KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Julia Roberts datang? Baguslah, nggak seperti Miyabi, kita tahu mutu filmnya Julia Roberts," demikian ungkap Denny Malik spontan.
Bahkan Denny memprediksi film yang rencananya pengambilan gambar Bali itu kemungkinan besar akan booming di pasar dunia. Apalagi kalau penduduk Indonesia menyambut positif dan ikut menonton.
"Filmnya akan booming pasti, filmnya juga akan ditonton sama semua orang, film-film Julia Roberts kita tahu kan filmnya box office," tegasnya.
Pengaruh kedatangan Julia Roberts menurutnya juga akan berdampak positif pada perkembangan pariwisata Indonesia. Walau pun tanpa harus mendatangkan artis-artis yang penuh kontroversial. Bisa juga ini akan memancing artis-artis kaliber dunia untuk syuting di Indonesia.
"Ini akan memancing artis luar bisa syuting lagi di Indonesia selama filmnya itu nggak negatif," tegasnya saat ditemui di konser Dancing Queen di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/10).
Namun di samping itu, menurut Denny, pemerintah Indonesia juga harus lebih aktif untuk mempromosikan pariwisata tanah air ke industri perfilman dunia. Sehingga bisa titip iklan kepada bintang-bintang internasional yang datang ke Indonesia.
"Kalau ada artis Hollywood yang mau main film di Indonesia kita bisa promosi bahwa negara kita aman untuk syuting. Ini bagus ke depannya untuk kita. Buat syuting artis luar, artinya negara kita nggak kalah sama Malaysia, Thailand," terangnya.
Yuk ngobrol tentang Miyabi gagal ke Indonesia di: Facebook KapanLagi.com dan Forum KapanLagi.com! (kpl/gum/dar)

"Ini juga sebagai pertunjukan untuk keluarga, dari kakek-kakek sampai anak kecil. Mereka sangat fenomenal karena ABBA sukses dengan acara Broadway-nya dan sangat asyik dibuat pertunjukan musikal," kata Denny di preskon konser Dancing Queen di Just Steak Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (7/10).
Dituturkannya, untuk bentuk konser ini kemungkinan akan mirip dengan konsep lagu Mamma Mia-nya ABBA. Namun karakter koreografinya masih akan disesuaikan dengan karakter lagunya.
"Perjalanan karir seorang seniman pasti ada master piece-nya. ABBA ini master piece-nya adalah Mamma Mia, dan saya bangga untuk membawakan lagu Mamma Mia tersebut. Kita akan membawakan 9 lagu," kata perwakilan dari Elfas Singer.
Sementara itu, berada di tempat yang sama, Titi DJ merasa sangat bersemangat ketika didaulat membawakan empat buah lagu. "Awalnya saya diajak karena pertemanan. Di sini saya akan membawakan 4 lagu, salah satunya adalah Dancing Queen itu sendiri, tapi ada satu yang akan saya bawakan seperti bermain teatrikal, ada jumpalitan juga nantinya," terang Titi.
Dan sama dengan Titi, Sita juga kebagian 4 lagu. Hanya bedanya, dua lagu untuk duet, satu lagu solo, dan satu lagu lagi berbarengan semua penyanyi. "Saya senang sekali dan bangga bisa membawakan lagu Dancing Queen," ujarnya. (kpl/gum/boo)

Andi Rianto yang merupakan pimpinan Magenta Orchestra dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10) mengatakan dirinya berkeinginan membuat konser lagu-lagu ABBA setelah melihat film MAMAMIA pada September 2009.
"Saya penggemar berat ABBA sejak zaman saya kecil. Dari kecil saya tumbuh bersama lagu-lagu ABBA yang sangat top itu," kata Andi.
Konser Dancing Queen yang akan digelar 14 Oktober 2009 di Istora Senayan itu akan menghadirkan sejumlah penyanyi antara lain Titi DJ, Agnes Monica, Elfas Singers, Vidi Aldiano, Mike Idol, Mulan Jameela, Sita Nursanti, serta Patton Idola Cilik.
Sementara pengarah gaya konser Dancing Queen, Denny Malik, mengatakan, konsep konser berupa pertunjukan itu bisa dinikmati oleh semua kalangan dari kakek-nenek sampai anak-anak.
"Pertunjukannya akan dibuat asyik. Kita tidak persis dengan broadway dan film, tetapi kita ambil lagu. Karakter dari koreografi, di mana dari setiap lagu kita sesuaikan," ujar pria yang aktif mengajar mata pelajaran event organizer di SMA Negeri 6 Jakarta itu.
Dalam kesempatan tersebut, Titi DJ juga mengatakan dirinya akan menyanyikan empat lagu ABBA, sedangkan Elfas Singer akan membawakan sembilan lagu. Sedangkan Sita Nursanti akan menyanyikan empat lagu, sementara Patton akan menyanyikan tiga lagu. (kpl/bar)

"Seneng aja ngajar, nggak jauh beda dengan mengarahkan satu pertunjukan seni. 70% teori, 30% praktek. Dengan mengajar jiwa saya terasa muda karena harus berhadapan dengan anak muda umur 16-17 tahun. Cara ngajar saya nggak sulit dan saya buat senyaman mungkin," tutur alumni SMA 6 Bulungan ini.
Ditemui di Studio Penta, Jakarta, Senin (29/6) lalu, Denny menuturkan bahwa pelajaran yang diajarkannya adalah tentang broadcast, media, dan sejenisnya. Dan enaknya, pelajaran EO yang dibawakannya merupakan pelajaran wajib, bukan ekstrakurikuler.
Denny juga dikenal sebagai guru yang ramah, jauh dari kesan galak. Dan bahkan saking nyamannya ia mengajar, beberapa temannya mau memasukkan anak mereka ke SMA 6 Bulungan. "(Alasannya) karena ada saya ngajar di sana," ujar Denny.
"Ngajar itu enak sekali. Untuk menjadi seorang guru selain skill juga ibadah, berbagi ilmu, sharing. Kalau nggak suka dan cinta, ya susah lah," sambungnya. (kpl/gum/boo)

"Saya memang jarang tampil, saya lebih banyak mengerjakan program-program di belakang layar, ya sedang persiapan beberapa event launching produk. Saya ngajar sudah 3 tahun dan mungkin akan nambah sekolah lagi," kata Denny yang ditemui di Studio Penta, Jakarta, Senin (29/6) lalu.
Untuk manggung sekarang ini, kata Denny, ia lebih memilih yang sifatnya off air, seperti Pilkada atau semacamnya. "Yang rindu sebenarnya ingin bikin satu sinetron yang saya perankan, kalau ada stripping yang serial," ujarnya.
Lalu, apakah tampil di belakang layar itu memang pilihan pribadi Denny? "Gini, sebelum masyarakat kenal saya di televisi, saya adalah the man behind the screen," jawabnya.
"Umur belasan saya sudah menggarap sebuah konsep, baik itu pertunjukan maupun koreografi. Itu sudah saya ciptakan (beberapa tarian, red). Kita itu kan kuli seni," imbuh koreografer tari yang mengajar EO untuk 400 siswa di SMA Bulungan ini. (kpl/gum/boo)

Ditanya soal penampilannya yang nampak tetap awet muda, Denny mengaku kehidupannya yang energik lah yang membuatnya tetap awet muda. "Nggak ada apa-apa kok. Dari dulu saya itu orangnya aktif. Saya orangnya biasa bergerak. Baik di sanggar maupun di dunia entertain. Dari itu saya jadi banyak teman. Mungkin karena hal tersebut dengan saya yang energik jadi saya awet muda," Kilah Denny yang ditemui di peluncuran film BENCI DISKO di FX Plasa, Jakarta, Rabu (6/5).
Denny menikmati profesi barunya sebagai pengajar freelance. Dari pekerjaan ini dia juga mendapatkan banyak pengalaman baru. "Saya masih ngajar di SMA jadi guru freelance (muatan lokal/ngajar EO/ panggung/ lighting/ floor director)," ujarnya.
"Seperti guru yang lain lah. saya di situ pakai batik dan dapat gaji seperti gaji guru. Awalnya sih grogi soalnya kan anak-anak sekarang itu gak kaya dulu. Saya dari situ juga bisa belajar banyak. Kalau kesal ya nggak bisa lempar penghapus kaya dulu. Yang saya pelajari ngajar anak seusia itu bahasanya harus seperti teman. Jadi kita ngerasa posisi kita itu setara," tambahnya. (kpl/ant/erl)

"Kan bisa dibilang raja disko itu dia, nggak bisa nemu yang lain," ungkap Tora saat ditemui di acara rilis film tersebut di FX Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (6/4).
Tora sendiri memerankan tokoh Harem, anak seorang raja disko Hamdam (Denny Malik) dari pernikahan 'kecelakaan' dengan seorang gadis keturunan Arab. Harem juga memiliki saudara tiri dari proses pernikahan yang sama, bernama Setiawan (Vincent Club Eighties), bedanya sang ibu berdarah China.
Dalam perjalanan syuting, Tora mengaku menjalaninya dengan santai, dan memperkaya improvisasi. Naskah cerita baginya hanya menjadi panduannya, untuk kemudian berakting dengan gayanya sendiri.
"Saya sih nggak terlalu baca scriptnya, cuma dibilangi ama sutradaranya (Rako, red) kalau harus gini gitu, saya improvisasi aja di situ," tegas pria yang mengaku terus menambah tato itu.
Menurut Tora juga, harus disadari film BENCI DISCO ini adalah sebuah film komedi segar, yang tentunya jauh dari cermin idealismenya. Dan sebagai pribadi, dirinya tidak pernah merasa puas dengan film yang dibintanginya.
"Ini film komedi, kalau idealis itu semisal LASKAR PELANGI atau ARISAN," katanya. "Gue tuh gak gampang puas dengan apa yang ada dari dulu. Makanya gue cerai," tambahnya dengan gaya 'nyengir'. (kpl/ant/dar)