< >

BLOG DIMAS ANDREAN


Dimas Andrean: Solok, Kesan Pertama Yang Menggoda

Kapanlagi.com - Festival tahunan "Festival Singkarak Danau Kembar 2008" hari Minggu (24/08/08) resmi dibuka dengan meriah. Festival diawali dengan pawai yang dibuka Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirvadar. Festival ini dihadiri beberapa pesohor seperti salah satunya Dimas Andrean, yang mengaku terkesan dengan keindahan budaya yang beraneka ragam di daerah Solok itu.

Walau Dimas kerap kali mengunjungi Padang, ternyata ini merupakan kunjungan pertamanya ke Solok. "Kalau ke Padang sering tapi kalau ke Solok sendiri baru sekarang. Dan ternyata kesan pertama begitu menggoda. Sangat disayangkan tempat seindah ini tidak dinikmati. Ya mudah-mudahan dengan adanya festival ini, danau singkarak dan danau kembar bisa jadi salah satu pilihan saya untuk berlibur," kilah Dimas.

Dimas juga merasa kagum dengan kebudayaan yang beraneka raga di kabupaten ini, di mana dalam satu kabupaten kaya dengan berbagai budaya. "Salah satunya juga adat istiadat yang banyak. Tadi disebutkan ada 74 nagari (desa - red) yang menampilkan budaya-budaya mereka, dari pakaian, dari acara, bahkan dari makanan," ujarnya.

Bukan hanya budaya daerah Solok yang membuat Dimas kagum, mengunjungi daerah ini membuatnya tahu soal makanan khas lain yang ditemukannya. "Kalau gue ke Padang sebeneranya rendang yang gue suka. Tapi di kabupaten Solok ini ada satu menu yang cukup menarik juga, yaitu ikan bilih. Ternyata setelah aku mengetahuinya, ikan itu hanya hidup di danau singkarak, ikannya enak juga," tambahnya.

Melihat keindahan daerah ini, Dimas - yang tahun ini engajukan diri sebagai caleg - berharap nantinya, wisatawan asing dapat datang berbondong-bondong mengunjungi tempat wisata yang indah ini.

"Harapan gue daerah ini tidak hanya dinikmati oleh wisatawan domestik, tapi juga oleh wisatawan manca negara. Karena sangat disayangkan tempat wisata seperti ini tidak dinikmati. Selain itu tempat wisata ini bisa maju dan dikenal sampai internasional. Gue yakin taraf hidup masyarakat sini pasti akan meningkat. Contohnya seperti Bali aja lah. Biar bukan hanya Bali aja yang dikenal oleh dunia internasional," kilahnya. (kpl/hen/erl)


Lihat profil: Dimas Andrean
Diposting oleh: Editor | Senin, 25-08-2008 |

Kelemahan Film 'HANTU AMBULANCE'

Kapanlagi.com - Film HANTU AMBULANCE yang hadir di bioskop tanah air secara serentak pada 21 Februari ternyata memiliki beberapa kelemahan meski dibintangi, Suzanna, dengan mimik dan ciri khasnya sebagai aktris horor nomer wahid di Indonesia pada era 1980-an.

Dalam film tersebut, perempuan kelahiran 13 Oktober 1942 ini kembali memerankan sosok yang dekat dengan dunia takhyul. Dalam aktingnya sebagai Widya, Suzanna mengucapkan jampi-jampi atau semacam mantra tolak bala, atau beberapa kali terlihat menyiapkan sesaji berupa bunga tujuh rupa.

Sorot matanya yang tajam terlihat tidak berbeda dengan penampilannya di film-filmnya dulu. Gaya bicara dan busana yang dikenakan juga sangat khas. Tak heran jika sebagian penonton yang menyaksikan gala premiere film ini seakan reuni atau menyusuri kembali masa lalu ketika Suzanna berjaya di film bergenre horor.

Apalagi dalam film ini Suzanna memboyong kostum koleksi pribadinya yang modelnya mirip kostum pada film-filmnya terdahulu. Sehingga hantu Suzanna kembali bergentayangan.

Tapi, sepanjang film, terlihat kemampuan akting Suzanna yang total dalam film ini tidak diimbangi dengan akting pemain-pemain baru yang menjadi lawan mainnya.

Dimas Andrean yang biasa bermain untuk sinetron percintaan tidak menjiwai peran sebagai Rano. Adegan ketika ia dikejutkan sosok bayangan di kamarnya dan ketakutan saat dikejar hantu terlihat tidak natural. Aktingnya tidak jauh berbeda dengan yang dijalaninya saat bermain di sinetron. Sehingga Dimas dan pemain lainnya dalam film layar lebar itu tidak ubahnya seperti menonton sinetron saja.

Penampilan Suzanna dalam film ini juga terlihat kurang dieksplorasi dengan baik. Suzanna hanya digambarkan berakting sambil duduk atau berdiri beberapa saat saja. Padahal sang produser menyatakan berambisi mengembalikan sang ratu film horor itu kembali ke layar lebar dengan akting terbaiknya.

Sejak lama Suzanna sakit, bahkan pada saat konferensi pers ia sempat absen. Shanker mengaku Suzanna sedang sakit dan tidak diperkenankan dokter untuk menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggalnya di Magelang ke Jakarta.

Dari segi cerita yang ditulis oleh Ery Sofid, film ini juga tidak terlalu menarik dan cenderung membingungkan. Asal-usul keluarga Rano tidak jelas benar, hingga tiba-tiba ada hantu bergentayangan dan menakuti Rano serta kawan-kawannya. Secara artistik, hantu-hantu yang dihadirkan dalam film itu itu juga terlihat tidak menakutkan.

Efek suara yang memberi kesan menegangkan memang membuat orang yang menyaksikan akan terkaget-kaget, tapi itu untuk sesaat saja. Selebihnya penonton dibuat bingung dengan akhir cerita yang terburu-buru dan tidak terasa klimaksnya. (*/boo)


Lihat profil: Suzanna, Dimas Andrean, Shanker
Diposting oleh: Editor | Jumat, 22-02-2008 |

Kelelahan, Kondisi Suzanna Kritis

Kapanlagi.com - Kondisi kesehatan sang bintang horor legendaris, Suzanna terus menurun. Kabarnya, Suzanna kini dalam keadaan kritis di Yogyakarta. Mungkin karena kelelahan, ia mengalami penurunan HB (haemoglobin), setelah ikut membintangi film HANTU AMBULANCE, film pertama sejak ia vakum.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Shanker selaku produser film tersebut, di sela-sela acara press screening di Planet Hollywood Jakarta, Selasa (19/2).

"Kondisi beliau sangat memprihatinkan. HB-nya turun. Dari tadi malam kita pantau terus. Seharusnya beliau datang ke sini. Karena ini film pertama beliau setelah rehat panjang. Kita mohon doa restunya untuk kesehatan beliau," kata Shanker.

Shanker juga menyayangkan sikap insan film yang sampai saat ini tidak memberikan penghargaan pada Suzanna.

"Padahal, ia telah terjun ke dunia film sejak usia 13 tahun. Dan beliau pernah berkata, mati dan hidupnya dia akan tetap di dunia film. Maka untuk itu Indika memberikan gelar sebagai 'Legendaris Horor Indonesia'. Kalau orang menyebut saya sebagai bapaknya film horor, itu belumlah pas kalau beliau (Suzanna) belum main di film saya. Sekarang beliau telah main, jadi terserah orang akan menyebut apa," kata Shanker.

Tidaklah mudah bagi Shanker untuk membujuk Suzanna main film lagi, apalagi dengan kondisi kesehatan yang labil di usia 65-nya. Bahkan terkadang ia harus dipapah saat berjalan untuk syuting. Dedikasi yang tinggi itu pula yang dikagumi oleh Dimas Andrean.

"Beliau memberikan inspirasi, secara tidak langsung beliau telah memberikan ilmunya, lewat bahasa tubuh. Saat pertama kali bertemu, terasa amazing bagiku. Sebagai legenda hidup, beliau sosok yang cantik dan memang beraura mistik," aku Dimas.

Aura mistik ini secara nyata dapat ditilik dari perilaku Suzanna yang suka makan kembang melati. Dimas sempat pula mencoba makan kembang melati sisa dari remah-remah Suzanna.

"Rasanya memang segar, tapi gimana yah, yah begitulah," ujar Dimas kesulitan melukiskannya.  (kpl/wwn)


Lihat profil: Suzanna, Shanker, Dimas Andrean
Tag: Selebritis Sakit
Diposting oleh: Editor | Selasa, 19-02-2008 |

21 Februari, Film 'HANTU AMBULANCE' Tayang di Bioskop

Kapanlagi.com - Tak mau ketinggalan dengan artis muda, aktris yang ngetop era 70-80an, Suzanna, akan hadir kembali di layar lebar. Wajah mistisnya akan mengisi film horor terbaru berjudul HANTU AMBULANCE, produksi Indika Entertainment yang mulai dirilis di bioskop pada 21 Februari mendatang.

Produser film HANTU AMBULANCE, Shanker di Jakarta, Selasa (19/2), mengatakan film ini diilhami dari kisah legenda masyarakat tentang mobil ambulans misterius di Jalan Baureksa, Bandung, Jawa Barat. Jalan Baureksa kini menjadi tempat wisata dadakan karena kisah legenda yang tersebar hingga di luar Bandung.

"Mobil ambulans itu ada di depan sebuah rumah dan ditutup terpal, ada tanda aneh di mobil itu. Kabarnya beberapa kali ambulans dipindahkan tapi selalu keesokan harinya mobil itu kembali terparkir di depan rumah. Tidak jelas siapa yang membawanya kembali," kata Shanker.

Film HANTU AMBULANCE disutradarai Koya Pagayo dan naskahnya ditulis Ery Sofid. Film ini didukung pemain muda yang selama ini bermain di sinetron seperti Dimas Andrean, Ratna Galih, Fitri Ayu, Wiliam Alvin, dan Gianinna Emanuela. Suami Suzanna, Clift Sangra juga turut bermain dalam film ini.

Tokoh utama film ini adalah Rano (Dimas Andrean) yang merupakan cucu dari Widya (Suzanna). Sang nenek selalu menyembunyikan cerita masa lalu keluarga Rano yang kelam. Suatu hari Rano bersama tiga temannya Dicky, Ocha, dan Popi pindah dari Jakarta ke Bandung untuk melanjutkan studi. Mereka mengontrak rumah di Jalan Baureksa karena harganya murah dan dekat dengan kampus.

Di depan rumah yang suram dan angker itu terdapat mobil ambulans yang ditutup terpal dengan banyak sekali bercak darah mengering. Keempat remaja itu menghadapi teror di dalam rumah sekaligus mobil ambulans yang tiba-tiba berjalan tanpa pengemudi di malam hari.

"Lewat HANTU AMBULANCE saya tidak hanya mengangkat tema legenda masyarakat itu ke layar lebar, tapi juga menghadirkan Suzanna sang ratu film horor yang kembali ke layar lebar," ujarnya.

Indika Entertainment sebelumnya juga menggarap film berjudul FILM HOROR pada akhir 2007. (*/boo)


Lihat profil: Suzanna, Shanker, Dimas Andrean, Ratna Galih, Fitri Ayu, Clift Sangra
Diposting oleh: Editor | Selasa, 19-02-2008 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA DIMAS ANDREAN TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA DIMAS ANDREAN TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA DIMAS ANDREAN TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA DIMAS ANDREAN TAHUN 2004