KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Situs web KPI menjelaskan, program CURHAT ANJASMARA kembali melanggar ketentuan pasal (4) ayat (1), pasal 36 ayat (5b) UU Penyiaran, Pasal 13 dan Pasal 28 ayat (4) SPS dan melanggar norma kesopanan dan kesusilaan Pasal 11 SPS.
Padahal sebelum program dengan menampilkan host Anjasmara itu sebelumnya melalui surat No. 246/K/KPI/V/09 tanggal 26 Mei 2009 TPI pernah menghentikan sementara program acara tersebut. Alasan saat itu, karena melanggar norma kesusilaan, menampilkan makian dan kata-kata kasar, dan penuh kekerasan, serta tidak memberikan perlindungan pada anak-anak dan remaja.
Akibat teguran itu TPI kemudian memindahkan jam tayang, dari pukul 18.00 WIB menjadi pukul 22.00 WIB. Namun seperti mengindahkan peringatan, tayangan tersebut tetap saja tidak ada perbaikan. Bahkan pada episode 29 dan 30 Juni serta pada 2 dan 6 Juli 2009 pukul 22.00 WIB, menurut KPI, masih ditemukan pelanggaran UU Penyiaran dan Standar Program Siaran (SPS). (kpl/kpi/dar)

"Mereka nggak pernah protes, karena saya selalu menetapkan hari Minggu untuk bersama keluarga. Begitupun dengan Anjas, itu harga mati, nggak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk ngambil job biasanya saya selalu bilang nggak bisa kerja penuh 7 hari. Kalo hari Sabtu misalkan, kerjaan saya nggak penting banget, saya juga pasti minta libur," ujar perempuan berusia 38 tahun itu saat ditanya soal kesibukannya.
Ditemui KapanLagi.com dalam preskon HUT RCTI ke-20 dan Program Ramadhan RCTI di Blitz Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (13/08), ibu dua anak tersebut kemudian menegaskan jika sang buah hatinya memang telah paham benar pekerjaan orang tua mereka.
"Nggak, mereka tau kok kalo Bapak Ibunya itu memang bekerja. Lagian saya juga syutingnya nggak pernah pagi, antara jam 12 atau 13-an. Jadi ya masih bisa mengurus dan mengantar anak ke sekolah," terangnya. (kpl/ant/bar)

"Nggak lah, dia nggak pernah mengatur terhadap apa yang saya lakukan. Cuma satu permintaan dia supaya anak-anak jangan sampai terlantar karena saya bekerja," ungkapnya saat ditanya soal membagi waktu antara karir dan keluarga.
Dijumpai KapanLagi.com dalam preskon HUT RCTI ke-20 dan Program Ramadhan RCTI, yang berlangsung di Blitz Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (13/08), ibu dari Sasikirana Zahrani Asmara dan Arka Setya Andipa itu nampaknya memang mengakui prioritasnya untuk keluarga tetap menjadi nomor satu.
"Prioritas dalam keluarga saya emang anak-anak, cuman untuk dunia entertain saya nggak mungkin ninggalin 100%. Karena dunia itu udah mengalir dalam darah saya. Suami saya aja kan saya dapatkan dari dunia entertain, yaitu dunia seni peran," ujar Dian sambil tersenyum.
Dian Nitami memang telah lama meninggalkan dunia seni peran layar kaca. Meski tetap sibuk sebagai model dan presenter, ia terakhir kali tampil di sinetron adalah pada tahun 2007 silam. Kini ibu dua anak tersebut kembali akan membintangi sinetron BAIM ANAK SHOLEH, sebuah sinetron Ramadhan yang ditayangkan oleh RCTI. (kpl/ant/bar)

"Jihan Fahira akan bermain juga. Tidak ada perubahan pemain, hanya penambahan saja," demikian tegas Anjasmara selaku Eksekutif Produser SSTI.
Menurut Anjas yang ditemui di sela rilis Program Ramadhan di Studio Trans TV, Jl. Pierre Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/8) itu, tidak ada perubahan dalam format cerita. Namun akan ada penambahan pemain baru, yaitu Jihan Fahira, yang sudah sekian waktu absen dari sinetron.
"Jalan ceritanya tetap seperti itu, tapi akan ada penambahan set baru, penambahan pemain. Jihan setelah lama absen akan gabung. Lebih seru lah dibanding tahun sebelumnya," terangnya setengah berpromosi.
Para pendukung SSTI, menurut Anjas, sangat termotivasi, apalagi mendekati produksi untuk episode ke-500. "Mereka sangat bersemangat karena alhamdulillah sedikit lagi SSTI masuk episode ke-500. Itu yang bikin semangat," tambahnya menegaskan. (kpl/gum/dar)

Beberapa bulan dari teguran KPI itu, sejumlah kalangan masih melihat program itu tidak layak tayang. Setiap episode sarat dengan cacian dari para bintang tamu yang terbawa emosi dan dinilai tidak memberi pendidikan yang positif pad para penonton.
Menanggapi protes itu, Ajasmara yang sekarang lebih banyak menjadi produser, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak produser dan stasiun TV. Sebagai pekerja seni, dirinya hanya menjalani karir sebagai seorang presenter. Selama program itu masih bisa diperbaiki, dirinya akan tetap bekerja.
"Mungkin harus dibikin lebih soft kali ya. Tapi ya tergantung sama produser lah. Saya belum ketemu produser lagi untuk bicarakan ini," terang Anjas saat ditemui di acara rilis program Ramadhan di Studio Trans TV, Jl. Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).
Sejak awal menerima job sebagai presenter program ini, Anjas mengaku sempat memiliki kekhawatiran seperti yang sekarang ini terjadi. Bahkan sempat dirinya mendiskusikan dengan produsernya. "Ya sempat (khawatir, red) sih. Sempat bicara sama produser juga, ya saya jalani saja. Saya hanya presenter doang," tegasnya. (kpl/gum/dar)

"Berhubung aku nggak gendong ya nggak beban. Nggak berat. Kalau tak gendong ya berat. Dalam setiap program itu pasti ada sisi baik dan sisi buruk. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kita ambil yang baiknya, buang yang buruknya, dan marilah kita lihat ke diri masing-masing untuk jadi lebih baik lagi," tutur suami Dian Nitami itu.
Anjas yang ditemui di acara rilis Program Ramadhan, di Studio Trans TV, Jl. Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/8) itu, mengungkapkan jika problem yang jadi materi acaranya itu benar keberadaannya.
"Konflik itu sebenarnya di dalam kehidupan kita sehari-hari ada. Mungkin ini yang terekspose, jadi ini bikin ramai. Padahal konflik itu dalam kehidupan kita pasti ada. Yang namanya beda kepala, beda hati," tegasnya.
Bahkan saat membawakan acara, Anjas pun mengaku terkadang terbawa emosi ketika para bintang tamunya sulit diarahkan. Pernah juga dirinya menjadi sasaran tamparan, saat mereka tak mampu menahan emosi.
"Ya iya lah (emosi, red) orang lagi konflik gue yang kena tampar. Sulit lah melerainya, namanya juga orang lagi emosi ya. Di KPI (Komisi Penyiaran Indonesia, red) juga gue yang disalahkan, orang gue cuma presenter doang," tegasnya.
Program CURHAT BERSAMA ANJASMARA merupakan program reality show yang tayang di TPI. Materi siaran berisi penyelesaian konflik dengan mempertemukan masing-masing pihak. Tak jarang cacian dan umpatan keluar dari bintang tamu, hingga acara ini sempat menerima teguran KPI. (kpl/gum/dar)

"Tapi sekarang ekspektasi pria yang bisa merawat diri sudah mulai bergeser. Mungkin dulu pria yang merawat diri dilihat tidak maskulin, dan sebutan pria metroseksual terasa merisihkan karena terkesan genit," ujar Isabel saat dijumpai di Djakarta Teater, dalam acara Diskusi Men Expert Forum, Kamis (16/7).
Isabel yang sekarang menjadi redaktur sebuah majalah fashion, melihat saat ini pria dituntut untuk tampil prima dan terawat. Bisa jadi dulu pria semacam ini menjadi bahan ledekan. "Namun ekspektasi masyarakat sekarang justru menuntut pria untuk merawat diri," tandasnya.
Lebih lanjut Isabel mencontohkan, dalam kesempatan di dunia karir akan lebih terbuka bila ditunjang penampilan yang menarik. "Karena dengan merawat diri dengan baik, kita memberikan sinyal bahwa kita menghargai diri kita sendiri kepada audien kita," tuturnya.
Maka wajar saja kalau model yang pernah kesangkut kasus pornografi bersama Anjasmara ini, menjatuhkan pilihan hatinya kepada David Lusteavy, pria wangi nan bersih yang dinikahinya pada Maret lalu. "Kami bahkan sering pakai masker bersama-sama," pungkas Isabel. (kpl/wwn/dar)