
"Hal itu akan menyelamatkan hidup dan karir mereka," kata Hedi, saat diwawancarai usai tampil dalam Grand Piano Breaking Record 14 Jam Non-Stop oleh pianis Rudy Octave, di ruang terbuka pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/8).
Hedi menyatakan dirinya beruntung bisa melepaskan diri dari jerat narkoba.
"Saya dulu juga kacau banget, kaya Sheila Marcia," katanya setengah berkelakar.
Ia mengaku menjalani gaya hidup yang disebutnya sebagai tidak sehat itu di era 1990, dan sempat mendapatkan informasi bahwa namanya masuk daftar TO (Target Operasi).
"Alhamdulillah saya bisa bebas dari narkoba (sebelum ditangkap)," katanya.
Hedi juga mengakui bahwa narkoba membuat dirinya tidak disiplin dan akhirnya harus keluar dari Kahitna.
Menjawab pertanyaan wartawan, ia menyatakan penangkapan artis pengguna narkoba merupakan hal biasa, seperti halnya penangkapan terhadap anggota masyarakat lainnya.
"Soal dugaan adanya persaingan bisnis di balik kasus penangkapan artis, bagaimana ya? Tapi saya kira bisa saja terjadi," katanya.
Dalam acara pemecahan rekor baru MURI untuk permainan piano 14 jam tanpa henti oleh Rudy Octave, Hedi Yunus tampil membawakan dua lagu termasuk Maafkan, single hits dalam album terbarunya yang beredar bulan Juni.
Lagu itu pernah dipopulerkan oleh Atiek CB pada 1980-an. (kpl/dar)

"Kurang greget nih, sepertinya persiapannya kurang atau bagaimana ya, saya tidak tahu secara rinci. Tapi menurut saya masih bagus konsernya dua tahun lalu," ujarnya di Jakarta, Minggu dini hari (18/5) beberapa saat seusai konser tersebut.
Ia juga menyebut insiden tidak optimalnya mikrofon yang dipakai Trie Utami, Malyda, dan Atiek CB, sebagai kesalahan fatal. Insiden itu terjadi ketika Rumpies membawakan lagu Kalau Kau dan Nggak Jelas.
Trie Utami yang angkat suara di awal lagu Kalau Kau awalnya tidak memperhatikan ketika mikrofon itu tidak berfungsi, demikian juga Atiek dan Malyda. Suara mereka tenggelam di antara suara musik orkestra.
"Beruntung Vina yang telah berpengalaman di atas pentas dapat menutupi keadaan itu dengan improvisasi lewat gurauannya. Vina adalah penyanyi berpengalaman dan kejadian seperti itu bisa diatasinya dengan baik," kata Denny.
Dari segi lagu yang dibawakan, Denny mengatakan Vina lebih banyak menyanyikan lagu-lagu yang bukan hitsnya. Vina melakukannya karena sejumlah lagu-lagu lama tersebut merupakan permintaan khusus dari para penggemar fanatik dan seusia dengannya, bahkan lebih senior lagi.
"Sebenarnya secara umum orang datang ke konser untuk menikmati lagu-lagu hitsnya, kalau lagu yang dinyanyikan Vina ternyata orang tidak tahu ya seperti tadi itu, sebagian besar yang nyanyi yang tua-tua saja, yang muda hanya mendengarkan," ujarnya.
Konser Kedua
Konser Vina ini merupakan yang kedua setelah konser Viva Vina di tempat yang sama pada 2006. Ia juga masih didukung Twilite Orchestra dipimpin Addie MS.
Vina membawakan 22 lagu di antaranya Surat Cinta, Biru, Logika, Si Bogel dan Citra Biru.
Konsernya kali ini didukung penampilan penyanyi belia Afgan dan personil Rumpies, sedangkan Maya Hasan dan Liza tampil mengiringi Vina dengan petikan harpa mereka dalam lagu Senyum untuk Tuhan.
"Selamat malam, senang bisa bertatap muka lagi. Konser kedua ini merupakan persembahan saya pada pecinta musik Indonesia yang mungkin pada konser saya sebelumnya tidak menonton ya," sapa Vina kepada ratusan penonton usai ia menyanyikan lagu pertama, Logika.
Dalam konsernya, Vina mengakui lagu-lagu yang dibawakannya sebagian besar jarang dinyanyikan dalam konser. Lagu seperti Rintangan dan Masih Adakah Ceria memang hanya bisa dibawakan dengan iringan musik orkestra saja.
"Itu lagu-lagu yang diminta fans saya untuk dinyanyikan malam ini, memang itu lagu orang tua dan jarang dinyanyikan karena hanya bisa diiringi orkestra. Malam ini saya bersama Addie MS dan saya bisa membawakan lagu itu," kata Vina yang membuka konser dengan baju beludru warna hitam dengan kumpulan batu-batuan mengkilat di bagian kedua pundak dipadu rok panjang warna ungu.
Perempuan yang akrab dipanggil Mama Ina ini tampil dengan ciri khasnya yang ceriwis dan selalu menghujani penonton dengan kata I Love You. Berkali-kali penonton meneriakkan namanya, Vina selalu menjawabnya dengan kata tersebut.
Denny mengatakan Vina adalah salah satu penyanyi senior yang sangat mahir membawa penonton larut dalam konsernya. Vina selalu mengajak dialog penonton, menjelaskan lagu yang akan dibawakan, dan selalu menarik salah satu penonton pria agar bisa di tarik ke atas panggung dan 'dikerjain'.
"Hampir bisa dipastikan, kalau Vina membawakan lagu Di Dadaku Ada Kamu pasti Vina akan mengajak seorang pria naik pentas, lalu adegan cium dan peluk selalu terjadi seperti lirik lagunya," demikian ujar Denny. (kpl/dar)

"Inilah Rumpies," kata Vina ketika keempat perempuan tersebut berdiri berderet.
Mereka lantas menyanyikan lagu Kalau Kau dan Nggak Jelas bersama-sama. Tapi ketiga mikrofon milik para bintang tamu dalam konser tersenbut tidak berfungsi alias mati.
Awalnya Trie, Malinda, dan Atiek CB terlihat tenang meski suara yang mereka keluarkan sama sekali tidak terdengar. Penonton sebelumnya tetap tenang, namun lama kelamaan mereka berteriak 'huuuuu' sambil bertepuk tangan karena keadaan itu tetap berlangsung hingga lagu usai.
Ketika lagu kedua, Malida mulai tampak gemas smbil mengangkat mikrofonnya sementara Trie Utami tersenyum-senyum. Vina yang tanggap pada masalah itu spontan mengangsurkan mikrofonnya ke Atik CB ketika tiba gilirannya menyanyi.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah konser Vina (mikrofonnya mati, red). Jadi bagaimana nih," kata Vina kepada penonton dan disambut teriakan serempak "lagunya diulang".
Atiek CB, penyanyi asal Kediri ini tertawa dan saling bertukar pandang dengan ketiga rekannya. Ia lantas meraih mikrofon di tangan Vina dan menjawab teriakan penonton dengan logat Jawa yang khas.
"Ngisin-ngisini, rek (bikin malu, red)," ujar Atiek mengomentari kecanggungannya menyanyi dengan mikrofon yang tidak berfungsi.
Demi mendengar permintaan penonton untuk mengulang dua lagu yang telah dinyanyikan Rumpies, Vina lantas maju ke bibir panggung.
"Nyanyi kok pake diulang segala, ini cuma ada di konser Vina nih," katanya.
Insiden mikrofon tak berfungsi ini juga dialami bintang tamu, Afgan. Penyanyi berusia belia ini duet dengan Vina dalam lagu Bahasa Cinta dan Begitulah Cinta.
Pada bagian akhir lagu Begitulah Cinta, tiba-tiba mikrofon juga ngadat. Lagi-lagi Vina dengan tenang meraih Afgan untuk mendekat sambil menyerahkan mikrofonnya.
Pengamat musik Denny Sakrie menyayangkan insiden itu, namun ia juga memuji kepiawaian Vina mengatasi problem di atas panggung dengan tetap bersikap profesional.
"Beruntung Vina dapat menutupi keadaan itu dengan improvisasi lewat gurauannya. Bahkan penonton yang awalnya sempat emosi karena suara Rumpies tidak terdengar akhirnya tidak protes lagi," demikian Denny.
Sementara menurut Trie Utami yang dijumpai usai konser mengatakan: "Jadi kendala teknis itu gak bisa kita duga, namun bisa dilihat kalau kita bisa mengatasi itu secara bersama," ujar Trie.
"Konser yang terbesar di dunia pun untuk kesalahan teknis bisa saja terjadi," timpal Vina.
Tapi bagi Atiek CB kejadian itu tak masalah baginya. "Aku tak perlu malu karena aku tidak tinggal di sini," kelakar penyanyi asal Kediri yang sekarang menetap di AS ini.
Tampilnya Rumpies ini adalah yang pertama sejak 19 tahun vakum menjadi satu pertanda kalau mereka bisa tetap tampil satu. Pun begitu yang namanya demam panggung sempat menyerang juga, terutama dirasa oleh Atiek CB.
"Lama gak nyanyi, nervous sekali, lupa gimana rasanya di panggung," aku penyanyi berciri khas selalu pakai kacamata ini.
Jelasnya ada kerinduan untuk kumpul bareng lagi. Dan setiap kemungkinan selalu ada. Tapi sampai saat ini hanya dua rumpies yang masih aktif sebagai penyanyi, Vina dan Trie.
"Untuk kumpul saja kita sempat tak yakin kalau Atiek akan bisa datang. Tapi kemungkinan semacam itu, untuk kumpul lagi tetaplah ada," ungkap Trie. (kpl/ang/tri/dar)

Pujian ini tentu bukan isapan jempol. Buktinya, Vina Panduwinata menyandingnya di konsernya yang akan dihelat pada 17 Mei ini. Sebagai penyanyi paling muda, Afgan mengaku shock juga, saat melihat senior–senior macam Malyda, Atiek CB, Trie Utami, dan Vina yang tergabung dalam Rumpies, latihan.
"Terus terang sempat down dan grogi, apalagi ada beberapa senior. Tapi justru ini yang membuat motivasi aku untuk mematangkan persiapan," ujar Afgan saat disambangi di tempat latihan, Studio Rossi Fatmawati, (15/5). "Dan ini sebuah kesempatan besar bagi aku, apalagi berkolaborasi dengan para senior," ungkapnya.
Pertama kali tahu diajak konser Vina, saat diberitahu oleh manajemen. Tanpa pikir panjang dia menerima tawaran itu. Dia didaulat menyanyikan dua lagu, Biru dan Bahasa Cinta. Untuk lagu Biru ciptaan Dian PP, untuk pertama kalinya dinyanyikan Vina yang kebetulan juga ada di album TERIMA KASIH CINTA, Afgan didaulat menyanyi sendiri.
Sementara untuk lagu Bahasa Cinta, dia bakal berduet dengan Vina. "Yah, sangat menyenangkan. Kita sama–sama latihan dengan Mama Ina. Bahkan Mama Ina bilang tenang aja, santai aja. Jadi menarik sekali kalau bisa konser sendiri tapi aku baru awal, belum apa–apa, masih jauh," pungkasnya. (kpl/hen/tri)

Dengan iringan Twilite Orchestra dan Maya Hasan, Vina bakal didampingi beberapa bintang tamu, seperti Afgan Syah Reza, Atiek CB, Malyda, Trie Utami, yang dulu tergabung dalam Rumpies bersama Vina.
Dalam preskon di Juststeak, Mahakam, Selasa (6/5), Vina ingin menjawab beberapa komplain dari penggemarnya yang dua tahun lalu beberapa lagu tidak dinyanyikan.
"Dan konser ini menjawab segala segala komplain tersebut. Konser ini untuk membayar hutang penggemar yang tidak sempat menonton konser lalu," kata Vina.
Rencananya, Vina akan menyanyikan 22 lagu dari 130 koleksi lagu miliknya, antara lain Citra Biru, Aku Cinta Kau, September Ceria, Dunia Yang Kudamba, Di Dadaku Ada Kamu, Dia, Dunia Tersenyum, Kumpul Bocah, Surat Cinta, Cium Pipiku, Biru, Logika, Si Bogel, Wow dan Nurlela/Aku Masih Cinta.
Selain itu, konser ini sebagai wujud dedikasi pengabdian seperempat abad Vina dalam dunia musik tanah air. Dengan suguhan full orkestra 50 pieces, terdiri dari 24 string section, 13 section perkusi dan tata cahaya 50000 watt, konser ini akan menjadi konser terbesar di tanah air dengan teknologi multimedia mutahir, seperti multi proyektor.
"Konser kali ini beda dengan dua tahun lalu. Dibanding tahun lalu, orkestra kali ini lebih besar dengan mengikutkan Aminoto Kosim. Dengan penggarapan aransemen lebih lama yang disesuaikan untuk suguhan kuping," tandas Addie MS.
Dan secara pribadi, konser kali ini akan menjadi tolak ukur bagi Vina sejauh mana karyanya masih diterima banyak orang. "Untuk itu diperlukan persiapan mental khusus," pungkas Vina. (kpl/wwn/tri)

"Mama akan berkolaborasi dengan Afgan bawakan lagu Biru. Mengajak Afgan karena agar ada benang merahnya. Artinya ada alternatif dari artis yang sedang digandrungi," kata Vina, saat ditemui di butik Adesagi, Jalan Barito I no. 31, Jakarta Selatan, Senin (5/4).
Selain Afgan, Vina juga akan mengajak beberapa penyanyi ngetop lainnya, misalnya saja tak tanggung-tanggung Vina akan 'menyuruh' pulang Atiek CB dari Amerika Serikat untuk ikut menyemarakkan konser 17 Mei di Plenary Hall - JCC, Senayan.
"Atiek CB saat ini tengah di Amerika dan tanggal 17 dia siap manggung bersama mama (Vina, Red)," ucapnya.
Sebanyak 22 lagu dari 130 koleksi lagunya Vina akan membawakan lagu-lagu yang pernah hits di telinga para pecinta musik tanah air, seperti Citra Biru, Aku Cinta Kau, September Ceria, Dunia Yang Kudamba, Didadaku Ada Kamu, Dia, Duniaku Tersenyum, Kumpul Bocah, Surat Cinta, Cium Viviku, Logika, Si Bogel, Wow, Nurleila atau Aku Makin Cinta.
Sebanyak tiga gaun akan dikenakan Vina untuk memuaskan para penggemarnya, yaitu berwarna hijau, ungu, dan metalik.
"Kali ini busana yang saya kenakan lebih ringan tidak seperti dua tahun lalu. Semua konsep mama serahkan ke Adesagi yang mengurusnya. Bagaimana menyesuaikan dengan panggung, dan lighting," jelasnya. (kpl/mai/bun)