KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Annisa menuturkan, dirinya kaget mendengar kabar meninggalnya Meggy. Pasalnya, ibunda Juwita itu pernah melihat Meggy di salah satu stasiun TV dalam kondisi yang sehat-sehat saja.
"Aku sedih banget, merasa sangat kehilangan sosok seorang ayah di dunia dangdut. Aku nggak tahu sakitnya, dapat kabar ayah Meggy sudah meninggal. Aku tahunya beliau sehat sehat saja. Kemaren-kemaren masih buat program TV, dia masih segar bugar," sambung Annisa saat ditemui Jl. Anggur Kavling DKI No. 28 Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Kepiawaian sosok Meggy malang melintang di jagat dangdut Indonesia, membuat Annisa menobatkannya sebagai legenda dangdut Indonesia. Menurut Annisa, dirinya suka dengan lagu Meggy yang berjudul Cinta Noda Hitam, yang bisa jadi melegenda.
"Aku suka lagunya yang Cinta Noda Hitam, itu bakal jadi legenda. Ayah Meggy jadi legenda dangdut," pungkasnya. (kpl/buj/bun)

Bagian pundak dan pangkal paha pun sangat jelas terlihat. Padahal usia gadis bernama Juwita itu baru menginjak bangku kelas 2 SMP.
Penampilan dengan mengenakan busana dewasa tersebut seakan memaksakan usianya yang menjelang remaja 'menjadi' lebih dewasa. Saat KapanLagi.com secara diam-diam menanyakan perihal pakaian yang dikenakan itu, putri Memo Sanjaya dari pernikahannya dengan pedangdut Annisa Bahar itu mengaku tidak merasa nyaman.
Apalagi ketika berpasang mata pria menuju ke arah pundak dan pahanya. Namun dirinya tak bisa berbuat banyak, lantaran ini keinginan papanya. Benarkah begitu?
Mengenai kenyataan ini Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi yang dihubungi, Selasa (29/9), mengatakan bahwa ada kecenderungan orang tua mengeksploitasi anak tanpa sadar. Bahkan terkadang bukan untuk kebaikan si anak melainkan karena ambisi orang tua.
"Kejadian seperti itu ada dan kegiatan yang dasarnya untuk kebaikan anak malah dijadikan ambisi orang tua. Meski pun si anak melakukan itu bukan karena keinginan tetapi keterpaksaan. Untuk itu mohon kepada orang tua agar menghormati hak anak. Kalau nggak mau jangan dipaksa," katanya.
Dikatakan lagi, Komnas PA belum bisa campur tangan jika keadaan masih demikian. Pasalnya pihaknya masih merasakan adanya kemauan dari si anak. Hal berbeda bila anak menjalankan perintah orang tua dengan keterpaksaan.
"Kita harus lihat seberapa jauh yang dialami anak. Namun kalau tadi dikatakan secara bisik-bisik bukan berarti nggak setuju karena dia tetap melakukan. Tetapi akan beda bila dia bernyanyi dengan mimik muka cemberut atau tak suka. Jadi ini kami nilai ini masih abu-abu," sambungnya lagi.
Ditanya bila alasan orang tua pengenaan busana dewasa sebagai bagian performance, Seto tetap berharap orang tua menghormati hak anak. Salah satunya, hak berpartisipasi atau berpendapat. (kpl/dis/dar)

"Dilarang Papa pacaran. Mungkin sampai usia 17 atau punya KTP," ujarnya kepada Kapanlagi.com lalu tertawa.
Ditambahkan, saat dirinya dibolehkan berpacaran nanti sebisa mungkin akan mencari sendiri tanpa bantuan papa. Bahkan jika bisa mendekati kriteria yang dimaui Memo.
"Ya kalau pun ada yang bener-bener jadi pacar, saya cari sendiri. Paling sebisa mungkin semua sesuai dengan selera papa," imbuh Juwi, kala dijumpai di hotel Gran Melia, Kuningan, Senin (28/9). (kpl/dis/erl)

"Saya nggak punya tanggung jawab apa-apa tapi tetap menghayati lagu. Kita harus merasakan apa yang akan disampaikan. Kalau pun lagu religi yang dilantunkan tak sama dengan kelakuan penyanyinya itu manusiawi. Jadi nggak masalah," katanya.
Dikatakan lebih lanjut, dalam lagu religi di album kompilasi yang diproduksi Nagaswara itu, Juwi, begitu dia dipanggil dalam kesehariannya, menyesuaikan dengan musik yang mengiringi sehingga terkesan berbeda dengan musik sebelumnya, dangdut. Pun dengan cengkok yang dimiliki Juwi.
"Untuk saya nggak ada beda. Sebab kalau iseng saya suka nyanyi marawisan di kelas. Jadi bukan menjadi kendala. Walau sebenarnya basic saya dangdut dan pop dan religi ini sekedar coba-coba," urainya. (kpl/dis/npy)

Putri bungsu Annisa Bahar dan Memo Sanjaya itu kini tengah bergiat menyelesaikan sinetron stripping ISABELLA. Di sana ia berperan sebagai adik Isabella. Kegiatan stripping saat berpuasa menjadi pengalaman berharga baginya.
"Puasa tahun ini beda banget. Saya tetap jalani puasa sambil syuting stripping sekaligus mengeluarkan album religi pertama," ucapnya, Kamis (10/9).
Sayangnya, lantaran sibuk syuting stripping, ibadah sholat Juwi - sapaan akrabnya, jadi terabaikan, pun pendidikannya. Bahkan kerap bolong-bolong di setiap hari. Untuk itu ia berharap usai Lebaran dapat meningkatkan ibadah sholat termasuk tak meninggalkan pelajaran di sekolah.
"Stripping harus korbankan sholat dan sekolah. Saya mau tingkatkan lagi. Doakan ya," pungkasnya di Melrose Place, Menteng, Jakarta Pusat. (kpl/dis/boo)

"Kalau untuk itu belum ada di pikiran. Jadi kayak biasa saja, seperti dulu. Dari hati belum bisa dilaksanakan. Tapi kalau dengan kakak ya suka telepon walau nggak sering. Biasanya saling tanya kabar," terangnya saat dijumpai di kawasan Menteng, Kamis (10/9).
Pun begitu, Juwi bukannya tak acuh sama sekali. Ia tetap berusaha berkomunikasi dengan anggota keluarga lain seperti kakaknya yang tinggal bersama Annisa. Hanya saja, dengan sang mama yang membuat Juwi belum bisa berdamai dengan hatinya sendiri.
"Ya, kayak keluarga biasa. Tapi mama yang dulu putuskan tali silaturahmi dan itu tergantung mama. Jadi nggak tahu siapa dulu yang minta maaf," imbuh dara berambut panjang ini kepada KapanLagi.com. (kpl/dis/boo)

Menurut dara cantik ini, kenyataan demikian terpaksa harus diterima semua pihak lantaran waktu kecil Juwita sempat tak diakui sebagai anak oleh pedangdut yang terkenal dengan goyang patah-patah tersebut. Bahkan Papa Juwita, Memo Sanjaya, seperti dicampakkan begitu nama Annisa menanjak di dunia musik.
"Yang lebih sakit mungkin papa karena ditinggalin. Sedangkan saya sakit tapi nggak terlalu. Saya ditinggal waktu umur 1 tahun 3 bulan. Jadi sekarang, yang lalu biarlah berlalu," ujarnya, Kamis (10/9).
Kendati begitu, sebagai anak yang dilahirkan dari rahim Annisa, Juwi, begitu biasa disapa, tetap menghormati Annisa sebagai orang tua walau dalam keseharian jarang sekali bersua.
"Kalau pengen dekat sih dengan mama, Insya Allah. Saya terima kalau dia bawa ke rumah apalagi dia kan orang tua," katanya lalu tersenyum. (kpl/dis/boo)