KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kalau gue kepengin banget naik haji. Untuk merealisasikannya gue ngumpulin dana dulu untuk anak sekolah. Setelah itu baru pergi haji. Semoga tahun depan bisa terlaksana. Amin," kata Ipang saat ditemui di Hardrock Cafe, Jakarta, Senin (23/11) malam.
Selain bermimpi untuk bisa pergi ke Tanah Suci Mekkah, ayah dua anak bernama Leifo Dzaikra Lazuardi (6) dan Lavi Zahwa Lazuardi (3) ini juga berkeinginan untuk mengeluarkan album terbarunya.
"Kepenginnya ngeluarin album solo. Sekarang kan sudah punya 9 lagu. Rencananya memang sampai 11 lagu. Semoga tahun depan ke luar. Soalnya kan gue nggak sendiri karena dalam pembuatan album, gue ngajak temen-temen dekat seperti Pay, Ponky dan Ridho Slank," ujarnya.
Lalu, bagaimana dengan BIP sendiri. Apakah memang berencana bubar? "Kalau band gue masih ada kebetulan temen-temen juga sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jadi masih ada kok," ujar Ipank.
Namun saat ditanya apakah ada keinginan untuk bermain film? Ipang mengaku tidak mau ikut berperan di dunia akting. Persoalan akting dan menghafal skrip menjadi alasan utamanya.
"Nggak ah, gue nggak mau main film soalnya gue memang nggak bisa akting dan lemah dalam menghafal skenario," pungkas ujar Ipang. (kpl/adt/dar)

"Kami kepingin sekali menggelar konser tunggal," kata drummer Netral, Eno, dalam jumpa pers yang digelar usai band ini tampil di ajang konser musik akbar Indonesia Live di Lapangan D Senayan Jakarta, Sabtu (31/10) malam.
Keinginan itu, katanya, kalau bisa akan diwujudkan di Bali, saat usia Netral genap 17 tahun pada 11 November mendatang. Selain Eno, band yang terkenal antara lain lewat tembang hits Hari Yang Indah, Akhir Pertempuran, dan Garuda di Dadaku ini ditukangi oleh Bagus (vokal, bas) dan Coki (vokal, gitar).
Sampai sekarang, mereka telah menghasilkan 10 album, dan memproduksi sedikitnya 100 lagu, termasuk Lintang yang menjadi salah satu soundtrack film LASKAR PELANGI. Selain Netral, Indonesia Live yang bertema Love the Nation juga menampilkan sejumlah band kondang, di antaranya Gigi, BIP, Saint Loco, Rio Febrian, dan Ridho Irama bersama Sonet 2 Band.
Dalam waktu dekat, Bagus, Eno dan Coki akan kembali mengunjungi penggemarnya di ajang konser musik akbar Soundrenaline 2009, yang dijadwalkan di Bali.
Berbicara tentang aktivitas menciptakan lagu, Bagus mengatakan, "Kami biasanya nge-jam (di studio, Red). Soal lirik, kami bicara tentang kehidupan sehari-hari saja."
Pertama kali terbentuk pada November 1992, Netral beranggotakan Bagus Dhanar Dhana, Gabriel Bimo Sulaksono, dan Ricy Dayandani. Belakangan Gabriel dan Ricy keluar, posisi mereka digantikan oleh Eno Gitara Ryanto dan Christopher Bollenmeyer alias Coki.
Memainkan musik rock alternatif, band ini mulai dikenal di blantika musik tanah air setelah video klip dari album debutnya yang bertajuk WALAH ditayangkan MTV Indonesia. (ant/bun)

Penyelenggara acara, Fame yang diwakili Yudhis Tjoe, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/10), mengatakan, konser Indonesia Live akan lebih mengedepankan musik Indonesia di depan penontonnya sendiri.
Yudhis mengatakan Indonesia Live merupakan perwujudan apresiasi seni, baik industri maupun tradisi, sehingga bakal terjalin sebuah komunitas musik dan seni tanpa harus terpisahkan oleh sekat-sekat jenis musik. Oleh karena itu, akan menghadirkan tidak hanya musik pop, tetapi juga dangdut, dan atraksi tarian.
Di luar grup di atas, sederet anak band yang konsisten memainkan musik di genre pilihannya juga akan unjuk gigi, seperti halnya Saint Loco, Gangsta Rasta, The Upstairs, dan Tony Q.
Konser Indonesia Live diharapkan bisa mewadahi keinginan untuk mempersatukan musik, pecinta musik, juga seni tradisi dalam sebuah venue ajang penuh perdamaian. Indonesia Live dibuat dengan kesan kekeluargaan, menyenangkan, bersih dan aman. (kpl/dar)

Tak tanggung-tanggung, BIP, Netral, Gigi, dan Sonet 2 Band bakal unjuk gigi di sana. Tak sekadar menampilkan musik, atraksi tarian pun akan diusung ke pentas yang bernuansa Indonesia ini. Boleh dibilang, inilah pentas musik yang pekat dengan aroma tanah air, seperti namanya, Indonesia Live (IL). Sesuai dengan bangsa Indonesia yang memperingati Hari Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober.
Kehadiran para pendukung acara IL ini memang dimaknai sebagai sebuah pergulatan eksistensi bermusik. Di luar grup papan atas, sederet anak band yang konsisten memainkan musik di genre pilihannya juga akan unjuk gigi, seperti halnya Saint Loco, Gangsta Rasta, dan Tony Q.
Diakui Yudhis Tjoe, salah satu pihak penyelenggara, acara ini memang sudah lama diimpi-impikan. Sebuah keinginan yang realistis untuk lebih mengedepankan musik Indonesia di depan penontonnya sendiri. Selain itu, juga keinginan menjadikan musik berskala industri bisa berdampingan manis dengan kesenian tradisional. Dan, impian ini akhirnya bisa diwujudkan dalam sebuah bingkai manis bernama IL.
Dengan back-up panggung besar, berkekuatan suara 150.000 watt serta kekuatan cahaya lampu sebesar 900.00 watt, maka IL diharapkan bisa memuaskan dahaga pecinta musik akan tontonan yang bermutu dan berlangsung aman. Apalagi sejak pagi, siang hingga malam hari, para penonton bisa menyimak aksi pentas musisi bernas di bidangnya, seperti Visual Band, Pain Killer, EXO, Pace Rasta, The Upstair, Ridho Rhoma, Rio Febrian, Mahadewi, Gangsta Rasta, Superman Is Dead, Yovie and The Nuno, dan lain-lain. (kpl/wwn/npy)

Baca Juga:
Salah satu seniman yang ikut mengomentari adalah frontman BIP, Ipang yang nampaknya cenderung melihat secara realistis terhadap perkembangan industri film tanah air.
"Ya tergantung orang ngeliatnya seperti apa, kalau penontonnya penikmat dia sebagai film porno itu suatu hal yang luar biasa," ujarnya.
"Tapi kalau yang tidak tahu dia sebagai bintang film porno yang tahunya dia cuma artis asal Jepang aja, nggak ada yang spesial," imbuhnya kemudian.
Ditemui KapanLagi.com di bilangan Bintaro, Tangerang, Jumat (25/9) sore, vokalis bersuara serak itu lantas mengutarakan, jika tak perlu ada kontroversi, karena menurutnya penonton Indonesia sudah cukup pintar untuk menilai.
"Ya orang-orang Indonesia udah pada pinter kok, buat saya siapa saja yang main nggak masalah, yang penting tidak keluar dari jalur," terangnya.
"Ya mungkin itu hanya trik dari PH (Production House) aja untuk menjaring lebih banyak penonton," tambah songwriter laris tersebut menegaskan.
Yuk ngobrol tentang Miyabi gagal ke Indonesia di: Facebook KapanLagi.com dan Forum KapanLagi.com!
(kpl/hen/bar)

D Gank sendiri terdiri dari Irang Arkad (vokal) – eks BIP, Ully Dalimunthe (drum) – eks DeBrur, Doni (bass) – eks vokalis Seventeen, Mamoko (keyboard), dan Iwan Sukma (gitar) – additional Peterpan. Mereka sama sekali bukan orang baru lagi. Jadi, secara musikalitas dan performance D Gank tak bisa diragukan lagi.
"Proses kreatif kami berawal dari sebuah kegelisahan. Terasa klise memang. Tapi di sini kami menemukan apa yang tidak kami temukan di band–band lama kami. Dan bagi kami, semuanya sudah masa lalu," ujar Doni saat preskon di Prost Cafe, Jakarta, Rabu (17/6).
Kalau pun band–band yang sempat mereka singgahi kini tumbuh besar, bukan berarti menjadi beban bagi D Gank.
"Rasa takut seperti itu tidak pernah ada. Kami hanya mengutamakan pada sisi karya saja. Mungkin dapat dibilang kami telah melakukan 'kekhilafan' di band terdahulu. Dan sekarang hidup kami ada di sini," kilah Doni lagi
Terbukti, D Gank secara berani mengeluarkan debut dalam bentuk full album berisi 11 lagu sebagai wujud totalitas mereka bermusik. Dari sebelas lagu tersebut, D Gank memasang lagu Rival Cinta yang dinyanyikan secara apik oleh Irang dan Doni sebagai single hit pertama.
Disusul kemudian lagu Good Morning sebagai single hit kedua. Secara visual video klip dua lagu tersebut juga ciamik digarap Video Robber dari Gong Pictures. Dua jempol untuk D Gank. (kpl/wwn/npy)

Seperti diketahui, Pay dan Bongky lebih dikenal sebagai produser yang cukup produktif dalam menciptakan lagu dan melahirkan bakat baru. Sedangkan Indra lebih dikenal sebagai sound engineer untuk banyak album rekaman sementara Ipang dengan soundtrack film dan proyek bersama musisi lainnya. Walaupun BIP telah lama tak terdengar kiprahnya, namun secara personal, mereka masih turut meramaikan industri musik Indonesia belakangan ini.
Sebenarnya BIP bukannya vakum, mereka telah membuat beberapa lagu baru. Namun kesibukan para personelnya yang membuat kegiatan manggung sering gagal dan produksi album terbengkalai. Praktis sejak merilis UDARA SEGAR pada 2003 lalu, BIP sampai sekarang belum juga mengeluarkan album baru.
Namun akhirnya BIP kembali menunjukkan tajinya. Indra yang mengaku kangen dengan para Bipers (fans BIP -red) mengambil inisiatif untuk merekam dua lagu baru. Jadilah Rock n Roll Palsu dan Struggle (Takkan Pernah) yang khusus mereka buat untuk para penggemar setia mereka yang selalu memberikan dukungan tak henti.
"Semoga kedua lagu ini bisa mengobati kerinduan untuk kembali menikmati lagu baru dari BIP sebagai kado di awal tahun 2009. Who knows, siapa tahu apa yang akan terjadi di tahun ini. Tapi untuk sementara, terimalah Struggle dan Rock n Roll Palsu sebagai obat kangen dari BIP untuk para penggemar musik rock di manapun kalian berada," tulis BIP dalam press release mereka. (kpl/dis/npy)