KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Ya jabatan itu kan tidak harus pakai batik terus kan, kebetulan pulang dari Bali habis ketemuan warga Sunda di sana. Kebiasaan saya kalau jalan keluar, sempatkan ketemu dengan teman-teman," ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat ini yang saat itu terlihat hanya bersama ajudan tanpa ditemani sang istri.
Ayah dua orang anak ini selalu menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan di sela-sela tugasnya kepada negara. Lalu apakah yang biasa ia lakukan di kala senggang? "Kalau kita berbicara di dalam era politik itu berbicara kekuasaan dan pemerintahan, kalau menurut saya politik itu adalah rakyat ketika kita berbicara tentang rakyat kita harus berbahasa rakyat yang ada di sekeliling kita ini. Mulai dari petani sampai dengan kelas yang ada di gedung bertingkat. Dan karena background saya selebriti jadi tidak ada jeda antara masyarakat dan ini benar-benar saya manfaatkan untuk berkomunikasi," jelas Dede.
Diakui oleh Dede aktivitasnya di pemerintahan kadang menimbulkan rasa kangen di dunia hiburan. "Oh ya kangen saya, kalian saja yang tidak pernah ke Bandung. Saya dan teman-teman seperti Hedi Yunus, Melly (Goeslaw, red) sedang bikin GASS (Gabungan Artis Seniman Sunda), insya allah tanggal 31 (Oktober) saya undang mereka (teman-teman artis) untuk halal bihalal sekalian teman-teman (pers) kalau mau ikut," pungkasnya sembari menambahkan ia ke Jakarta juga menyempatkan diri menengok anaknya, baru setelah itu kembali ke Bandung. (kpl/gum/riz)

"Menikmati sekali dari dulu juga begitu, kebetulan di jalan tadi macet sekali. Saya belok dulu sambil nunggu macet," ungkap Dede saat ditemui KapanLagi.com pada Jumat (23/10) kemarin. "Saya lagi mau beli sepatu terus ada pameran fotonya Jerry Aurum, bagus, karena biasanya pameran foto kan di tempat-tempat kesenian tapi ini di mall dan kebetulan saya suka dengan gayanya mengingatkan saya dengan Pikos Magazine, kebetulan saya suka dengan foto juga," tambahnya lagi.
Dengan posisinya sebagai Wakil Gubernur, seharusnya suami Sendy Ramania Wurandani ini bisa mengutus ajudannya untuk membeli sepatu. "Ukurannya beda, nanti kasihan kalau salah bolak-balik dan kebetulan saya lagi cari sepatu untuk naik gunung karena di sana nanti saya suka naik-naik daerah perbukitan. Kebetulan sepatu saya yang kemarin sudah sempit, ya mau cari sendirilah model-model terbaru," kilah Dede seraya menambahkan ia memilih belanja di Jakarta, karena untuk beberapa hal Jakarta lebih komplit dari Bandung.
Dede yang tinggal di Bandung seharusnya bisa mencari sepatu di Cibaduyut, Bandung yang memang terkenal dengan produk-produk lokalnya. Apakah Dede tidak menyukai produk lokal? "Oh ya, kalau sepatu kerja pakai yang dari Cibaduyut, tapi kalau sepatu olahraga atau gunung, golf tentunya belum adalah yang lokal," pungkasnya. (kpl/gum/riz)

"Gali potensinya dan beri ruang kesenian tradisional untuk bisa tampil," katanya saat menghadiri pembukaan pesta hiburan rakyat HUT Kota Tasikmalaya, Senin (19/10) malam.
Ia menjelaskan, upaya memperhatikan dan melestarikan kesenian dan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap daerah diharapkan mampu dikenali oleh negara di dunia.
Selain itu, kebersamaan menggali potensi kesenian dan budaya diharapkan bangsa lain menghargai serta menghormati bangsa Indonesia, yang serius mengembangkan segala aspek kesenian dan kebudayaan yang berada di Tanah Air khususnya Jawa Barat.
"Kami harap potensi yang ada harus dikembangkan," lanjutnya.
Sementara itu, Dede berharap para pengusaha atau setiap perusahaan dalam mengadakan event tertentu melibatkan para budayawan dan seniman dalam memeriahkan suatu acara.
Upaya tersebut agar para seniman dan budayawan merasa dihargai bisa tampil dalam setiap acara kegiatan tahunan atau sebuah penyambutan.
"Memanfaatkan seni tradisional dengan menggunakan jasa mereka agar mereka budayawan merasa dihargai," ujarnya.
Sementara itu pernyataan Dede Yusuf juga disaksikan oleh walikota Tasikmalaya Syarif Hidayat, beserta wakilnya Dede Sudrajat dan para tokoh masyarakat, unsur TNI Polri, serta warga yang memadati kawasan pesta rakyat di Jl. Otto Iskandardinata. (kpl/bar)

"Kedatangan saya ke sini mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka halal bihalal atau silaturahmi kepada tokoh Jawa Barat," ujar Dede Yusuf usai kunjungan kepada Danny Setiawan.
Kedatangan Dede Yusuf ke Lapas Sukamiskin tersebut berlangsung satu setengah jam atau dari pukul 13.30 hingga 15.00 WIB.
Ia mengatakan, dirinya merupakan orang pertama dari pemerintah daerah setempat yang menjenguk Danny Setiawan.
Dalam kunjungan tersebut, Dede Yusuf mendatangi ruangan Danny Setiawan yang kini tengah dirawat di Klinik Kesehatan Lapas Sukamiskin. "Tadi saya berbincang-berbincang bincang dengan Pak Danny seputar rutinitas dirinya di Lapas Sukamiskin dan keseharian Pak Danny seperti terpidana lainnya," katanya.
Dede mengimbau kepada aparat pemda setempat untuk dapat membesuk dan bersilaturahmi dengan Danny Setiawan, terlepas dari apa kesalahannya sebagai terpidana korupsi. "Apapun kesalahannya Pak Danny merupakan tokoh Jawa Barat yang harus dihargai. Sudah 40 tahun dirinya menjadi tokoh Jawa Barat," ujarnya.
Saat perbincangan tersebut, lanjut Dede, Danny Setiawan juga memberi masukan-masukan mengenai penanganan gempa di Jawa Barat. "Pak Danny juga memberikan masukan yang bermanfaat mengenai penanggulangan gempa di Jabar," ungkapnya.
Saat ini Danny Setiawan tengah berada di klinik kesehatan Lapas Sukamiskin. Dede menyebutkan, kondisi Danny Setiawan saat ini tampak lebih kurus. "Pak Danny selain tambah kurus, kali ini kondisinya sakit," kata dia. (kpl/dar)

"Besok saya akan ke Surabaya untuk bicara persiapan pembuatan film PERANG BUBAT dengan Gus Ipul (Saifullah Yusuf, Wagub Jatim), selanjutnya melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang terkait sejarah itu," kata Dede Yusuf di Bandung.
Selain bertemu dengan Gus Ipul, Dede rencananya melakukan ziarah ke petilasan Trowulan yang selama ini dikenal sebagai petilasan raja-raja Majapahit. Boleh jadi, Dede menjadi pejabat pemerintahan Pemprov Jawa Barat pertama yang secara khusus mengunjungi Petilasan Trowulan.
"Rencana kunjungan Pak Wagub di Jatim berlangsung dua hari, salah satunya ke Trowulan," kata salah seorang staf Dede.
Rencana pembuatan film PERANG BUBAT memang sudah dirancang Dede sejak awal menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Pembuatan film kolosal tersebut akan menjadi film pertama yang merupakan hasil kerja sama antara dua Provinsi di Indonesia.
Film itu juga akan menampilkan sisi lain dari PERANG BUBAT yang telah melegenda dan mewarnai perjalanan sejarah dan budaya Jawa Timur serta Jawa Barat.
Untuk keperluan pembuatan film itu, Dede rela beberapa kali bertemu sejawatnya di Jatim untuk mematangkan rencana besar yang akan mewarnai lembaran sejarah layar lebar di Indonesia itu.
Kebetulan Dede Yusuf dan Saifullah Yusuf sama-sama pernah berperan dalam sinema layar lebar. Dede Yusuf sebelumnya dikenal sebagai aktor laga sedangkan Saifullah Yusuf pernah berperan sebagai Prabu Wirabumi dalam film LAKSAMANA CENG HO bersama mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra.
"Pemerintah daerah diharapkan bisa berperan mengangkat sejarah daerah ke layar lebar, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas, sekaligus memperkuat kekayaan karya sinema di tanah air," kata Dede Yusuf menambahkan. (kpl/dar)

Menurut sang istri, Sandy Rahmania, wakil gubernur Jawa Barat ini punya menu kegemaran sebagai hidangan Lebaran. Sayangnya, menu kesayangan ini tak dapat sering-sering dinikmati karena asam urat yang diderita mantan bintang film ini. "Bapak sukanya lidah dan jagung muda. Tapi hari kedua harus ganti menu tidak ada santan, karena asam urat," ungkap Rahmania yang menemani sang suami saat silaturahmi di kediaman Soetrisno Bachir di kawasan Pondok Indah, Selasa (22/9).
Lebaran bukan hanya jadi saat tepat menyantap hidangan kegemaran bagi keluarga Dede, tapi saat ditinggal pembantu malah jadi momen untuk keluarga. "Justru itu momennya (saat ditinggal pembantu) saya dengan mas Dede dan anak perempuan," kilah istri mantan bintang JALAN MAKIN MEMBARA ini. (kpl/buj/erl)

"Mengunjungi saudara di Sukabumi dan Bandung. Khusus tahun ini lebih prihatin, kemarin sholat Id di daerah gempa, di Pengalengan. Kalau jumlah yang rusak 200 rumah, terasa sekali karena daerah yang terkena luas sekali," kata Dede saat ditemui di kediaman Soetrisno Bachir di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Selasa (22/9).
Sebagai orang nomor dua di pemerintahan Jawa Barat, Dede juga memperhatikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mangkir di hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama Lebaran. Artis yang memiliki nama Macan yang menghias namanya panjang ini, mengutarakan disiplin untuk hal tersebut sudah ada dalam peraturan pemerintah dan dirinya juga berharap tidak ada sanksi pemecatan.
"Sebetulnya disiplin sudah ada, bukan masuk apa tidaknya, tapi kerjaan sudah ada apa belum, kan sudah banyak yang bekerja di belakang meja, tidak perlu sanksi-sanksi yang harus di pecat," terang Dede. (kpl/buj/boo)