
Alhasil Edies pun tumbang dan di harus dirawat ke Rumah Sakit MMC Jakarta Selatan. Selama berbaring di rumah sakit, Edies mengaku tidak pernah memanjatkan doa untuk sang bunda kepada sang Khalik.
kondisi fisik Edies yang sangat lemas menjadi faktor utama, kenapa dirinya tak lagi melafalkan ayat-ayat suci jika teringat mamanya. Mungkin itulah sebabnya Edies bernazar akan ziarah ke makam ibunda jika nanti keluar dari rumah sakit.
"Aku ingin ke makam Mama, pengen berdoa di sana. Karena selama aku sakit nggak baca Surat Yasin, kondisi saya lemah banget," ujar Edies di saat ditemui di RS MMC Jakarta Selatan, Kamis (1/1).
Hikmah dari sebuah kejadian pastilah ada manfaatnya. Menurut Edies, dirinya mendapat pelajaran yang berharga dari musibah yang menimpanya. Tuhan menginginkan Edies untuk istirahat dan lebih menghargai kesehatan.
"Ya ini mungkin pelajaran buat aku, mungkin Tuhan menghendaki aku untuk beristirahat dan lebih menghargai kesehatan," ungkap pemain film KEJAR JAKARTA. (kpl/buj/boo)

"Sedih juga karena harus jauh dengan sang pacar. Aku sempat nangis tadi malam. Ya paling dia by phone aja ngecek keadaan aku," ungkap Edies saat ditemui di RS MMC Jakarta Selatan, Kamis (1/1).
Namun sayang, indentitas sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi suaminya tersebut, enggan diungkapkan. Alasannya, Edies takut calon suaminya itu dibilang mendompleng ketenaran nama Edies untuk mempengaruhi pemilihnya di daerah Sumatera.
"Nanti aja, soalnya dia caleg. Setelah pilkada selesai baru boleh dikasih tahu. Soalnya nanti aku takut dibilang ikut jual nama aku untuk pemilih," ujarnya.
Singkat cerita, Edies mengaku hubungan asmaranya dengan sang pacar baru berusia 4 sampai 5 bulan yang lalu, tapi mereka sudah kenal sekitar 1 tahunan.
Kekasihnya itu juga termasuk pilihan mamanya, bahkan sang calon suami sempat melamar Edies empat hari sebelum mamanya meninggal dunia.
"Dia itu pilihan Mama. Empat hari sebelum Mama meninggal dunia, dia sudah melamar aku ke Mama," pungkas bintang film KEJAR JAKARTA. (kpl/buj/boo)

Edies pun hanya bisa istirahat 3 atau 4 jam dalam seminggu penuh untuk mendoakan ibundanya. Selama seminggu rutinitas Edies yang kurang istirahat itu di perparah dengan kegiatan syuting sinetron yang harus pulang di atas jam 1 malam. Alhasil Edies pun harus melewati malam pergantian tahun di RS MMC, kamar 415, Jakarta Selatan karena kondisi yang kecapekan.
"Karena Mama berpulang belum ada 40 hari, nah di saat itu, psikologis saya sangat down sekali. Selama satu minggu lebih saya istirahat 3-4 jam, melewati malam saya hanya untuk tahajud dan ngaji. Kalau ingat mama, saya lakuin itu, kata Edies.
"Kondisi kesehatan dan fisik saya juga nge-drop, saya baru syuting 1 minggu, dan kebetulan saya pulang di atas jam 1 (malam). Mungkin karena seminggu nggak keluar rumah, jadi pas keluar rumah saya disuruh istirahat," tutur Edies saat ditemui tengah berbaring di rumah sakit, Kamis (1/1).
Awalnya, sakit yang dirasakan Edies sempat tidak diketahui gejala penyakitnya. Edies hanya merasakan demam yang tak kunjung turun selama 2 hari, padahal Edies sudah minum obat warung untuk menyembuhkan demamnya.
Dan pada Selasa (30/12), Edies memeriksakan diri ke RS MMC Jakarta. Pihak medis sempat 2 kali mengobservasi penyakitnya tersebut, namun observasi yang pertama, Edies diagnosis tidak menderita penyakit yang gawat. Dan setelah dirawat 4 jam di UGD Edies pun di perbolehkan pulang.
Tapi saat di rumah, demam yang di derita Edies kambuh lagi. Edies pun terpaksa kembali memeriksakan diri ke dokter. Edies langsung dipaksa untuk menjalani rawat inap untuk mengetahui lebih lanjut penyakit yang dideritanya. Dan setelah melewati proses medis, Edies divonis dokter menderita demam berdarah.
"Selasa (30/12) kemarin, saya dua hari panas berturut-turut. Terus nyerang tulang, rasanya nyeri banget. Sudah diinfus dan dimasukin berbagai macam vitamin nggak sembuh juga, dokter pun sampai observasi dua kali. Yang pertama di UGD katanya nggak apa-apa. Yang kedua, dokter nggak bisa langsung mutusin, dokter sarankan agar rawat inap," terangnya.
Akhirnya, terbaring lah Edies di rumah sakit. Padahal sebelumnya, Edies dan keluarga sudah berencana akan melewati malam Tahun Baru dengan berzikir di Masjid At Tin, Taman Mini, Jakarta Selatan. (kpl/buj/boo)