KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Pas cerai kemarin dia telepon saya, saya tanyakan apa yang bisa saya bantu. Saya juga sempat bilang ikut prihatin, maaf banget bisa terjadi lagi sama kamu. Saya merasa tidak menjalankan tugas yang baik sebagai mantan suami," ungkap Oddie yang memilih hidup sendiri pasca bercerai pada September 1992 itu.
Menurut Oddie, mantan istrinya itu adalah pribadi yang cukup tegar menjalani hidup. Kalau pun dia harus bercerai kembali, dirinya yakin akan ada hikmah terbaik yang dapat diambil.
"Tapi ternyata Tami itu wanita yang cukup tegar, dia wanita yang mandiri, dan saya selalu berpikir kegagalan dia menjadi suatu pelajaran kembali," ungkapnya.
Justru yang menjadi ganjalan dalam pikiran Oddie adalah Dio Alif Utama, putra hasil perkawinannya dengan Chintami. Karena untuk kali kedua dia harus melihat ibunya menghadapi perceraian.
"Karena ini yang kedua kalinya yang dialami. Saya selalu menanyakan ke dia, apakah kamu baik-baik saja? Karena yang saya tahu Alif juga sudah cukup dekat dengan Mas Bayu. Saya sih hanya memberikan support agar Alif dan Tami tidak terlalu drop," pungkasnya. (kpl/hen/dar)

Kini pun Oddie Agam tetap sendiri. Begitu pun dengan Chintami juga sendiri, setelah bercerai dari suami keduanya, Bayu Maruto. Adakah kemungkinan keduanya bersatu kembali?
"Banyak sih teman-teman yang mengatakan begitu, mereka selalu memberikan dukungan, tapi kan menurut saya dua cerita hati, jadi nggak bisa dipaksakan, ya doain saja," ungkap Oddie.
Oddie yang ditemui di konferensi pers Konser Clasic Chrisye A Night To Remember, di JustSteak Cafe, Mahakam Jakarta Selatan, Rabu (30/9), secara diplomatis mengaku menyimpan keinginan untuk kembali pada mantan istrinya itu. Namun keinginannya itu dipasrahkan pada Tuhan Yang Kuasa.
"Ya semua manusia yang sudah bercerai pasti ingin yang terbaik, dan itu hanya Tuhan yang punya rahasia, ya setiap temen yang ketemu dengan saya bilang 'CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali, red) saja', saya ya tertawa saja," ungkapnya.
Pasca perceraian pada September 1992, Oddie pun mengaku terus menyambung komunikasi dengan ibu dari Dio Alif Utama, putra hasil perkawinan mereka.
"Saya dengan Tami masih cukup dekat, kedekatan itu karena adanya jembatan, dan jembatannya adalah Alif. Walau pun kita sudah bercerai, kita tidak merasa jauh. Kita selalu telepon-teleponan, kalau saya menanyakan kondisi Alif, kalau dia tanya kondisi saya," tegasnya. (kpl/hen/dar)

"Lagu baru religi saya berjudul Alhamdulillah dan saya bukan pakar dengan lagu religi. Namun saya berkarya karena tersentuh saja dengan agama yang saya yakini," katanya kepada KapanLagi.com.
Diakuinya bahwa membuat lagu religi memiliki tanggung jawab besar bagi Sang Pencipta. Sehingga jangan disamakan antara penyanyi yang melantunkan lagu religi dengan perilaku keseharian. Semisal kasus Pasha Ungu.
"Kalau saya melihat dari sisi usia. Pasha masih muda, sedangkan dia pukul mantan istri, itu Pasha pribadi bukan sebagai penyanyi. Makanya walau lagu yang dilantunkan berisi ajakan tapi harus dibedakan. Jadi manusiawi jika Pasha melakukan tindakan tersebut pada mantan istri dan semoga di masa depan dia akan lebih baik sehingga tak berbuat begitu lagi," terang Oddie.
"Kita yang jalani hidup sehari-hari. Saya lihat Ungu merupakan usaha yang baik. Saya harap anak muda seperti itu," imbuhnya. (kpl/dis/boo)

Menurut Tami, demikian biasa dipanggil, hubungan antara dirinya dengan Alif bagaikan sahabat sehingga seperti tidak ada yang ditutup-tutupi terutama berkaitan dengan pergaulan Alif.
"Kita lebih banyak ngobrol, komunikasi dengan Alif jalan terus. Juga dengan Alif. Jika dia mengemukakan pendapat saya hargai. Jadi orang tua nggak sekedar memberikan nasehat tapi anak pula dapat memberikan masukan pada kita," katanya diangguki Alif.
Ditambahkan komunikasi yang mereka perbuat tidak hanya saat di rumah namun juga ketika berkegiatan di luar tempat tinggal. Bahkan bila mereka tak sempat bersua pun berhubungan melalui telepon kerap dilakukan.
"Komunikasi kita via handphone terus diadakan agar kita tahu di mana posisi masing-masing. Yang penting bagi saya kualitas dalam berhubungan dengan anak, bukan kuantitas," lanjutnya.
Sementara, Alif mengaku dirinya selalu mendapat pencerahan dari Tami di mana pun berada. Dan ia senang dengan semua itu. "Kalau Mama dianggap bawel nggak apa-apa sebab itu untuk kebaikan. Jadi nggak masalah," pungkasnya. (kpl/dis/erl)

"Bagi saya sudah jelas saja dari persoalan yang kemarin. Sekarang masalah yang nggak enak saya hadapi sendirian. Jadi nggak ada yang tergantung lagi," ujarnya tersenyum.
Ditambahkan walau sudah tidak menjadi suami istri tapi jalinan silaturahmi terus berjalan. Bahkan jika suatu saat bertemu Bayu pun perasaannya sudah berbeda.
"Nggak ada soal kalau silaturahmi. Kalau ketemu juga sudah biasa saja, nggak deg-degan lagi," kata Tami seraya menambahkan dirinya tak menyesal dengan apa yang terjadi pada rumah tangga mereka. (kpl/dis/erl)

"Nggak kepikiran ke sana. Tapi semua bisa dijalankan dengan baik-baik. Pokoknya dijalani saja. Hidup nggak selalu enak dan inilah hidup. Saya jalani berdua dengan Alif dan kebetulan teman-temannya Alif banyak main ke rumah dan teman-teman saya kumpul di rumah, jadi nggak terlalu dirasakan. Malah saya yang lebih tegas dan nggak boleh cuek," katanya di Jakarta.
Dilanjutkan pengalaman rumah tangga kedua yang berakhir kegagalan ini secara otomatis membawa pengaruh pada dirinya terutama apakah mungkin ia menemukan orang yang cocok untuk mengarungi mahligai rumah tangga selanjutnya.
"Karena pernikahan kedua-duanya gagal dan saya merasa sulit mendapat kebahagiaan menjalankan rumah tangga, saya nggak bilang, rumah tangga nggak bahagia tapi tetap rasakan di tahun pertama hingga kelima. Tapi tak terselamatkan belakangan," ujarnya lagi.
Tapi benar nih belum ada calon pengganti? Tami lagi-lagi tersenyum. "Cari pengganti? Saya belum kepikir ke sana, masih jauh. Trauma ada tapi ya itulah hidup. Saya anggap ini perjalanan hidup, Tuhan nggak kasih sempurna ke saya tapi saya alhamdulillah saya selalu enjoy dan fun sehingga hari-hari cepat berlalu. Nggak ada waktu untuk bengong," urainya seraya menambahkan keputusan cerai tidak disesalinya. (kpl/dis/erl)

"Pasti agak aneh buat saya. Yang tadinya ada suami sekarang nggak. Tapi positifnya Alif lebih perhatian pada saya, mungkin karena dia laki-laki yang punya tanggung jawab di rumah. Yang tadinya ada teman diskusi, nggak ada, pun dengan pekerjaan laki-laki biasanya ada yang kerjakan tapi harus dipikirkan sendiri," ujar Tami yang sekarang tinggal di rumah lain bersama Alif kepada Kapanlagi.com belum lama ini usai syuting di sebuah studio kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Ditambahkan kendati telah pisah tetapi ia berusaha tetap menjalin hubungan dengan mantan suaminya. Bahkan bila suatu waktu Tami menemukan jodoh tak tertutup kemungkinan menikah kembali.
"Saya nggak mau munafik tapi sekarang sumpah saya belum terpikirkan sama sekali. Saya juga bukan kehilangan namun saya menjadi lebih kuat dan mandiri dibanding sebelumnya," katanya lagi seraya menambahkan keseharian disibukkan dengan pekerjaan. (kpl/dis/erl)