KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net

"Aku sudah baca buku KCB, bagus banget bukunya. Awalnya aku penasaran karena kata teman-teman bagus dan ternyata memang benar. Setelah baca yang pertama jadi ingin baca yang kedua," kata lulusan SMA Negeri 4 Gambir, Jakarta Pusat ini.
Dituturkan Putri, pertama kali ia memiliki buku KCB 2 adalah saat beli di Kwintang, kala itu ia masih duduk di bangku SMA. Sayangnya, untuk film seri pertama ia belum menontonnya. "KCB 1 kemarin aku nggak sempat nonton karena ada syuting. Tapi untuk KCB 2 kali ini aku nggak mau kelewatan dan wajib nonton," ujarnya.
Ditemui bersama beberapa temannya saat gala premiere KETIKA CINTA BERTASBIH 2 di XXI EX Plaza, Jakarta, Selasa (15/9), Putri mengungkapkan bahwa banyak sekali nasehat yang bisa diambil di film besutan Chaerul Umam tersebut. "Karena film ini kan memang berhubungan dengan dunia Islam," ujarnya.
"Yang pasti banyak teman-teman aku yang katanya nangis setelah nonton karena saking terharunya. Makanya aku mau mencoba menyaksikannya," imbuh pesinetron remaja ini. (kpl/adt/boo)

"Ada ragu juga awalnya. Apa tidak salah Kang Abik saat memilih saya? Tapi setelah kenal dan memahami, memang Kang Abik ternyata tidak salah," tutur Melly saat Meet and Greet KCB di Merdeka Walk, Medan, Sabtu (20/6).
Dengan segala kemampuan dan bakat, Melly pastikan bisa menyelesaikan 'tugas' itu. Apalagi Melly sendiri sudah pernah menyelesaikan lagu-lagu bernuansa sama di film sukses AYAT-AYAT CINTA. "Ya, semuanya saya kerjakan dengan bahasa religius," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan suami Melly, Anto Hoed, yang juga diajak 'nimbrung' di film yang mengambil lokasi syuting di Mesir ini. Menurutnya, KCB merupakan film karya asli Indonesia, bukan film Arab.
"Saya sadar akan film ini sehingga saya tidak memberikan nuansa yang berbeda. Semuanya dikerjakan dengan khas musik Indonesia," pungkas pria yang didaulat sebagai music director dalam film besutan Chaerul Umam tersebut. (kpl/rom/boo)

"Kita memang sudah niat datang kembali. Sebelumnya saat film kita belum tayang, kita juga sempat ke sini, nah begitu film kita mendapatkan respon yang bagus, tak ada salahnya kita berbagi," ungkap Cholidi Asadil Alam, bintang utama film tersebut saat ditemui di Panti Asuhan Assurur, Jalan HH, No. 63, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (16/6).
Dalam kesempatan itu, selain bercengkerama dengan para anak yatim, para bintang KCB ini juga membagikan bingkisan dari sinemart.
Menurut Cholidi, sebelumnya, dirinya merasa optimis bahwa film yang dimainkannya bisa diminati oleh masyarakat. katanya, semua ini adalah berkat bantuan dukungan dan doa anak-anak yatim.
"Secara tidak langsung mereka ikut membantu karena film ini memang bernafaskan Islam. Lagi pula, dari pemain dan skenario yang dipakai, film ini memang sangat menarik," tambah pria asal Pasuruan, Jawa Timur ini. (kpl/mai/dar)

"Kita lebih memilih hal yang mudah (dengan membeli VCD bajakan), meskipun ini perbuatan melanggar hukum," kata Eliza, salah seorang warga yang sedang mencari VCD Bajakan di kawasan Sultan Adam Banjarmasin, Senin (15/6).
Sejak pemutaran perdana film KCB di bioskop, remaja kelas dua SMU ini mengaku selalu kehabisan tiket karena baru setengah jam loket dibuka tiket KCB sudah terjual habis sehingga banyak pengunjung yang kecewa. Dan dengan kepingan VCD bajakan, seseorang tidak perlu berdesak-desakan untuk mengantre tiket di loket bioskop, katanya.
Menurutnya, jika menonton film di bioskop seseorang harus mengeluarkan dana sebesar Rp25 ribu per tiket, sangat jauh jika dibandingkan dengan membeli VCD bajakan yang hanya Rp5 ribu.
Pemutaran film KCB di bioskop di Banjarmasin hingga saat ini masih dipadati penonton. Di bioskop Duta Mal Banjarmasin, pada pukul 10.00 Wita, antrian sudah menggila, untuk pemutaran film pukul 12.15 Wita. Tapi hal ini bisa dibilang wajar, apalagi saat ini sedang musim liburan sekolah.
Mulai Kamis (11/6), film besutan Chaerul Umam yang mengambil lokasi syuting di Mesir tersebut, serentak diputar di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Banjarmasin yang hanya cuma ada di bioskop Studio 21, yang terdiri dari empat layar. (kpl/boo)

"Aku tidak akan berhenti nge-DJ, meski pun aku sudah main di film ini (KETIKA CINTA BERTASBIH), yang notabene film religi," kata Alice yang ditemui usai menghadiri acara jumpa fans KETIKA CINTA BERTASBIH, di Bandung, Minggu (14/6).
Ia mengatakan, karena rasa kecintaan terhadap dunia DJ, dirinya enggan meninggalkan profesinya sebagai salah seorang DJ perempuan di Indonesia. "Aku hobi banget nge-DJ. Dan aku cinta banget sama profesiku sebagai seorang DJ, walaupun profesi DJ identik dengan dunia malam atau hal-hal negatif lainnya," tukasnya.
Alice juga mengakui jika berprofesi sebagai DJ, bukan berarti dirinya akan mencari hal-hal negatif dari profesi tersebut. "Aku tahu kalau DJ itu identik dengan clubbing atau dugem. Masyarakat masih memandang negatif profesi DJ, tapi bagi aku DJ adalah sebuah profesi. I love DJ," ujar istri DJ Riri ini.
Dalam film KETIKA CINTA BERTASBIH, kaya sutradara Chaerul Umam, Alice memerankan tokoh Eliana, putri seorang Dubes RI di Mesir, yang jatuh cinta kepada Azzam (Cholidi Asadil Alam), tokoh utama dalam film tersebut.
Dalam film yang naskahnya diadaptasi dari novel best seller Habiburrahman El Shirazy ini, Eliana adalah sosok perempuan yang cerdas serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi. "Aku senang dan bangga banget bisa ikut serta dalam Film KCB ini, karena untuk mendalam peran Eliana, aku bela-belain mendatangkan guru ngaji ke rumah," pungkas perempuan kelahiran Norwegia, 21 Juni 1987 silam ini. (kpl/boo)

Tentu saja hal itu disambut gembira oleh penggemar bukunya yang tersebar di beberapa negara. Tidak hanya di Indonesia, film yang didapuk sebagai film 'Pembangun Jiwa' ini juga akan dapat dinikmati oleh penonton di 7 negara lainnya seperti Brunei, Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Mesir dan Australia.
Film yang diarahkan oleh sutradara kenamaan Chaerul Umam ini diperankan oleh 5 pemain utama hasil audisi di 9 kota besar Indonesia, mereka antara lain Cholidi Asadil Alam (sebagai Khairul Azzam) dari Pasuruan, Oki Setiana Dewi (sebagai Anna Althafunnisa) dari Batam, Alice Norin (sebagai Eliana Pramesti) dari Jakarta, Andi Arsyil Rahman (sebagai Furqon) dari Makassar dan Meyda Sefira (sebagai Ayatul Husna) dari Bandung. Tentu saja akting mereka tidak kalah bagus dengan artis-artis ternama yang juga hadir di film ini, yang antara lain Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Didi Petet, El Manik, Niniek L Karim, Meidiana Hutomo, Cut Yanti dan Aspar Paturusi.
Kelimanya adalah pemuda-pemuda terpilih yang paling mendekati karakter-karakter dalam novelnya, yang sekaligus juga diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi para pemuda masa kini. Tidak hanya itu, keaslian novelnya pun terjaga dengan syuting yang dilakukan di lokasi aslinya, Mesir, selama 22 hari. Suatu pencapaian yang luar biasa mengingat sulitnya mengantongi izin syuting di sana.
Kegembiraan karena akhirnya hampir seluruh proses telah terlewati menuju hari peluncurannya, ditandai dengan diselenggarakannya Malam Gala Premiere Mega Film KETIKA CINTA BERTASBIH, yang diadakan pada Selasa, 9 Juni 2009 ini. Hampir semua pihak yang terlibat dalam perjalanan panjang film ini hadir menyemarakkan acara.
Semaraknya acara pun bertambah dengan tampilnya Melly Goeslaw, Krisdayanti dan Ayu Shita. Mereka menyanyikan lagu-lagu dari album soundtrack KCB. Paduan suara, Infinito Singers, ikut membawakan lagu-lagu tersebut sebagai penutup acara dalam format yang megah!
Heru Hendriyarto, selaku co-produser mega film KETIKA CINTA BERTASBIH, menyatakan, "Alhamdulillah, banyak pihak sangat apresiatif terhadap perjuangan kami untuk film ini. Dalam dua hari ke depan, penantian panjang jutaan pecinta KCB pun akan segera terlunasi," katanya. (kpl/riz)