< >

BLOG EDDIE KARSITO


HANTU BIANG KEROK, Kisah Roh Terpenjara

Kapanlagi.com - Film HANTU BIANG KEROK berkisah tentang roh yang terpenjara oleh kekuatan ilmu hitam seseorang berhati bengis. Diproduksi Djakarta Pictures, film yang dijadwalkan beredar di bioskop mulai Selasa, (17/2) ini bercerita tentang keisengan lima anak muda yang bermain jangka setan (jelangkung) dan harus menanggung akibat dihantui arwah penasaran.

"Ide ini saya ambil dari pengalaman bermain jangka setan sewaktu di SMA," kata Fadly Fuad, usai preview film komedi horor yang diproduseri dan sekaligus juga dibintanginya itu, di Jakarta, Selasa, (17/2).

Menurutnya, HANTU BIANG KEROK ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa iman kepada Tuhan tidak akan pernah dikalahkan oleh kejahatan. "Ini pesan mendidik yang ingin disampaikan kepada penonton," katanya.

Selain Fadly sebagai penulis cerita dan pemeran utama, HANTU BIANG KEROK menampilkan sejumlah bintang muda, yakni Erland Joshua, Rizky Mocil, Umar Syarief Altaz, Diego Dimas, dan Miss Indonesia Kamidia Radisty.

Selain itu, juga bintang senior Nazar Amir, Elvi Sukaesih, Mpok Nori, Opie Kumis, dan Eddie Karsito.

HANTU BIANG KEROK bermula dari kisah seorang pria kaya dan bengis yang membunuh semua pembantunya, lantaran terlalu sedih atas kematian puteri semata wayangnya.

Kemiripan wajah Ferry (Fadly) dengan Bondan, kekasih puteri kesayangan sang pria bengis, menjadi awal terungkapnya peristiwa horor yang terjadi pada puluhan tahun lalu itu. (kpl/wwn/dar)


Lihat profil: Kamidia Radisti, Oppie Kumis, Elvi Sukaesih, Eddie Karsito
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 18-02-2009 |

'MALIOBORO' Bakal Gantikan 'LOSMEN'

Kapanlagi.com - Sinetron komedi satir berjudul MALIOBORO merupakan drama berseri yang menggambarkan realitas sosial masyarakat Indonesia, seperti serial LOSMEN tahun 1980-an.

"Ya, seperti LOSMEN. Bedanya, setting LOSMEN hanya di satu tempat, sedangkan MALIOBORO kita setting di beberapa tempat," kata produser Bertha Suranto saat dihubungi melalui telepon genggamnya di Yogyakarta, Rabu (11/02) kemarin.

Selain di Jl Malioboro, katanya, setting adegan juga dilakukan di Guest House Rumah Eyang, di Jalan Kemitiran, dan Jalan Mangkubumi.

Menurut Bertha, sinetron MALIOBORO merupakan drama yang menggambarkan realitas sosial masyarakat Indonesia hari ini, termasuk yang menyangkut perekonomian dan politik, "Tetapi bukan sketsa sosial".

Direncanakan sebanyak 50 episode, sinetron ini mengambil Jl Malioboro dengan pertimbangan kawasan jalan legendaris di Jogja itu mampu mewadahi bertemunya berbagai karakter sosial dengan berbagai latar belakang serta masalah.

"MALIOBORO adalah sebuah melting pot yang memungkinkan untuk bercerita mengenai masalah-masalah yang aktual di masyarakat. Di tempat ini kita menjumpai berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda-beda," katanya.

Ia juga menyatakan MALIOBORO bukan sinetron komedi situasi (sitkom), karena unsurnya adalah drama kehidupan para tokoh utama, yang secara tetap muncul sebagai outline sebuah cerita sesuai pertumbuhan karakternya.

Selain itu, setiap cerita digali dari kenyataan substantif dalam masyarakat agar tidak menjadi sekedar tayangan hiburan semata.

"Dengan cara ini. masyarakat diharapkan tidak lagi memandang tayangan hiburan di televisi sebagai sarana untuk melepas persoalan atau melarikan diri dari kenyataan keseharian yang pahit dan menegangkan, tetapi sebagai sebuah tontonan yang bermanfaat," katanya.

Sebagai tayangan serial lepas, setiap episodenya memiliki tema sendiri-sendiri.

Episode perdana bertajuk 'Calon Wakil Rakyat?' mengangkat cerita tentang Caleg (Calon Legislatif) tingkat Nasional asal Jakarta, dari Dapil (Daerah Pilihan) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengambilan gambar sudah dilakukan sejak 3 Februari 2009.

Didukung penulis cerita Sunardian Wirodono dan sutradara Dies Krisdiono, sinetron tersebut dibintangi oleh Wieke Widowati sebagai Bu Dhenok, Djenar Maesa Ayu (Jeng Dhanti), Eddie Karsito (Sugeng), Butet Kertaredjasa (Caleg), M Komarudin (Warso), Oke Bayu Aji (Gendut), Daniel Gultom (Sitor), dan Susilo Nugroho (Slamet).

Ketika ditanyakan tentang stasiun televisi yang akan menayangkan sinetron tersebut, Bertha mengatakan dirinya saat ini hanya ingin menunjukkan keseriusan dalam membuat tayangan yang baik dan bermanfaat.

"Soal stasiun mana yang akan menayangkan, saya belum memikirkannya," katanya. (kpl/npy)


Lihat profil: Djenar Maesa Ayu, Eddie Karsito, Butet Kertaredjasa
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 12-02-2009 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA EDDIE KARSITO TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA EDDIE KARSITO TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA EDDIE KARSITO TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA EDDIE KARSITO TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA EDDIE KARSITO TAHUN 2004