KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Saya tidak bisa lagi mengontrol bagaimana nikmat bersolo karir. tapi ya kalau ada waktu kita selesaikan Dewa-nya. Bagi saya bayaran di The Rock jauh lebih besar dari di Dewa," kata Dhani.
Dhani juga tidak terlalu ambil pusing jika suatu saat nanti Dewa malah jadi nomor dua. Tidak ada yang bisa disalahkan karena memang masing-masing personel juga punya kesibukan lainnya. Misalnya saja, Andra yang lebih fokus bersama Andra and the Backbone atau Once yang lebih asyik bersolo karir. Dhani juga tidak takut penggemar Dewa akan pergi.
"Menurut saya Dewa itu masih barang antik dan orang yang senang musik Dewa nggak bakal ditinggalin," ujarnya. "Ya, Dewa mungkin satu-satunya band yang personelnya solo karir dan semuanya sukses. Mungkin di dunia juga seperti itu," sambungnya saat dijumpai usai syuting klip terbaru Dewa 19 di kawasan Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/8).
Di kesempatan ini, Dhani juga menepis kemungkinan bubarnya Dewa 19. Walau frekuensi main tidak seperti dulu, namun band yang dibentuk sejak 1986 ini masih eksis. Dhani juga tidak takut disalip dengan kehadiran band-band baru. "Kalau masalah salip-salipan biar waktu yang menjawab seberapa lap yang mereka salip. Sementara kita ini sudah 17 tahun di negeriku Indonesia ini," ujarnya.
Lagian, lanjut pemilik Republik Cinta Management ini, Dewa 19 tidak bisa bubar karena memang para penggemar tidak mau mereka bubar. Dan walaupun sebagai pentolan utama, Dhani juga tidak bisa sepihak membubarkan Dewa. "Karena Dewa bukan punya saya saja, kan masih ada Andra pemiliknya," pungkasnya. (kpl/buj/boo)

"Sebenarnya lebih ke saya, Andra, Once, sibuk mencari jadwal. Karena sekarang ada The Rock dan Andra and the Backbone, jadi susah cari jadwal untuk member Dewa 19. Andra manggung, The Rock juga manggung," kata Dhani.
Ditemui di lokasi syuting di gedung tua CTC, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/8), pemilik Republik Cinta Management ini menuturkan bahwa dalam klip ini semua pemeran adalah Baladewa. Ceritanya tentang seorang laki-laki yang terobsesi ke perempuan. Sayangnya, perempuan itu bukan pacarnya.
"Liriknya adalah tentang mencintai. Musiknya sama, mungkin lagunya berbeda. Saya nggak bilang Dewa 19 ini comeback, karena praktis kita nggak pernah vakum. Kalau single-single kita selalu keluar," ujar Dhani.
Dikatakan Dhani, selama masih tergabung dalam Dewa 19 ia akan selalu berusaha bekerja semaksimal mungkin. Ia kepingin membuat musik yang bergizi. "Selama ini RBT masih utama musik-musik yang simple, tapi saya harap ini berubah jadi musik yang bergizi," pungkasnya. (kpl/buj/boo)

Di venue ada sekitar 8 panggung yang bermain bersama-sama dengan tiket terjual 3.200 untuk tiga hari ke depan. Harga tiket yang dipatok memang cukup mahal, yaitu sekitar Rp 200.000 dan menjadi salah satu dampak sepinya acaaa.
Salah seorang pengunjung membeli bahkan sempat membeli tiket dari calo seharga Rp 50.000 yang jauh lebih murah.
Selain Candil and friends, Andra and The BackBone, Naif, Alexa, Burger Kill, Seringai, Bagga Bownz, Melee, Netral, Koil, Furgatori, Saint Loco, dan Vertical Horizon juga turut meramaikan pergelaran musik rock terbesar di hari pertama. Sementara Jouka Mad Keeper, band rock dari Jepang menutup pergelaran hari pertama pada pukul 01.15 dini hari.
Performance Melee dan Vertical Horizon menjadi magnet yang menyerap ratusan penonton dan konsentrasi penonton menjadi padat saat mereka tampil di panggung. Sementara itu Netral dan Seringai juga mendapat tanggapan positif dari penonton. (kpl/ant/rit)

Pentolan band Andra and The BackBone, Andra Junaidi, mengatakan, Sabtu (25/07) malam ia dan dua rekannya Dedy Lisan dan Stevie Morley Item, sengaja memberikan nuansa lain dan terpaksa mengubah total aransemen lagu-lagunya yang selama ini dipopulerkannya.
"Malam ini kami memang berubah total dan 12 lagu yang kami bawakan seluruhnya diformat akustik yang selama ini belum pernah sama sekali kami tampilkan. Ini sebuah tantangan bagi kami," katanya disela-sela konser A Mild Live As You Like It di Hotel Santika Malang.
Konser yang diformat seperti di ruang tamu sebuah rumah hunian itu membuat para penonton lebih dekat dengan band idolanya bahkan ratusan penonton itu bisa bercengkerama, makan bersama dan bernyanyi bersama dengan ketiga personil Andra and The BackBone.
Ke-12 lagu yang dinyanyikan Andra and The BackBone itu di antaranya berjudul Musnah yang dinyanyikan ulang oleh Mulan Jameela, Sempurna yang dipopulerkan ulang oleh Gita Gutawa, Lagi dan Lagi, Terdalam, Perih, dan Dengarkan Aku.
Sementara itu manajer hubungan masyarakat (PR) PT HM Sampoerna, Yudi Rizard Hakim, mengatakan, undangan spesial sebanyak 350 orang itu adalah para perokok dewasa yang setia pada produk A Mild dan sudah terekam dalam database PT HM Sampoerna.
Undangan spesial tersebut disampaikan melalui pesan pendek (SMS), telepon langsung pada yang bersangkutan dan lewat email sehingga tidak ada publikasi secara luas, karena yang menerima undangan tersebut benar-benar spesial bagi A Mild.
Untuk mendapatkan undangan spesial tersebut, katanya, para perokok dewasa yang sudah masuk dalam databese A Mild tidak dikenakan biaya apapun alias free, bahkan mereka mendapatkan layanan spesial termasuk bisa berinteraksi langsung dan komunikasi dua arah dengan Andra and The BackBone.
Program khusus konser terbatas A Mild Live As You Like It itu berlangsung mulai 18 April 2009 hingga 15 Agustus 2009 di 18 kota di Indonesia dan Malang merupakan kota ke-15 yang disinggahi konser spesial tersebut.
Selain Malang, 17 kota lainnya yang disinggahi konser serupa adalah Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Manado, Denpasar, Medan, Aceh, Pekanbaru, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta.
"Penonton yang kami undang secara khusus di masing-masing kota itu rata-rata juga tidak lebih dari 350 orang saja," kata Yudi. (kpl/npy)

"Dulu pas SMA aku pernah ikut festival dan dapat penghargaan yang sama, Gitaris Favorit. Karena setelah itu aku sibuk dengan album pertama Dewa, aku jadi intens sama Dewa terus. Jadi nggak sempat ikut festival lagi," kata Andra yang ditemui KapanLagi.com usai menerima penghargaan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (29/6) malam.
Meski begitu, dinobatkan sebagai terfavorit adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi musisi bernama lengkap Andra Junaidi ini. Ia merasa sangat surprise karena saingannya cukup hebat-hebat yang bisa menjadi ikon musik anak muda saat ini, yakni Ariel Nidji, Uki Peterpan, Qibil The Changcuters, dan Enda Ungu.
"Ya kita semua kan punya kelebihan masing-masing. Saya tadi ke sini cuma mau perform, jadi ya nggak nyangka dapat penghargaan," tukasnya.
Dituturkan Andra, awalnya ia menjadi gitaris bukan lantaran suka dengan alat musik petik tersebut, tapi karena 'terpaksa'. Waktu masih SMP, ia lebih memilih drum. Sayangnya karena tinggal di daerah perkampungan, ia sering diprotes tetangga karena berisik.
"Jadi setelah itu nggak main drum lagi. Pilih gitar yang nggak berisik dan nggak diprotes tetangga," ujar musisi yang kepingin punya label sendiri itu. (kpl/ant/boo)

Jadi, belum ada artis yang akan diorbitkan dalam waktu dekat, katanya ketika dijumpai pada jumpa wartawan di Jakarta, Rabu (27/5).
Setelah pemunculan Mulan Jameela, lewat manajemen Republik Cinta juga menyukseskan Andra and the Backbone, The Rock, Mahadewi, The Virgin, Muhammad Dhani, Kamusuka Band dan The Swinger.
Seabrek kesibukan Dhani itulah yang membuatnya tidak bisa menjanjikan kepada publik garapan musik baru. Terlebih lagi kepada pemenang ajang menyanyi Sprite D`Plong Sensasi Rock`N`Dut 2009.
"Avri (pemenang 2008) masih dalam tahap menunggu membuat rekaman," lanjutnya sambil menambahkan pengecualian terhadap Anson (pemenang kedua 2008) yang menjadi vokalis Kamusuka Band.
Sementara itu Branch Manager PT Coca Cola Indonesia Shinta EkaPutri, yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Sprite D`Plong itu, menyebutkan bahwa kompetisi menyanyi itu berbeda dengan ajang kompetisi lainnya yang memakai sistem berdasarkan polling sms.
"Kita berbeda dengan ajang lain karena pemenangnya tidak akan memiliki kewajiban yang mengikat kepada Sprite," ujarnya.
Yang jelas, sistem penilaian ajang ini mencakup kualitas vokal, nuansa Rock`N`Dut yang ditampilkan serta penguasaan dan penampilan di atas panggung.
Ahmad Dhani terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai juri dari kompetisi menyanyi ini. (kpl/dar)

Grup musik yang digawangi Andra, Deddi, dan Stevie Item itu mampu menggoyang kota Medan pada Sabtu (23/5) malam di Lapangan Benteng dalam panggung Absholuteforia.
Andra and The BackBone memulai aksi panggung sekitar pukul 21:26 WIB. Mereka langsung menghentak dengan lagu Musnah disusul Lagi dan Lagi.
Ribuan penonton yang memadati lapangan benar-benar terpacu adrenalinnya saat hadirnya Main Hati hingga Sempurna. Para penonton pun langsung berjingkrak-jingkrak. Beat-beat lagu yang dibawakan pun langsung dinyanyikan tanpa ada yang memberikan komando. Di malam tersebut Andra and The BackBone tampil membawakan 11 tembang hitsnya.
Dalam pegelaran konser itu, beberapa kru dan petugas keamanan sempat dikejutkan dengan lemparan botol air mineral ke atas panggung beberapa kali. Bahkan lemparan tanah pun sempat membuat gusar pihak keamanan. Beberapa orang yang dianggap menjadi pengacau diamankan salah seorang kru dan dibawa keluar lapangan. Berkat kesigapan pihak keamanan, kondisi akhirnya bisa dikendalikan. (kpl/rom/npy)