

Seperti dilansir dari One India, pernyataan diungkapkan untuk menunjukkan kecintaannya olahraga kriket, terutama Knight Riders Kolkata. Shahrukh Khan sendiri adalah salah satu personil tim yang diidolakan habis-habisan oleh Poonam.
Menurut Poonam, aksi bugil itu tak lain hanya sebagai bentuk dukungannya terhadap tim favoritnya. Yakin takkan mengganggu siapapun, dia pun sama sekali tak merasa berbuat kesalahan.
Namun demikian, dia mengaku tidak akan asal berpose bugil untuk pertandingan kriket. Dia hanya akan melakukannya jika idola yang lebih akrab disapa SRK memang memintanya untuk melakukan itu.
Memang bukan pertama kalinya wanita yang satu ini bertindak seperti ini. Saat ajang Piala Dunia Kriket digelar beberapa waktu lalu, Poonam juga sempat menyita perhatian dengan aksi panasnya. (one/ris)

Seperti dilansir dari One India, pria yang akrab disapa SRK ini memberi konfirmasi bahwa film superhero tersebut akan segera dibuat sekuel. Pasalnya, film tersebut memiliki prospek yang baik di dunia film India.
"Ya, saya ingin membuat RA.ONE 2. Saya percaya bahwa perusahaan memiliki unit VFX yang terbaik di India. Akan sia-sia jika kita tak memanfaatkannya untuk mendorong parameter kerja kita di India," ungkapnya pada One India.
"Saya tahu bahwa banyak orang sepertinya tak suka RA.ONE. Tapi saya ini sangat gigih ketika ada hal yang ingin saya kerjakan. Memang sulit untuk membuat film. Mahal dan melibatkan banyak kerja keras. Tapi saya percaya kata-kata bijak 'Jer Basuki Mawa Bea'," lanjutnya.
Namun demikian, SRK tak mengungkapkan lebih lanjut soal filmnya tersebut. Tapi kabar terakhir yang beredar menyebutkan bahwa Kareena Kapoor takkan beraksi lagi di film tersebut. (one/ris)

Seperti dilansir dari One India, film ZINDAGI NA MILEGI DOBARA yang dibintangi oleh Hrithik Roshan meraih lebih banyak penghargaan dibanding film RA.ONE yang dibintangi oleh pria yang akrab dengan sapaan SRK tersebut. Padahal, promosi film RA.ONE bisa dibilang lebih bombastis dari ZINDAGI NA MILEGI DOBARA.
Ajang International India Film Academy Awards (IIFA) sendiri sebenarnya baru akan digelar pada 7-9 Juni mendatang di Singapura. Namun untuk memastikan bahwa pihak yang bersangkutan dapat hadir untuk menerima penghargaan, daftar pemenang sudah diumumkan lebih dulu.
Dalam ajang ini, ZINDAGI NA MILEGI DOBARA berhasil memboyong lima penghargaan, termasuk Best Cinematography, Best Editing dan Best Screenplay. Sedangkan RA. ONE harus puas dengan empat penghargaan termasuk kategori Special Effects (Visuals).
Selain kedua film tersebut film THE DIRTY PICTURE dan ROCKSTAR juga berhasil meraih sejumlah penghargaan. Masing-masing sukses dengan tiga dan satu penghargaan yang akan mereka terima Juni mendatang. (one/ris)

Seperti dilansir dari Digital Spy, kedua bintang ini mulai berkolaborasi dalam film terbaru berjudul HAPPY NEW YEAR. Padahal, setahun belakangan ini mereka sama sekali tak mau bekerja sama.
"SRK dan Abhishek memang sama kuat. Namun kini, mereka sudah mulai bekerja sama di dunia film. HAPPY NEW YEAR semacam jadi ajang reuni. Setelah reuni Farah dengan SRK, kini reuni SRK dengan Abhishek," ungkap salah satu sumber.
Sebelumnya, kedua bintang ini sempat berkolaborasi dalam film Karan Johar yang berjudul KABHI ALVIDA NAA KEHNA. Namun karena ada perbedaan pendapat, mereka tak lagi bekerja sama.
Perselisihan keduanya berawal saat istri, Abhishek, Aishwarya Rai membatalkan kontrak untuk membintangi film CHALTE CHALTE. Pembatalan itu akhirnya berlanjut pada perbedaan pendapat antara SRK dan Abhishek. (dgs/ris)

Walaupun sudah senior, namun pria yang akrab dipanggil SRK ini ternyata mengaku jatuh cinta pada akting Katrina Kaif. Menurutnya, bintang muda tersebut adalah aktris yang luar biasa.
"Aku membuat film setiap tahun, dan ketika aku bekerja dengan aktor muda, aku pun belajar banyak hal tentang bagaimana mereka melakoni berbagai adegan. Katrina adalah aktris yang luar biasa," ungkapnya pada The Times of India.
"Dia melakukan pendekatan yang berbeda untuk setiap adegan, dan sebagai lawan main, aku harus beradaptasi dengan cara yang berbeda. Take and give inilah yang membuatku mengakui bahwa semua ini fantastis," lanjutnya.
Saat ini, SRK dan Katrina memang melakukan syuting untuk film garapan Yash Chopra. Walaupun syuting sudah berjalan selama beberapa lama, namun film ini belum diberi judul hingga kini. (dgs/ris)

Namun fans tak perlu khawatir. Pasalnya, pengadilan yang harus dijalaninya ternyata hanya akting yang dilakoninya untuk salah satu iklan komersial di televisi. Dalam iklan tersebut, pria yang akrab dengan panggilan SRK ini memang didapuk untuk jadi penjahat.
Dilansir dari apunkachoice, dalam iklan tersebut SRK akan berkolaborasi dengan pasangan aktingnya, Juhi Chawla. Namun peran mereka berlawanan karena dalam iklan ini Juhi bertindak sebagai hakim.
Iklan yang disutradarai oleh Kabir Sadanand ini adalah salah satu sekuel dari rangkaian iklan Matrix Forex TV. SRK dan Juhi memang sengaja dipasangkan karena chemistry mereka yang cukup kuat.
SRK dan Juhi sendiri sempat bermain bersama dalam berbagai film seperti RAJU BAN GAYA GENTLEMAN, DARR, YES BOSS dan DUPLICATE. Selain itu mereka juga sempat menjadi partner bisnis di Dreamz Unlimited sebelum akhirnya SRK bergabung dengan Red Chillies Entertainment. (apk/ris)

Dilansir dari Bernama, pria yang akrab disapa SRK ini sempat dikabarkan mengalami perlakuan diskriminatif karena memiliki nama belakang muslim. Pihak India pun segera turun tangan menghadapi penahanan ini.
"Untuk menyampaikan keprihatinan mendalam yang diungkapkan seluruh bangsa India atas insiden ini, Kedutaan Besar India telah mengambil alih masalah dengan Departemen Luar Negeri ini dan mencari jalan keluar agar hal ini tidak terulang lagi di masa depan," ungkap Duta Besar India untuk Amerika, Nirupama Rao.
SRK sendiri dilaporkan sempat tertahan di bandara lantaran US Customs and Border Protection (USCBP) yang berdomisili di bandara New York tidak mengijinkannya masuk. Berita itu baru sampai ke telinga pihak Konsulat Jenderal India di New York sekitar 90 menit kemudian.
Setelah melakukan tindakan, masalah ini berhasil diselesaikan pihak Konsulat Jenderal hanya dalam waktu 75 menit. Pasca kejadian itu USCBP pun menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan menyangkal bahwa penahanan itu dipicu oleh isu SARA. (brm/ris)

