
"Biasanya teman-teman nelponin ada Barbequean nggak?, soalnya aku suka masak, saya jadi tuan rumahnya, tahun baru juga jadi ajang pertemuan sama teman," tegas Artika yang pernah menjadi peserta Miss Universe 2005 di Thailand itu.
Sementara itu, Baim berharap tahun depan lagi dapat mempersiapkan acara pergantian tahun bersama sang istri. Sedangkan untuk tahun ini, untuk sementara direlakan saja. "Biasanya saya rajin bikin list, tapi sekarang ya udahlah target aja yang direncanain agar lebih baik lagi, target bukannya punya album atau pun apa, tapi mengubah kebiasaan," terang Baim.
"Kalau aku, evaluasi aja apa yang harus dibenahi, ternyata aku harus belajar banyak dari dia yang sangat perfeksionis sekali," ungkap Artika menyahut pembicaraan.
Sementara ditanya soal anak, pasangan yang menikah 23 Agustus lalu itu, mengaku telah banyak berusaha, dan berharap tahun 2008 sudah memiliki anak. Namun kenyataan hal itu sudah tak mungkin lagi, sehingga rencana itu dijadwal ulang dan menjadi target tahun 2009.
"Rencananya tahun 2008 tapi belum dikasih, mungkin di tahun 2009 lah", pungkas Baim. (kpl/ang/dar)

"Tahun baru ini ada kerjaan tadinya sih ada rencana liburan bareng teman-teman, karena sebelumnya sejak nikah sampai sekarang belum ada honey moon (bulan madu) atau pun liburan, dan kita sudah konfirm ke teman-teman,.. eh.. tiba tiba saya dapat tawaran, dia (Baim, red) juga dapat tawaran, kerjaan kita tidak di satu tempat tapi masih di satu kota, Jakarta," ungkap Artika yang didampingi suaminya itu.
Padahal Tahun Baru 2009 merupakan tahun baru pertama bagi mereka, setelah menikah pada 23 Agustus 2008 lalu. Namun pertimbangan lagi, baik Artika maupun Baim menerima job, yang biasanya dengan bayaran khusus itu. "Buat kita berpisah tapi untuk satu tujuan", seloroh Artika tanpa penjelasan.
Namun tidak hanya di tahun baru saja, menurut Artika saat ditemui di TMII, Jumat (19/12 ) itu, keseharian dirinya memang begitu padat, terpaksa harus mengorbankan hari yang banyak dirayakan oleh banyak orang itu.
"Dari tahun ke tahun ada aja kerjaan, biasanya dulu kita ketemu setelah jam 2 pagi", tambah Baim. "Siapa yang selesai duluan dia yang nyusul," tambah Artika menegaskan. (kpl/wwn/dar)

"Maksudnya alami artinya tetap melakukan dan berdoa seperti biasanya," ujar Artika yang didampingi Baim saat ditemui di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (16/12).
Segala upaya pun dilakukan pasangan sejoli ini, termasuk mempraktekkan berbagai gaya. "Kita hanya bisa berharap. Mungkin juga bisa dengan mengubah gaya. Naik ke tempat tidur dengan nungging supaya dapat anaknya gampang," ujar Baim yang berencana membuka restoran di tahun 2009 mendatang.
Pastinya sebagai sesama selebriti, Baim dan Artika punya jadwal yang seabrek. Lalu, adakah rencana bulan madu kedua yang spesial untuk mendapatkan momongan? "Aku kerja, dia juga kerja. Makanya kita terpisah. Mumpung belum punya anak, jadi masih sibuk kerja. Nanti kalau sudah punya anak baru mikir buat kerja," jawab mantan Puteri Indonesia ini. (kpl/mai/boo)

"Aku merasakan sangat berguna saat mempelajari public speaking dan sekolah kepribadian saat menjadi Puteri Indonesia dan saat berlaga di Miss Universe lalu," ujar Artika saat ditemui di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (16/12).
Hadir dalam acara launching buku TALK-INC karya Becky Tumewu, Edwin Parengkuan, dan Alexander Sriewijiono, kekasih Baim ini mengaku manfaat lain dari public speaking adalah memperlancar cara berbicara di depan pejabat-pejabat penting. Sedangkan tentang sekolah kepribadian, pastinya membawa perubahan menyeluruh soal bersikap.
"Sekolah kepribadian itu penting, karena ada guru-guru yang bisa membantu dan mengetahui soal kelemahan kita dalam berbicara," tukasnya.
Sementara itu, Baim yang berada di samping Artika pun menyeletuk, "Artika itu mempunyai kemampuan berbicara yang baik dan khusus."
"Dia mampu berbicara bahasa yang formal maupun bahasa tarzan," katanya sambil tertawa. "Untungnya saya pernah sekolah, jadi saya bisa menanggapi omongannya."
Secara pribadi, Baim juga punya keuntungan sendiri menghadapi gaya bicara istrinya yang kelewat cepat. "Ya jadi baguslah kalau kita telepon-teleponan jadi lebih hemat karena ngomongnya cepat. Dan pulsanya hemat," ujar pelantun Seperti Yang Kumau ini. (kpl/mai/boo)

"Ya saya cuma nonton doang aplikasinya belum," ungkap Baim saat ditanya soal dunia seni peran.
Bagi Baim penghargaan di bidang musik yang paling berarti buatnya. "Semua orang kalau dihargai pastinya mau tapi untuk sementara ini penghargaan musik lebih berharga bagi saya ketimbang dari film," ujar pelantun Terbaik Untukmu ini.
Menurut Artika, suaminya malah lebih banyak mendapat tawaran di dunia akting daripada dirinya. "Saya juga menghargai dia. Eeh tapi tawaran job malah banyak yang mengalir ke dia, untuk film-film dan sinetron remaja, wajah dia menipu soalnya (awet muda)," ujar Artika. (kpl/ant/erl)

"Dia membuat saya bangga. Ternyata peran dia nggak main-main," ujar Baim yang ditemui bersama Artika di Departemen Kominfo, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/11).
Pemilihan peran di film-film Artika memang selalu lain dengan yang lain, mulai OPERA JAWA dan juga LASTRI - yang mendapat protes dari ormas Islam di Surakarta. Bagi Artika sendiri ia memilih peran berdasarkan pesan moral yang dibawa film itu.
"Tapi itu (protes) adalah sambutan bagi kita untuk lebih giat lagi berkarya, kalau untuk spesialis film-film yang berat ya nggak lah. Saya percaya tiap sutradara punya cara masing-masing untuk bertutur, saya juga pernah bermain di film komersial tapi saya selalu memilih film, terus tahu pesen moral yang akan disampaikan, terus keseriusan orang di balik pembuatannya," ujar mantan Putri Indonesia ini. (kpl/ant/erl)

Artika mengakui kalau dirinya tipe yang pilih-pilih, apalagi untuk film. "Kalau aku apa saja selektif, pokoknya banyak pertimbangan. Apalagi untuk film, saya pingin konsisten, pingin membuat gairah dalam diri saya, makanya harus tahu siapa produser, sutradara atau orang-orang di balik film itu," ungkap Artika yang ditemui di Departemen Kominfo, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/11).
Walau pemilih, Artika tak membesar-besarkan masalah kemampuannya di dunia akting, urusan honor pun dia juga tidak rewel. "Kalau honor sih terserah manajemen, terus terang saya nggak bisa ekspektasi. Dengan karya yang bagus honor harus tinggi juga, itu semua kan juga harus tergantung dengan cost produksi. Saya kalau ikut casting juga nggak pernah nyinggung penghargaan yang pernah didapat, soalnya itu malah membawa beban. Takut ekspektasi orang jadi lebih tinggi kepada saya," ungkap istri Baim ini. (kpl/ant/erl)