuh memainkan blues ini juga menegaskan akan memainkan banyak lagu legendaris.
"Nanti kita bakal mainin lagu-lagu blues klasik yang sudah banyak dilupain orang," tandasnya. (kpl/buj/bar)

"Musik blues itu root dari segalanya. Musik jazz juga dari blues, rock dari blues. Jadi awalnya mereka belajar blues dulu, tanpa itu gak akan jadi musisi band rock. Buat saya blues itu cuma ada dua, blues orang hitam dan blues orang putih yang keduanya jelas beda. Sedangkan saya sendiri lebih cenderung ke white blues," terang Andi yang ditemui saat berlatih di JL. H Nawi No. 10 Cipete Jakarta Selatan, Selasa (3/11).
Andi sendiri mengawali dunia tarik suara dengan belajar di musik blues. "Seperti yang saya pernah bilang, dulu saya belajar menyanyi berawal dari blues waktu di Bandung. Waktu itu saya berlatih vokal dengan pelatih saya, mereka main gitar dan saya disuruh nyanyi lagu yang saya enggak tahu sama sekali. 'Ayo nyanyi saja', mereka main gitar, dan saya enggak tahu lagunya apa, 'Sudah pokoknya nyanyi.' Akhirnya saya coba mengikuti nyawanya musik itu dan itulah blues. Benar kan?" kilahnya. (kpl/buj/erl)

Ditanya apa ini jadi latihan pertama untuk mempersiapkan diri di ajang JIBF, Abdee membenarkan. "Ini latihan pertama kita bareng Andi, sebelumnya kita sudah sempat ngomongin beberapa lagu dan hari ini baru latihan pemanasan," ujar Abdee.
"Semestinya enggak. Seperti Andi, Abdee, Ivan kan sudah sering bekerja sama bareng, jadi begitu ketemu ya nyambung," tambah Andi.
Mereka memberi dukungan penuh pada acara semacam ini, pasalnya dianggap dapat mengenalkan musik blues pada kawula muda, selain juga jadi ajang yang dapat diangkat ke ajang Internasional. "Ya even seperti ini bagus sekali diangkat ke skala internasional karena banyak band-band dari luar yang datang ke sini," kilah Andi.
"Kalau menurut saya acara seperti ini bisa mengakrabkan generasi muda dengan blues. Kalau yang gue temui seperti di coaching clinic banyak ABG-ABG yang belajar gitar dan rata-rata semua nanyanya soal blues," tambah Ivan. (kpl/buj/erl)

"Ini adalah pesta bertaraf internasional untuk para pecinta blues," katanya.
Acara bernama resmi Djarum Super Jakarta International Blues Festival itu akan digelar pada Sabtu (7/11) di Istora Senayan, Jakarta dengan tema Back To The Roots of All Music dan akan menampilkan sederetan musisi dan band blues yang jauh lebih banyak dan beragam dibanding tahun lalu.
Sejumlah artis yang akan mengisi acara tersebut di antaranya Gugun & Blues Shelter, Blues Train, Kiboud Maulana, Gigi, The Dance Company, The Changchuters. Ada juga penampilan khusus dari gitaris blues senior Yopie Item dengan dua anak kandungnya Audy dan Stevie Item, serta 'duel' Bondan Prakoso dengan ayahnya yang juga musisi, Sisco.
Acara tersebut juga akan diisi oleh penampilan Abdee Slank dengan John Paul Ivan dan vokalis Rif, Andi. Dari deretan mancanegara akan ada penampilan musisi dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Irlandia, Thailand dan Singapura, di antaranya Jan Akkerman dan Mike Wilgar.
Para penonton yang hadir dalam konser musik tersebut akan dipuaskan dengan hadirnya empat panggung sekaligus. Para penonton akan diberi kesempatan untuk menyusuri empat panggung sekaligus dengan harga tiket Rp100 ribu.
Sementara itu, pihak Djarum Super sebagai sponsor utama menyatakan menyambut baik pergelaran musik tersebut. Handojo, perwakilan dari PT Djarum mengatakan pihaknya berharap perkembangan musik blues ditanah air akan berkembang maju seperti musik lainnya. (ant/bun)