
Jelita yang memutuskan untuk ikut sang mama hingga kini masih belum juga bisa bertemu lagi dengan adiknya. Kedekatan mereka hanya sebatas saat masa kecil saja. "Sekarang sudah lost contact, putus hubungan. Kita nggak tahu dia tinggal di mana," ungkap Jelita yang ditemui di Golden Crown, Glodok Plaza, Jakarta, Sabtu (25/10) malam.
Annisa yang malam itu juga mendampingi putri tertuanya, mengaku sudah melakukan banyak usaha agar bisa berkumpul lagi dengan anak-anaknya. Sayangnya, hal itu masih juga belum terwujud. "Kita punya kehidupan sendiri-sendiri, tapi sebenarnya pengen banget bareng, ketemu. Cuma waktunya aja belum memungkinkan," kata Annisa.
"Kita sudah cari dari beberapa tahun lalu. Setelah kejadian itu (perpisahan dengan Memo), kita mau jemput Juwi, mau diajak jalan. Tapi si Juwi katanya sedang keluar lah, pergi ke mana lah. Jadi hanya Tuhan saja yang tahu kita sudah melakukan semua itu," imbuhnya.
Perpisahan selama bertahun-tahun itu tentunya menghadirkan rasa kangen dalam hati Jelita. Ia kepingin bisa merasakan kasih sayang dari seorang adik perempuan. "Tapi mau diapakan lagi, kita nggak pernah bertemu. Ya rasa itu cuma bisa saya pendam dalam hati," akunya.
Soal karir yang didapat Juwita sekarang, Annisa mengaku bangga. Pedangdut goyang patah-patah itu berharap Juwita bisa besar karena prestasi, bukan karena gosip. Namun, Annisa juga mengungkapkan sedikit penyesalan soal kata-kata Jelita yang kerap kasar dan menyakiti hatinya.
"Ini bisa dibedakan, anak yang ada sama saya dengan yang bareng Memo. Anak yang ada pada saya tidak bicara yang tidak-tidak pada orang tuanya. Walaupun semuanya yang harus nafkahkan adalah laki-laki, tapi dari dulu sampe sekarang aku sebagai ibu yang menafkahkan," pungkasnya. (kpl/buj/boo)

"Kalau soal nyanyi, Jelita lebih dulu daripada Juwita. Cuma saya nggak menginginkan dia sebelum dia dewasa. Saya memikirkan pendidikan, dan sekarang ini Jelita sudah keluar sekolah (lulus, red)," tutur Annisa yang ditemui kala menghadiri ultah pedangdut Tita Rizki di Golden Crown, Glodok Plaza, Jakarta, Sabtu (25/10) malam.
Sama seperti ibunya, Jelita pun mengandalkan goyangan khas. Jika Annisa beken dengan goyang patah-patah di pinggul, Jelita malah memilih gaya andalan goyang patah-patah di dada. Annisa mengaku tidak pernah memaksa putrinya memilih gaya itu.
"Saya tidak pernah memaksa Jelita, itu kehendaknya dari dalam dirinya sendiri. Terserah dia mau jadi apa. Saya pengen dia bisa berguna orang banyak," tukas Annisa.
Jelita, yang saat itu mendampingi sang mama, menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa khawatir mendompleng nama besar Annisa. "Wajar-wajar aja karena aku anak mama. Masak aku mau duet sama orang lain? Kan mama seorang penyanyi juga," ujarnya. (kpl/buj/boo)

"Ini lagu untuk semuanya yang ada di malam ini. Kiranya jangan ada lagi anak yang durhaka, jadi bukan ibu durhaka," kata Annisa yang secara tidak langsung menyinggung putrinya Juwita.
Penampilan Annisa di panggung terbilang cukup interaktif walau penonton yang hadir hanya sekitar 100 orang. Tidak ada hiruk pikuk layaknya sebuah konser di tengah lapangan.
Ingin memanfaatkan kesempatan yang ada, Annisa pun mempromosikan album terbarunya bertajuk DUET HEBOH dengan single hit Jedag-Jedug, hasil kolaborasinya dengan putrinya, Jelita Bahar.
"Ini album terbaru saya, jumlahnya sangat terbatas hanya sekitar 5.000 kopi dijual. Tapi untuk di Medan akan saya bagikan gratis," ujar Annisa. (romulo/kpl)

"Persiapan untuk puasa kali ini lebih ke persiapan hati, karena di bulan Ramadhan tahun ini aku belum tahu apa aku bisa kumpul dengan keluarga atau tidak. Terutama dengan mas Fauzan," ungkap Annisa yang dihubungi lewat telepon hari Jumat (29/08/08).
Menyambut puasaan, setiap orang punya kebiasaan masing-masing, termasuk dalam menyediakan menu berbuka atau sahur. Sedang bagi Annisa, menu bersantap selama puasa lebih pada hidangan yang sederhana.
"Biasanya kolak dan es timun suri. Dan satunya bakwan sayur dan sambel kacang. Tapi kalau aku inget-inget itu aku jadi inget mas Fauzan, karena dia suka meminta dibikinkan bakwan," tambahnya. (kpl/hen/erl)

Soal gosip yang beredar itu, Annisa menolak untuk mengakuinya. "Penari striptease itu kan biasanya cewek. Masak saya selingkuh sama cewek," kilah Annisa yang dihubungi KapanLagi.com lewat telepon pada hari Jumat (29/08/08).
Walau didesak soal penari striptease ini, Annisa bersikukuh membantahnya. "Nggak kali, amit-amit deh. Kayaknya aku nggak gila," tambahnya mengelak. (kpl/hen/erl)

Walau sudah berpisah sekian lama, baik Annisa maupun Fauzan belum ada yang memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. Menurut Annisa dia dan suaminya masih sama-sama mencintai, hanya ego masing-masing yang menahan untuk bisa bersatu kembali.
"Ya untuk penyebabnya biar jadi rahasia kita berdua saja. Sejauh ini belum ada yang menggugat. Karena sebenarnya kita berdua masih saling cinta. Cuma gengsi dan ego kita yang akhirnya bertahan dengan masing-masing prinsip," ungkap Annisa yang dihubungi KapanLagi.com lewat telepon hari Jumat (29/08/08).
Sempat ada kabar yang berhembus, mengatakan kalau hubungan Annisa dan Fauzan memburuk akibat adanya pihak ketiga. Namun, Annisa menjelaskan hubungan mereka memburuk akibat masalah pribadi.
"Bukan, bukan karena orang ketiga, aku tuh masih cinta sama mas Fauzan. Tapi aku harus memilih antara anak dan suami. Ada perbedaan prinsip antara anakku dan suami. Ya tapi nggak bisa kujelaskan lah. Ada perbedaan prinsip antara anakku dan suami. Ya tapi nggak bisa kujelaskan lah," tambahnya. (kpl/hen/erl)

Menurut rencana artis yang juga Wakil Bupati Tangerang Rano Karno juga dijadwalkan sebagai juru kampanye. Namun, karena kesibukan yang baru menjabat sebagai wakil bupati, artis yang juga diusung partai PDIP itu tidak dapat hadir sebagai juru kampanye.
Di sela-sela acara lawakan dan lagu dangdut yang didendangkan Annisa dan Miing Bagito, Zulkifli Shomad dan Agus Roni secara bergantian menyampaikan orasi politiknya.
Pilwako Jambi sendiri akan berlangsung pada 20 Agustus 2008 diikuti empat pasang kandidat masing-masing Zulkifli Shomad-Agus Roni, Sutrisno-Efendi Hatta, Bambang-Sum Indra dan Asnawi-Nuzul Prakasa. (kpl/dar)