KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Usai beraksi, Bimbim mengatakan bahwa Slank belum berencana membuat lagu bertemakan anti korupsi atau yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang aparat. Walau begitu mereka prihatin dengan perseteruan antara Cicak melawan Polri.
"Belum tahu tapi ada rencana untuk buat lagu. Apalagi ini isu nasional dan rekaman itu benar-benar ada dan nggak direkayasa. Bangsa akan merasa tersinggung banget," katanya.
Diakui kasus dengan bukti rekaman dugaan keterlibatan oknum petinggi negara dengan pimpinan KPK yang belakangan ini menghiasi media massa membuat hati Bimbim agak kecewa. Namun begitu penggebuk drum itu tetap mendukung KPK guna memberantas korupsi.
"Bukan kecewa tapi tersinggung, mau marah, nangis. Tapi bagi saya KPK jangan takut kalau untuk kebenaran dan jangan ragu," lanjutnya.
Lantas inikah salah satu bentuk apresiasi Slank? Bimbim mengangguk. "Sebenarnya ini adalah salah satu bentuk orasi dari seniman meski kita lihat antusias cukup besar. Tapi jangan sampai hanya jadi tontonan saja. Kita seniman harus bersuara jangan jadi silent majority," tandasnya. (kpl/dis/boo)

Seperti diketahui istilah Cicak versus Buaya muncul karena dirasa ada pihak yang ingin menenggelamkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dengan cara menyeret sejumlah pimpinannya ke persoalan pelik yang berkaitan dengan korupsi itu sendiri. Cicak sendiri merupakan singkatan Cintai Indonesia Cintai KPK yang dibentuk oleh pihak yang peduli terhadap usaha KPK memberantas korupsi. Namun dalam perjalanannya malah terjegal oleh pihak yang tidak suka dengan aksi tersebut.
Akibatnya, dukungan berbagai elemen terhadap KPK termasuk dari musisi terus bermunculan. Salah satunya Slank yang ikut aksi di bundaran HI. Bahkan Kaka dengan lantang akan melawan buaya dengan komodo.
"Gue malah mau pelihara komodo buat ngelawan buaya," tegasnya seraya mengatakan akan menceburkan Slanker yang ketahuan klepto serta tidak menerima kembali menjadi penggemar Slank.
Sementara Bimbim menyatakan sampai sekarang pihaknya berpikir positif terhadap lembaga KPK kendati ada beberapa pimpinannya diduga terlibat korupsi dengan pihak lain. Bahkan dia merasa KPK masih tetap dibutuhkan bangsa ini.
"Kita positive thinking aja. KPK bagi kita adalah satu harapan bagi bangsa. Slank akan ada di depan, di tengah, dan di belakang. KPK itu kayak oasis. Jadi bangsa Indonesia itu di tengah padang pasir dan menemukan oasis," jelas penggebuk drum ini. (kpl/dis/npy)

Slank akan berpartisipasi dalam membantu korban bencana dengan mengirimkan bantuan ke wilayah bencana. "Udah ada Slanker dari Bukittinggi dan Sumbar yang ngasih kabar, dalam waktu dekat kita akan salurkan bantuan ke sana. Cuman seperti apa akan kita pikirkan," ungkap Bimbim.
Abdee berpendapat lebih, kalau kunjungan hanya akan merepotkan. "Insya allah, mungkin dengan perwakilan. Buat apa Slank ke sana kalau nantinya hanya buat ribut atau merepotkan orang yang masih dalam proses evakuasi korban," terangnya.
Bimbim juga berpendapat kalau dengan adanya gempa ini kita mesti belajar dari nenek moyang. "Sekali kita nggak belajar ama nenek moyang, pulau kita ini bisa dibilang daerah gempa. Kita udah ninggalin bangunan yang diwariskan nenek moyang dan diganti dengan bangunan bertingkat," ungkap drummer ini.
"Pariaman paling parah goncangan tapi paling sedikit korbannya, dibanding Padang yang korbannya banyak karena di Padang bangunannya udah terkena arus modernisasi. Mungkin pembelajaran yang utama adalah jangan sampai kita meninggalkan peninggalan budaya nenek moyang kita," tambahnya. (kpl/ant/erl)

Mengenakan batik bersama-sama menumbuhkan rasa bangga pada personel Slank. "Bangga banget. Terhapus kalau anggapan generasi muda gak bisa apa-apa, hanya bisa tawuran, apatis, ternyata mereka bisa persatukan beberapa sekolah, tanpa terjadi apa-apa, hikmat," ujar Kaka yang ditemui di Tugu Proklamasi, Jakpus, Jumat (2/10).
"Mungkin kalau mereka pakai baju masing masing sekolah akan bisa ribut, tapi dengan semua memakai batik, mereka kayaknya jadi satu," tambah Bimbim.
Slank sendiri diminta mendukung hadir di acara ini lantaran mereka dianggap ikon anak muda. "Karena kata mereka kita bisa dibilang jadi ikon anak muda, band yang ajari mereka untuk baik, ajari tentang pembaharuan juga. Kayak lagu Lu Harus Gerak, itu bisa kita jadikan satu acuan bagi mereka untuk terus bergerak," terang Bimbim.
Dan ditimpali Kaka, "Kita respek dengan pemikiran dan ide baru mereka, mereka harus didengarkan juga sebagai generasi muda." (kpl/ant/erl)

Peran serta Slank ini mendapat tanggapan dari Bambang Widjojanto, salah satu anggota Dewan Etik Indonesian Corruption Watch (ICW), Minggu (27/9) kemarin dalam sebuah wawancara di stasiun TV swasta.
Menurut Bambang dukungan Slank dengan lagu-lagu yang mereka nyanyikan sebagai bentuk lain aspirasi terhadap korupsi yang kian merajalela di negeri ini.
"Sikap dan perilaku Slank itu yang bergerak dalam sebuah sistem, di mana korupsi ada juga di dalamnya. Langkah mereka patut diacungi jempol," katanya.
Dilanjutkan bahwa langkah Slank yang mendukung upaya KPK memberantas korupsi merupakan kekuatan yang tak bisa dianggap enteng. Pasalnya band yang bermarkas di jalan Potlot, Pasar Minggu, itu memiliki massa yang tak sedikit.
"Kekuatan Slank hidup dari dari fans-fans dan masyarakat. Apalagi mereka berbasis dengan persoalan sosial. Bahkan mereka selalu menyuarakan aspirasi sehingga lebih dari sekedar orang yang diam saja melihat ulah koruptor. Mereka lebih progresif," jelas Bambang. (kpl/dis/boo)

Band yang bermarkas di Potlot, Pasar Minggu, tersebut malah menganggap penangkapan itu sebagai bagian dari konspirasi untuk menjegal upaya KPK memberantas korupsi.
"Kalau kami lihat ini konspirasi. Jorok, bisa dicium sebenarnya tapi sulit untuk dijangkau. Padahal kalau saja hasil korupsi dikumpulkan dapat mengurangi atau bahkan menghapus beban pendapatan yang ada," kata Bimbim, diiyakan personel lain ketika diwawancarai di salah satu satu TV swasta, Minggu (27/9).
Dilanjutkan musisi bertubuh kurus ini bahwa sebenarnya KPK merupakan lembaga harapan masyarakat terhadap aksi koruptor yang terus menggila di negeri ini. Namun upaya tersebut menemui kendala yang diduga melibatkan pengurus uang negara itu sehingga menimbulkan kondisi mengucilkan KPK.
"Harapan masyarakat dari KPK. Namun sayang harapan itu mulai dikecilkan. Apa arti sebuah harapan jika demikian? Apalagi jika sampai dihapus?" sambung penabuh drum ini.
Di tempat yang sama, Abdee mengungkapkan kendati harapan dikecilkan namun tetap asa harus dimiliki masyarakat. Sebab Slank bakal terus mendukung upaya-upaya KPK memberantas korupsi.
"Kami masih mempunyai harapan. Begitu juga dengan masyarakat walaupun ada upaya macan diompongkan tapi masyarakat juga tahu. Sedari awal kita membela lembaganya. Kita harap jangan harus harapan itu," urainya. (kpl/dis/boo)

Karenanya Slank sebagai grup band yang selama ini getol anti korupsi, akan selalu mendukung upaya KPK memberantas korupsi. Selain itu juga akan tetap kritis melalui lirik-lirik lagu ciptaannya.
Bimbim juga mengatakan, Slank akan merilis single mengenai anti korupsi di awal tahun 2010 berjudul Mayday.
"Istilah Mayday sering kita dengar digunakan saat pilot merasa kondisi pesawat kurang baik atau dalam keadaan darurat," katanya.
Karena itu, Slank akan meluncurkan single Mayday, sebagai bentuk kepedulian group band yang digawangi Bimbim, Kaka, Ridho, Abdi dan Ivan terhadap budaya korupsi di Indonesia yang terus memburuk dan sudah masuk level darurat.
"Single tersebut juga menjadi bentuk dukungan kami terhadap keberadaan KPK," pungkasnya. (kpl/dar)