< >

BLOG ARREAL TILGHMAN


Arreal Tilghman Dipuji Agung Laksono

Kapanlagi.com - Pembuatan album dangdut dengan penyanyi asing merupakan peristiwa pertama kali terjadi, dan ini patut dibanggakan, demikian kata Ketua DPR RI Agung Laksono saat memberikan kata sambutan selaku tuan rumah dalam acara rilis album dangdut DANGDUT IN AMERICA milik pria asal Amerika, Arreal Tilghman.

"Album DANGDUT IN AMERICA ini akan memperkenalkan produk seni budaya Indonesia di Amerika Serikat, dan tentu saja akan juga mendongkrak nama Indoneisa di mata internasional," kata Agung, Jum'at (12/9).

Ia juga menyatakan dirinya secara pribadi sangat mendukung upaya-upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di luar negeri.

"Saya memang politisi, bukan musisi. Tetapi sebagai anak bangsa, saya bangga dan sangat mendukung upaya-upaya seperti ini," katanya.

Penobatan Arreal Tilghman sebagai warga AS pertama yang menjadi penyanyi dangdut juga dicatat sebagai rekor baru oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Penyerahan piagam dilakukan Agung Laksono atas permintaan Jaya Suprana selaku Ketua Umum MURI.

"Saya kira penhargaan ini pantas diserahkan langsung oleh Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat," katanya. (kpl/dar)


Lihat profil: Arreal Tilghman, Jaya Suprana
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 13-09-2008 |

November, Arreal Tilghman Rilis Album Dangdut di AS

Kapanlagi.com - Arreal Tilghman menjadi warga Amerika Serikat pertama yang menyanyikan lagu dangdut, setelah terpilih sebagai juara di ajang kompetisi Dangdut in America yang digelar di negaranya tahun lalu.

"Saya suka semua jenis musik, tetapi dangdut benar-benar istimewa. Semua orang menyanyi jazz, blues, pop, dan rock, tidak ada yang menyanyi dangdut. Setelah saya ikut kompetisi ini, saya menjadi sangat tertarik untuk menjadi bintang dangdut," kata Arreal kepada wartawan di kediaman Ketua DPR RI Agung Laksono, di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (12/9).

Arreal mengaku berada di Indonesia untuk pembuatan album dangdut debutnya, yang akan diluncurkan di Amerika Serikat dan Indonesia. Album tersebut berisi delapan lagu, dua di antaranya berbahasa Inggris, penggarapan album dangdut Arreal Tilghman memakan waktu tidak terlalu lama, praktis hanya dua minggu.

"Kemungkinan bulan November mendatang sudah beredar," katanya.

Kedatangan penyanyi berkulit hitam asal Delaware, Philladelphia, AS ini digagas oleh promotor Rissa Asnan, ketua dan pendiri NSR Productions LLC, selaku penyelenggara Dangdut in America dengan dukungan PAMMI (Persatuan Artis dan Musisi Melayu Indonesia).

Rissa mengatakan, Arreal terpilih dari 90 peserta kompetisi karena dinilai terbaik dan paling nekat. "Ada beberapa yang masuk kategori terbaik, tetapi Arreal adalah yang ternekat. Karena itu kami memilih dia," katanya.

Trie Utami, penyanyi pop/jazz yang terkenal dengan sebutan Mrs Pitch Control di ajang KDI (Kontes Dangdut TPI) membantu proses pembuatan album DANGDUT IN AMERIKA, sebagai guru vokal Arreal.

Menurut Arreal, yang mengaku mengidolakan Rhoma Irama, Elvi Sukaesih dan Meggi Z, seumur hidup baru pernah mengalami 'takut' saat mendapat pengarahan cara menyanyi dari orang lain.

"Ibu ini guru yang sangat galak. Saya sampai berkeringat dibuatnya," katanya sambil tertawa lebar menunjuk pada Mbak Iie.

Menjawab pertanyaan wartawan, Mbak Iie mengatakan bahwa Arreal memiliki basis musik hitam (black music) dan persilangan yang dilakukannya dengan musik dangdut akan menjadi sesuatu yang baru dan unik.

"Selama ini kan kita (musisi Indonesia) yang menyanyikan lagu asing dengan gaya Indonesia. Sekarang ini, dia (Arreal) menyanyikan musik kita (dangdut) dengan gayanya. Ini sesuatu yang baru," katanya.   (kpl/dar)


Lihat profil: Arreal Tilghman, Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, Meggi Z, Trie Utami
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 13-09-2008 |

Tri Utami Bangga Latih 'Bule' Nyanyi Dangdut

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu telah diberitakan bahwa ada seorang pria dari Amerika yang memenangkan kontes dangdut di Amerika Serikat. Pria yang bernama Arreal Tilghman tersebut mendapat hadiah, yaitu berkesempatan membuat sebuah album dangdut di Indonesia. Dalam hal ini, penyanyi senior Trie Utami dipercaya oleh pihak panitia, untuk menjadi pelatih vokal Arreal dalam proses pembuatan album, Dangdut in America, yang dirilis hari Jumat (12/09/08).

Trie Utami mengaku dirinya sangat senang diberikan kepercayaan untuk mengajarkan teknik menyanyi lagu yang menjadi identitas bangsa tersebut. Hanya saja Trie Utami sempat menemui beberapa kendala pada saat mengajar Arreal, yaitu masalah bahasa yang dijadikan lirik. Karena beberapa lagu yang dinyanyikan Arreal dalam album tersebut menggunakan bahasa Indonesia.

"Alhamdulillah banget saya dipercaya untuk menggarap penyanyi bule ini. Saya melatih Arreal kurang lebih selama 1 minggu. Yang jadi kesulitannya mungkin hanya bahasa. Kalau secara teori, dia sedikit banyak sudah tahu tentang cengkok dangdut, karena Arreal memang adalah seorang penyanyi," tukas Trie Utami di tengah acara launching album Dangdut in America, di Cipinang Cepedak No 23, Polonia, Cawang Jakarta Timur, Jumat (12/09/08).

Trie Utami juga memberikan sedikit komentar tentang lagu dangdut yang dinyanyikan oleh orang Amerika tersebut. Trie menyatakan meskipun dangdut adalah musik Indonesia, tidak akan masalah jika dinyanyikan oleh siapapun dan dari manapun.

"Kalau rasa dangdutnya sih nggak akan berubah jika dinyanyikan oleh Arreal. Karena Arreal sudah paham cengkok dangdut. Selain itu, dangdut kan musik universal, musik semua orang, jadi seharusnya urusan musik jangan dipisah-pisah dan diklasifikasikan. Buktinya, orang Amerika saja mau nyanyi lagu dangdut," pungkas Tri Utami(kpl/ant/dna)


Lihat profil: Trie Utami, Arreal Tilghman
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 13-09-2008 |

Arreal Tilghman, Pedangdut dari AS

Kapanlagi.com - Arreal Tilghman, pria berusia 22 tahun asal Amerika yang berguru dangdut pada Trie Utami, Rabu (26/08/08), unjuk kemampuan dengan membawakan sebuah lagu dangdut milik Rhoma Irama di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dalam acara launching Visit Toraja Mountain Eden 2008, Sulawesi Selatan Selasa (26/08/08).

Arreal mengakui, belajar dangdut memang bukan hal mudah, dia harus bersusah payah menguasai cengkok dangdutnya.

"Kesulitan pasti ada dan cengkoknya yang aku rasakan susah. Tapi justru itu yang aku suka. Dan saya merasakan ada sesuatu yang berbeda. Di negara aku, banyak orang yang membawakan musik-musik rock, R&B, rap, jazz bahkan soul tapi aku mencoba sesuatu yang lain. Dan ternyata perlahan-lahan aku suka," ungkap Arreal yang juga mengaku ingin membuat mixing musik dangdut dengan genre musik lain.

Dangdut tentu suatu dengan nuansa asing di Amerika, bahkan orang-orang sekitar Arreal pun menganggapnya aneh, karena dia memilih musik dangdut.

"Mereka bingung dan shock, karena saya dianggap tidak normal. Karena mereka tidak mengetahui apa itu dangdut. Tapi buat aku itu bukan sesuatu yang bisa mengurungkan keinginanku," tambahnya.

Menekuni musik dangdut, Arreal tentu punya panutan dan idola, dan pilihannya adalah Rhoma Irama. Tak heran saat didaulat naik panggung Arreal menyanyikan lagu Kegagalan Cinta. Tapi bagi pria berkulit hitam ini, Iik-lah sosok yang memberikan sumbangan dalam pengenalan pada musik dangdut.

"Bagi aku, Trie Utami yang terbaik. Dialah yang memberikan pengenalan tentang musik dangdut. Meskipun agak galak sedikit," ungkapnya. (kpl/hen/erl)


Lihat profil: Trie Utami, Arreal Tilghman, Rhoma Irama
Diposting oleh: Editor | Selasa, 26-08-2008 |

Trie Utami Jadi Guru Dangdut Penyanyi Amerika

Kapanlagi.com - Siapa yang tak bangga kalau lagu dangdut akhirnya diminati dan dinyanyikan hingga ke manca negara. Itu pula yang diharapkan Trie Utami. Nampaknya harapan itu mulai sedikit berasa, di mana Trie diminta jadi pelatih vokal musik dangdut dari seorang penyanyi Amerika bernama Arreal Tilghman. Pria kulit hitam berusia 22 tahun ini belajar vokal pada Trie Utami untuk mengikuti audisi dangdut di Amerika, di kota Philadelphia, yang ternyata membawanya jadi juara pertama.

Dengan adanya peminat musik dangdut dari Amerika ini, bagi Iik sudah jadi pembuktian dangdut itu bisa dinikmati siapa saja.

"Ini suatu pembuktian bahwa musik tak kenal usia dan tidak perlu dibatasi. Dia di sana mengikuti audisi yang khusus membawakan musik dangdut. Dan yang diselenggarakan oleh orang Indonesia," ungkap Iik - panggilan akrab Trie - yang ditemui di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, launching Visit Toraja Mountain Eden 2008, Sulawesi Selatan, Selasa (26/08/08).

Musik dangdut memang bukan jenis yang bisa dikuasai setiap orang, apalagi untuk orang barat, tak heran kalau Arreal mengalami kesulitan pada awalnya.

"Harus merasakan cengkoknya (soal latihan Arreal). Memang dia mengalami kesulitan di awal-awal, tapi ketika kita sudah masuk, maka kesulitan itu akan mencair. Selain itu dia harus mengerti isi lagunya. Dan dia memang merasakan kesulitan itu juga," tambahnya.

Menurut Iik saat pertama latihan, anak didiknya juga mengalami berbagi kendala. "Tingkat stress-nya cukup tinggi dan ada rasa bete-nya. Dan saya harus galak untuk mengajarinya. Dan dia sudah dikasih tahu oleh produsernya kalau mau belajar dengan saya harus siap mental."

Jadi guru vokal bule merupakan kebanggaan tersendiri bagi Iik dan dia berharap ini akan membawa kemajuan dalam bidang lain, yakni pariwisata tanah air.

"Yang saya banggakan adalah, ada orang Amerika mau membawakan musik dangdut. Itu satu hal yang membanggakan, karena biar bagaimana pun, musik bisa menjadi gerbang untuk masuknya wisatawan manca negara," kilahnya.

Soal kemajuan Arreal, juga musik dangdut, Iik merasa amat yakin. "Saya selalu optimis dalam mengerjakan apa pun. Apalagi rasa mimpi itu terwujud, jadi melalui musik kita bisa memperkenalkan budaya kita ke luar." (kpl/hen/erl)


Lihat profil: Trie Utami, Arreal Tilghman
Diposting oleh: Editor | Selasa, 26-08-2008 |

Thomas Djorghi Goyang Philadelphia

Kapanlagi.com - Penyanyi dangdut Indonesia, Thomas Djorghi tampil menghibur para penggemarnya di Philadelphia, AS, sekaligus berduet dengan penyanyi dangdut asal AS yang merupakan pemenang kontes 'Dangdut in America', Arreal Tilghman.

"Seru banget, penonton sangat responsif. Saya senang bisa memenuhi rasa kangen para penggemar musik dangdut," kata Thomas usai tampil pada Asian Festival di Penn's Landing, Philadelphia.

Thomas, selain bernyanyi juga berjoget bersama penggemarnya yang sebagian besar merupakan warga Indonesia yang tinggal di Philadelphia dan sekitarnya. Pada lagu-lagu terakhir, penyanyi yang populer dengan lagu Sembako Cinta itu turun panggung dan berjoget bersama para penggemarnya.

Selama sekitar satu jam di panggung Asian Festival, Thomas setidaknya membawakan enam lagu secara solo, termasuk Sembako Cinta, Milikku, Jatuh Bangun, Kopi Dangdut dan Sedang-Sedang Saja.

Penampilan Thomas di ajang itu sendiri merupakan yang kedua kalinya setelah tahun 2005. "Sekarang tambah seru. Dan lebih banyak bule-nya," kata Thomas mengacu kepada puluhan warga AS yang menonton maupun ikut berjoget bersama warga setempat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Thomas membawakan lagu Teka-Teki Cinta secara duet bersama penyanyi kulit hitam Arreal Tilghman.

Ketika ditanya komentarnya soal Arreal, Thomas menganggap pemenang kontes 'Dangdut in America' asal Delaware itu telah memiliki kemampuan bernyanyi dangdut dengan baik.

"Dia bagus. Mampu menangkap jiwa lagu dangdut. Cengkok-nya juga bagus," ujar Thomas.

Arreal Tilghman

Kendati mendapat pujian dari Thomas, Arreal sendiri mengaku masih mengalami kesulitan menjiwai lagu dangdut secara utuh. Ia justru balik memuji Thomas yang dilihatnya memiliki kharisma seorang bintang dangdut.

"Dia penghibur terbaik di dunia," kata Arreal setelah melihat penampilan Thomas dan berduet dengan sosok yang dikaguminya itu. Selain berduet dengan Thomas, Arreal berkesempatan menyanyikan secara solo lagu Darah Muda.

Arreal terdengar alami dalam menyanyikan lagu tersebut dan mampu mengucapkan kata-kata berbahasa Indonesia yang terkandung dalam lirik lagu tersebut dengan jelas.

Usai Darah Muda, Arreal juga menyanyikan Dua Kekasih, salah satu lagu yang akan ditampilkan dalam album yang akan diproduksi di Indonesia.

Menurut Rissa Asnan, produser kompetisi 'Dangdut in America', dalam waktu dekat, Arreal, lelaki yang sebelumnya bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran itu, akan diterbangkan ke Indonesia.

"Dia akan berada di Indonesia selama satu bulan. Selain untuk mengerjakan album dangdutnya, Arreal juga akan menjalani berbagai pelatihan berkaitan dengan dangdut. Pokoknya supaya dia benar-benar mendapatkan jiwa dangdut," kata Rissa.  (*/bun)


Lihat profil: Thomas Djorghi, Arreal Tilghman
Diposting oleh: Editor | Senin, 23-06-2008 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA ARREAL TILGHMAN TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA ARREAL TILGHMAN TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA ARREAL TILGHMAN TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA ARREAL TILGHMAN TAHUN 2004