KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Aku nggak tahu, tapi kayaknya memang kurang sreg dengan yang seperti itu (meramal soal kiamat). Bukan nggak menghargai pekerjaan mereka dan sekarang jadi profesi, aku hanya menghargai saja kalau orang senang mendengarkan, silahkan saja," ujarnya.
Selanjutnya, perempuan berusia 40 tahun yang telah memiliki enam anak tersebut lantas mengakui jika dirinya sendiri sebenarnya tak pernah mempercayai ramalan.
"Aku nggak tahu kapan (datangnya kiamat), itu kapan saja bisa terjadi. Kalau dalam Islam sendiri tanda-tanda kiamat itu kan ada tandanya. Dan musibah itu bukan kutukan itu kan memang perputaran alam dan ramalan-ramalan, itu bukan ghaib tapi sangat science,' paparnya panjang.
"Bisa jadi paranormal itu merusak akidah dan sangat mengganggu ketenangan orang yang lagi tenang," imbuhnya.
Meski demikian, Ayu yang ditemui KapanLagi.com di pembukaan festival film Iran di Pusat Perfilman Haji Usman Ismail, Kuningan, Jakarta, Senin (16/11) itu nampaknya juga tak ingin ketinggalan untuk nonton 2012.
"Iya ada rencana untuk catch up the movie, sekedar catch up aja kan bagus untuk pengetahuan dan pergaulan. Tidak ketinggalan zaman jadi update terus," tandasnya. (kpl/gum/bar)

"Sebenarnya hemat listrik kan bagus menjaga keseimbangan alam juga, meredam global warming juga kalau misalkan nggak ada AC," ujarnya.
"Masyarakat Jakarta itu manja sekali, hidupnya sudah seperti di rumah kaca. Kalau dipikir, udara yang kita hirup dari AC nggak bagus jadi sekali-sekali jendela harus dibuka juga," tambahnya.
Selanjutnya, ditanya soal apakah ia sempat mengeluh saat tak ada pasokan listrik dari PLN, Ayu yang ditemui KapanLagi.com lantas menceritakan pengalamannya.
"Kebetulan aku tinggal di apartemen dan di sana sempet ngerasain sebentar (mati lampu), terus hidup lagi karena kan ada generatornya," terangnya.
"Tapi aku dengar dari Sarah (Azhari) yang tinggal di perumahan dan ngerasa kepanasan. Aku sih Alhamdulillah nggak terlalu, tapi bagus juga kan nggak pakai AC," pungkasnya. (kpl/gum/bar)

"Aku jauh dari religi-religi tapi kok nggak sreg ya. Iya lah aku setuju dengan warning seperti itu," ujarnya.
Selanjutnya, Ayu pun menjelaskan tanggapannya lebih jauh soal film yang kini semakin memancing kontroversial pun semakin laris itu.
"Aku sedih, karena aku merasa akidah bangsa kita dirusak secara tidak langsung, bukannya aku sok religius tapi prihatin nanti keimanannya jadi rusak. Aku curiga sebenarnya ada arah ke situ juga dan aku nggak mau terlalu jauh dan dalam," terangnya.
Ditemui di pembukaan festival film Iran di Pusat Perfilman Haji Usman Ismail, Kuningan, Jakarta, Senin (16/11), Ayu pun menegaskan jika ia tetap prihatin dengan kontroversi seputar film besutan Roland Emmerich itu.
"Aku merasa cukup prihatin dengan berita seperti itu, aku curiga mungkin media membuat itu menjadi komunitas dan jadi satu untuk publikasi juga dan jadi komoditi," tandasnya.
![]() | ![]() | ![]() |
(kpl/gum/bar)

"Anak saya sudah tahu dengan internet, dan dia sudah berumur 6 tahun. Sudah lihat saya ngeklik internet dan saya suka buka Google," ujarnya menerangkan.
Selanjutnya, ibu dari Albany Ray itu nampaknya juga tak mau dampak buruk menjelajahi dunia maya ikut dirasakan oleh buah hatinya. Buktinya, ia mengaku mengajari sang anak bagaimana cara berinternet dengan sehat dan aman.
"Apalagi anak zaman sekarang pemikiran mereka sudah maju. Saya sudah mengajarkan dia (Albany) main internet dengan sehat dan aman," lanjutnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah juga menuturkan jika internet sudah merupakan sebuah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
"Internet sudah jadi bagian hidup, dan internet dengan mudah kita gunakan setiap hari," tandas aktris sekaligus penyanyi yang baru saja merilis album itu. (kpl/adt/bar)

"Nge-blog itu sudah menjadi bagian hidup dan tanpa teknologi kita tidak bisa ngapa-ngapain. Sampai belanja aja bisa lewat teknologi dan kita perlu belajar, karena saya tidak jago dalam menggunakan teknologi," tuturnya.
Selanjutnya, adik Ayu Azhari itu turut mengakui, jika dirinya memang masih kesulitan dalam mempelajari seluk beluk dan cara berinternet.
"Kesulitan pasti, karena saya bukan penulis, apalagi ngetik tapi saya mau belajar dan punya blog untuk say hay sama fans," ujarnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan, Sabtu (7/11) malam, Sarah nampaknya juga masih merasa asing dengan teknologi internet, meski namanya kerap menghiasi dunia maya lengkap dengan segala kontroversinya.
"Dulu saya tidak minat untuk teknologi dan saya ditawarkan makanya saya tertarik. Kalau bicara untung itu tergantung," ungkapnya. (kpl/adt/bar)

"Aku sih enjoy aja, nggak dibawa susah dan lebih banyak senangnya. Soalnya pemain-pemainnya kan memang banyak pelawak-pelawak jadinya sedikit terhibur. Apalagi, sinetron ini juga bercerita soal kehidupan anak-anak Indonesia," kata Donna saat ditemui di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/10) sore.
Sinetron SI MAMAT ANAK PASAR JANGKRIK adalah sinetron ketiga Donna. Sebelumnya, wanita kelahiran Malingping, 25 Januari 1986 ini pernah bermain dalam sinetron MUSLIMAH serta CINTA DAN ANUGERAH. "Bulan Desember nanti, film aku juga akan keluar yang main bareng sama Acha Septriasa, Ayu Azhari. Judulnya sih unik yakni, SSSTT..JADIKAN AKU SIMPANAN," ujar Donna.
Untuk sinetron SI MAMAT ANAK PASAR JANGKRIK sendiri, Donna bakal bermain sebanyak 104 episode. Oleh sebab itu waktunya kini banyak dihabiskan di lokasi syuting. Dalam sinetron ini, Donna berperan sebagai seorang sekretaris bernama Rita.
"Rita itu sekretaris pasar yang memiliki bos, Derry (4 Sekawan). Aku di situ memang agak menonjol karena selalu berpakaian yang agak mentereng ya, jadi sebenarnya nggak cocok kalau kerjanya di pasar," ujar Donna. (kpl/adt/erl)

Di rumah duka di Jl. Batu 1 No. 11, Pasar Minggu, Jaksel, pun banyak pelayat yang datang untuk menunjukkan rasa bela sungkawa mereka. Sementara itu, keluarga besar dan kerabat Azhari juga berkumpul di situ.
Namun ada kejadian mengejutkan saat para wartawan akan meninggalkan rumah duka, Minggu (18/10) kemarin. Tiba-tiba saja terdengar Rahma berteriak keras.
"Tolong dong hargai! Ibu saya baru meninggaaalll!!!" teriaknya sambil menahan tangis.
Rupanya terjadi keributan kecil di dalam rumah. Sarah tampak menengahi sementara Rahma yang tak bisa menahan emosinya. Hingga sekarang masih belum diketahui apa penyebab keributan tersebut. (kpl/ant/npy)