KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Yang aku dengar dari label seperti itu. Aku juga dengar dari teman aku yang anak band kalau video klip mereka nggak bisa ditayangkan karena model video klipnya aku," ujar Okie.
Yang dimaksud oleh Okie adalah, bahwa single terbarunya, Satu Sampai Mati diboikot oleh salah satu acara musik di salah satu TV swasta nasional. Dengan kata lain, baik penampilan live maupun tayangan video klip Okie sama sekali tak bisa masuk ke TV swasta bersangkutan.
Selain itu, video klip Caffeine yang dibintangi oleh Okie pun kabarnya juga dilarang tayang di stasiun TV yang sama.
"Kalau aku pribadi sih nggak ngerasa ada masalah, dan aku juga nggak tahu alasannya apa. Pokoknya yang aku dengar kalau aku main di acara musik stasiun TV tersebut, Pasha nggak akan main di situ juga, dan yang aku tahu juga produser dari program tersebut adalah sahabatnya Pasha," terang janda yang memiliki tiga anak tersebut.
Selanjutnya, Okie yang dihubungi oleh KapanLagi.com via telepon, Kamis (22/10) lantas mengakui, jika dirinya kesulitan untuk masuk ke stasiun TV bersangkutan.
"Yang jelas aku memang jadi agak susah masuk ke TV itu. Ya itu kan berarti nyusahin aku untuk nyari uang, tapi aku yakin rezeki bukan dari tempat itu aja, ada tempat-tempat lain," tandasnya tenang. (kpl/hen/bar)

"Karena perjalanan Caffeine sendiri sudah cukup panjang. Bassist yang saat ini, sudah tiga kali berganti. Yang menikah dari personil Caffeine dan yang belum menikah pun tiga personil. Selain itu, nama ini pun digunakan untuk label yang baru mewadahi kami, Caffeine. Trilogy sendiri merupakan rangkaian perjalanan Caffeine, hingga saat ini," kata Rudi, saat ditemui wartawan di Gedung Graha Pena, Jakarta baru-baru ini.
Berjalannya waktu ternyata membuat band yang memiliki personil Rudi (vokal), Beni (gitar), Gagan (bas), Dani (gitar), Daniel (keyboard), dan Yudi (drum) ini membutuhkan waktu dua tahun untuk bisa kembali hadir di tengah-tengah pencinta musik Indonesia.
Selain mencari pengganti Yandi (basis) yang meninggal. Caffeine pun membutuhkan waktu untuk mencari karakter yang cocok untuk bergabung ke dalam band Caffeine.
"Caffeine butuh penyegaran dan mencari karakter yang sama dengan sang bas," ungkap Rudi sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan oleh Beni (gitaris). Menurutnya, pada album pertama dan yang kedua lirik lagu yang ditawarkan oleh Caffeine identik dengan lagu Melayu. Pada album ketiga, lanjutnya, Caffeine sudah memiliki karakter.
"Artinya, kami tidak mengekor terhadap band lain yang sedang hits. Namun, memiliki karakter tersendiri yang mudah-mudahan dapat diterima kembali oleh pecinta musik," imbuhnya.
Dia mengaku, dalam berkarya Caffeine selalu berbuat jujur. Artinya, ide kreatif para personilnya berkarya sesusai dengan hati nurani. Tidak menjiplak dan mengekor dengan grup band lainnya.
"Dalam satu album ini memiliki 10 lagu. Di antara 10 lagu tersebut, tetap terdapat lirik Melayu," ungkapnya. (kpl/mai/bun)

Seperti dikatakan oleh Rudi, sang vokalis, kehadiran Caffeine di blantika musik Indonesia tidak hanya sebatas ingin menunjukkan eksistensinya kembali.
Namun, semua itu disebabkan karena rasa kangen bermain musik dan berjumpa dengan fans merupakan salah satu penyebab kembalinya Caffeine di jagad musik tanah air.
"Kami juga sudah komitmen akan terus mempertahankan Caffeine dan terus berkarya dalam dunia musik," kata Rudi, saat ditemui wartawan di gedung Graha Pena, Jakarta baru-baru ini.
Kembalinya Caffeine di Industri musik tanah air, tentunya tidak semudah dan semulus perkiraan. Karena, band yang memiliki personil Rudi (vokal), Beni (gitar), Gagan (bas), Dani (gitar), Daniel (keyboard), dan Yudi (drum) ini, seperti bangkit dari tidurnya.
"Artinya kami kembali dari nol, setelahnya vakum selama dua tahun," ungkapnya, seraya mengatakan Caffeine harus kerja ekstra karena memperkenalkan lagu baru dan membangkitkan kenangan terhadap lagu sebelumnya.
Rudi mengaku optimis, album barunya dengan hit single Demi Cintaku akan diterima kembali oleh fans-nya. Karena, selain tetap memiliki lirik Melayu, dalam album ini Caffeine menampilkan sesuatu yang baru yang belum ada di album sebelumnya.
"Tentunya tidak ada di grup band yang sedang hit sekarang ini," katanya seraya berpromosi. (kpl/mai/bun)

Pastinya semua bertanya–tanya. Ada hubungan apa Okie dengan Yudhie. Pada saat diusut ternyata kehadiran Okie di situ seperti semacam reunian.
"Kebetulan mereka (Caffeine) temen–temen lama sejak SMP dan kebetulan lama nggak ketemu kecuali Yudhie karena dia pernah kerja sama bareng dengan Pasha. Jadi kayak reuni saja," tandas Okie.
Okie yang terlihat lebih segeran mengaku saat ini happy–happy saja. Kedatangannya hanya ingin memberi dukungan pada sahabat–sahabat lamanya. Apalagi sekarang pastinya dia lebih bebas.
"Aku seneng dengan lagu mereka yang berjudul Yang Terpendam," katanya. Seperti ungkapan hati Okie. "Ah tidak hanya senang saja," jawabnya. (kpl/ang/erl)