< >

ARTIKEL DESY RATNASARI


Mengapa Ayam Menyeberang Jalan

KapanLagi.com - Ayam, hewan yang paling dekat dengan kehidupan umat manusia, mulai dari adu ayam, adu makan daging ayam, sampai meneliti kebiasaan ayam. Semuanya mengandung kata-kata ayam khan...

Jika ada Pertanyaan:

Mengapa Ayam Menyeberang Jalan?

Jawaban menurut:

Guru TK:

Supaya sampai ke ujung jalan.

FBI:

Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:

Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Martin Luther King, Jr.:

Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Freud:

Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush:

Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin:

Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein:

Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela:

Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki:

Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Isaac Newton:

Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi:

Ooohh... Aahhh... Yeeahh... Mmmhhh...

Programmer Oracle:

Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Sutiyoso:

Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto:

Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.

Habibie:

Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Nia Dinata:

Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari:

No comment!

Ahmad Dhani :

Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Cinta Laura:

Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject...biecheeck. ...

Julia Perez:

Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh... Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten:

Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil

sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa:

Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Megawati:

Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko:

Berdasarkan petunjuk presiden.

and the best answer is:

Gus Dur :

'Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! (kpl/bar)


Lihat profil: Sutiyoso, Gus Dur, Cinta Laura, Ahmad Dhani, Desy Ratnasari, Megawati Soekarno Putri
Diposting oleh: Editor | Selasa, 10-02-2009 |

'KUN FAYAKUUN', 'Jadilah!' Maka Terjadilah

KapanLagi.com - Pemain: Agus Kuncoro, Desy Ratnasari, Zaskia Adya Mecca, Andre Stinky, Opick

Ide cerita film ini berasal dari H. Yusuf Mansyur atau yang biasa dikenal dengan Ustadz Mansyur. Dengan disutradarai oleh H Guntur Novaris, film ini berharap menjadi film religi di tengah maraknya film horor dan film komedi dewasa.

Film ini bercerita mengenai keluarga sederhana yang selalu memegang keyakinan dan prinsip moral dalam kesehariannya. Sampai suatu saat, berbagai cobaan datang menerpa silih berganti. Masa-masa sulit yang terus menerus menghujani, membawa mereka pada sebuah kekuatan keyakinan.

Ardan (Agus Kuncoro) adalah tukang kaca keliling. Dalam himpitan ekonomi, ia hidup sederhana, namun tetap gigih berjuang, sabar, tabah dan selalu ikhlas apa pun cobaan yang diberikan. Ia selalu bertekad mewujudkan impiannya agar keluarganya keluar dari himpitan kemiskinan.

Tak perduli apa pun keadaannya, dalam cuaca panas maupun hujan, Ardan tetap mencari sesuap nasi bagi keluarganya. Selain itu, Ardan ingin memiliki sebuah kios untuk menggantikan gerobaknya.

Meski hidup susah, Ardan terbilang sangat beruntung memiliki seorang istri (Desy Ratnasari) yang solehah, setia, taat kepada suami dan Tuhannya. Dia juga tidak pernah luput mendoakan dan menanti dengan setia kedatangan Ardan sepulangnya dari berjualan kaca keliling. Senyumannya sangat khas untuk membahagiakan hati Ardan. Tutur katanya pun sangat bijak di hadapan kedua buah hati mereka.

Sampai ketika keyakinan itu berada pada titik nadir, ternyata sesuatu terjadi pada keluarga tersebut dari arah yang tidak terduga.

Apa yang akan terjadi pada keluarga Ardan?

Film yang diharapkan bisa menjadi tontonan alternatif sekaligus tuntunan ini menyajikan banyak pesan moral yang bisa dipetik. Antara lain bahwa ikhtiar atau usaha haruslah maksimal, kita tak boleh setengah-setengah dan mudah pasrah akan keadaan. Yang tak kalah penting adalah ikhtiar secara maksimal tadi harus ditunjang oleh berdoa secara sungguh-sungguh kepada Tuhan. Berdoa dengan kepasrahan total disertai pengharapan yang tinggi bahwa doa kita akan dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa.

Penasaran dengan kisahnya? Nantikan di bioskop mulai 17 April 2008! (kpl/lin)


Lihat profil: Agus Kuncoro, Desy Ratnasari, Zaskia Adya Mecca, Andre Stinky, Opick, Yusuf Mansyur
Diposting oleh: Editor | Jumat, 18-04-2008 |

«1»