KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Ira mengaku tak kesulitan untuk menyiapkan uang sebagai angpao untuk keponakannya. "Lebaran pasti ada angpao untuk keponakan. Cari uang untuk angpao nggak susah carinya, gampang kok. Cari 5 ribuan aja yang susah, apalagi cari yang bagus dan kinclong," ujar kakak Ari Wibowo ini di Planet Hollywood, Rabu (16/9).
Kali ini Ira sudah menyiapkan uang 20 ribuan yang masih bagus untuk sepuluh keponakannya. "Tapi untung dapat uang yang cetakannya bagus, aku dapat pecahan 20 ribu," tambahnya. (kpl/ant/erl)

"Caranya kampanye dengan mendatangi anak-anak sekolah SD dan SMP, memberi pencerahan, pemahaman tentang fungsi narkotika," ujar Ari saat ditemui di acara Angel of Change Campaign Launch di Crown Hotel yang diselenggarakan oleh Yayasan Cinta Anak Bangsa. Ari juga memberikan penekanan bahwa narkotika adalah zat yang digunakan dalam dunia medis untuk menghilangkan rasa sakit dan bukannya untuk mengobati suatu penyakit.
Menurut Ari, penggunaan narkotika yang tidak sesuai dengan fungsinya dapat membahayakan tubuh dan karenanya harus dihindari. "Jadi kita beri pengetahuan supaya kita sadar tentang betapa bahayanya narkoba," katanya kemudian. Menyangkut masalah zat adiktif, Ari juga menyebutkan bahwa meskipun ia bukan orang Islam, namun ia mendukung fatwa MUI soal rokok. Menurut Ari dampak negatif asap rokok membuatnya pantas dijauhi.
"Penerapan fatwa tersebut saya setuju, tergantung implementasinya. Karena kalau merokok bisa menyakiti orang lain," tuturnya lagi. (kpl/ant/roc)

"Valentine bagi saya pengertiannya jauh lebih banyak dan lebih umum. Nggak cuma pada pasangan kita, contohnya saat kita berbagi kasih pada anak jalanan, saya merasakan cinta dan kasih sayang," ujarnya saat ditemui di acara Angel of Change Campaign Launch di Crown Hotel, Selasa (10/02).
Ari yang berpesan agar masyarakat peduli pada anak jalanan ini menuturkan bahwa kasih sayang itu tak hanya sekedar peduli pada pasangan saja.
"Di dunia ini kita kan tidak hidup sendiri. Saya bisa main sinetron dan film juga karena dukungan masyarakat Indonesia," katanya.
Jadi apa rencana Ari untuk merayakan Valentine bersama keluarga?
"Tak ada rencana keluar sama istri. Istri saya sendiri juga tidak memiliki kebiasaan khusus untuk merayakan Hari Kasih Sayang. Selama ini tradisi memberi cinta kepada masyarakat lebih kami tekankan dalam keluarga, sekaligus untuk memberi contoh bagi anak-anak kami," pungkasnya. (kpl/ant/npy)

Ari termasuk yang tidak menyetujui cara membantu dengan memberikan uang pada anak-anak di jalan, pasalnya menurutnya imbasnya hanya akan sampai di situ saja. "Kita bisa mendidik dengan memberi sumbangan kepada yayasan yang mempunyai tujuan pendidikan terhadap anak-anak termarginalkan," jelas Ari yang ditemui di launching Angel of Change Campaign Launch di Crown Hotel oleh Yayasan Cinta Anak Bangsa, Selasa (10/02).
Bantuan pendidikan dan memberi ketrampilan menurut Ari lebih dibutuhkan daripada sekedar memberi uang receh, "Di sini kita memberi pancingan supaya mereka nantinya bisa cari makan sendiri,"tuturnya. Ketrampilan bisa mewujudkan kemandirian anak jalanan. dia berharap cara pikirnya pasti akan berimbas pada anak-anak dari anak jalanan tersebut kelak. Kita sekarang melihat, ternyata masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka," jelasnya.
Ari menceritakan pengalaman di pinggir jalan dan melihat tiga anak kecil makan satu porsi untuk bertiga. Pengalaman ini memberi kesan tersendiri. "Dari sana saya melihat saat kelaparan saja, mereka bisa berbagi. Kenapa kita tidak? Apa artinya buat kita yang punya cukup kelebihan untuk sedikit membantu mereka?" katanya. (kpl/ant/erl)

"Ya istri saya lagi hamil anak yang kedua. Usia kehamilannya empat bulan. Ya kejar tayang juga kali. Kalau anak ini perempuan, sudah cukup nggak mau bikin lagi," terang Ari saat ditemui di acara Pers Screening film SEPULUH di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Ari sendiri juga telah menyiapkan nama perempuan untuk anaknya yang bakal lahir, meski USG juga belum pernah dilakukan. Namun karena begitu berharap memiliki anak perempuan, nama perempuan pun sudah disiapkan.
"Kalau anak perempuan, Kayra. Itu dari bahasa Hawaii yang artinya Cahaya," tegasnya saat ditanya nama yang disiapkan itu.
Menurut Ari, kehamilan anak keduanya ini berbeda dengan anak pertama, Kenzo Wibowo. Saat itu Inge sangat menyukai sayuran, namun saat ini ia lebih menyukai makan daging.
"Waktu hamil pertama aku selalu ngelus-ngelus perut mamanya, dan aku selalu minta agar si jabang bayi jadi ramah, murah senyum, dan baik. Dan semua itu didapatkan. Nah sekarang kita lakukan hal yang sama," tegasnya.
Bagi Ari juga tidak ada yang susah menghadapi kehamilan istrinya saat ini, hanya saja saat-saat tertentu dirinya harus ekstra bersabar menghadapi istri yang sedikit cepat marah.
"Dia nggak pengen macem-macem. Tapi pas baru tahu dia hamil, dia langsung minta singkong keju, gampang kan?" pungkas Ari. (kpl/hen/dar)

Karena faktor usia juga, Ari menilai sudah tidak lagi tepat untuk berakting di film laga, namun begitu untuk tetap menjaga stamina, dirinya tetap melakukan olah raga.
"Kangen sih, karena udah lama juga gak main di film action. Badan jadi pegel-pegel. Tapi sekarang dah gak sesuai sama kepribadian. Tapi untuk menjaga kebugaran badan aku masih tetep fitnes kok," tegasnya saat ditemui di acara Pers Screening film SEPULUH di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Antara tahun 80-an hingga 90-an, Ari populer dalam sinetron action, seperti DERU DEBU, JACKY, PERJALANAN, DARAH DAN CINTA, HARGA DIRI dan lain sebagainya. Namun akhirnya image itu perlahan ditinggalkan. "Kalau untuk peran action sudah aku hilangkan dari enam tahun lalu," tegas pria yang segera memiliki dua anak ini.
Sementara dalam film SEPULUH, Ari berperan sebagai seorang ayah yang tentu jauh dari perannya sebagai aktor laga. Namun demikian dirinya menolak kalau peran itu untuk menghilangkan image jagoan yang selama ini melekat.
"Di film ini bukannya aku pengen hilangin imege, tapi aku pikir film laga bukan contoh yang baik," tegasnya tanpa menjelaskan.
Ditanya soal perubahan film action saat ini dengan masa-masa dirinya saat itu, Ari menilai tidak ada yang berbeda. Perbedaan hanya terjadi pada unsur teknologi yang digunakan saja, namun untuk urusan akting tidak ada perbedaan, katanya. (kpl/hen/dar)

"Sebenarnya udah ada beberapa tawaran. Tapi ini yang pertama setelah 15 tahun. Aku ambil peran ini karena menarik dan menantang. Terakhir maen film itu sekitar tahun 93 atau 94, setelah itu aku main sinetron," terang Ari dalam Pers Screening film SEPULUH di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1)
Dalam film garapan sutradara Henry Riady itu, Ari Wibowo berperan sebagai Thomas, seorang ayah yang sedang terdesak untuk mencari donor ginjal bagi anaknya yang sedang sakit. Ia kemudian mencoba bertransaksi untuk mendapatkan ginjal yang diinginkan itu dengan segala macam cara, termasuk cara ilegal.
Sementara ditanyakan soal adanya penjualan organ tubuh secara ilegal, Ari yang kini tengah menunggu kehadiran anak keduanya itu mengaku tidak mengetahui adanya kasus semacam ini, namun setelah berperan dalam film itu, dirinya banyak mendapatkan pengetahuan.
"Sebenarnya aku juga gak tahu, tapi aku akhirnya jadi tahu setelah main di film ini tentang perdagangan organ tubuh secara ilegal," terangnya.
Seandainya dirinya benar-benar menjadi Thomas seperti dalam film itu, mungkin saja akan melakukan langkah apa pun demi kasih sayang terhadap sang anak.
"Jangankan Thomas, aku mungkin akan melakukan hal yang sama, kalau dalam kondisi yang tersudut. Tapi setelah tahu, kalau untuk mendapatkan organ tubuh secara ilegal harus membunuh orang yang bersangkutan, mendingan nyari di luar negeri aja," ungkap Ari sambil tertawa. (kpl/hen/dar)