KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Terus terang saja kami sangat kelelahan. Saya kelelahan. Dan pada saat yang sama saya masih harus menyanyi jadi steroid saat itu sudah seperti permen saja buat saja," ungkap Jon saat muncul dalam acara Inside The Actors Studio bersama Richie Sambora, sang gitaris.
Menurut Jon, peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1987 saat ia baru saja melepas album SLIPPERY WHEN WET. Jadwal tur yang sangat padat membuat Jon tak punya pilihan lain selain mendongkrak staminanya dengan cara instan seperti itu.
Untungnya, rocker yang kini berusia 47 tahun ini sudah 'bersih' dari penyalahgunaan obat-obatan. Jon mengaku malu telah terjebak perbuatan tak bertanggung jawab seperti itu. "Saya tidak pernah merasa bangga dengan masa lalu saya itu," ujarnya seperti dikutip dari Splash News. (spl/roc)

Samuel menuduh lagu I Love This Town milik Bon Jovi adalah jiplakan dari lagu ciptaannya yang berjudul (Man I Really) Love This Team. Samuel kemudian menuntut ganti rugi sebesar US$400 miliar atas kerugian yang ia derita ini namun akhirnya pengadilan memutuskan gugatan ini kurang kuat. Keputusan ini didasarkan pada hasil analisa ahli musik yang diajukan Samuel sendiri yang menyatakan tidak ada kesamaan yang signifikan pada kedua lagu ini.
Tapi menurut Splash News, Samuel tidak menyerah dan memutuskan untuk naik banding dan mengajukan bukti-bukti baru. Konon, setelah menciptakan lagu ini pada bulan Oktober 2004, Samuel menyerahkan hasil rekaman kepada tim ofisial sekaligus pemain tim baseball Red Sox. Samuel bahkan juga mengaku mengirim hasil rekaman ini pada MLB (Major League Baseball) dengan harapan lagu ini bisa menjadi sarana promosi olahraga baseball.
Di sisi lain, Bon Jovi merilis lagu I Love This Town pada tahun 2007 dan kemudian menjadi lagu yang mengkampanyekan olahraga baseball di jaringan televisi. Samuel menuduh Jon Bon Jovi telah mendengarkan lagu karya Samuel sebelum ia menciptakan lagu I Love This Town baik secara di sengaja maupun tidak dan lagu karya Samuel ini telah menjadi inspirasi saat ia menulis lagu. (spl/roc)

Jon Bon Jovi memastikan bahwa grup yang dikawalnya sejak 1983 ini akan ikut ambil bagian dalam konser yang digelar di Brandenburg Gate pada tanggal 5 November ini. Sejauh ini belum ada informasi tambahan mengenai siapa saja yang akan mendukung konser ini. Yang jelas penonton kabarnya tidak akan dipungut biaya untuk menyaksikan konser ini.
Soal keterlibatan Bon Jovi dalam konser ini, Jon, sang pentolan mengaku bahwa peristiwa runtuhnya tembok Berlin membawa kenangan tersendiri buat dirinya. "Saya ada di sana ikut meruntuhkan tembok itu dua puluh tahun yang lalu," ungkap Jon seperti dilansir ContactMusic.
Setelah konser yang akan tayangkan langsung secara live dalam acara MTV European Music Awards ini, Bon Jovi juga dijadwalkan menghadiri acara peringatan runtuhnya tembok Berlin pada tanggal 9 November. Mereka akan membawakan lagu berjudul We Weren't Born to Follow yang konon terinspirasi oleh peristiwa bersejarah itu. (cnm/roc)

"Setelah menulis album yang bicara tentang masalah yang dihadapi dunia saat ini karena adanya resesi harga tiket ini jadi seolah-olah seperti lelucon," ungkap salah seorang fans lewat situs resmi grup yang digawangi Jon Bon Jovi dan Richie Sambora ini. Pernyataan ini mungkin tak berlebihan karena konon tiket ke konser promosi album THE CIRCLE ini mencapai US$2000 lebih.
Sebenarnya Bon Jovi masih menyediakan kemungkinan membayar lebih rendah bila fans tidak keberatan berada di kelas yang lebih rendah. Harga paling rendah yang di patok penyelenggara konser ini adalah US$73 sedangkan harga tiket di atasnya adalah sekitar US$325. Namun sepertinya yang jadi permasalahan di sini adalah harga tiket premium yang memang sedikit tidak masuk akal.
Sebagai perbandingan, menurut ContactMusic, tiket konser Michael Jackson dijual dengan harga US$81 sampai US$122. Tiket konser Britney Spears yang semula dijual dengan harga US$163 pun akhirnya dilepas dengan US$3 karena pihak penyelenggara konser tak mau merugi. Tapi anehnya, meski memancing banyak protes tapi tiket ke lima konser awal sudah terjual habis dan kini Bon Jovi sudah memperpanjang jadwal mereka hingga 9 hari lagi. (cnm/roc)

Sebenarnya alasan Jon tak ingin mendekati Hollywood adalah karena masalah gaya hidup yang menurutnya terlalu 'dangkal'.
"Satu hal yang saya tahu pasti. Saya bukan produk dari kehidupan ala Hollywood. Saya tidak suka cara hidup mereka yang tinggal di sana, cara mereka beraktivitas, bahkan cara mereka melakukan aktivitas mereka. Kehidupan di sana ibarat kolam yang dangkal," ungkap rocker yang sudah punya tiga belas album dan telah membintangi sepuluh film lebih ini.
Nyatanya, keputusan Jon untuk tetap tinggal di New Jersey memang tak banyak berpengaruh pada karirnya. Malahan tanggal 10 November nanti Bon Jovi, grup yang menaunginya akan segera melepas album lagi yang berjudul THE CIRCLE. Jon tetap pada pendiriannya bahwa gaya hidup Hollywood bukanlah untuknya.
"Saya tidak ingin menjadi bagian dari gaya hidup Hollywood. Itu bukan untuk saya," ungkapnya seperti dikutip dari ContactMusic. (cnm/roc)

"Bon Jovi mungkin adalah band terbaik yang tampil di atas panggung. Ini bisa berlangsung cukup lama," ungkap Rob Hallett dari AEG Live seperti dikutip dari ContactMusic. Bila tak ada perubahan rencana, tur promosi album THE CIRCLE ini akan dimulai musim semi mendatang dan residency show di O2 ini hanyalah bagian dari konser panjang itu.
Konon, band yang digawangi oleh Jon Bon Jovi, Richie Sambora, David Bryan dan Tico Torres ini adalah yang pertama mengumumkan rencana mereka untuk menggelar konser di O2 setelah mendiang Michael Jackson. Bon Jovi sendiri sempat bermain di arena ini tahun 2007 lalu saat venue ini baru saja dibuka.
Rencana konser panjang ini diumumkan Bon Jovi hari Kamis (22/10) kemarin pada saat mereka menghadiri grand opening The New Meadowlands Stadium di New Jersey. (cnm/roc)

"Saya membuat beberapa sampul album terburuk sepanjang masa," ujar Jon Bon Jovi mengomentari album-album yang sempat ia rilis dari tahun 1984. Beberapa album yang sempat disebut Jon adalah NEW JERSEY dan SLIPPERY WHEN WET meski untuk KEEP THE FAITH ia menyebutnya 'tak terlalu buruk'.
Soal album SLIPPERY WHEN WET, Jon malah sempat bersyukur karena konsep cover yang pertama tak jadi mereka pergunakan. Menurut Jon perusahaan rekaman sempat menyebut sampul album ini sebagai 'bunuh diri' karena sampul album ini berwarna pink. "Untung perusahaan rekaman menyebut sampul ini 'bunuh diri' dan mereka membakar setengah juta sampul album itu," papar Jon seperti dikutip dari ContactMusic. (cnm/roc)