KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Pas pertama kali datang sempat bertanya, ini Padang salah apa sih sampai seperti ini. Mungkin karena kita sudah lama jauh dari Quran dan kalau kita dekat dengan Quran di sana juga Allah sepertinya memilih juga. Tempat yang hancur itu seperti dipilih," kata Cici di sela acara halal bihalal artis PARFI dan penggalangan dana untuk korban gempa Sumatera Barat, di Gedung PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).
Lebih jauh lagi, Cici juga mengaku kagum dengan solidaritas para sukarelawan dan tim penolong yang terjun langsung ke lapangan. Jiwa sosial yang tergambar di sana melampaui batasan ras dan suku bangsa.
"Aku terpaku dan terkagum-kagum kalau mereka nggak melihat ras, nggak lihat yang sipit, yang hitam, mereka datang membantu kita dengan niatnya nolong dan welcome. Bahkan mereka tidak merepotkan kita, mereka bawa tenda sendiri, bawa toiletnya sendiri," papar Cici.
"Ternyata kita berpikir sekarang, buat apa ada perang kalau ada bencana semua jadi satu. Menurut Gubernur, sampai sekarang sudah ada 40 negara. Subhanallah," pungkasnya. (kpl/adt/bun)

"Teman-teman aku juga sudah bilang, 'Ya udah mulailah membuka hati, masa' tiap Lebaran sendiri mulu?' Memang betul terasa banget kesendirian di hari Lebaran, aku yang kebingungan," kata Cici.
"Tapi balik lagi ke pribadinya, ternyata aku sangat susah untuk senang sama orang. Udah dekat, pasti ada aja yang nggak cocok," sambungnya saat ditemui di kediaman Din Syamsudin, Kompleks Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Senin (21/9) kemarin.
Dikatakan Cici, usaha untuk mendapat pasangan bukan tidak dilakukannya. Ia pun sudah sering berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa. Namun, di Ramadhan kemarin doanya agak berubah. "Kalau dulu kan yang minta-minta terus, tapi kalau sekarang lebih kepada mohon petunjuk," ujarnya.
Semua dilakukan juga ada alasan. Cici sedikit khawatir melihat usia pernikahan rekan-rekan sejawatnya yang tidak berumur panjang. "Bisa dibilang begitu, mohon maaf sebelumnya, karena mungkin banyak perkawinan teman-teman yang nggak langgeng, baru seumur jagung usia perkawinannya sudah cerai," terangnya.
"Makanya aku selalu minta petunjuk. Tapi sekarang aku sudah mulai terbuka karena apa yang aku tidak suka belum tentu Allah tidak suka juga," imbuhnya. (kpl/hen/boo)

"Yang pasti tiap Lebaran aku merasa sedih banget. Satu tahun pertama aku ditinggal ibuku, tapi aku masih ditemani sama Erna Libby dan Bang Din (Din Syamsuddin). Di tahun berikutnya ditinggal sama Erna Libby, akhirnya aku berlebaran sama keluarga Mediana Hutomo. Dan tahun sekarang aku ditinggal sama Tante aku satu-satunya," katanya.
Ditemui saat bersilaturahmi di kediaman Din Syamsuddin di Kompleks Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Senin (21/9) kemarin, Cici mengaku selalu sibuk saat Idul Fitri tiba. "Bukan karena ditinggal pembantu mudik, tapi sibuk mencari mau ikut keluarga siapa nih tahun ini," katanya dengan nada sedih.
Namun untung saja, kesedihan Cici tahun ini terbayarkan. Ia diajak berlebaran bersama keluarga besar Din Syamsuddin. "Pak Din tahu persis kalau aku sebatang kara, walaupun keluarga ada, tapi jauh-jauh," ujarnya.
"Kebetulan juga aku pengurus pengajian di sini, jadi aku sering banget ke sini. Makanya kalau ada apa-apa aku selalu minta pertolongan sama Pak Din, jadi sudah seperti keluarga sendiri," pungkasnya. (kpl/hen/boo)

Berawal dari pengalaman tukang bakso, Cici jadi terinspirasi. "Awal saya terjun ke bisnis kuliner, itu saya melihat seorang tukang bakso yang ternyata dia itu memiliki rumah senilai 2 miliar di kampungnya. Apalagi sekarang ini banyaknya pengangguran. Aku sangat prihatin," ujar Cici.
"Jujur saja. Selama aku berada di dunia entertainment aku nggak pandai untuk nyimpan uang. Makanya, sudah saatnya aku untuk memulai menginvestasikan uang untuk masa depan. Kalau aku buka bisnis ini kan uangnya jadi muter. Dengan modal sedikit, tapi kan keuntungannya sedikit pula," ungkap Cici saat usai pembukaan warung makannya di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/6) siang.
Investasi yang ditanam oleh Cici sepertinya tidak main-main. Bintang komedi yang besar di dunia entertain ini demi untuk membudidayakan masakan Tegal. Cici merencanakan akan membuka cabang di lima kota dalam waktu dekat ini.
"Mudah-mudahan dengan dibukanya warung makan ini dapat berjalan dengan lancar dan insya allah sebelum bulan puasa nanti aku akan buka lagi di lima kota lain. Ya, hitung-hitung untuk investasi karena sudah tak laku lagi di dunia lawak," pungkasnya. (kpl/buj/erl)

"Selain sumbangan secara moral, kita juga memberikan bantuan secara materi. Dan itu semua kita kumpulkan berdasarkan hasil patungan dengan teman-teman lainnya. Jadi semuanya dikumpulkan dan kita serahkan untuk anak-anak itu," kata Cici di lokasi pemberian bantuan di SDN Situ Gintung 02, Rempoa, Tanggerang Selatan, Banten, Sabtu (2/5).
Namun begitu, Cici juga mengakui jika bantuan makanan sudah tidak dibutuhkan lagi bagi para korban. Dirinya pun menceritakan pernah memberikan bantuan bersama pengajiannya dan menyaksikan begitu banyaknya makanan yang menumpuk di pengungsian.
"Makanya, kita memberikan sesuatu yang berbeda. Ini tidak kalah pentingnya lho. Bantuan secara moril itu sangat diperlukan oleh anak-anak," kata Cici.
Cici pun merasa bangga dengan teman-teman sesama pelawak yang sangat antusias dalam memberikan bantuan kepada para korban. Menurutnya, semua ini bisa menjaga kekompakan dan ikatan tali silaturahmi. "Yang tadinya nggak pernah ketemu jadi ketemu di sini juga kan," pungkasnya. (kpl/mai/npy)

Cici yang terlihat membawa traveling bag, mengaku lelah saat disamperi reporter. "Iya neh aku baru saja pulang dari Palu dan langsung ke sini, capek deh," kilah Cici singkat saat dihadang wartawan.
Waktu ditanya siapa pria yang menjemputnya, komedian ini terkesan menghindar. "Ini anak orang jangan digosipin. Ntar yah nanti dikabarin, daa..daa..." ungkap Cici sambil berlalu masuk ke dalam mobil. (kpl/wwn/erl)

Cici yang ditemui di acara Pengajian Orbit, di rumah Ketua Umum Muhamadiyah, Din Syamsudin, di Komplek Pejaten Elok Blok F2, Jakarta Selatan, Jumat (9/1) dini hari itu membenarkan adanya 'pertemuan' antara keluarga Zacky dan keluarga Almira Usmanova. Namun tidak secara tegas mengatakan pertemuan itu sekaligus sebagai pernikahan.
"Emang benar tanggal 7 Desember itu ada pertemuan di masjid Al-Hakim, ya mungkin di sana hanya pemanasan dan silaturahmi saja," tegas komedian yang kerap tampil dengan lawakan bahasa Tegal itu.
Namun ketika ditanya soal pernikahan Zacky yang ditutup-tutupi, Cici dengan spontan seolah tahu permasalahan yang terjadi sebenarnya. "Ya mungkin dia memang menutupi karena dia tidak mau bermasalah, jadi masih ada berkas yang harus dilengkapi," katanya.
Didesak soal berkas apa yang dimaksud, Cici meminta para wartawan untuk menanyakan secara langsung kepada yang bersangkutan. "Kalau ingin tahu tanya langsung pada orangnya, saya nggak enak kalau saya yang ngomong," terangnya.
Dalam keterangan Cici, pertemuan itu dihadiri dua keluarga besar Zacky dan Almira. Khusus dari keluarga mempelai perempuan, hadir sekitar 15 belas orang.
Senada dengan Cici, diungkapkan Azzah Nafitri, seorang pemilik rumah makan di dekat masjid Al-Hakim, yang dipercaya mengurus konsumsi acara tersebut. Azzah membenarkan adanya pertemuan tanggal 7 Desember itu,
"Memang betul tanggal 7 Desember ada pertemuan, tapi saya tidak tahu itu pernikahan atau bukan, tapi memang tengku Zacky-nya ada di pertemuan itu," terang Azzah yang nampak berhati-hati dalam memberikan keterangan.
Teuku Zacky dan Almira Usmanova dikabarkan telah menikah secara agama (siri) di Masjid Al-Hakim Jl. Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Namun peristiwa yang terjadi pada 7 Desember 2008 itu, seperti dirahasiakan dan dikatakan sebagai pertemuan keluarga saja. (kpl/hen/dar)