KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Saat nanti saya sudah cukup tua, mungkin saya akan kembali memerankan dia. Dia (Coco) adalah sosok yang sangat menarik di masa tuanya, saat dia menjadi seorang yang kasar dan kesepian. Sepertinya dia sekarang menjadi sebuah karikatur dari dirinya sendiri dan itu sangat menarik buat saya," ujar Audrey seperti dikutip dari FemaleFirst.
Meski ada kesempatan buat dia mengadopsi penuh karakter Coco Chanel, namun Audrey sepertinya memilih untuk membuat penafsiran sendiri atas karakter yang ia perankan berdasar biografi dan foto-foto lama dari Coco. Menurutnya, karakter Coco saat ini pasti tidak sama dengan ketika ia masih muda dulu dan Audrey ingin menghidupkan karakter masa muda Coco yang mungkin sudah dilupakan orang saat ini. (fmf/roc)

Film yang aslinya berjudul COCO AVANT CHANEL ini memang berusaha mengungkap masa lalu Coco sebelum ia menjadi seorang perancang busana sukses yang kemudian menjadi sumber inspirasi buat para perancang busana sesudahnya. Kesulitannya adalah Coco tak mau jujur tentang masa lalunya dan sulit untuk melihat siapa Coco sebenarnya sebelum ia mencapai sukses.
"Dia pembohong, dan itu membuat kita kesulitan mengetahui siapa dia sebelum dia menjadi terkenal dan meraih sukses. Dia tidak mau mengungkap masa kecilnya. Saya tidak tahu kenapa, mungkin dia malu atau dia tak mau orang merasa kasihan karena dia berasal dari keluarga miskin," ujar Audrey seperti diberitakan ContactMusic.
Namun meskipun begitu, Audrey tetap merasa mendapat tanggung jawab yang besar memerankan Coco dalam film ini. Audrey tak ingin perannya dalam film ini berkesan tidak alami dan ingin benar-benar bisa mendalami karakter yang ia perankan ini. (cnm/roc)