KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Karena gue nggak punya baju batik yang trendi, rata-rata semuanya yang resmi, lengan panjang. Dengan pakai blangkon gue jadi beda. Sengaja gue pakai ini karena letaknya di kepala, jadi gue nunjukin rasa hormat gue di situ," kata Dirly saat ditemui di jumpers ultah Global TV ke-7 di Maroush Cafe, Crowne Plaza Hotel, Jaksel, Jumat (02/10) kemarin.
Dirly mengaku jika dia sebenarnya lebih suka dengan baju bertangan pendek dan tidak berkerah. Namun begitu, bukan berarti dirinya tidak suka mengenakan batik.
"Bukannya nggak suka pakai batik, tapi gue emang jarang. Biasanya pas dia cara keluarga, di situ gue baru rapi sampai gue matching-in sama sarung Makassar," terang Dirly.
Dan alumnus INDONESIAN IDOL ini pun turut merasa bangga dengan batik tulis yang ditulis dengan canting dan lilin ini dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.
"Gue jujur bangga, cuma rasa bangganya itu nggak melulu dengan memakai batik terus. Yang pasti gue kagum sekarang dunia sudah mengakui kebudayaan kita melalui UNESCO," pungkasnya. (kpl/hen/npy)

Acara ini baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia, dan selama delapan kali penyelenggaraan sebelumnya berlangsung di Malaysia dan Singapura. Sebagai pendukung acara ini adalah Music Award Foundation (YAMI) Singapura dan Sound Recording Industry Association of Indonesia (ASIRI).
"Saya baru ketemu sama mbak Zakiyah, (Wakil Presiden MediaCorp Malaysia, red) tiga bulan belakangan ini, begitu kita bicara ternyata cocok didatangkan di Indonesia, kenapa tidak produksi sendiri, karena selama ini kita hanya re-run (menayangkan ulang, red) saja," terang Daniel Hartono, selaku Direktur Utama Global TV saat konferensi pers di Hard Rock Cafe, Plaza EX Plasa Indonesia, Kamis (4/6).
Ada 18 kategori yang akan diberikan, di antaranya 9 kategori terbaik, 7 penghargaan terpopuler dan 2 kategori penghargaan special, yakni The Planet Muzik Achiefmen Award dan Humanitarian Award.
Dari sekian anugerah tersebut, Indonesia mendominasi perolehan nominasi di setiap kategori, termasuk penyanyi Afgan, Lobow dan Dirly yang bersaing untuk Best Vocal Performance In A Song By A New Male Artiste. Sementara Aura Kasih lewat lagu Mari Bercinta dan Cinta Laura lewat Hey Baby! bersaing meraih Best Vocal Performance In A Song By A New Female Artiste.
d'Masiv lewat Cinta Ini Membunuhku, Hello lewat Ular Berbisa, Hujan melalui Pagi Yang Gelap, Kotak lewat Beraksi, dan ST12 lewat P.U.S.PA. bersaing di Best Vocal Performance In A Song By A New Duo / Group. (kpl/hen/dar)

Nikita berkali-kali ke rumah sakit, mencari donor kornea. Namun 7 tahun berlalu, ia belum mendapatkannya. Akhirnya Nikita mendapatkan donor mata dari Dr. Prita (Cathy Sharon), setelah ia meninggal akibat kecelakaan bersama Arven (Dirly Idol).
Di satu sisi, Nikita bahagia karena akhirnya telah mendapatkan donor mata, tapi di sisi lain keluarga Prita merasa sangat menderita atas kehilangan tersebut. Padahal beberapa tahun silam, anak bungsu mereka dinyatakan meninggal karena terbawa arus sungai.
Sekarang mereka harus menerima sebuah kenyataan yang pahit sekali lagi. Kini, hanya tinggal Vano (Jonas Revanno) anak mereka yang tersisa. Ibu Prita, Diana (Lidya Kandou) mengigau terus memanggil-manggil nama Prita. Sedangkan ayahnya, Tegar (Anwar Fuadi) hanya dapat memandang istrinya dengan sedih.
Donny (Dude Harlino) baru saja kembali dari Amerika, setelah menyelesaikan studi S2-nya. Tujuan lain ia balik ke Jakarta adalah karena ia ingin menyatakan cintanya pada Prita.
Padahal orang tuanya yang merupakan pengusaha kaya raya telah menjodohkan Donny dengan Belinda (Raya Kohandi), yang merupakan anak seorang walikota. Tapi Donny menolaknya, tanpa ia tahu bahwa Prita telah meninggal.
Nikita yang sudah bisa melihat, berusaha keras mencari tahu siapa orang yang sudah mendonorkan mata padanya. Setelah tahu, Nikita pun datang ke rumah keluarga Prita, tepat pada 40 hari meninggalnya Prita. Tetapi sesampainya di sana, Arven pun tiba-tiba mengatakan ke semua orang yang hadir kalau Nikita-lah yang menyebabkan Prita meninggal.
Nikita pun dimaki-maki oleh seluruh keluarga Prita, tanpa mereka pernah tahu kalau Nikita adalah anak mereka yang hilang terbawa arus sungai. Nikita sangat shock mendengarnya, ia tidak menyangka kalau dirinya penyebab kecelakaan yang menimpa Prita.
Sampai suatu hari Nikita harus menggantikan Belinda menemui seseorang untuk menebus kesalahan. Betapa kagetnya Nikita ternyata pria tersebut adalah Donny. Donny pun tak kalah kaget, karena ia tak menyangka kalau gadis yang beberapa kali bertemu dengannya tanpa sengaja itu adalah anak walikota. Nikita dan Donny pun menjadi dekat.
Tapi kedekatan itu membuat Nikita tidak tahan hidup dalam kebohongan. Sebelum Nikita memberitahukan kebenaran pada Donny, Donny terlanjur mengetahuinya dari Belinda. Donny pun marah pada Nikita dan meninggalkannya karena kecewa.
Di lain pihak, Nikita pun mulai sering bertemu dengan Vano. Awalnya Vano sangat membenci Nikita karena kematian Prita, namun lambat laun kebencian itu berubah menjadi cinta. Vano pun berusaha mendapatkan Nikita, tanpa tahu kalau Nikita adalah adik kandungnya.
Bagaimanakah kehidupan Nikita selanjutnya? Akankah ia dan Donny akan kembali bersatu? Akankah ia akan mengetahui kenyataan sebenarnya bahwa keluarga Prita adalah keluarga kandungnya?
Hari tayang : Setiap hari, mulai 9 Maret 2009
Jam tayang : Pkl. 18.00 WIB
Sutradara : Maruli Ara & Gita Asmara
Produser : Leo Sutanto
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Cerita & Skenario : Ina Rosamaya
Produksi : SinemArt (2009)
Para Pemain :
Dude Harlino sebagai Donny
Nikita Willy sebagai Nikita
Jonas Revanno sebagai Vano
Dirly Idol sebagai Arven
Cathy Sharon sebagai Dr. Prita
Raya Kohandi sebagai Belinda
Jessica Mila sebagai Lani
Lidya Kandou sebagai Diana
Anwar Fuadi sebagai Tegar
Rudy Salam sebagai Hari
Debby Cynthia Dewi sebagai Evita
Yati Surahman sebagai Rini
Conny Sutedja sebagai Sumi
Lagu Tema : Saat Terakhir
Penyanyi : ST12
Album : PUSPA
Produksi : TRINITY OPTIMA PRODUCTION (kpl/prl/bun)