KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Dan SHE membuktikan TAK SEKEDAR KEMBALI tak hanya sekedar tajuk. Tampil di hadapan pengunjung Plaza Atrium Senen, pada Senin (26/10) kemarin dalam acara KUPAS ABIS off air spesial yang dihelat I-Radio, band asal kota Kembang Bandung itu menunjukkan kapasitasnya sebagai kumpulan musisi dengan sound and harmony electric, (SHE) tampil memuaskan.
Dipandu Nina Tamam dan Bens Leo, SHE menyuguhkan repertoar dari lagu-lagu hits lawas seperti, Slow Down Baby dan Selingkuh Sekali Saja, plus lagu hits di album anyar seperti - Jomblowati, Jangan Salahkan Aku dan Bukan Untuk Sembarang Hati.
Tetap dengan formasi, Melly (lead vokal), Qoqo (electric guitar), Arnie (bass), Asri (violin) Roxanna Rufolda (acoustic guitar, backing vokal), Ester (keyboard), dan Adisty (drummer), SHE kali ini muncul dengan warna yang lebih atraktif dibanding dua album terdahulu dengan adanya nuansa disko. "Memang pinginnya, kami memang tak sekedar kembali," tandas Roxanna Rufolda.
"Untuk tema album ketiga ini, tetap sama, soal cinta, tetapi cinta yang lebih universal seperti hubungan ibu dan anak yang terinspirasi saat Melly melahirkan dan banyak juga tema yang patah hati namun sengaja kami tidak bikin termenyek–menyek, tetap masih ada happy-nya," imbuh Ester.
Selain Melly, personil SHE yang sudah menikah dan baru saja melahirkan adalah Adisty – drummer. (kpl/wwn/erl)

Teman-teman artis khususnya dari kalangan musisi juga tampak menunjukkan bela sungkawa mereka dengan mendatangi rumah duka di kawasan Cipete, Jaksel. Di antaranya tampak Aryo Wahab, Kaka Slank, Oppie Andaresta, Bens Leo, serta Ivanka Slank yang juga masih sepupu dari Andre.
"Ini kita telah kehilangan seorang musisi yang berbakat. Andre itu merupakan salah satu drummer yang paling banyak dipakai untuk recording di luar bandnya sendiri," ungkap Bens saat ditemui di rumah Andre, Senin (31/08) siang.
Dituturkan oleh Bens jika sosok Andre adalah orang yang asyik dalam kesehariannya. "Saya sempat kaget ketika mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarganya. Ternyata, ibundanya, Mbak Neneng, merupakan sahabat saya juga," tambah Bens.
Bens Leo sendiri mengaku pertama kali mendapat kabar meninggalnya Andre dari SMS yang diterimanya. Karena tidak percaya, dia lalu browsing berita di internet.
"Dan ternyata beritanya sudah ada dan saya baru yakin. Karena saya harus klarifikasi terlebih dahulu karena sepengetahuan saya almarhum ini keberadaannya di mana-mana," pungkasnya. (kpl/hen/npy)

"Yang saya dengar, kejadiannya di Dago Atas," terang Bens. "Di jalan itu memang gelap dan sempit. Dan di pinggir jalannya itu merupakan jurang yang setahu saya kedalamannya lebih dari 100 meter. Dan yang bawa mobilnya itu bukan si Chilling, tapi teman bulenya. Sepertinya dia tidak paham medan di Dago itu."
Saat ditanya apakah ada penyebab lain selain tidak mengenal medan seperti misalnya pengemudi sedang mabuk, Bens menampiknya.
"Setahu saya ini murni kecelakaan karena teman bulenya itu tidak paham medan di sana. Dan kabarnya mereka habis berbuka puasa di Cafe Calista di Dago Atas. Jadi, jalan menuju ke sana itu memang benar-benar gelap dan sempit, jadi harus hati-hati. Kalau kondisi mobilnya tidak ada masalah," tambah Bens.
Korban meninggal sendiri bertambah menjadi tiga orang. Dua orang meninggal di lokasi, yaitu Andre dan Jonathan. Sementara satu orang lagi yang masih belum diketahui identitasnya meninggal di rumah sakit setelah sempat koma.
Jenazah Andre yang bernama lengkap Andre Fahreza Bachtiar bin Hasan Bachtiar itu sendiri sudah tiba di Jakarta pukul 3 pagi tadi. Drummer kenamaan kelahiran 15 Januari 1975 itu meninggalkan satu istri dan satu putri berusia 4,5 tahun.
Rencananya, selepas Dhuhur siang nanti, Andre akan dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. (kpl/hen/npy)

Ditemui di Bengkel Teater Rendra, Jumat (7/8), Bens menyatakan rasa sedihnya kehilangan sahabat. "Kita berdua sangat akrab, sudah seperti keluarga, jadi ini kehilangan yang luar biasa buat saya. Mohon maaf saya tampil bergetar seperti ini karena saya merasa kehilangan saudara sendiri," terang Bens.
Bens juga mengenang saat-saat kebersamaan mereka. Kenangan yang tak terlupakan tentang Rendra adalah saat dia meminta formula tempe dari istrinya. "Dia selalu meminta formula tempe kepada istri saya (Pauline), kebetulan istri saya ahli gizi. Jadi formula tempe itu sangat baik untuk orang seusia mas Willy. Jadi kalau habis dia selalu minta formula tempe lagi ke istri saya. Itu yang nggak bisa saya lupa," kenang pencipta lagu ini.
"Dan ada satu hal lagi, jadi dulu saya ini wartawan teater yang selalu meliput mas Willy di setiap acaranya. Dan ada satu acara waktu itu yang membuat penonton bertahan nonton berpuluh puluh jam, dan dia merupakan satu-satunya seniman yang bisa membuat acara seperti itu," tambahnya.
W.S Rendra meninggal dunia, Kamis (6/8) malam, sekitar pukul 22.30 WIB, di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat. W.S Rendra sebelumnya sempat dirawat di RS Harapan Kita Jakarta, dan baru dua minggu mendapat perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat.
Pria bernama asli Willibrordus Surendra Broto Rendra atau populer dengan nama W.S. Rendra lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935. Ia terkenal dengan julukan 'Si Burung Merak'. (kpl/hen/erl)

"Di musik dia bisa, apalagi di teater. Puisi dan budaya pun dia bisa menguasai. Mas Willy itu seniman besar yang tidak membeda-bedakan orang. Dia bisa berteman dengan siapa saja tanpa harus memilih. Bahkan dia pun sering kumpul di Wapres (Warung Prestasi) Bulungan, di mana sering ngumpul seniman jalanan. Mas Willy berkumpul dengan mereka di sana," kata Bens.
Ditemui di Bengkel Teater Rendra, Jumat (7/8), tempat seniman besar tersebut disemayamkan dan rencananya akan dikebumikan selepas sholat Jumat, Bens sebenarnya merasa berat harus mendatangi tempat itu untuk berduka lagi. Namun, di balik semua itu ia mengaku ada cerita yang menarik.
"Sebenarnya ada cerita yang menarik. Mbah Surip itu pernah datang ke rumah sakit satu minggu sebelum meninggal, dan dia meminta izin untuk dimakamkan di bengkel ini. Dan teman-teman yang berada di situ melihat dan merasa dia (Mbah Surip) akan meninggal duluan dan ternyata seperti itu. Nah, sekarang Mas Willy menyusul," tutur Bens.
Sementara saat disinggung soal sakit yang diderita Rendra, Bens mengungkapkan jika penyakitnya memang sudah cukup lama. Sepengetahuan Bens, Rendra sudah sakit sejak berusia 70 tahun, hingga akhirnya wafat di usia 74 tahun.
"Ya bisa dibilang wafatnya Mas Willy terbilang tiba-tiba. Ya buat saya ini merupakan bentuk kharismanya dia semasa hidup karena banyak sekali orang yang berdatangan. Dan saya melihat, tahlilan sebesar ini hanya ada waktu Mbah Surip dan sekarang Mas Willy," pungkas Bens. (kpl/hen/boo)

Menurut Liana Surady dari Tri Mitratama Plus yang dijumpai kemarin, Selasa (09/06), di kantor distributor musik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kelima band masing-masing mempunyai kelebihan lantaran jenis musik yang dimainkan.
"Di festival musik yang digelar sekolah musik Farabi empat kali setahun itu para peserta tidak dibatasi musik yang mereka mainkan kecuali dangdut dan heavy metal. Sebab dengan genre yang beragam maka macam musik pun kian banyak sehingga daya kreatif mereka tereksplorasi," ujarnya.
Ditambahkan bahwa ajang serupa akan dijadikan Farabi Kelapa Gading sebagai agenda tetap sehingga diharapkan bibit-bibit potensial yang kurang tergarap menjadi lebih memiliki wadah sekaligus mengenalkan karya mereka pada masyarakat musik tanah air.
"Memang tadinya usai ditemukan pemenangnya sudah begitu saja. Tapi setelah dipikir kembali kalau potensi selesai sampai di sini. Pun dengan ketua juri Bens Leo yang sependapat. Dia menyayangkan jika prestasi mereka cuma sampai di festival," lanjutnya seraya diangguki para personil band itu.
Uniknya, meski Farabi sebagai sekolah musik namun tak semua peserta yang berasal dari sana.
"Dari lima band ini yang murid Farabi hanya satu dan dia sebagai drummer. Lainnya bebas," imbuh Liana. (kpl/dis/npy)

"Sekarang lebih banyak bertema cinta dan terkadang aliran musiknya saling meniru," katanya saat menghadiri peluncuran album perdana grup musik Hunian di Planet Hollywood, Jakarta, Rabu (27/5).
Bens mengatakan, pengalaman masa lalu musisi Gombloh (almarhum) hingga kini terus dikenang karena lagunya bertema patriotik dan sangat membangkitkan nasionalisme. Begitu juga seperti lagu Bendera dari grup musik Cokelat beberapa waktu lalu sangat hits dan akan terus dikenang karena selalu relevan.
Dengan demikian, kehadiran grup musik baru tersebut selain ikut meramaikan blantika musik Indonesia juga harus kreatif untuk mencari sesuatu yang lain dari yang lain. Sehingga kehadiran grup-grup musik itu, tidak timbul tenggelam dalam waktu sesaat namun bisa dikenang terus.
Menurut dia, kehadiran grup musik baru beraliran pop rock seperti Hunian merupakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, karena selain lagu-lagu pada album perdana bertema cinta, ada juga lagu yang bertema nasionalisme dan membangun patriotisme berjudul Jayalah Indonesiaku.
"Saya yakin grup musik ini akan memiliki karakter yang kuat, karena lain dari pada yang lain," katanya.
Satu kelompok musik pendatang baru di blantika musik Indonesia Hunian meluncurkan album perdananya dengan judul album UNTUKMU.
Grup band dengan lima personel yang dimotori oleh Banyu (vokalis dan gitar), bersama Angger (Bas), Ari (keyboard), Raky (drum) dan Bajink (lead gitar), ingin memberikan sajian lagu-lagu yang khas bertema cinta dan nasionalismenya.
"Kami ingin berbeda dengan grup musik lainnya dengan karakter tersendiri," tegas Banyu. (kpl/dar)