KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Setelah menyanyikan beberapa lagunya yang riang seperti Dia Adalah Pusaka Berjuta Umat Manusia Yang Ada di Seluruh Dunia dan Uang, Naif kemudian berkisah tentang dua orang kekasih yang harus berpisah.
"Ini lagu tentang dua kekasih. 'Pernah ku mencintaimu, tapi tak begini,'" tutur David sambil menyanyikan sebait lagu terbaru Anang.
"Kenapa lagu-lagu sedih selalu disukai di sini? Apakah karena Indonesia adalah bangsa yang cengeng?" lanjut David menanyakan kalimat retorika.
"Karena lagu sedih selalu menjual dan banyak diputar di televisi!!" jawab David sendiri sambil langsung menyanyikan lagu Televisi diiringi oleh gebukan drum mantap dari Pepeng, betotan bass Emil, dan petikan gitar Jarwo. (kpl/npy)

Setelah menyanyikan lagu Juwita Malam yang diaransemen ulang untuk soundtrack film RUMA MAIDA, David, sang vokalis, menyatakan rasa terima kasihnya karena para penonton yang benar-benar menghargai lagu-lagu Naif. Mereka pun lalu meminta para penikmat musik untuk melestarikan lagu-lagu Indonesia.
"Mari melestarikan lagu Indonesia yang indah-indah. Jangan lagi menyanyikan lagu Malaysia," kata David lantang yang disambut dengan teriakan setuju dari para penonton.
Tak berhenti sampai di situ, David pun lalu menyanyikan sepenggal lagu Isabella, lagu Malaysia yang kembali dinyanyikan oleh sebuah band tanah air.
Namun akhirnya Naif kembali melantunkan hits-hits populernya dan membuat penonton yang hanya memadati 3/4 venue yang disediakan panitia mulai meloncat-loncat dan bergoyang mengikuti irama. (kpl/npy)

Kelima desain itu adalah 'My Life is a DJ' karya Dj Riri, 'White Magic' (Demian), 'Sakura' (J-Rocks), 'Wayang' (Anton Ismail), dan 'Psychedelic', karya David Naif, kata Associate Pesta Kreativitas Ala A Mild, Sharon Issabella, di Jakarta, Jumat (26/6).
Dia mengatakan, pemilihan desain favorit itu berlangsung di Hotel Kemang, Jakarta, pada Kamis (25/6) malam, yang merupakan hari puncak dari keseluruhan acara yang telah berjalan sekitar empat bulan (Maret-Juni 2009).
Program A Mild yang berjudul 'A Mild A By Me' diselenggarakan di Andara Galery Kemang. Tempatnya disulap layaknya sebuah studio kreatif dari seorang pekerja seni.
Suasana kreatif sangat terasa dalam pesta kreativitas ala A Mild ini. Setiap hasil rancangan design pack dari sembilan ikon yang terlibat ditaruh sebagai karya seni instalasi di sekeliling galeri.
Selain itu, pengunjung dapat mencoba untuk mendesain pack A Mild dengan berbagai gimmick yang disediakan oleh A Mild di dalam galeri. Rasanya setiap sudut ruangan dari Andara Galery penuh dengan detail-detail kreatif yang dirancang oleh A Mild.
Sementara, Manajer Publikasi A Mild, Yudi, mengatakan sebelumnya sudah terpilih sebanyak sembilan pemenang terbaik, namun setelah diseleksi tinggal lima terfavorit. (kpl/bun)

"Ini beda sekali dengan Naif, makanya saya tidak memasukkannya dalam album-album Naif," ucapnya saat menjadi bintang tamu dalam ultah I-Radio ke-8 di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (28/03).
Namun saat ditanya apakah ada masalah dengan Naif, dengan tegas vokalis yang selalu tampil unik ini menolak.
"Nggak ada masalah dengan band, Naif tetep nomor satu buat saya. Ini cuma proyek pribadi karena sebenarnya Jarwo, gitaris Naif, juga sudah pernah ngeluarin album solonya," ungkap David.
"Dan untuk album Naif sendiri rencananya akan keluar November mendatang karena saat ini Pepeng (drummer -red) lagi cedera tangannya karena kecelakaan," sambungnya. (kpl/ant/npy)

"Ini pure karya saya, dari lagu sampai aransemennya. Lebih karena saya pengen ngeluarin karya yang gue banget," ungkap David saat Ultah I-Radio ke-8 di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (28/03).
Meski pengumpulan materi dari 3 tahun lalu, namun David merasa sreg untuk mengeluarkannya tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya jadwal Naif yang begitu ketat beberapa waktu lalu serta keinginan untuk berkolaborasi dengan vokalis Radja, Ian Kasela.
"Tinggal satu lagu lagi yang belum kelar di mana saya nyanyi bareng Ian. Semoga bisa selesai minggu ini karena saya rencananya akan rilis album April tahun ini," tutur David. "Doain aja ya biar semuanya lancar," sambungnya lagi. (kpl/ant/boo)

"Sekarang gue mau ngeluarin solo album gue, namanya DVD BOY, gue bikin dengan keybordis gue. Ya, itu lebih banyak karya-karya gue di luar Naif," kata David ditemui di sela-sela acara 'A By Me', Birdcage, Jl. Wijaya 9 No.29, Senin (23/3).
Walau 'mendua hati', namun David menolak jika hal itu sebagai pertanda bahwa Naif sudah tak sejalan lagi alias akan bubar.
"Gak, itu justru gue ngerasa masing-masing punya yang belum tersalurkan sendiri. Kalau dimasukin ke Naif terlalu jomplang. Kaya Jarwo udah duluan, terus sekarang gue, habis gue Pepeng. Kalau Naif sekarang masih tetap jalan, orang sekarang lagi recording juga," ujarnya.
"Karena musiknya elektronik dan lebih nge-dance juga, basic gue itu, jadi beda banget sama Naif. Kalau Naif itukan lebih ke band, nah kalau sekarang kan lebih elektronik, jadi gue bikin di luar Naif," lanjutnya.
David mengaku dirinya bekerja sama dengan Ian Kasela, vokalis Radja, dalam penggarapan album yang masih belum punya judul tersebut. (kpl/buj/bun)

"Terakhir gue denger sih bagi mereka yang gak bisa nerusin, sekarang bisa diterusin. Gue pengennya nerusin sampai beres. Kalau niat sudah ada," katanya di acara 'A By Me', Birdcage, Jl. Wijaya 9 No.29, Senin (23/3). "Gue kuliah tahun 1994. Sudah lumayan lama gue kuliah, sekitar 4 tahun. Dah mau semester akhir gue kuliah baru gue cabut."
Lantas, apa yang membuatnya meninggalkan bangku kuliah?
"Gak tahu. Kalau dulu gue ada mata pelajaran utama yang gak lulus-lulus, mata pelajaran utama perencanaan desain grafis, jadi terpaksa gue dikeluarkan. Lagipula waktu itu Naif sudah mulai rekaman. Ternyata membagi kuliah dan nge-band buat gue waktu itu susah banget," kenangnya.
David mengaku, dirinya tak bisa fokus di dua hal, yakni kuliah sekaligus bermusik. Ia seringkali merasa 'keteteran' saat menjalani keduanya. Belum lagi tugas-tugas kuliah yang makin lama makin menumpuk. Namun demikian, pendidikan tetaplah penting bagi suami Shilla Delila.
"Pendidikan nomer satu, Man. Kalau bangsa tak berpendidikan itu hancur banget itu negara. Orang yang berpendidikanlah yang tahu etika segala macam," pungkasnya. (kpl/buj/bun)