
Pesta yang digelar Adjie ini bagi Angie merupakan hadiah terindah. "Ini sebagai hadiah termegah dari mas Adjie di usia saya yang ke 31. Pokoknya surprise banget," ungkap Angie yang ditemui di restoran Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Minggu (28/12).
Ditanya soal pernikahan, Angie mengaku belum memikirkan terlalu dalam, mengingat keduanya sampai saat ini masih sama-sama sibuk. "Ya mulai tanggal 7 Januari tahun depan. Kita sudah mulai kampanye, mas Adjie itu wilayah Jawa Timur dan saya Jawa Tengah. Jadi kita belum bisa memikirkan untuk urusan itu dulu. Kita baru bisa memikirkan di luar Pemilu, ya setelah Pemilu. Sekitar tanggal 9 April. Jadi sekarang kita lagi konsentrasi dulu untuk Pemilu. Untuk saat ini hubungan kita baik-baik saja," terang Angie.
Sedang menurut Adjie, proses menuju pelaminan sudah berlangsung sejak lama, mereka hanya tinggal memantapkannya. "Prosesnya sudah lama berjalan dan status duda saya sudah dipahami oleh mbak Angie. Dan saya juga udah punya dua anak dan kedekatan sama anak-anak saya sudah dijalani. Karena anak-anak merupakan bagian dari hidup saya. Karena mbak Angie sudah memahami anak-anak saya, jadi dia bagian dari hidup saya," tambah Adjie Massaid. (kpl/hen/erl)

Nampaknya restu kedua orang tua Adjie menyertai hubungan pasangan ini, di mana menurut ayah mantan suami Reza Artamivera ini, mereka berdua sudah cocok. "Pesta ini luar biasa. Kita senang. Mereka cocok," ungkap ayah Adjie, Raden Suyono Tjondro Adiningrat.
Pernikahan Adjie dan Angie sudah di depan mata. Menilik komentar ayah Adjie, yang memastikan pernikahan bakal digelar tahun depan (2009). "Kita sudah saling ketemu (besan). Habis tahun ini (pernikahan). Tanggal belum tahu, pokoknya yang pasti habis tahun ini," tambahnya. (kpl/hen/erl)

Lantas, apa saja awal persiapan Natal Angie nanti? "Biasalah menyiapkan ornamen-ornamen Natal. Bersama anak-anak Mas Adjie. Sebenarnya ornamen Natal itu yang lebih nyiapin adalah adik aku di apartemen," jelasnya.
Disinggung soal langkah selanjutnya dalam hidup Angie, artis yang lebih sibuk di dunia politik ini mengaku disarankan oleh dosen pembimbingnya untuk langsung mengambil gelar doktor - yang lamanya bisa sampai empat tahun. Apa Angie tidak sayang dengan usianya yang terlewati karena harus sekolah lagi dan tidak ingin menikah secepatnya?
Soal ini Angie hanya bisa berharap Adjie bisa lebih mengerti dan terus mendorongnya untuk bersekolah dan berkarir. "Karena itu sudah syarat dari keluarga," ujar saat ditemui di UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (12/12). (kpl/buj/boo)

"Saya sempet grogi, sempet nervous. Pas saat di depan dosen pembimbing saya sempat gugup. Padahal saya sering memberikan seminar. tesis saya merupakan warning sound kepada banyak artis yang ingin mencalonkan diri dengan hanya mengandalkan popularitas. Tidak bisa dipungkiri popularitas penting, tapi orang akan melihat apakah dia mampu atau tidak," ucapnya saat ditemui di UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (12/12).
Tidak gampang untuk menyusun tesis master ini, kata Angie. Paling tidak ia butuh waktu tiga bulan dan harus turun di lapangan langsung. Untunglah waktu 2,5 jam sukses dijalaninya dan Angie pun dinyatakan lulus sidang S2 Msi di universitas terkemuka di Indonesia itu.
"Data-data dari lapangan harus disesuaikan dengan teoritis. Setelah saya dinyatakan lulus dan mendapat gelar Msi, saya sangat senang. Rupanya untuk mendapatkan gelar master nggak gampang," ujarnya.
Penelitian yang dilakukan Angie bukan sebatas ilmu pengetahuan belaka. Tesis itu membuktikan bahwa ternyata kompetensi lebih dari popularitas. "Bagi artis yang punya popularitas harus berjalan seiring dengan kompetensi. Karena masyarakat lebih memiliki kompetensi daripada popularitas," jelas kekasih Adjie Massaid ini. (kpl/buj/boo)

"Karena ada beberapa UU yang belum rampung, makanya saya mencalonkan lagi, untuk menyelesaikan tugas saya atau PR. Salah satunya mengenai UU perfilman, karena UU tersebut menyangkut sinetron dan infotainment, karena saya berlatar belakang dunia entertainment, jadi saya punya tanggung jawab terhadap masalah itu," paparnya, saat ditemui di kantornya, Gedung Nusantara I, Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Rabu (3/12).
Angie, sapaan akrab Angelina, saat ini masih aktif menjabat sebagai anggota DPR-RI Komisi X, yang bergerak di bidang pendidikan, pariwisata dan kebudayaan serta kepemudaan dan olahraga. Lantas, apakah statusnya yang juga sebagai selebriti, yang notabene selalu menjadi incaran infotainment, tak mengganggu profesinya sebagai wakil rakyat?
"Ya kalo terganggu tergantung issue-nya, karena kebanyakan yang diberitakan itu tidak sesuai fakta. Kalo begitu namanya pembunuhan karakter. Ini satu contoh ada artis yang tadinya tak ingin bercerai, akhirnya jadi bercerai karena pemberitaan infotainment," jelasnya.
"Seperti ada beberapa narasumber yang sampe dikejar-kejar. Ya itu kan sudah tidak mengikuti kaedah jurnalistik. Bahkan sampai ada yang nongkrongin rumah orang. Tapi saya secara pribadi tak terganggu, asalkan mengikuti kode etik jurnalistik," imbuhnya.
Selama 4 tahun menjadi anggota legislatif, Angie telah memperjuangkan sebanyak 8 hingga 10 UU, di antaranya mengenai guru bantu, pariwisata dan perfilman.
Kekasih dari Adjie Massaid ini akan mencalonkan diri lagi untuk daerah pemilihan Jawa Tengah VI, yang meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Purworejo. (kpl/hen/bun)

Saat para pemburu berita mendekati mereka berdua, Adjie yang sempat beken sebagai model dan bintang sinetron ini bertanya mereka dari media mana saja. Saat banyak yang mengaku berasal dari media entertainment, lekas-lekas Adjie menunjukkan keengganannya untuk memberitahukan soal hubungannya dengan sang pacar.
"Bikin hidup ini tenang dong, jangan ke gosip-gosip itulah, saya pikir itu masalah pribadi. Kalau emang udah ada tanda-tandanya nanti kita kasih tahu. Biarlah kami yang menyelesaikan ini sendiri dengan waktu yang ada," ujarnya.
Ketika ditanya apakah benar mereka akan menikah sebelum Pemilu tahun depan, Adjie dengan diplomatis menjawab bahwa dia dan Angie tidak bisa banyak menjawab tentang urusan mereka berdua.
"Beri kami kesempatan bekerja. Nanti saya kabarkan, sabar aja," sahut Adjie singkat.
Sementara Angie yang kabarnya telah mendapatkan dukungan orang tua untuk menuju ke jenjang yang lebih serius dengan Adjie mengaku masih ingin menyukseskan Pemilu dulu.
"Ya kita harus sukseskan Pemilu dulu, kalau urusan pribadi nanti ada waktunya," tukasnya.
Nampaknya Adjie dan Angie memang sangat keukeuh untuk berjuang di dunia politik. Mereka juga mengaku tidak akan meninggalkan kiprah mereka sebagai politisi jika kelak menikah.
"Nggak, lah. Kan saya sudah di sini. Ini kan demi bangsa dan negara. Jadi kita jalanin terus," kata Adjie. Mereka berdua kemudian beranjak pergi mengendarai Ford Ranger Hitam B 9807 A. (kpl/hen/npy)

Nama selebriti lain yang masuk di antaranya dai selebritis Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), pembawa acara Kick Andy Andy F Noya, pencetus acara Parodi Politik Effendy Gozali, artis Neno Warisman, penulis novel Habiburrahman El Shirazy, presenter Helmy Yahya dan penyanyi religi Opick. Sementara dari kalangan wartawan ada nama Arief Suditomo (RCTI) dan Rosiana Silalahi (SCTV)
Dari kalangan masyarakat biasa (bukan selebriti) muncul nama Abu Syauqi, Adhyaksa Dault, Ahmad Heriawan, Anas Urbaningrum, Anis Matta, Anies Baswedan, Budiman Sujatmiko, Chairul Tanjung, Eep Saefulloh, Maruarar Sirait, Yeni Wahid, Fajroel Rahman, Fauzi Bahar, Erick Tohir, Rahmat Gobel, Teten Masduki, Hidayat Nurwahid, Anton Apriantono, Sri Mulyani, Tifatul Sembiring dan Yudi Crisnandi.
Ketua Pelaksana Peluncuran 100 Pemimpin Muda Indonesia, Akhmad Yani, menyatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin dan harapan baru yang menggariskan narasi besar serta menghadirkan pemikiran, sikap, dan kebijakan progresif dan reformis.
"PKS menilai dalam sepuluh tahun ke depan reformasi belum menghasilkan perubahan yang signifikan akibat tidak adanya kebijakan progresif," ujarnya.
Ia menegaskan, untuk mewujudkan hal tersebut, PKS menginginkan adanya sinergi dan komitmen untuk menghadirkan konsep, pemikiran dan tindakan nyata dalam memperbaiki kondisi lebih baik di berbagai bidang.
"Kami menjaring tokoh-tokoh dalam berbagai bidang dan kategori serta menghilangkan sekat-sekat ideologi, partai, agama, kesukuan," ujarnya.
Pemilihan tokoh pemimpin muda tersebut didasarkan delapan parameter yaitu usia di bawah 50 tahun, berintegritas moral, berwawasan kebangsaan, bervisi besar, kualitas leadership yang teruji, memiliki karya dan kontribusi nyata, berpengaruh dan menginspirasi.
Dalam peluncuran tersebut, hadir beberapa orang yang termasuk dalam 100 Pemimpin Muda Indonesia di antaranya Amelia Murad, Hadar Gumay, Helvy Tiana Rosa, Ikhwanul Kiram, Irman Gusman, Opick dan Saldi Isra. (kpl/dar)