KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Aku sampai nangis melihatnya. Jadi ada ikan barakuda yang bergerombol meninggi seperti pusaran. Kalau diukur tingginya sampai serumah. Wah, pokoknya seru lihat beragam ikan di sana," katanya kepada KapanLagi.com di Pasific Place, Kamis (19/11).
Dilanjutkan keindahan bawah laut ini sudah selayaknya dijadikan kawasan yang dilindungi sehingga dapat dijadikan objek wisata andalan. Hanya saja hal ini belum dilakukan maksimal oleh pemerintah.
"Sebenarnya sih banyak di Indonesia yang punya daerah bagus dan cantik. Tapi sayangnya belum dieksplor dengan baik," sambungnya.
Apakah termasuk telat dalam memperkenalkan potensi alam laut itu? Denada menggeleng.
"Nggak juga sih. Namun belum diketahui masyarakat banyak. Tapi kalau di mata turis, tempat ini mereka sudah tahu. Karena bukan bawah laut saja yang dijual tapi juga sudah ada tempat nginsap dan sebagainya," pungkasnya. (kpl/dis/npy)

"Ya, nggak sangka aja. Walau aku sudah menyelam belasan tahun tapi baru sekarang dapatnya dan tugasku sekarang menyampaikan informasi mengenai wisata bawah laut Berau yang tidak kalah cantiknya dengan perairan lain di wilayah Indonesia lain bahkan di dunia," ujarnya tadi malam, Kamis (19/11), di Pasific Place.
Selain itu, lanjutnya, perairan Berau dengan pemandangan luas telah menjadi daerah yang terlindungi sehingga masih belum terjamah tangan-tangan jahil. Malahan menjadi salah satu pendaratan bagi penyu yang akan bertelur.
"Pantainya termasuk yang terbesar di Asia untuk penyu bertelur dan ini patut dijaga. Bahkan mendatangkan devisa dari sisi turis," katanya lagi.
Tak hanya itu, ucap Denada, di salah satu pulau masih terdapat danau air payau yang berisi ubur-ubur yang tak menyengat.
"Aku menyelam dan berenang di sana. Anehnya nggak menyengat seperti ubur-ubur yang hidup di laut," ujarnya geleng-geleng. (kpl/dis/npy)

Untuk Indonesia Compilation yang terdiri dari artis-artis muda yang bergelut di dunia entertain seperti CongQ Perwira, Sheza Idris, Paul T Five, Gita Sinaga, Sundari Sukoco, Putri Intan, Arumi Bachsin, Dhisa, Malody, Mele, Vonny Cornelia, Denada, Jennifer Arnelita, Ember, Patric Tumewu, Fairus. Mereka membuat album yang berkonsep pemuda-pemudi yang respek dengan keadaan Indonesia sekarang.
"Ini memang bentuk kepedulian kita terhadap apa yang terjadi di negeri kita Indonesia yang sering dikasih cobaan, sebagai pemuda-pemudi mempersatukan dan kita bisanya mempersatukan lewat musik," ungkap CongQ yang memproduseri album ini saat sesi latihan di G studio Radio Dalam, Senin (2/11).
Bukan cuma hasil penjualan album saja yang akan mereka sumbangkan ke korban gempa Sumatera Barat, tapi mereka juga berencana akan mengadakan konser Charity yang hasilnya pun akan disumbangkan.
Karena kepedulian mereka terhadap para korban bencana bahkan mereka rela tidak dibayar dalam proyek ini. "Selain hasil penjualan yang disumbangkan mereka juga tidak dibayar untuk proyek ini," pungkas CongQ. (kpl/hen/erl)

"Membawakan puisi beliau mengingatkan aku akan masa lalu aku yang hobi menulis puisi nulis cerpen, nulis lirik lagu waktu SD dulu aku suka nulis puisi," tuturnya.
Ditemui KapanLagi.com di acara latihan Indonesia Membaca Rendra di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10), Denada lalu memberikan bocoran soal sajak sang 'Burung Merak' yang akan dibacanya.
"Judulnya Anugerah Dari Gusti Allah. Gini lirik rap yang aku bawain nanti, 'ketika langit bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja', gitu," lanjutnya sembari memperagakan sedikit bait yang akan ia bacakan.
Sementara itu, soal persiapan, perempuan yang juga jago berakting tersebut nampaknya tak mau sembarangan, hingga ia pun berlatih secara maksimal.
"Banyak-banyak latihan, kita tahu dia adalah masterpiece. Membawakan puisinya adalah berharga," pungkasnya. (kpl/gum/bar)

"Ini adalah sebuah kehormatan buat saya. Saya diberi kesempatan untuk ikut memberikan suatu tribute untuk beliau (WS Rendra) orang yang dikagumi, orang besar," ujarnya.
Ditemui KapanLagi.com di acara latihan Indonesia Membaca Rendra di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10), Denada nampaknya benar-benar kagum dengan si 'Burung Merak'.
"memang beban buat saya, maksudnya karena aku merasa deg-degan untuk membawakan ini semua dari latihannya. Pokoknya semua deh, karena bagi saya, beliau adalah legend," lanjutnya.
Sementara itu, meski mengaku deg-degan, namun biduanita bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan tersebut juga mengaku bangga bisa mengambil bagian dari acara tersebut.
"Aku harus terus latihan, ini kan pengalaman pertama buat aku, pengalaman luar biasa menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan," tandasnya. (kpl/gum/bar)

Ditanya soal perubahan warna kulitnya, Denada mengakui kalau semua itu akibat tugasnya sebagai Duta Wisata Bahari, yang membuatnya harus mengunjungi wilayah pantai. "Kebetulan memang saya sudah begini dari dulunya (sambil tertawa). Aku belum lama, baru kemarin, menjadi Duta Wisata Bahari kabupaten Berau. Dilantik di sidang Paripurna DPRD dan dilantik karena hobi nyelam 12 tahun yang lalu. Ternyata kabupaten Berau kepulauan berawan, pulau yang sangat cantik luar biasa susah ditandingi daerah lain. Saya sudah lihat sendiri jadinya kulit saya sudah terkamuflase," ungkap penyanyi ini saat ditemui di acara Indonesia Membaca Rendra di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
Berubah jadi hitam tidak jadi masalah bagi Denada. Dia sendiri meyakinkan kalau memang warna kulitnya sudah hitam sejak kecil. "Beban sih nggak, hitam ini adalah kehormatan dan kebanggaan saya sebagai duta walaupun saya harus bolak balik Jakarta - Berau, karena itu saya dinobatkan sebagai Duta Wisata Bahari. Dari lahir memang sudah begini karena harus urusan dengan laut terus, pasti harus bersentuhan dengan air asin dan matahari, saya bersyukur dengan kulit begini," tegasnya. (kpl/gum/erl)

Dalam kesempatan kali ini Iwa K membawakan sajak seniman besar Indonesia ini bersama dua rekannya yang lain. "Biasanya kan Rendra yang membaca Indonesia, sekarang gantian Indonesia yang membaca Rendra. Di sini saya membacakan sajak Rendra yang berjudul Anugerah Gusti Allah. Saya membacakan sajak itu bertiga bareng Denada dan Ray Sahetapy. Saya memang suka sekali dengan sajak Rendra yang satu itu, sajak itu pernah dibawakan Rendra di ITB tahun 1978. Makanya ketika saya disuruh memilih, saya pilih sajak yang itu," terang Iwa K yang ditemui di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
Iwa pun mengaku merasa agak terbebani membawakan sajak ini. "Sajak itu bercerita tentang sesuatu yang menyentil. Kritikan tentang segala sesuatu yang dilakukan manusia, mereka biasanya melakukan sesuatu karena ada pamrihnya. Memang ada beban. Maksudnya ini kan kesempatan yang bagus buat saya bisa membawakan karya almarhum mas Willy. Dia orang hebat Saya deg-degan, jadi saya bawakan dengan rap," tambah suami pedangdut Selfi KDI ini. (kpl/gum/erl)