KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Untuk itu, Saras terus mengasah dan menjaga suara dengan me-maintenance sebaik mungkin. Namun guna menjalankan semua ini bukannya tanpa gangguan. Kerap Saras terbuai oleh gurihnya gorengan. Untungnya itu terjadi sesekali.
"Ya, tantangan berat buatku itu, gorengan. Sebab aku suka banget dengan makanan itu. Makanya suka aku langgar. Hahaha..," ujarnya, Kamis (12/11).
Dijumpai saat bertandang ke sebuah studio rekaman di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Saras mengatakan bahwa meningkatkan kualitas yang ada penting untuk menunjang seorang penyanyi. Apalagi ketika performance, kualitas suara sangat dikedepankan.
"Makanya aku terus belajar dari guru-guru vokal seperti Uci dan Bertha," sambungnya.
Tapi apakah termasuk pemilihan lagu? Saras tersenyum. "Itu juga, Kamu Payah Ah, yang ciptakan Dewiq. Kita tahu Dewiq seorang creator lirik yang berbakat dan dicari orang. Dia punya khas sendiri," imbuh pemilik rambut panjang hitam tebal dan cenderung berminyak ini. (kpl/dis/bun)

Belum lama ini, bertempat di salah satu cafe di bilangan Kemang, Emmy melakukan pengambilan gambar untuk video klip di bawah arahan sutradara Virlan dari PH Hypenotic. Dalam video klip lagu bertempo medium beat itu, mantan bidan ini menawarkan penampilan berbeda dari video klip sebelumnya. Emmy tampil dengan potongan rambut pendek, casual, dan enerjik dalam konsep band.
Sejatinya, karir musik putri pasangan H. Helmi Labib (alm) dan Hj. Djurtinah ini diawali saat bergabung dengan New Girls Band, band cukup terkenal di Kalsel yang semua anggotanya cewek. Setelah bubar Emmy bergabung dengan Khatulistiwa Band sebagai vokalis dan menjadi penyanyi restoran bertaraf internasional di Banjarmasin.
"Sejak itu saya bercita–cita dan bertekad menjadi penyanyi yang suatu saat punya album sendiri," kenang penyanyi kelahiran 29 April ini.
Dan obsesi kesampaian saat ia merilis album debut SECARA AKU WANITA yang berisikan 10 lagu karya komposer kondang seperti Dewiq, Pay, Thomas Gigi, dan Hendy Gigi. Dengan proses memakan waktu hampir satu tahun, album debut Emmy ini dapat dibilang cukup menyita perhatian pecinta musik Indonesia, terbukti single–single dalam lagu ini bisa nongkrong di track radio kenamaan tanah air.
Dengan karakter vokal yang berbeda dengan penyanyi wanita lainnya, membuat Emmy yakin bisa ikut meramaikan industri musik nasional, tidak hanya numpang lewat saja. "Yang saya inginkan hanya menyanyi, itu saja," tandasnya. (kpl/wwn/boo)

Produser musik Krisyanto, Christian R, di Makassar, Senin (12/10), meyakini penyanyi bersuara khas tersebut masih dirindukan oleh penikmat musik Indonesia.
"Karakter vokalnya yang khas sudah ada di hati penggemarnya, orang pasti penasaran akan hadirnya dia sebagai penyanyi solo," jelasnya.
Ia memastikan, Krisyanto akan hadir dengan warna musik yang berbeda dari lagu yang ia lantunkan saat masih bersama grup musiknya dulu. Pihak label memilih Makassar sebagai lokasi peluncuran lagu terbaru penyanyi rock karena diperkirakan penggemarnya masih banyak di kota ini.
Ia menambahkan, Krisyanto tidak tampil sendiri sejumlah artis lain telah disiapkan mengisi penampilannya di D'Liquid Cafe.
Pasangan selebriti Donna Agnesia dan Darius Sinathrya, serta penyanyi pendatang baru Nessa yang memadukan warna musik 'rock and roll' dan pop juga akan ikut tampil pada acara yang bertajuk Roneela Rising Star. (kpl/bun)

Memasuki proses pembuatan video klip yang dikerjakan oleh Heidi Suryawan, sineas yang sering berkarya bersama Ari Lasso, Agnes Monica dan Bunga Citra Lestari, Gretha nampaknya semakin serius menekuni dunia tarik suara.
"Sebagai pelajar, kegiatan belajar tetap menjadi nomor satu. Tapi prioritasku sebagai penyanyi tentunya juga tidak terabaikan," ujarnya penuh percaya diri.
Bagi Gretha menggandeng nama-nama besar memang bukanlah hal yang sulit. Penggemar Whitney Houston itu sebelumnya juga telah mempopulerkan single Menangis Tanpa Air Mata yang diciptakan oleh Badai Kerispatih.
Dan kali ini, di single ke-3nya yang masih kental bernuansa dunia percintaan anak muda serta dominasi string section, dara yang baru berusia 18 tahun itu nampaknya juga sudah tak ragu untuk menegaskan eksistensinya.
"Di sini aku hanya tinggal mengatur waktunya, dan keluarga terutama mama yang dulunya adalah seorang penyanyi sangat support akan aktivitasku ini," tegasnya. (kpl/prl/bar)

"Banyaknya musisi yang membantu pembuatan album ini karena keputusan dari manajemen yang ingin melihat album ini penuh dengan variasi. Ya maklum sajalah kalau album ini dinilai akan populer karena musisinya juga bagus-bagus. Mudah-mudahan saja," kata Rayna saat ditemui di peluncuran album berjudul TAK TERGANTIKAN di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa (11/8).
Wanita kelahiran Bandung 25 Mei 1984 ini tak takut jika dirinya dibilang aji mumpung dengan melibatkan banyak musisi. Baginya yang terpenting saat ini bisa menunjukkan kualitasnya sebagai penyanyi handal.
"Saya sebenarnya sadar diri sebagai penyanyi pendatang baru. Tapi menggandeng penyanyi yang sudah terkenal ini bukan berarti mendompleng, saya yakin punya kualitas, makanya saya nggak takut," ujarnya.
Segala strategi pun sudah dilakukan oleh Rayna untuk mempromosikan albumnya. Jika banyak musisi yang memasarkan di ibukota Jakarta, tidak demikian halnya dengan Rayna. Beberapa media lokal di setiap daerah pun dilibatkannya. Takutkah Rayna bersaing?
"Strateginya memang dimulai dari daerah ya. Nanti setelah itu jika memang sukses di daerah, baru saya akan memulainya di ibukota. Ini bagian dari strategi dari promosi saja," ujarnya. (kpl/mai/npy)

"Satu sisi menampilkan lagu-lagu pop yang menyenangkan, ringan, ditujukan bagi remaja, sedangkan di sisi lain gaya pop klasik dengan iringan orkestra," kata Gita Gutawa saat peluncuran albumnya, di Jakarta, Jumat (8/5).
Konsep yang dituangkan dalam 12 lagu tersebut, dikolaborasikan dengan sentuhan sejumlah musisi ternama Indonesia, seperti Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Dewiq, serta Maia Estianti. Selain juga melibatkan dua kelompok orkestra asal Praha serta Bulgaria.
"Untuk lagu-lagu dengan iringan musik klasik diisi oleh Philharmonic Orchestra dari Praha serta Bulgarian Symphonic Orchestra," kata penyanyi kelahiran 11 Agustus 1993 yang memiliki nama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini.
Dengan demikian, kata dia, pembuatan album yang memakan waktu sejak Juni 2008 hingga Maret 2009 ini dapat dikatakan telah digarap di empat benua, karena proses rekaman dilakukan di Indonesia, pengisian orkestra di Praha dan Bulgaria, sedangkan penyelesaian dilakukan di Australia dan Amerika Serikat.
Gita mengungkap, hampir mirip dengan album pertamanya, album HARMONI CINTA ini juga mengisahkan seputar indahnya percintaan remaja, hubungan keluarga, sahabat serta dunia. Dicontohkan, lagu berjudul Meraih Mimpi dimaksudkan untuk menyemangati para remaja dalam upaya meraih cita-cita.
Hal lain yang patut mendapat perhatian dalam proses pembuatan album kedua ini, menurut dia, keterlibatan penuh dirinya, mulai dari penentuan konsep, pemilihan lagu, hingga pembuatan serta penulisan lirik lagu. "Ada lima lagu yang liriknya saya tulis sendiri," katanya.
Sementara itu, Managing Director PT Sony Music Indonesia Toto Wijoyo mengatakan, target pasar album kedua Gita Gutawa ini tetap pada segmen remaja dengan usia antara 8-18 tahun. Dirinya juga mengharapkan agar album kedua ini dapat berprestasi sama baiknya dengan album sebelumnya yang mampu meraih triple platinum. (kpl/ang/dar)

"'Sacredly' adalah sakral dan itu lebih otentik, 'Agnezious' kata sifat aku yang sangat aku. Jadi SACREDLY AGNEZIOUS bisa dikatakan 'It's all about me' yang melibatkan aku sendiri. Album yang terbaru ini sebenarnya satu karya aku yang aku tunggu-tunggu rilisnya. Sengaja pada waktu itu ngirit keluarin limited edition dulu yang 2 lagu, baru ini yang sebenarnya. Tapi inipun kita keluarin 2 versi, yang satu hanya 10 track satunya lagi 13 track. Kita sengaja ingin menyajikan packaging yang komplit mulai dari cover albumnya, foto-fotonya dengan konsep yang berbeda dan lagu-lagunya sendiri juga konsep berbeda," ujar Agnes saat ditemui di Studio 4 RCTI, Rabu (1/4).
"Di album ini kita memang benar-benar, kita tidak cuma mengeluarkan album setahun sekali. Buat aku untuk apa ngeluarin album sering tapi hasilnya biasa-biasa saja. Makanya aku lebih bersabar untuk ngeluarin album. Go with the flow," lanjutnya.
Dalam album terbarunya ini Agnes bertindak sebagai produser, karena ia ingin lebih banyak terlibat dalam menentukan segala hal yang ingin ditampilkan dalam album tersebut. Selain itu, gadis yang selalu berpenampilan funky di atas panggung ini ingin menunjukkan kematangan dirinya dalam bermusik. Agnes menjelaskan bahwa banyak musisi kenamaan yang ikut dalam pembuatan albumnya.
"Erwin Gutawa, Pay, Dewiq, Yudis, Sumantri dan lumayan banyak musisi yang terlibat. Tapi aku tuh terkenal penyanyi yang suka menghabiskan shift, kalau masih kurang mixing kita ulang. Untungnya kita didukung penuh oleh label aku, Aquarius, very suported. Karena pada akhirnya toh ke mereka semua juga kan," tandasnya.
Soal anggapan bahwa albumnya ini adalah album idealis, Agnes hanya menginginkan kesempurnaan dalam setiap karyanya. Selain itu, ia ingin agar album terbarunya lebih baik daripada album yang sebelumnya.
"Kalau ngomong ini album idealis, aku salah satu produser harus memikirkan marketnya seperti apa. Tapi tentu saja tidak 'melacurkan' idealisme aku sebagai seorang penyanyi atau musisi, jadi harus balance, apa yang dimauin penggemar. Karena pada akhirnya mereka kan yang mau denger, jadi apa yang mereka mau dan apa yang aku mau kita blend jadi satu," pungkasnya. (kpl/wwn/bun)