KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com -
Oleh: Yunita Rachmawati
Apa jadinya jika empat musisi Indonesia yang tak lagi dipertanyakan gaya musik mereka bersatu membuat band? Ya, ini dia The Dance Company. Dengan karakter unik masing-masing personel seperti Nugie, Baim, Pongky Barata, dan Aryo Wahab, mereka membentuk satu band yang isi albumnya begitu menceriakan. As their name, let's dance.
Berawal dari keisengan saat berada di Pulau Dewata, Bali, Pongky tergelitik melihat satu papan nama sebuah toko bertuliskan Dance Company. Ia pun bertekad, jika suatu saat nanti punya band lagi - selain Jikustik yang sudah lama vakum, ia bakal menamai band itu dengan The Dance Company.
Hasilnya? Jangan ditanya. Walau beda visi pada awalnya, keempatnya mampu menyatukan kebebasan yang ada. Bukan untuk lebih lebih ternama lagi di jagat musik, atau bahkan soal mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Kabarnya, bahkan kontrak rekaman mereka dengan Nagaswara tidak dibayar dengan uang, melainkan cukup dengan alat komunikasi saja.
Bisa dibilang, lagu-lagu mereka cukup atraktif di album ini. Tengok saja lagu Papa Rock n Roll yang video klipnya kerap tampil di televisi. Di situ keceriaan begitu mengena dengan lirik yang tidak terlalu berat. "Papa mungkin seminggu di Bali, nyari panggung sana sini, papa gak pulang beibeh, papa gak bawa uang beibeh." Agak lucu, tapi berkualitas dalam segi musikalitas. Apalagi cerita lagu ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan mereka, yang memang sering keluar kota untuk manggung sana-sini, tapi tetap mengutamakan istri yang ada di rumah.
Di lagu Modal Cinta, irama yang dibawakan Pongky dkk berubah agak nge-jazz, tapi tak menghilangkan irama ceria mereka. Lagu ini bercerita tentang pria yang bermimpi bisa jadi jutawan dengan wajah rupawan. Andai punya itu semua, gadis yang disukainya pasti tak mungkin tak meliriknya. Yah, kenyataan memang, tapi kembali lagi cinta lebih penting dari segalanya.
Sementara di lagu andalan lainnya, So Far Away, perpaduan vokal dan irama yang lebih 'soft' diusung The Dance Company. Lagunya bisa dibilang agak ke boysband, namun tetap mantap dengan segala keromantisan mereka. Selain lagu ini, mereka masih punya sederet lagu yang wajib didengarkan. Misalnya saja Coba Kau Bayangkan, Say What You Say, dan pastinya Dance Company yang juga nge-beat.
Jadi, jangan ketinggalan perpaduan bakat dan otak yang ada pada keempat musisi ini. Yah, bisa dibayangkan seperti apa, terlebih The Dance Company sendiri bisa mengubah mereka dari Baim menjadi Bebe, Pongky jadi Wega, Aryo menjadi Riyo, dan Nugie yang bertransformasi jadi Mbot. Dan sebagai catatan, untuk menghilangkan kecemburuan dan tidak adanya salah satu saja yang menonjol, mereka mampu membagi kapabilitas masing-masing personel di album perdana ini. (kpl/boo)

KapanLagi.com - Fenomena aji mumpung di kalangan artis memang sangat sering didengar pada saat ini. Berganti haluan dari akting menjadi penyanyi, atau sebaliknya, sudah kerap terjadi di Indonesia. Apakah yang menyebabkan terjadi fenomena aji mumpung tersebut?
Sepertinya tingkat popularitas memang sangat dibutuhkan saat menentukan berada di level manakah keartisan atau ketenaran seorang selebriti. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang paling ternama di mata publik. Selain itu, mengejar suatu target yang berupa finansial juga bisa saja dijadikan sebuah acuan untuk memiliki berbagai profesi di dunia hiburan.
Kadang, banyak juga artis-artis yang hanya memanfaatkan penampilan secara fisik untuk bisa menjadi apapun. Karena, banyak juga para pesinetron yang merasa dirinya sudah baik di dunia akting, akhirnya mulai merambah dunia tarik suara. Sebut saja, Intan Nuraini, Ussy Sulistiawaty, Revalina S Temat, sampai ke artis pendatang baru Cinta Laura.
Dari segi musikalitas, bisa dibilang mereka belum layak untuk disebut sebagai musisi. Karena basic musikalitas mereka juga ada dalam standar yang berbeda dengan para seniman musik yang memang dari awal benar-benar berkecimpung dalam dunia musik. Tapi karena penampilan atau tingkat ketenaran para pesinetron tersebut, para produser memanfaatkan nilai jual artis-artis tersebut.
Sebaliknya, saat ini juga banyak sekali musisi yang mulai mencoba-coba dalam dunia akting, bahkan sampai di layar lebar. Misalnya, Desta dan Vincent Club Eightees, Aryo Wahab, hingga mantan vokalis grup Ada Band, Baim, juga sempat mendapat peran utama dalam film SUNDEL BOLONG produksi RAPI film.
Yang terbaru, para artis yang sudah memiliki nama yang lumayan dikenal masyarakat, di tahun ini juga semakin banyak yang terjun ke dalam dunia politik. Mereka tak segan-segan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, meskipun kemampuan dan pemahaman tentang pemerintahan sendiri kurang mereka miliki. Sebut saja, Primus Yustisio, Wulan Guritno, Henidar Amroe, Saiful Jamil, dan lain-lain.
Dari sini dapat diambil kesimpulan, untuk melakukan sebuah hal yang bisa dianggap aji mumpung sangat mudah jika kita sudah memiliki sebuah nama dan bisa menarik perhatian masyarakat. Tinggal kita bisa atau tidak memanfaatkan tiap kesempatan yang diberikan. (kpl/dna)