KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Hampir selama setahun RCTI sukses mengenalkan acara baru keluarga THE MASTER JUNIOR. Acara hiburan itu menarik karena menampilkan para magician junior yang sebelumnya belum pernah ada.
"THE MASTER JUNIOR tak akan ada aksi kekerasan yang bisa merusak karakter penonton anak-anak, ini murni tontonan yang menghibur dan enak bagi keluarga Indonesia," jelas Harsiwi Achmad, Direktur Programming RCTI saat jumpa pers di kantor RCTI, Selasa (3/11).
Deddy Corbuzier, juri dalam setiap episode tayangan THE MASTER JUNIOR 2 mengatakan bahwa keenam kandidat yang lolos audisi cukup unik dan menarik. Dirinya yakin kali ini akan jauh lebih menarik dan bagus dibanding dengan THE MASTER JUNIOR 1.
Alya Rohali sebagai salah satu juri yang tampil di jumpa pers tersebut menjelaskan bahwa dirinya tidak setuju bila ada pendapat masyarakat yang mengaitkan sulap dengan sihir. "Jadi apa yang dilakukan semua peserta itu menggunakan keterampilan, bukan sihir," jelas Alya Rohali.
Siapa keenam kandidat yang akan bersaing di THE MASTER JUNIOR 2? Mereka adalah Rafi, anak delapan tahun asal Pekalongan beraliran klasik. Ada Sakti, remaja tanggung berusia 13 tahun, anak Medan yang jago sekali bermain dengan angka.
Ada Fadia, anak mungil dari Jakarta yang tak henti mencengangkan penonton dengan gayanya yang gypsi. Arif yang sejak kecil menekuni dunia ilusi. Kevin, asal Bandung yang kreatif mencari hal-hal baru dalam ber-magic dan ada Vanes, putri Jakarta yang tak mau kalah hebat dengan trik-triknya. Semua berjanji menampilkan yang terbaik.
Keenam kandidat nanti akan tampil di TV seminggu dua kali mereka akan unjuk gigi, mengumpulkan nilai, dan siap memberikan aksi-aksi magic yang menarik di akhir sesi, setelah sekian bulan seorang pemenang akan bersaing dengan Glen Geraldi. (kpl/bun)

"Belajar sulap dari empat bulan yang lalu. Disuruh Papa karena mau ikut THE MASTER JUNIOR," aku Fadia yang didampingi oleh sang ayah, Bambang.
Bambang yang merupakan dosen Sekolah Tinggi Teknik Multimedia Pamulang itu merasa kurangnya pendidikan cara berpikir kreatif. Karenanya, dia ingin anaknya belajar hal tersebut dari sulap ini.
Sementara itu, Vanes malah lebih nekat daripada Fadia. Dia baru belajar sulap dari seminggu yang lalu.
"Aku seneng banget sama sulap. Saya lihat THE MASTER JUNIOR yang pertama. Kok bisa ya orang canggih-canggih. Ya sudah, aku main sulap virtual," akunya. (kpl/gum/npy)

Saat ditemui selepas acara THE MASTER JUNIOR 2 di gedung RCTI, Kebon Jeruk, Jakbar, Selasa (03/11) lalu, Raffi mengaku ingin terkenal.
"Kata ayah, 'Kalau kamu main sulap, pasti kamu terkenal.' Jadi aku suka sama sulap," ungkap bocah kelahiran 1 Januari 2002 ini.
Raffi sendiri sudah mulai belajar sulap sejak umur 3,5 tahun. Awal mulanya, dia hanya menonton dari VCD sambil ikut memperagakan trik sulap itu. "Terus dari ayah sama teman-teman ayah diajarin sulap yang bagus-bagus," tambahnya.
Dengan mengikuti ajang ini, Raffi berharap dirinya bisa mengekor jejak Master Jo. Satu lagi yang diimpikannya, Raffi ingin mentraktir kedua orang tuanya jika memenangkan ajang sulap garapan Deddy Corbuzier tersebut.
"Ingin memimpin THE MASTER JUNIOR 2, pengen kayak Master Jo. Mau traktir ayah sama ibu," tutur Raffi yang duduk di kelas 2A SD Bendan 1, Pekalongan ini. (kpl/gum/npy)

"Saya jamin di THE MASTER JUNIOR 2 ini tidak ada adegan-adegan yang berbahaya, atau membahayakan untuk anak-anak ini," ungkap Harsiwi Ahmad.
Sementara Deddy Corbuzier berjanji akan turun langsung mengawal aksi sulap para peserta, dan tidak segan untuk menghentikan jika menemukan unsur yang membahayakan.
"Saya tidak ingin mempopulerkan anak-anak ini untuk bermain seperti itu (magic), oleh karenanya saya akan turun langsung untuk memastikan jika anak-anak ini tidak beraksi yang mengkhawatirkan," ungkapnya.
Pihak RCTI juga mempertimbangkan aspek pendidikan para peserta, sehingga aksi panggung hanya dilakukan pada hari libur, yaitu Sabtu dan Minggu. Sehingga tidak mengganggu kegiatan di sekolah.
"Kami sudah memutuskan untuk membuat show ini di hari Sabtu dan di hari Minggu, dan Minggu itu pun kami harus tuntaskan pada sore hari itu juga. Itu karena kami berharap kegiatan ini tidak mengganggu kegiatan anak-anak ini di sekolah mereka masing-masing pada esok hari," terang Harsiwi Ahmad. (kpl/gum/dar)

"Tapi memang yang pertama terlintas ya demikian (sihir, red), terbentuk dari dongeng-dongeng yang disebut sihir, tapi di sini kita menyebutnya magician bukan pesulap," terangnya saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa (3/11).
"Justru itu yang harus diklarifikasi karena anak-anak di sini bukan memakai sihir, tapi pure ketrampilan, trik dan itu sesuatu yang dipelajari sungguh-sungguh," tambah Puteri Indonesia 1996 itu menegaskan.
Pada THE MASTER JUNIOR 2, Alya Rohali menjadi komentator tetap bersama master sulap dan hipnotis, Deddy Corbuzier dan Romy Rafael. Ibu dua anak ini berperan memberikan komentar yang membangun, memotivasi peserta, yang masih anak-anak. Peran ini diakui sudah menjadi pekerjaan keseharian, selama mendidik anak di rumah.
"Saya juga seorang ibu dari anak-anak saya, ya kadang-kadang emosi saya sebagai seorang ibu itu suka bermain. Jadi kadang-kadang suka memberikan komentar yang membangun, tapi untuk seorang anak kecil berat. Namun untuk kebaikan mereka, nah di situ peran saya bermain," terangnya. (kpl/gum/dar)

"Di sini kan THE MASTER JUNIOR 2, saya jadi komentator tetapnya," tegasnya saat ditemui di acara THE MASTER JUNIOR 2, di Studio RCTI, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa (3/11).
Sementara itu, ibu dua anak dari dua kali perkawinan ini, mengaku takjub dengan aksi para peserta. Karena menurutnya, belajar magic bukan sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus dipenuhi, terutama dari segi trik dan performance.
"Apalagi main di sulap klasik dan juga yang saya tahu dari Deddy kalau bermain sulap klasik itu nggak gampang karena harus mengandalkan kecepatan tangan. Sementara mereka kan kecil dari segi tangan dan badan, luar biasa," pungkasnya menambahkan. (kpl/gum/dar)

Total jumlah pendaftar audisi THE MASTER JUNIOR 2 mencapai 176 peserta. Dari total peserta hanya terpilih 6 kandidat yang berhasil masuk ke dalam program tayangan on air THE MASTER JUNIOR 2. Uniknya para kandidat memiliki beragam macam aliran magic yang menarik.
Mereka adalah Rafi bocah usia 8 tahun asal Pekalongan yang beraliran classic; Sakti usia 13 tahun asal Medan yang jago bermain angka; Fadia asal Jakarta mempunyai ciri khas yang unik, berbadan mungil, dan bergaya Gypsi; Arif usia 14 tahun asal Jakarta dengan kemampuan illusionist; Kevin usia 12 tahun asal Bandung yang bermain magic dengan kreatif; dan satu lagi Audi bocah berusia 7 tahun asal Jakarta memiliki kemampuan mempelajari trik dengan cepat. Keenam kandidat ini siap menampilkan permainan dan pertunjukan terbaik mereka untuk menjadi THE MASTER JUNIOR.
THE MASTER JUNIOR 2 memiliki beragam aliran mulai dari Mentalist, Classic Magician, Illusionist, dan Modern Virtual yang tentunya akan membuat program ini menarik dan berbeda dari sebelumnya. Selain itu hal berbeda lainnya adalah program ini akan tayang dua hari berturut-turut, hari pertama show time dan hari kedua result. Format ini dibuat supaya pemirsa dapat memberi voting melalui SMS dengan waktu yang lebih panjang untuk memberi dukungan kepada magician junior idolanya.
THE MASTER JUNIOR 2 akan dinilai oleh Deddy Corbuzier, Romy Rafael, Joe Sandy, serta juri tamu yang akan bergantian setiap minggunya dan di antaranya memiliki figur seorang kakak atau ibu. Setiap minggunya akan ada satu kandidat yang harus tersisih dan penentuan ini berdasarkan hasil voting SMS.
Program THE MASTER JUNIOR 2 akan tayang setiap hari Sabtu dan Minggu mulai 7 November, jam 15.00- 17.30 WIB, dengan host Adi Nogroho yang akan membuat suasana menjadi menarik dan menyenangkan.
Penasaran bagaimana dengan penampilan mereka di program THE MASTER JUNIOR 2? Jangan lewatkan aksi spektakuler mereka pada tayangan perdana episode satu pada Sabtu (7/11) dan result show pada Minggu (8/11) pukul 15.00 WIB live di RCTI! (kpl/prl/boo)