KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus, PT Mekar Sari, DR. Moh Reza Tirtawinata, mengatakan, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, para finalis juga dibekali ilmu tentang pertanian khususnya Holtikultura.
"Di sini mereka juga diuji pengetahuannya untuk mengenali berbagai jenis tanam-tanaman, buah-buahn, sayur dan bunga baik komersil maupun langka," kata Reza, di Jakarta, Senin.
Dijelaskan, finalis dari 33 provinsi di Indonesia selama di karantina di Taman Wisata Mekar Sari juga diajarkan tentang teknologi tingkat tinggi pertanian. "Yaitu memperbanyak tanaman dengan system kultur jaringan," katanya.
Finalis yang nota bene bukan berasal dari pendidikan pertanian merasa sangat takjub melihat bahwa satu pucuk tanaman dapat diubah menjadi ratusan bahkan ribun bibit tanaman baru dalam jangka enam bulan hingga satu tahun.
"Bahkan mereka banyak yang kagum, karena ternyata tanaman-tanaman berkayu keras sekelas Jati pun bisa diperbanyak melalui cara ini," ujar dia.
Salah satu finalis asal Kalimantan Timur, Grace Joselini Corlesa Setiawan, mengaku, cukup bangga diberi bekal pengetahuan tentang pertanian. "Ilmu pertanian ini termasuk pengetahuan baru bagi kami, dan kami akan memanfaatkan ilmu baru ini untuk bekal hidup dimasa datang," kata finalis yang juga dokter tersebut.
Dalam kesempatan itu, 33 orang finalis juga diberi kesempatan menanam pohon Manggis di sekitar Laboratrorium Bosari. "Alasannya kenapa jenis pohon manggis yang ditanam. Buah ini dikenal sebagai 'ratunya' buah-buahan tropis (Queen of Troical Fruits), asli Indonesia," ujar Reza.
Buah tersebut memiliki rasa yang manis, segar dan sangat digemari berbagai bangsa dan berdasarkan hasil penelitian. Kulit buah manggis dapat digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik yang mampu mencerahkan warna kulit.
Puncak pemilihan Miss Indonesia 2009 ini akan berlangsung pada 5 Juni 2009 nanti yang akan diselenggarakan di JCC Plenary Hall, Jakarta. Di mana acara itu juga akan dihadiri Miss World 2008, Ksenia Sukhinova. Wanita cantik asal Rusia ini akan menemani Sandra Angelia, Miss Indonesia 2008 yang akan memahkotai Miss Indonesia 2009 terpilih.
Selaku juri dalam pemilihan Miss Indonesia 2009 kali ini adalah Liliana Tanoesodibjo (Ketua Dewan Juri), Martha Tilaar, Darwis Triadi, Harry Darsono, Kamidia Radisti, dan Rudi Hadisuwarno.
Selain gelar sebagai Miss Indonesia, juga akan diperebutkan pemilihan Miss Favorit, Miss Persahabatan, Miss Kulit Tercantik, Miss Rambut Terindah, Miss Tubuh Sehat dan Miss Sporty. (kpl/dar)

Saat ini telah terpilih 33 orang wanita cantik yang akan mewakili 33 provinsi di Indonesia. Wanita-wanita cantik dari berbagai daerah ini telah berkumpul dan mengikuti kegiatan karantina dari tanggal 24 Mei hingga 7 Juni 2009 nanti.
Selama dikarantina, mereka akan mendapatkan berbagai materi pembekalan dari beberapa pembicara ahli. Materi-materi pembekalan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan bagi finalis yang dapat diaplikasikan untuk penampilan mereka di malam puncak pada 5 Juni 2009 nanti, yang akan diselenggarakan di JCC Plenary Hall.
Beberapa materi yang diberikan antara lain :
1. Inner beauty (pemateri Katahati)
2. Motivasi (pemateri Talk Inc.)
3. Tata rias wajah dan rambut (pemateri Sari Ayu).
4. Diet sehat
5. Pariwisata dan budaya
Selain mendapatkan berbagai pembekalan, para finalis juga akan bertemu dan berdiskusi dengan Gubenur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta. Para finalis juga akan berkunjung ke beberapa media cetak dan radio serta Kampung Jamu Organik.
Istimewanya, pemilihan Miss Indonesia 2009 ini untuk pertama kalinya akan dihadiri Miss World 2008, Ksenia Sukhinova. Wanita cantik asal Rusia ini akan menemani Sandra Angelia, Miss Indonesia 2008 yang akan memahkotai Miss Indonesia 2009 terpilih.
Yang akan menjadi juri pada pemilihan Miss Indonesia 2009 kali ini antara lain : Liliana Tanoesodibjo (Ketua Dewan Juri), Martha Tilaar, Darwis Triadi, Harry Darsono, Kamidia Radisti, dan Rudi Hadisuwarno.
Beberapa designer besar Indonesia seperti Billy Tjong, Jeanny Ang, Hengki Kawilarang, Windy Chandra, Rudy Liem, Etty Bachetta, Marga Alam, Andre Frankie, dan Elizabeth Wahyu ikut memberikan kontribusinya untuk mempercantik penampilan para finalis di malam puncak nanti.
Bellagio juga akan menghadirkan koleksi terbaiknya untuk menambah keanggunan penampilan para finalis di malam puncak nanti.
Selain gelar prestisius yang diperebutkan sebagai Miss Indonesia, masih ada juga pemilihan Miss Favorit, Miss Persahabatan, Miss Kulit Tercantik, Miss Rambut Terindah, Miss Tubuh Sehat dan Miss Sporty.
Malam Puncak Pemilihan Miss Indonesia 2009 adakan dihelat pada hari Jumat (5/6), jam 21.00 WIB, disiarkan langsung dari JCC Plenary Hall, Jakarta. (kpl/yulia/bun)

"Tahun ini banyak nama-nama baru yang masuk nominasi. Ini membuktikan IMA telah melahirkan aktor dan aktris film baru," ungkap Indra Yudistira Ramadhan pada jumpa pers penyelenggaraan IMA 2009 di Jakarta, Kamis (23/4).
Film yang diikutkan pada IMA kali ini merupakan film yang dirilis pada periode 31 Januari 2008 - 28 Februari 2009 dan terkumpul 75 karya film dari 40 rumah produksi film. IMA 2009 sendiri, menurut Indra, hanya menilai dari sisi peran atau akting dari artis film.
"Dari 75 film hanya 42 film yang diikutsertakan dalam IMA 2009," tegas Indra.
Dibanding tahun sebelumnya, film yang diikutsertakan dalam IMA 2009 kali ini lebih banyak berjenis genre drama dan hanya 16 film yang berhasil masuk nominasi setelah diseleksi oleh tim juri pada 18 april lalu.
Tim juri IMA 2009 diketuai oleh Arswendo Atmowiloto, wakil ketua Ratna Riantiarno, dan anggota tim yaitu Didi Petet, Jajang C Noer, Darwis Triadi, El Manik dan Niniek L Karim.
Ketua Dewan Juri IMA 2009, Arswendo Atmowiloto mengatakan sebuah apresiasi sangat pantas diberikan kepada mereka yang terus menjaga kualitasnya dalam berakting di sebuah film. Kualitas akan lebih menjadi perhitungan untuk berkarir.
"Kualitas akting yang prima menjadi sebuah totalitas yang harus dihargai dan di IMA 2009, kualitas yang bicara," katanya.
Sedangkan juri IMA lainnya yang juga tokoh teater senior, Ratna Riantiarno mengatakan ketertarikannya pada artis muda dalam film nominasi IMA 2009. Karena menurutnya, lebih memiliki keberanian dan siap belajar. "Artis muda harus tetap belajar dan harus berani," tegasnya.
Sementara itu, Niniek L Karim mengatakan konsistensi Movie Awards terhadap mutu dan kualitas film di Indonesia semakin terbukti. Persaingan antar artis akan turut membuktikan kualitas film di tanah air.
"Persaingan yang semakin ketat di antara para aktor atau aktris menjadi sebuah jawaban atas mutu dunia akting di Indonesia," katanya.
Didi Petet melihat artis pendatang baru sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan perfilman Indonesia. Ungkapan Didi, senada dengan Jajang C Noer yang mengaku yakin masih ada anak muda yang bekerja keras.
"Kita mengenal nama-nama besar yang meninggalkan nama besar dalam seni peran Indonesia. Di generasi sekarang pun ada yang juga bekerja keras, ternyata memang regenerasi itu pasti terjadi," kata Jajang C Noer. (kpl/dar)

Ada enam kategori pada penghargaan terbaik yaitu pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pembantu pria terbaik, pemeran pembantu wanita terbaik, aktor pendatang baru terbaik dan aktris pendatang baru terbaik.
Sedangkan kategori pada penghargaan terfavorit yaitu pemeran utama pria terfavorit, pemeran utama wanita terfavorit, pemeran pembantu pria terfavorit, pemeran pembantu wanita terfavorit, soundtrack terfavorit dan film terfavorit.
Puncak acara IMA 2009 sendiri akan berlangsung pada 16 Mei 2009 di Stadion Tennis Indoor Senayan dan disiarkan secara langsung oleh RCTI.
IMA 2009 merupakan pelaksanaan untuk kali ketiga, dengan diikuti film yang dirilis antara 31 Januari 2008 - 28 Februari 2009. Ada 75 karya film dari 40 rumah produksi film yang turut meramaikan acara ini. Dan hanya 16 film yang berhasil masuk nominasi setelah diseleksi oleh tim juri pada 18 april lalu.
Sebagai tim juri IMA 2009 diketuai oleh Arswendo Atmowiloto, wakil ketua Ratna Riantiarno, dan anggota tim yaitu Didi Petet, Jajang C Noer, Darwis Triadi, El Manik dan Niniek L Karim. (kpl/dar)

Sigi mengaku memiliki hobi fotografi sejak masih usia anak-anak, dan kemampuan itu terus diasah hingga menjadi hobi yang diseriusi. Bahkan untuk mendukung kemampuannya, Sigi mengaku pernah mengikuti kursus fotografi.
"Aku sejak kecil memang hobi fotografi, otodidak, tapi pernah belajar sedikit teori di Darwis Triadi. Sebisa mungkin pas aku traveling aku potret-potret," terangnya saat ditemui di rilis film KALAU CINTA JANGAN CENGENG, di Jakarta, Selasa (3/2).
Sigi yang tamatan Teknik Arsitektur Universitas Tarumanagara, Jakarta itu mengaku suka mengambil obyek-obyek arsitektur, kebudayaan dan banyak hal yang berbau seni dan budaya. Melalui kemampuan memotretnya, Sigi sekaligus membantu kampanye kekayaan budaya bangsa.
"Aku mungkin lebih membantunya dalam bentuk kampanye. Kayak sebentar lagi kan tanggal 6 itu mau berangkat ke Singkawang acaranya Cap Go Meh di sana nanti aku motret-motret festivalnya, arsitekturnya, dan budayanya," tegas Sigi yang menilai budaya Singkawang belum dikenal secara luas itu. (kpl/ang/dar)