KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kalaupun saya bukan orang Padang, mendengar gempa seperti itu pasti sedih. Apalagi 2 hari yang lalu saya masih di sana," ungkap Arzetti.
Arzetti yang kelahiran Lampung, 4 September 1974 itu, baru dua hari lalu berada di Padang untuk sebuah acara, baru Rabu dirinya terbang ke Jakarta. Dirinya mengaku patut bersyukur tidak menjadi korban.
"Saya balik ke Jakarta hari Rabu kemarin, tapi karena saya pulang duluan saya jadi tidak kena gempa. Tapi ada beberapa keluarga saya yang pulangnya belakangan, tapi Alhamdulillah mereka masih selamat. Di daerah Batu Sangkar," terangnya.
Namun lebih lanjut, Arzetti belum mengetahui kondisi keluarganya terkini. Pasalnya listrik dan telepon kemarin masih padam, hingga dirinya belum bisa melakukan komunikasi.
"Belum tahu (kondisinya, red), karena kan listrik dan komunikasi terganggu di sana. Tapi kalau ngeliat di TV memang bangunan pada hancur, tapi untungnya rumah keluarga aku yang ada di sana terbuat dari kayu jadi kalau roboh pun nggak berbahaya," terangnya saat ditemui di Hotel Shangrilla, Jakarta Pusat, Kamis (1/10). (kpl/hen/dar)

Memandang ketimpangan seperti hal di atas, artis Arzetti Bilbina enggan untuk berkomentar. Dirinya melihat kedua hal itu, namun tidak lebih hanya dapat menyaksikan saja. "Saya itu orang awam, jadi saya tak tahu menahu soal itu," tegasnya menahan komentar.
Arzetti yang ditemui di Hotel Shangrilla, Jakarta Pusat, Kamis (1/10) itu, mengaku miris melihat kesenjangan itu. Namun tidak berarti dirinya harus berkomentar secara provokatif, karena masyarakat sudah pandai dan bisa melihat dengan sendirinya.
"Tanpa saya harus ngomong masyarakat pun harus tahu, sangat berbanding terbalik sekali," pungkasnya. (kpl/hen/dar)

"Yang aku bingungin sebenarnya untuk mengevakuasi nenek aku yang usianya sudah 84 tahun, jadi kasihan jika harus dipindahkan dari rumahnya, karena jalan-jalan di sana pun rusak," ungkapnya setengah bertanya.
Baru sekitar dua hari Arzetti kembali dari Padang, dan saat kejadian dirinya cukup terkejut. Dirinya juga bersyukur karena keluarga masih selamat, meski secara materi rumah-rumah mereka yang terbuat dari kayu ikut hancur.
"Keluarga besar saya di sana itu masih banyak, waktu lebaran aja ada sekitar 1000 orang, saya ngerasa padahal baru kemarin saya makan rendang dan rasanya aja masih ada di lidah," ungkapnya.
Arzetti yang ditemui di Hotel Shangrilla, Jakarta Pusat, Kamis (1/10) itu, mengaku belum bisa memastikan apakah akan ke Padang atau tidak, untuk menjenguk keluarganya.
"Ya sebenarnya baru kemarin aja kita ke sana, nanti dilihat juga mau ke sana atau nggak," pungkasnya. (kpl/hen/dar)

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Arzetti sekeluarga memilih jalur praktis alias naik pesawat agar bisa merayakan Hari Kemenangan bersama keluarga besarnya, kali ini ia malah ingin menempuh jalur darat dari Jakarta ke Padang. Dan bukan hal yang baru lagi jika jalur darat pasti penuh sesak karena macet.
"Iya pulang basamo (bersama, Red). Melalui jalur darat kurang lebih 30 jam perjalanan. Tahun kemarin sih naik pesawat, tapi tahun ini rencananya ramai-ramai sama keluarga besar," ungkap Arzetti kala ditemui di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (30/8).
Keputusan untuk menempuh perjalanan lewat darat ini sudah dipikirkannya matang-matang. Apalagi ia masih harus membawa ketiga buah hatinya yang masih kecil-kecil yaitu Bagas, Dimas, dan Gendis. Perkiraan menghindari kemacetan juga sudah diantisipasi. Arzetti dan keluarga akan berangkat tepat H+1.
Semua perjalanan itu, katanya, bakal seimbang dengan nikmatnya saat sudah berada di kampung halaman. Ia juga sudah tidak sabar menjalani 'ritual' keluarga yang selalu ada setiap tahun. "Di sana kan ada halal bihalal. Ada panitia kecil dan kita semua diberdayakan. Aku biasa jadi MC-nya," terang model yang mulai mengajarkan putranya Bagas (3) untuk berpuasa per tahun depan. (kpl/hen/boo)

Sama halnya saat menyelenggarakan acara fashion show busana muslim yang modelnya berasal dari Zema Management pimpinan Arzetti. Dalam kesempatan itu, mantan model cantik ini membawa serta ketiga anaknya yang masih kecil-kecil, yakni Bagas, Dimas, dan Gendis - di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (30/8).
"Anak-anak kalau aku dandan pasti mereka selalu minta ikut," ujar Arzetti. Ya, aku juga ingin setiap saat, semua momen sama mereka. Takut kalau anak bisa ngomong, akunya nggak tahu. Nauzubillahi min dzalik," ungkapnya.
Kerepotan juga tak ada dalam kamus Arzetti saat ia mengajak serta buah hatinya di setiap pekerjaan. Pasalnya dari kecil pun ia sudah senang repot. "Dari kecil anak-anak sudah diberitahu kalau ibunya bekerja bertemu banyak orang, dan dikejar-kejar orang. Pengen memberikan pemikiran, kita harus berusaha dulu untuk mendapatkan sesuatu," ungkap istri Aditya Setiawan ini.
Disinggung soal perkembangan kasus suaminya, yang sempat dituding menjadi pelaku penipuan perhiasan, bintang kelahiran Padang, 4 September 1974 ini lebih memilih menanggapinya dengan bijaksana dan menyerahkannya kepada Yang Maha Kuasa.
"Bismillah aja. Insya Allah kita tetap silaturahmi. Allah pasti akan mempermudah semua masalah. Allah punya jawaban apa pun yang terjadi. Saya melakukan sesuatu karena Allah," sahutnya. (kpl/hen/boo)

"Anak-anak memang sudah aku ajarkan puasa sejak aku hamil. Jadi saat puasa, aku memang berada dalam keadaan hamil. Jadi memang sudah terbiasa banget kalau puasa," ujarnya.
"Saat ini meski masih kecil-kecil, anakku sudah mulai bertahap menjalankan puasanya," tambah perempuan kelahiran Lampung 34 tahun silam itu.
Ditemui KapanLagi.com di acara Jejak Kesegaran Molto Ultra di Payon cafe, Kemang, Jakarta, baru-baru ini, peragawati yang piawai berakting tersebut juga mengaku akan memberikan reward untuk anak-anaknya yang sukses menjalankan ibadah puasa.
"Sejak kecil aku juga diberikan reward sama orang tuaku. Sehari Rp100. Oleh karena itu aku pasti juga akan memberikan reward kepada anakku yang berpuasa. Meski itu kurang begitu baik, tapi ini untuk pembelajaran saja," terangnya.
Disinggung soal membagi waktu antara karir dan mengurusi anak-anak, istri dari pengusaha Aditya Setiawan itu mengaku tak merasa kerepotan.
"Aku sih nggak pernah merasa kerepotan ya. Soalnya anak-anak juga mengerti dan bisa diatur oleh aku maupun mas Didit," pungkas ibu dari Dimas Aryo Baskoro Rahadi Setyawan, Gendis serta Bagas Wicaksono Rahadi Setyawan itu. (kpl/mai/bar)

"Bulan Ramadhan itu adalah bulan khusus di antara bulan yang lain, di mana kita harus rajin beribadah. Menahan emosi, hawa nafsu, juga menahan nafsu bercinta bagi suami istri," ujarnya.
Ditemui KapanLagi.com dalam acara Jejak Kesegaran Molto Ultra di Payon cafe, Kemang, Jakarta, Kamis (13/8) sore, istri dari Aditya Setiawan itu nampaknya sudah tak sabar ingin segera menjalankan ibadah puasa.
"Bulan puasa memang sangat bermakna sekali ya buat aku. Dulu memang pas masih kecil, puasa bagi aku hanya untuk mendapatkan reward saja. Tapi kalau sudah besar begini memang untuk mendapatkan barokahnya. Lebih berasa getarannya," terangnya.
Sementara, disinggung soal tradisi memasak makanan spesial selama bulan Ramadhan, Duta ASI yang dipilih sejak 2005 silam tersebut menyebutkan kurma dan keju sebagai menu wajib keluarganya.
"Biasanya kita memang punya makanan khusus ya. Tapi yang memang harus ada setiap berbuka puasa bagi mas Didit yakni kurma dan keju," pungkasnya. (kpl/mai/bar)