KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Aktor berusia 72 tahun ini sempat dipastikan menjadi pendukung film LITTLE FOCKERS tapi karena menganggap perannya terlalu kecil dan jadwalnya berbenturan dengan jadwal acara lain maka terpaksa Dustin mundur. Kesepakatan kedua sempat dicapai dan menyebutkan bahwa Dustin akan tampil sebagai cameo pada akhir film ini tapi belakangan kesepakatan ini lagi-lagi gugur.
Menurut Splash News, Universal Studio tak bersedia memberikan pernyataan seputar mundurnya Dustin Hoffman ini sementara pihak Dustin sendiri juga belum melepas pernyataan apa pun.
LITTLE FOCKERS sebenarnya adalah bagian ketiga dari trilogi film yang diawali dengan MEET THE PARENTS yang beredar di tahun 2004. Kesuksesan film pertama ini lantas diikuti dengan dibuatnya bagian kedua yang berjudul MEET THE FOCKERS. Dustin Hoffman sendiri baru bergabung pada bagian kedua dan sempat dijagokan untuk mendukung bagian ketiganya. (spl/roc)

Berbicara saat premiere film LAST CHANCE HARVEY di Inggris, aktor ini mengatakan. "I berolahraga tiap pagi, agak berat. Aku bermain tenis, membuat diriku terluka karenanya, yang sudah sering terjadi. Aku jogging dan mengurangi berat badan."
Selain demi kesehatan, Dustin meyakini berolahraga juga untuk kesenangan. "Aku memanjakan diri dengan itu juga dan membakar kalori, aku yakin begitu," ujarnya. (msc/erl)

Wakil Ketua Pengelola BBJ, Paulina Dinartisti, di Jakarta, Kamis (4/6), mengatakan, film satir politik yang diputar kali ini semuanya diproduksi di Hollywood, Amerika Serikat (AS), meliputi ALL THE KING'S MEN dan THE CANDIDATE, keduanya diputar pada hari Jumat (19/6), serta BULWORTH dan WAG THE DOG, Sabtu (20/6).
"Keempat film ini tidak semuanya menyangkut pilpres, karena ada juga yang bertema pemilihan gubernur dan senator," katanya.
Menurut dia, pilpres secara langsung untuk kedua kalinya di Indonesia ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh gaya kampanye dan komunikasi politik pilpres AS, seperti halnya mulai dari digunakannya polling/survey, quick count, politik pencitraan, kampanye gaya pertemuan warga kota (town hall meeting), hingga pemanfaatan jasa para pakar komunikasi politik.
Pemutaran film ini diharapkan bisa menjadi perhatian bagi masyarakat pada saat menjelang pilpres di Indonesia yang akan dilaksanakan pada 8 Juli mendatang.
Ada pun film ALL THE KING'S MEN sebelumnya telah meraih penghargaan sebagai film terbaik dengan Piala Oscar terbanyak tahun 1949. Film hitam putih ini dibuat berdasarkan novel pemenang Pullitzer, menyadur tentang karir Gubernur Louisiana, Huey Long, mulai dari proses terpilihnya sebagai gubernur hingga kejatuhannya.
"Film ini dibuat ulang pada tahun 2006 dengan judul yang sama dengan bintang Sean Penn, namun kurang sebagus film awalnya," ujarnya.
Sedangkan film THE CANDIDATE (1972) dibintangi Robert Redford, mengisahkan perebutan kursi senator California, dan film BULWORTH (1998) dibintangi dan disutradarai Warren Beatty, yang masih bercerita tentang pemilihan senator California.
Film terakhir, WAG THE DOG (1997), disutradarai oleh Barry Levinson, dan dibintangi oleh Robert De Niro dan Dustin Hoffman, mengisahkan tentang presiden yang akan dipilih ulang tapi terlibat skandal pelecehan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur.
"Dalam film ini, diceritakan presiden berusaha mencari upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat AS dengan segala trik dan tipu daya," ujarnya. (kpl/bun)

Di film yang diadaptasi dari novel karya, Mordecai Richler Hoffman akan berperan bareng Paul Giamatti. Hoffman akan memerankan karakter sebagai polisi yang telah pensiun. Mantan polisi ini menjalani hidup yang agak kacau. Dia pernah menikah tiga kali. Dia tertarik dengan hilangnya seorang teman lama.
Narasi film ini digarap Michael Konyves. Sutradara Richard J. Lewis dipercaya mengarahkan film ini. Syuting akan dimulai pada 17 Agustus mendatang di Roma. (mwv/erl)

Dalam film SHINJUKU INCIDENT ini memang Jackie berperan sebagai seorang pria yang sama sekali tak bisa bela diri kung fu. Ini peran yang benar-benar berbeda dari film-film yang sebelumnya ia bintangi. Alasannya ia ingin menunjukkan bahwa ia juga bisa berakting. "Aku ingin dianggap sebagai seorang aktor berkelas seperti Robert De Niro dan Dustin Hoffman. Orang menonton film mereka berdua apapun peran yang mereka mainkan karena mereka memang bagus dalam akting," ujar Jackie.
Dalam film ini Jackie juga tak memegang kursi sutradara seperti biasanya. Ini juga memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena Jackie terlanjur terbiasa memberikan pengarahan. Namun karena ia benar-benar ingin membuktikan bahwa ia adalah seorang aktor profesional, ia tak mencoba menentang arahan Derek Yee, sang sutradara. (asb/roc)

British Airports Authority dikabarkan berencana untuk memperpanjang area landasan bandara Heathrow dan sedang berusaha mendapatkan ijin dari pemerintah Inggris. Di sisi lain masyarakat yang peduli dengan lingkungan dikabarkan menolak ide ini dan sedang menjalankan serangkaian aksi protes terhadap proyek ini.
Kini, Emma dan para aktivis lain sedang berusaha menghalangi proyek ini dengan segala macam cara. "Kami akan menghentikan proyek ini dengan segala cara meskipun kami harus masuk dan menanam pohon di sini," ungkap peraih banyak penghargaan yang terakhir bermain bersama Dustin Hoffman dalam film LAST CHANCE HARVEY ini. (ctm/roc)

Emma pertama kali merasakan depresi adalah saat ia berusia 20-an dan ia mengatakan bahwa itu adalah saat-saat paling 'gelap' dalam sejarah hidupnya. "Aku mudah terserang depresi dan segala jenis gangguan mental. Aku sedang dalam pengerjaan drama musikal West End saat aku menderita depresi meski aku dibayar untuk terlihat ceria," ungkap aktris yang tahun 2008 kemarin bermain bersama Dustin Hoffman dalam film LAST CHANCE HARVEY itu.
Meski itu sudah lama berlalu, aktris yang kini berusia 49 tahun ini mengaku bahwa masa lalunya itu masih sering menghantuinya. Yang terakhir adalah saat ia berjuang keras agar bisa hamil di tahun 1998 lalu. Untungnya ia menemukan cara 'kreatif' untuk mengatasi depresinya. Anne mengatakan bahwa dengan menulis ia bisa merasa lebih bebas karena ia bisa menceritakan apa pun yang ia mau. (ctm/roc)