KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Acara yang dibuka oleh Arswendo Atmowiloto itu juga menghadirkan keluarga W.S Rendra, mantan istrinya Sitoresmi Prabuningrat, serta tokoh seniman dan budayawan lainnya seperti Jajang C Noer, Djenar Maesa Ayu, Butet Kartaradjasa, Niniek L karim, dan Slamet Rahardjo.
"Kita hadir bukan sekedar mengenang kepergian W.S Rendra, namun semangatnya tetap hadir bagi kita," kata Arswendo.
Acara kemudian dilanjutkan dengan memutar rekaman kegiatan-kegiatan terakhir Rendra, dan juga penampilan pria kelahiran Solo, 7 November 1935 itu saat membacakan puisi.
Setelah itu, giliran Sitoresmi Prabuningrat mengawali penceritaan dan pembacaan puisi karya-karya Rendra. Adik ipar Rendra, Adi Kardi, kemudian memulainya dengan puisi yang berjudul Nyanyian Angsa dan berturut-turut Sitok Srengenge, Putu Widjaya, Ratna Riantiarno serta Butet Kartaradjasa.
Sederetan seniman dan budayawan lainnya ikut meramaikan acara yang juga memberikan penghargaan kepada keluarga Rendra. Mereka antara lain Niniek L Karim, Harry Tjahyono hingga Djenar Maesa Ayu. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.
Menurut salah seorang pengagum Rendra, AH Mahendra, dirinya sangat mengagumi Rendra, yang begitu peduli dengan keadaan di sekitarnya.
Sikapnya yang kritis membuktikan kepeduliannya terhadap masalah-masalah kemanusiaan, nilai budaya dan lingkungan yang mendalam, ujarnya.
"Itu sebabnya saya menyediakan tempat di kompleks apartemen ini, sebagai upaya untuk meneruskan semangat sang Burung merak," katanya.
Rendra meninggal dunia dalam usia 74 tahun pada Kamis, 6 Agustus 2009 sekitar pukul 21:30 WIB setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok Jawa Barat. (kpl/dar)

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Sri Sularsih kepada pers di Jakarta, Kamis (14/5), menjelaskan, acara bedah buku Koes Plus yang antara lain ditulis personilnya yang masih aktif, Yon Koeswoyo itu dimaksudkan agar masyarakat mengetahui tentang sejarah grup band musik Indonesia yang berdiri tahun 1960-an hingga keberadaannya sekarang ini.
Acara yang diadakan atas kerjasama Perpusnas dan manajemen Koes Plus itu juga akan diisi penampilan Koes Plus Senior, dan grup Junior Koes Plus di halaman gedung tersebut.
Sri Sularsih menjelaskan, HUT ke-29 Perpusnas yang jatuh pada 17 Mei 2009 bertepatan hari Minggu, juga akan diisi pemberian penghargaan kepada penerbit, tokoh masyarakat, insan film dan media massa yang dinilai berjasa dalam pengembangan minat membaca masyarakat dan pendirian perpustakaan dalam rangka mencerdaskan masyarakat.
Pada 20 Mei 2009 akan diisi diskusi tentang perfilman yang mampu meningkatkan minat membaca masyarakat, seperti film AYAT-AYAT CINTA dan LASKAR PELANGI dengan menghadirkan pembicara aktor Ray Sahetapy dan komedian Aming.
Pada saat yang sama juga akan diadakan lokakarya penyelamatan bahan pustaka, sehingga bagi masyarakat yang memiliki dokumen rusak akibat bencana banjir, dapat di bawa ke PNRI untuk dilatih cara memperbaiki dan menyimpannya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-29 Perpusnas T Syamsul Bahri mengatakan, peringatan PNRI yang bertemakan Perpustakaan sebagai Wahana Belajar Sepanjang Hayat juga akan diisi dialog interaktif UU No 43/2007 tentang Perpustakaan dengan menampilkan pembicara Parni Hadi (Dirut RRI), Arswendo Atmowiloto (pemerhati media), Tantowi Yahya (Duta Baca Indonesia), Rieke Diah Pitaloka (artis) dan pakar Hukum Adnan Buyung Nasution pada 26 Mei 2009. (kpl/dar)

Tapi, sampai saat ini belum selesai. Menurut Ully, yang membuat ia lama menyelesaikan buku karena ia sibuk dengan pekerjaannya. Selain itu, ketika menulis ia kerap membaca tulisannya dari awal. Akibatnya, ada beberapa perbaikan sehingga buku tersebut belum selesai. "Target, tahun ini saya ingin menyelesaikannya," harap Ully ketika ditemui di Sindang Reret, Jakarta Selatan, Rabu (29/4) siang.
Sedangkan, buku satu lagi adalah mengenai perempuan yang hidup sendiri. Ully memaparkan, dalam buku itu ia menuangkan pengalaman-pengalaman pribadinya. Menurut Ully, ia tak memilih hidup seperti itu. Tapi, ia terpilih menjalani hidup seperti itu.
Untuk itu, ia ingin berbagi pengalaman dengan perempuan-perempuan lain. Ia berharap, agar perempuan berusia 28 sampai 30 tahun yang belum menikah jangan takut. Sebab, masih banyak hal positif yang bisa dilakukan.
"Biasanya, perempuan yang belum menikah di usia tersebut takut sehingga membuat kesalahan. Yakni menikah dengan orang yang tidak cocok dan tak sesuai. Hasilnya, banyak terjadi perceraian," tandas perempuan yang menyukai kegiatan sosial ini.
Ully mengatakan, tulisan-tulisan itu sudah jadi dan tinggal menunggu revisi serta penerbit yang ingin menerbitkan. Ully menuturkan, dalam menulis ia juga meminta saran dari Arswendo Atmowiloto. Arswendo, lanjut Ully, menyarankan agar saat menulis ia harus jujur. Ully pun melakukan hal tersebut.
Mengenai kesendiriannya, Ully menegaskan, ia merasa tak pernah merasa kesepian. Pasalnya, Ully mempunyai banyak teman. Plus, keponakan-keponakannya yang berjumlah 14 orang. Mereka, kata Ully, kerap memanggil dirinya Mama. Mereka pun tinggal di rumah Ully dan selalu mengisi hari-harinya.
Ully pun merasa bersyukur, karena mendapat kesempatan untuk memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang ia cintai. (kpl/dis/boo)

"Tahun ini banyak nama-nama baru yang masuk nominasi. Ini membuktikan IMA telah melahirkan aktor dan aktris film baru," ungkap Indra Yudistira Ramadhan pada jumpa pers penyelenggaraan IMA 2009 di Jakarta, Kamis (23/4).
Film yang diikutkan pada IMA kali ini merupakan film yang dirilis pada periode 31 Januari 2008 - 28 Februari 2009 dan terkumpul 75 karya film dari 40 rumah produksi film. IMA 2009 sendiri, menurut Indra, hanya menilai dari sisi peran atau akting dari artis film.
"Dari 75 film hanya 42 film yang diikutsertakan dalam IMA 2009," tegas Indra.
Dibanding tahun sebelumnya, film yang diikutsertakan dalam IMA 2009 kali ini lebih banyak berjenis genre drama dan hanya 16 film yang berhasil masuk nominasi setelah diseleksi oleh tim juri pada 18 april lalu.
Tim juri IMA 2009 diketuai oleh Arswendo Atmowiloto, wakil ketua Ratna Riantiarno, dan anggota tim yaitu Didi Petet, Jajang C Noer, Darwis Triadi, El Manik dan Niniek L Karim.
Ketua Dewan Juri IMA 2009, Arswendo Atmowiloto mengatakan sebuah apresiasi sangat pantas diberikan kepada mereka yang terus menjaga kualitasnya dalam berakting di sebuah film. Kualitas akan lebih menjadi perhitungan untuk berkarir.
"Kualitas akting yang prima menjadi sebuah totalitas yang harus dihargai dan di IMA 2009, kualitas yang bicara," katanya.
Sedangkan juri IMA lainnya yang juga tokoh teater senior, Ratna Riantiarno mengatakan ketertarikannya pada artis muda dalam film nominasi IMA 2009. Karena menurutnya, lebih memiliki keberanian dan siap belajar. "Artis muda harus tetap belajar dan harus berani," tegasnya.
Sementara itu, Niniek L Karim mengatakan konsistensi Movie Awards terhadap mutu dan kualitas film di Indonesia semakin terbukti. Persaingan antar artis akan turut membuktikan kualitas film di tanah air.
"Persaingan yang semakin ketat di antara para aktor atau aktris menjadi sebuah jawaban atas mutu dunia akting di Indonesia," katanya.
Didi Petet melihat artis pendatang baru sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan perfilman Indonesia. Ungkapan Didi, senada dengan Jajang C Noer yang mengaku yakin masih ada anak muda yang bekerja keras.
"Kita mengenal nama-nama besar yang meninggalkan nama besar dalam seni peran Indonesia. Di generasi sekarang pun ada yang juga bekerja keras, ternyata memang regenerasi itu pasti terjadi," kata Jajang C Noer. (kpl/dar)

Ada enam kategori pada penghargaan terbaik yaitu pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pembantu pria terbaik, pemeran pembantu wanita terbaik, aktor pendatang baru terbaik dan aktris pendatang baru terbaik.
Sedangkan kategori pada penghargaan terfavorit yaitu pemeran utama pria terfavorit, pemeran utama wanita terfavorit, pemeran pembantu pria terfavorit, pemeran pembantu wanita terfavorit, soundtrack terfavorit dan film terfavorit.
Puncak acara IMA 2009 sendiri akan berlangsung pada 16 Mei 2009 di Stadion Tennis Indoor Senayan dan disiarkan secara langsung oleh RCTI.
IMA 2009 merupakan pelaksanaan untuk kali ketiga, dengan diikuti film yang dirilis antara 31 Januari 2008 - 28 Februari 2009. Ada 75 karya film dari 40 rumah produksi film yang turut meramaikan acara ini. Dan hanya 16 film yang berhasil masuk nominasi setelah diseleksi oleh tim juri pada 18 april lalu.
Sebagai tim juri IMA 2009 diketuai oleh Arswendo Atmowiloto, wakil ketua Ratna Riantiarno, dan anggota tim yaitu Didi Petet, Jajang C Noer, Darwis Triadi, El Manik dan Niniek L Karim. (kpl/dar)