KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Menurut Anggun, pihak Komnas Perlindungan Anak telah menuduh dirinya mempromosikan perusahaan rokok lewat konsernya yang bertajuk LA Light Concert Anggun Roadshow 2009, namun tidak ada buktinya.
"Memang mereka pernah melihat aku merokok? Misalnya ada orang yang merokok pun, aku enggak pernah mengajak, tapi itu pilihan mereka sebagai gaya hidup. Itu bukan sama sekali gaya hidup aku, jadi kalau mereka menuduh aku mempromosikan rokok buktinya apa," terang Anggun saat ditemui di Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat, Jumat (20/11).
Lebih lanjut, Anggun mengutarakan kenapa dirinya harus dijatuhkan oleh orang Indonesia sendiri yang telah menuduhnya mempromosikan perusahaan rokok.
"Kenapa selalu aku yang harus dijatuhkan sama orang Indonesia. Untuk ke depannya aku harus lebih hati-hati, tapi seperti aku bilang tadi di Indonesia ini sesuatu yang biasa," ujar Anggun.
Surat keberatan tentang konser Anggun yang disponsori oleh perusahaan rokok yang dilayangkan Komnas Perlindungan Anak ke FAO membuat Anggun gerah, pasalnya Anggun kebanjiran surat dari Amerika dan negara-negara lainnya, yang menanyakan ihwal tersebut.
Pelantun tembang Snow On The Sahara ini sangat menyayangkan sikap Komnas Perlindungan Anak yang tidak menyurati pihaknya terlebih dahulu.
"Mereka kirim surat ke FAO kemudian ke manajemen, tiba-tiba saya terima banyak surat dari Amerika dan banyak negara. Aku merasa kenapa mereka (Komnas PA) enggak langsung menyurati kita dulu," tutur Anggun.
Teguran komnas Perlindungan Anak yang dilayangkan kepada Anggun, menurut Anggun salah alamat karena bukan dirinya yang harus mendapat teguran seperti itu.
"Mungkin yang harus ditegur bukan kita, tapi peraturannya harus diganti. Mereka salah orang," tegasnya. (kpl/buj/bun)

Dualisme sikap sebagai duta FAO, itulah tuduhan Komnas Perlindungan Anak. Mengingat rokok adalah penyumbang terbesar dalam dalam kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.
"Aku dikontrak untuk membuat lima konser dan sebagai penyanyi aku harus me-respect kontrak itu," ujar Anggun berusaha memberikan pengertian.
"Tapi aku sudah minta kepada perusahaan rokok itu untuk mengurangi promosi mereka di konser aku," imbuhnya bijak.
Ditemui KapanLagi.comdi Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan, Jl. Merdeka Barat No.15 Jakarta Pusat, Jumat (20/11), Anggun lantas menjelaskan detail sponsorship rokok yang telah bersedia berkompromi dengan kepentingannya sebagai duta FAO.
"Bahkan di panggung tidak ada logo rokok dan sponsor itu enggak ada hubungannya dengan artis. Kalau ada event, manajer aku yang taken kontrak dengan promotor lokal," tegasnya. (kpl/buj/bar)

"Aku bukan di-endorse oleh perusahaan rokok," kilah biduanita pemilik nama lengkap Anggun Cipta Sasmi tersebut.
Selanjutnya, penyanyi yang juga piawai menulis lagu itu lantas mengatakan jika produsen rokok memang telah mendominasi sponsorship hampir semua event, baik musik maupun olahraga.
"Karena memang hampir semua event di Indonesia identik dengan rokok. Event olahraga aja ada yang disponsori rokok, mereka bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk," ujarnya blak-blakan.
Ditemui KapanLagi.com di Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan, Jl. Merdeka Barat No.15 Jakarta Pusat, Jumat (20/11), Anggun nampaknya masih berkomitmen dengan predikat duta FAO yang disandangnya. Buktinya, ia akhirnya meminta pihak perusahaan rokok untuk mengurangi promosinya di atas panggung dan setiap konsernya. (kpl/buj/bar)

"Aku selalu mendukung penyanyi-penyanyi Indonesia yang ingin go international," kata Anggun di sela konser Anggun Roadshow 2009 Crazy Phenomenal/Phenomenal Crazy, yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Selasa (17/11) malam.
Menurutnya, langkah untuk mendukung penyanyi Indonesia yang akan Go Internasional itu antara lain dengan merangkul mereka dalam setiap konser.
Dalam konser Road show 2009 di lima kota besar yang ada di Indonesia, Anggun menggandeng beberapa penyanyi Tanah Air, seperti Glenn Fredly yang menemani Anggun untuk konser di Yogyakarta, Pinkan Mambo di Surabaya, Bunga Citra Lestari di Bandung, Ello di Medan, dan Rossa di Bali.
"Mereka adalah penyanyi yang memiliki ciri khas tersendiri. Aku yang dari generasi sebelumnya, senang bisa bekerja sama dengan mereka," kata Anggun.
Anggun menyatakan, asalkan ada niat dan kemauan yang kuat, penyanyi Indonesia pasti bisa berkarier di luar negeri.
"Siapa bilang artis Indonesia itu ngak bisa Go Internasional? Ini buktinya Bunga Citra Lestari, aku itu ngiri sama dia, potensinya keren banget dan serba bisa sebagai seorang entertainer. Dia itu nyebelin karena punya segalanya, bisa akting, menyanyi, cakep lagi," ujar Anggun usai berduet dengan Bunga Citra Lestari yang disambut oleh tepukan tangan ribuan penonton.
Anggun Cipta Sasmi atau yang lebih dikenal dengan nama Anggun merupakan penyanyi Indonesia yang go international dan saat ini bermukim dan menjadi warga negara Prancis.
Anggun merupakan putri dari pasangan Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. (ant/dar)

"Kita sudah melayangkan beberapa surat ke FAO, terus ke Warner Music, dan ke Kedutaan Perancis untuk Indonesia, bahkan juga ke perwakilan FAO untuk Indonesia mengenai hal itu. Namun, justru manajemen Anggun menanggapi hal ini secara negatif atau ada kesalahpahaman," kata Aris.
"Surat yang kita layangkan itu dianggap bertujuan untuk menggagalkan konser Anggun. Kita pun mengklarifikasi hal itu, kita bukan untuk menggagalkan tapi untuk mengingatkan kalau produk rokok itu membahayakan dan bisa menyebabkan kemiskinan," sambungnya.
Ditemui langsung di Kantor Komnas Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (18/11), Aris melanjutkan jika setelah adanya surat peringatan tersebut pihak Anggun sempat setuju untuk men-drop sponsorship.
"Tapi akhirnya dari manajemen ternyata hanya mengurangi baik banner dan umbul-umbul, dan Anggun pun menyetujui hal itu," tukasnya.
Aris juga sempat mencontohkan bahwa ada selebriti kelas A lainnya yang pernah menolak sponsorship produk rokok di konsernya, yakni Alicia Keys. "Dia (Alicia) menggunakan bargaining position-nya dia, dan itu berhasil. Dia nggak mau konser dengan sponsorship produk rokok. Nah, kenapa Anggun tidak berlaku seperti itu juga, seperti Alicia Keys?" pungkas Aris. (kpl/hen/boo)

"Kita tidak menyerang Anggun-nya, tapi kita lebih kepada manajemennya si Anggun. Karena seperti kita tahu Anggun itu merupakan Goodwill Ambassador FAO. Itu kan sangat bertolak belakang dengan konsernya dia yang disponsori oleh produk rokok, yang mana rokok itu memberikan kontribusi yang sangat tinggi untuk kemiskinan," tutur Aris Merdeka Sirait selaku Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak di kantornya, Rabu (18/11).
"Jadi FAO seharusnya memberikan perhatian mengenai hal ini. Atau bisa juga Anggun diganti jadi ambassador kemiskinan," sambungnya sambil bercanda.
Dalam dialog yang berlangsung di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Aris sempat menunjukkan slide foto konser tersebut di mana ada banyak anak kecil yang menaikkan banner dan umbul-umbul yang merupakan produk rokok. "Itu si anak akan nanya ke orang tuanya dan akan dijawab itu produk rokok, dan akhirnya si anak akan diperkenalkan dengan produk rokok," terangnya.
Seharusnya, lanjut Aris, Anggun sebagai artis/penyanyi yang memiliki bargaining position tinggi bisa menanggulangi masalah ini. "Di mana dia bisa menolak sponsorship untuk konsernya yang menggunakan produk rokok. Kan ada beberapa produk-produk lain di luar produk rokok, kan bisa aja, kenapa harus rokok?" tukasnya.
Dan untuk menindaklanjuti permasalahan ini, Komisi Nasional Perlindungan Anak bakal memantau konser-konser berikutnya. Diharapkan pihak Anggun bisa lebih jeli lagi memilih sponsorship.
"Kita akan tetap memantau. Kan kabarnya konser itu diundur. Ya, mudah-mudahan itu bisa jadi awal kalau mereka tidak lagi menggunakan sponsorship produk rokok. Nah, di situ yang bertanggung jawab FAO-nya, tolong dong jangan seperti itu," kata Aris. (kpl/hen/boo)

Setiap lantunan lagu yang dibawakan oleh penyanyi yang menetap di negara Perancis ini, membuat histeris Anggunesia (sebutan fans Anggun di Indonesia) yang didominasi oleh perempuan. Suasana semakin meriah, saat kedua layar putih yang menutupi panggung pun dibuka secara perlahan dan petikan suara gitar dari Andi Ayunir Ban, diiringi denting keyboard yang dipadukan dengan gebukan drum menghentak ruang pertunjukan, dan Anggun yang mengenakan gaun mini berwarna hitam muncul dengan membawakan lagu Stonger.
Dalam konsernya kali ini, Anggun membawakan 15 lagu andalan baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia seperti Show On The Sahara dan Still Reminds Me yang dibawakan duet bersama Bunga Citra Lestari. Selain itu ada lagu Crazy, Takut, Bayang-Bayang Ilusi, Mimpi, dan tentunya Tua-Tua Keladi.
Usai membawakan lagu Still Reminds Me, Anggun sempat mengutarakan dukungannya terhadap penyanyi muda Indonesia yang memiliki peluang besar untuk bisa go international. "Bunga Citra Lestari itu, potensi keren banget dan serba bisa sebagai seorang entertainer. Dia (BCL) itu nyebelin karena punya segalanya, bisa akting, menyanyi, cakep lagi," ujar Anggun sambil tersenyum.
Anggun yang kala itu mengenakan gaun berwarna merah, juga unjuk kebolehan dengan bermain piano sambil membawakan lagunya yang berjudul Want You To Want Me. Selain itu, sempat diputar sebuah tayangan mini biografi perjalanan karir Anggun dari mulai menjajaki karirnya di Indonesia hingga menjadi seorang diva internasional versi survei American Online (AOL) Musique.
Konser Anggun Roadshow 2009 Crazy Phenomenal/Phenomenal Crazy, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, yang dimulai sejak pukul 20.30 WIB dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Pada awal konser tersebut, dibuka oleh penampilan Bunga dengan 10 lagu andalannya seperti Kecewa, Sunny, dan Tentang Kamu. (ant/boo)