KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Sekarang udah milih-milih. Tren sekarang kan lagi lawak, mungkin sekarang belok dulu ke dunia nyanyi," tukas Hughes.
Hughes sendiri mengaku ikut berkutat di ajang Indonesian Song Festival karena ini menyumbang sesuatu untuk Indonesia.
"Sekarang sedang sibuk ngurusin Indonesian Song Festival. Ini adalah misi negara, jadi kenapa nggak? Ikut nyumbang sesuatu untuk negara. Apalagi, selama ini nama Indonesia jelek di dunia luar," terangnya.
Apalagi, Hughes rupanya sudah lama berlatih olah vokal. Namun, rupanya Hughes belum berpikir untuk menelurkan album.
"Kalau latihan sih udah lama, belajar dari orang-orang PAPPRI aja. Mereka kan senior. Bagi gue, tarik suara itu kelihatannya menarik. Mungkin suara kita belum begitu bagus, tapi yang penting bagaimana satu lagu itu bisa komunikasi dengan para pendengar," katanya.
"Coba sesuatu yang baru aja," lanjut Hughes. "Kayaknya gue enjoy di sini. Kalau untuk bikin album belum ke arah sana." (kpl/ato/npy)

"Dulu Indonesia sering menang dalam ajang song festival. Tahun 1991 saya ikut berpartisipasi dalam event tersebut dan meraih Most Outstanding Performance dan Most Outstanding Composer," kata Dharma Oeratmangoen, penyelenggara event yang juga didukung oleh Dewi Hughes ini.
Lebih jauh, Dharma menuturkan jika ajang yang pendaftarannya bakal dibuka 1 November mendatang ini juga sekaligus untuk mendukung peringatan Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober kemarin.
"Tujuannya untuk menyambut hari Sumpah Pemuda," katanya saat ditemui di preskon Indonesian Song Festival di Papalada Resto, Grand Indonesia, Rabu (28/10).
"Ini juga sebagai wujud sumbangsih insan musik bagi bangsa dan negara. Kita semua satu, musik sebagai sarana pemersatu dan penyemangat bangsa," lanjut Dharma.
Namun begitu, Dharma menambahkan jika ajang ini bukan hanya untuk mempersatukan bangsa Indonesia saja, tapi juga untuk mempererat bangsa se-Asean.
"Diharapkan, dengan adanya event ini bisa menjalin kerja sama negara-negara Asean dalam bidang sosial budaya. Tujuan event ini juga untuk memilih lagu yang baik yang bisa jadi duta Indonesia," pungkas Dharma. (kpl/ant/npy)

"Iya, gue kan pengen sehat. Udah turun 35 kg. Dulunya 130 kg. Turun 35 itu selama 9 bulan," ungkapnya saat ditemui di preskon Indonesian Song Festival di Papalada Resto, Grand Indonesia, Rabu (28/10).
"Jaga pola makan aja, tentunya dengan kerja keras. Gue nggak pakai dokter, semangat aja yang tinggi. Kayaknya gue harus nurunin 20 lagi, baru gue bikin album, hehehe," tambahnya.
Karena itu juga, akhirnya Hughes pun harus merelakan baju-bajunya. Pasalnya, Hughes tak lagi bisa memakai baju-baju saat dia masih gemuk dulu.
"300 baju gue dibuangin, gue kasih ke orang semua," akunya. "Belum sempet beli baru lagi, masih pakai yang bisa pas aja." (kpl/ant/npy)

"Saya ini cantik-cantik, tapi pendengarannya kurang," katanya kepada peserta seminar Human Trafficking di Batam awal pekan.
Perempuan kelahiran Tabahan, Bali, 2 Maret 1971 itu mengakui kekurangannya itu, dan tidak malu disebut Budi alias, budek dikit.
Untuk menyiasati kekurangan itu dirinya selalu berupaya menyimak perkataan orang lain, agar tidak salah komunikasi. Selain itu, agar lebih fokus mendengar, tidak seerti pembicara lain yang berbicara sambil duduk, pemilik nama Desak Made Hugeshia Dewi berdiri di depan peserta seminar.
"Tidak perlu malu mengakui kekurangan," kata dia. (kpl/dar)

"Saya ini cantik-cantik, tapi pendengarannya kurang..." katanya kepada peserta seminar human trafficking di Batam awal pekan lalu.
Perempuan kelahiran Tabahan, Bali, 2 Maret 1971 itu mengakui kekurangannya itu, dan tidak malu disebut 'budi' alias budek dikit.
Untuk menyiasati kekurangannya, ia selalu berupaya menyimak perkataan orang lain, agar tidak salah komunikasi.
Selain itu, agar lebih fokus mendengar, tidak seperti pembicara lain yang berbicara sambil duduk, pemilik nama Desak Made Hugeshia Dewi ini berdiri di depan peserta seminar.
"Tidak perlu malu mengakui kekurangan," katanya. (kpl/npy)

"Ini modus baru yang sedang marak," kata dia.
Bukan diasuh dan diberikan pendidikan layak, orang tua angkat malah mempekerjakan anak yang diadopsi.
Menurut Hughes, pekerja seks di bawah umur lebih digemari, sehingga banyak orang yang tergiur bisnis tersebut. "Katanya sih untuk menghidari AIDS," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Poltabes Barelang Aiptu Puji Hastuti mengatakan Batam menjadi primadona perdagangan manusia. "Mungkin karena kota industri. Batam tetap memiliki daya tarik besar setelah Jakarta," katanya.
Ia mengatakan modus perdagangan manusia lewat janji-janji bekerja di cafe dengan gaji besar. "Harus diwaspadai bila ada yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji besar yang tidak masuk akal," katanya. (kpl/dar)