KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Oleh:Noppy
Menyatukan beberapa pemikiran dan ide dalam satu wadah memang bukanlah kerja yang mudah. Apalagi untuk mempertahankannya dalam waktu yang lama. Begitu juga yang dialami oleh band-band musik yang pernah kita kenal. Sebut saja Slank, Gigi, Westlife, Guns N Roses, sampai Blink 182. Personel band pun gonta ganti bahkan sampai bubar. Inilah beberapa di antaranya.
1. The Libertines
The Libertines terbentuk pada 1997 di London, Inggris. Band yang digawangi oleh Carl Barat, Pete Doherty, John Hassall, dan Gary Powell ini terbilang cukup populer dan berhasil. Tapi di tahun 2003, sang vokalis, Pete, mulai kecanduan obat-obatan dan mempengaruhi performa band. Karena semakin tidak bisa dikendalikan, Carl memutuskan untuk mengeluarkan Pete dari band. Karena merasa The Libertines tak akan sama sepeninggal Pete, akhirnya mereka memutuskan untuk bubar jalan. Pete sendiri membentuk band baru bernama Babyshambles sementara Carl juga membentuk band baru bernama Dirty Pretty Things.
Awal 2009, nampaknya hubungan Carl dengan Pete membaik. Sempat juga beredar kabar bahwa mereka berdua akan kembali menyatukan The Libertines. Ini diperkuat juga dengan kenyataan bahwa tato bertuliskan Libertines di lengan Pete belum juga dihilangkannya. Namun sampai sekarang, The Libertines belum menunjukkan tajinya kembali.
2. Blink 182
Band pop punk Amerika ini terbentuk pada 1992 dengan beranggotakan Tom DeLonge, Mark Hoppus, dan Scott Raynor. Di tahun 1998, masuklah Travis Barker menggantikan Scott sebagai penggebuk drum. Benih-benih perpecahan mulai muncul saat Tom ingin beristirahat sejenak dari tur untuk lebih dekat dengan keluarganya di tahun 2005. Sementara itu, Mark juga merasa sedikit 'dikhianati' karena Travis dan DeLonge bersama-sama membentuk grup baru bernama Box Car Racer yang beraliran jauh dari Blink 182.
Terakhir kali mereka muncul di atas panggung pada Desember 2004 silam dan mengumumkan untuk vakum dalam waktu yang tidak ditentukan. Mark dan Travis akhirnya membentuk grup baru bertajuk +44 sementara Tom yang tidak akur dengan Mark mendirikan Angels & Airwaves.
Namun kecelakaan tragis yang dialami oleh Travis membuat Blink bangkit dari tidurnya. Travis sendiri nyaris tewas dalam kecelakaan pesawat yang terjadi September 2008 lalu. Empat dari enam awak pesawat yang ditumpanginya tewas seketika, hanya Travis dan DJ AM yang selamat walaupun harus menderita luka bakar serius. Hikmahnya, saat sama-sama mengunjungi Travis, Tom dan Mark akhirnya kembali akur setelah beberapa tahun tak saling tegur sapa.
Dan kembalinya Blink 182 nampaknya dipertegas saat mereka muncul bersama-sama di acara Grammy Awards Februari lalu. Di situ Tom dan Mark berteriak, "Blink 182 is back!" Kita tunggu saja album terbaru mereka keluar.
3. Dewa 19
Dewa dibentuk oleh empat teman SMP di Surabaya pada 1986. Mereka adalah Dhani, Edwin, Wawan, dan Andra. Wawan sendiri akhirnya memilih keluar dan digantikan oleh Ari Lasso. Awal 90-an, Wawan kembali bergabung dan nama Dewa berganti menjadi Dewa 19. Personel Dewa ini terus saja berganti-ganti. Wawan kembali keluar, lalu Rere datang. Rere keluar, Wong Aksan menggantikan.
Namun Wong Aksan pun akhirnya dikeluarkan dan digantikan oleh Bimo. Tak lama kemudian, Bimo pun hengkang. Tak hanya itu, karena masalah ketergantungan pada narkoba, akhirnya Erwin dan Ari Lasso pun didepak dari Dewa 19. Masuklah Once untuk menggantikan Ari, plus Tyo Nugros juga direkrut untuk menempati posisi drummer yang kosong.
Formasi terakhir Dewa 19 akhirnya tinggal Dhani, Andra, Yuke, Once, dan Agung Yudha yang menggantikan Tyo. Alhasil, yang paling lama 'tahan' dengan Dhani adalah teman semasa kecilnya, Andra, yang juga punya side job tak kalah sempurnanya, Andra and the Backbone. (kpl/npy)

KapanLagi.com - Oleh: Noppy
Album perdana biasa dijadikan sebagai sebuah latihan untuk mengenali pasar. Mungkin itu juga yang dicoba oleh jebolan INDONESIAN IDOL season 3, Cecilia Dwi Hapsari alias Sisi Idol. Dalam album pertamanya yang bertajuk ROMANTIS, Sisi menunjukkan sebuah perjalanan mencari karakter tersendiri dalam kesepuluh lagu yang disajikannya.
Kemampuan olah vokal yang ditampilkan Sisi memang tak perlu lagi dipertanyakan dengan banyaknya pengalaman bernyanyi yang dimilikinya. Jadi tak diragukan lagi, memang suara Sisi patut diacungi jempol. Sayangnya, karakternya tak terlalu 'terdengar' dalam album ini. Bisa jadi karena pemilihan lagu yang tak terlalu tepat atau mungkin juga karena Sisi mencoba untuk memberikan 'sesuatu' pada para pendengarnya, namun masih belum cukup berhasil.
Diawali dengan lagu Ku Ingin Dekat, Sisi sudah mulai menawarkan permainan musik mulut yang menjadi khas musik pop yang jadi keunggulannya. Lalu lagu recycle Aku Milikmu milik Dewa 19 yang menjadikan Sisi terdengar seperti Ari Lasso versi wanita. Apalagi saat menyanyikan lagu Memory yang sebelumnya pernah dinyanyikan Vina Panduwinata, Sisi benar-benar terpengaruh oleh karakter yang ditawarkan Vina. Akhirnya lagu itupun menjadi versi Sisi yang kevina-vinaan.
Baru di track kedelapan, A Blessing, satu-satunya lagu berbahasa Inggris dalam ROMANTIS, Sisi bisa menunjukkan tajinya. Lagu ini berhasil menunjukkan karakter yang berusaha dibangun Sisi dalam album perdananya ini. Bisa jadi Sisi lebih cocok menyanyikan lagu berbahasa Inggris daripada lagu berbahasa Indonesia.
Namun kembali Sisi meruntuhkan karakternya dengan menyanyikan lagu centil, Jangan Pikir, di mana Sisi malah seperti menyontek gaya Pinkan Mambo yang nakal dan menggoda. Tapi secara keseluruhan, album pop abis yang ditawarkan Sisi bisa menjadi sebuah obat kangen bagi penggemarnya. (kpl/npy)